Sabtu, 03 April 2010

Sepsis Neonatorum

Sepsis Neonatorum

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penyebab neonatus sepsis/sepsis neonatorum adalah berbagai macam kuman seperti bakteri, virus, parasit, atau jamur. Sepsis pada bayi hampir selalu disebabkan oleh bakteri. Beberapa komplikasi kehamilan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya sepsis pada neonatus antara lain :

  • Perdarahan
  • Demam yang terjadi pada ibu
  • Infeksi pada uterus atau plasenta
  • Ketuban pecah dini (sebelum 37 minggu kehamilan)
  • Ketuban pecah terlalu cepat saat melahirkan (18 jam atau lebih sebelum melahirkan)
  • Proses kelahiran yang lama dan sulit

B. Tujuan

Tujuan pembuatan Makalah ini adalah :

1. Mengetahui tentang definisi Sepsis Neonatorum

2. Mengetahui masalah yang muncul pada kasus Sepsis Neonatorum

3. Mengetahui proses yang diberikan kepada pasien Sepsis Neonatorum.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Sepsis Neonatorum

Sepsis merupakan respon tubuh terhadap infeksi yang menyebar melalui darah dan jaringan lain. Sepsis terjadi pada kurang dari 1% bayi baru lahir tetapi merupakan penyebab daro 30% kematian pada bayi baru lahir. Infeksi bakteri 5 kali lebih sering terjadi pada bayi baru lahir yang berat badannya kurang dari 2,75 kg dan 2 kali lebih sering menyerang bayi laki-laki.

Pada lebih dari 50% kasus, sepsis mulai timbul dalam waktu 6 jam setelah bayi lahir, tetapi kebanyakan muncul dalamw aktu 72 jam setelah lahir. Sepsis yang baru timbul dalam waktu 4 hari atau lebih kemungkinan disebabkan oleh infeksi nasokomial (infeksi yang didapat di rumah sakit).

Pembagian Sepsis:

  1. Sepsis dini –> terjadi 7 hari pertama kehidupan. Karakteristik : sumber organisme pada saluran genital ibu dan atau cairan amnion, biasanya fulminan dengan angka mortalitas tinggi.
  2. Sepsis lanjutan/nosokomial –> terjadi setelah minggu pertama kehidupan dan didapat dari lingkungan pasca lahir. Karakteristik : Didapat dari kontak langsung atau tak langsung dengan organisme yang ditemukan dari lingkungan tempat perawatan bayi, sering mengalami komplikasi.

B. Etiologi

Penyebab neonatus sepsis/sepsis neonatorum adalah berbagai macam kuman seperti bakteri, virus, parasit, atau jamur. Sepsis pada bayi hampir selalu disebabkan oleh bakteri. Beberapa komplikasi kehamilan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya sepsis pada neonatus antara lain :

  • Perdarahan
  • Demam yang terjadi pada ibu
  • Infeksi pada uterus atau plasenta
  • Ketuban pecah dini (sebelum 37 minggu kehamilan)
  • Ketuban pecah terlalu cepat saat melahirkan (18 jam atau lebih sebelum melahirkan)
  • Proses kelahiran yang lama dan sulit

C. PATOFISIOLOGI

Berdasarkan waktu timbulnya dibagi menjadi 3 :

  1. Early Onset (dini) : terjadi pada 5 hari pertama setelah lahir dengan manifestasi klinis yang timbulnya mendadak, dengan gejala sistemik yang berat, terutama mengenai system saluran pernafasan, progresif dan akhirnya syok.
  2. Late Onset (lambat) : timbul setelah umur 5 hari dengan manifestasi klinis sering disertai adanya kelainan system susunan saraf pusat.
  3. Infeksi nosokomial yaitu infeksi yang terjadi pada neonatus tanpa resiko infeksi yang timbul lebih dari 48 jam saat dirawat di rumah sakit.

Mekanisme terjadinya sepsis neonatorum :

  1. Antenatal : paparan terhadap mikroorganisme dari ibu (Infeksi ascending melalui cairan amnion, adanya paparan terhadap mikroorganisme dari traktur urogenitalis ibu atau melalui penularan transplasental).
  2. Selama persalinan : trauma kulit dan pembuluh darah selama persalinan, atau tindakan obstetri yang invasif.
  3. Postnatal: adanya paparan yang meningkat postnatal (mikroorganisme dari satu bayi ke bayi yang lain, ruangan yang terlalu penuh dan jumlah perawat yang kurang), adanya portal kolonisasi dan invasi kuman melalui umbilicus, permukaan mukosa, mata, kulit.

D. Tanda dan Gejala

Gejala infeksi sepsis pada neonatus ditandai dengan:

  • Bayi tampak lesu
  • tidak kuat menghisap
  • denyut jantung lambat dan suhu tubuhnya turun-naik
  • gangguan pernafasan
  • kejang
  • jaundice (sakit kuning)
  • muntah
  • diare
  • perut kembung

E. Faktor Risiko

  1. Sepsis Dini
  • Kolonisasi maternal dalam GBS, infeksi fekal
  • Malnutrisi pada ibu
  • Prematