Jumat, 02 April 2010

SIKLUS MENSTRUASI

KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas berkat dan rahmatnya penulis telah berhasil menyusun makalah tentang “ Siklus Menstruasi “
Adapun tujuan dari penyusunan makalah tentang sirklus menstruasi ini adalah dapat mengetahui secara periodik dan siklik siklus menstruasi massa, dan setiap fase pada siklus menstruasi serta mekanisme mentruasi tersebut.
Penulis telah berupaya, maksimal dengan segenak kemampuan untuk mencurahkan segenap pikiran dan kemampuan yang dimiliki, akan tetapi tentu masih ada banyak kekurangan dan kelemahannya, baik dari segi bahasa, pengolahan maupun dalam penyusunan. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi tercapainya suatu kesempurnaan dalam memenuhi kebutuhan dalam bidang kesehatan, khususnya dalam mempelajari ilmu asuhan kebidanan.

















SIKLUS MENSTRUASI


Menstruasi adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. Panjang siklus haid ialah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. Lama haid biasanya antara 3-5 hari, ada yang 1-2 hari diikuti darah sedikit – sedikit kemudian, dan ada yang sampai 7-8 hari. Pada setiap wanita biasanya lama haid itu tetap. Jumlah darah yang keluar rata – rata 33,2 ± 16cc pada wanita yang lebih tua bisanya darah yang keluar lebih banyak. Kebanyakan wanita tidak merasakan gejalah – gejalah pada waktu haid, tetapi sebagain kecil merasa berat dipinggul atau merasa nyeri (dismenorea).
Usia gadis remaja pada waktu pertama kalinya mendapat haid (menarche) bervariasi lebar, yaitu antara 10-16 tahun, tetapi rata – ratanya 12,5 tahun.pada tiap siklus dikenal tiga massa utama, ialah sebagai berikut :
1) Masa haid selama dua sampai delapan hari pada waktu itu endumetrium dilepas, sedangkan pengeluaran hormon – hormon ovarim paling rendah (minimum).
2) Masa poliferasi sampai hari keempat belas pada waktu itu endomentrium tubuh kembali, disebut juga endometrium mengadakan poliferasi. Antara hari kedua belas dan keempat belas dapat terjadi pelepasan ovum dari ovarium yang disebut ovulasi.
3) Sesudahnya dinamakan masa sekresi pada ketika itu korpus rubrum menjadi korpus luteum yang mengeluarkan progesteron. Dibawah pengaruh progesteron ini kelenjar endometrium yang tumbuh berkeluk – keluk mulai bersekresi dan mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak. Perubahan Histrologik pada Endometrium dalam siklus haid.
Pada masa reprodusi dan dalam keadaan tidak hamil, selaput lendir uterus mengalami perubahan – perubahan siklik yang berkaitan erat dengan aktifitas ovarium. Dapat dibedakan 4 fase endometrium dalam siklus haid, yaitu :
1. FASE MENSTRUASI ATAU DESKUAMASI
Dalam fase ini endementruis dilepaskan di dinding uterus disertai perdarahan. Hanya stratum basale yang tinggal utuh. Darah haid mengandung darah vena dan arteri dengan sel – sel darah merah dalam hemolisis atau aglutenasi, sel – sel epitel dan stroma yang mengalami disintegrasi dan otolisis, dan sekret dari uterus, serviks, dan kelenjar – kelenjar vulva.

2. FASE PASCAHAID ATAU FASE REGENERASI
Luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan sebagian besar berangsur – angsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir baru yang tumbuh dari sel – sel epitel endomentrium ± 0,5 mm.Fase ini telah mulai sejak fase menstruasi dan berlangsung ± 4 hari
3. FASE INTERMENSTRIUM ATAU FASE POLIFERASI.
Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal ± 3,5 mm. Fase ini berlangsung dari hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus haid, fase proliferasi dapat dibagi atas 3 sub fase yaitu:
1) Fase proliferasi dini (early proliferation phase).
2) Fase proliferasi madya (mid proliferation phase).
3) Fase proliferasi akhir (late proliferation phase).
1. Fase Proliferasi Dini
Fase proliferasi dini berlangsung antara hari ke-4 sampai hari ke-7, fase ini dapat dikenal epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel, terutama dari mulut dan kelenjar. Kelenjar – kelenjar kebanyakan lurus, pendek dan sempit. Bentuk kelenjar ini merupakan ciri khas fase proliferasi, sel – sel kelenjar mengalami mitosis sebagian sediaan masih menunjukan suasana fase menstruasi dimana terlihat perubahan– perubahan involusi dari epitel kelenjar yang berbentuk kuboidstroma padat dan sebagaian menunjukan aktifitas mitosis, sel – selnya berbentuk bintang dan tonjolan – tonjolan anastomosis sel – selnya berbentuk bintang dan dengan tonjolan – tonjolan anastomosis.
2. Fase Proliferasi Madya
Fase ini berlangsung antara hari ke-8 sampai hari ke-10. Fase ini merupakan bentuk transisi dan dapat dikenal dari epitel permukaan yang berbentuk fasak dan tinggi. Kelenjar berkeluk – keluk dan bervariasi sejumlah stroma mengalami edema. Tampak banyak mitosis dengan inti berbentuk telanjang (nakenucleus).
3. Fase Proliferasi Akhir
Fase ini berlangsung pada hari ke-11 sampai hari ke-14. Fase ini dapat dikenal dari permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyaknya metosis. Inti epitel kelenjar membentuk pseudostratifikasi. Stroma bertumbuh aktif dan padat.



4. FASE PRAHAID ATAU FASE SEKREASI .
Fase ini mulai sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. Pada fase ini endometrium kira – kira tetep tebalnya, tetapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang, berkeluk – keluk, dan mengeluarkan getah, yang makin lama makin nyata. Dalam endometrium telah tertimbun glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur yang dibuhai. Memang tujuan perubahan ini adalah untuk mempersiapkan endometrium menerima telur yang dibuahi. Fase sekresi dibagi atas:
1) Fase sekresi dini.
2) Fase sekresi lanjut.
1. Fase Sekresi Dini.
Dalam fase ini endometrium lebih tipis dari pada fase sebelumnya karena kehilangan cairan pada saat ini dapat dibedakan beberapa lapisan yakni:
a) Stratum basale, yaitu lapisan endometrium bagian dalam yang berbatasan dengan lapisan miometrium.
b) Stratum spongiosum, yaitu lapisan tengah berbentuk anyaman seperti spons.
c) Stratum kompaktum, yaitu lapisan atas yang padat. Saluran – saluran kelenjar sempit, lumennya berisi sekret dan stromanya edema.
2. Fase Sekresi Lanjut
Endometrium dalam fase ini tebalnya 5-6 mm. Dalam fase ini terdapat peningkatan dari fase sekresi dini, dengan endometrium sangat banyak mengandung pemuluh darah yang berkeluk – keluk dan kaya dengan glikogen. Fase ini sangat ideal untuk netrisi dan perkembangan ovum. Sitoplasma sel – sel stroma bertambah. Sel stroma menjadi sel desidua jika terjadi kehamilan.
MEKANISME HAID
Hormon steroid estrogen dan progesteron mempengaruhi pertumbuhan endometrium. Dibawah pengaruh estrogen endometrium memasuki fase proliferasi, sesudah ovulasi, endometrium memasuki fase sekresi. Dengan menurunnya kadar estrogen dan progesteron pada akhir siklus haid, terjadi regresi endometrium yang kemudian diikuti oleh perdarahan yang terkenal dengan nama haid. Mekanisme haid belum diketahui seluruhnya akan tetapi sudah dikenal beberapa faktor, yang kecuali faktor hormonal, memegang peranan dalam hal ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar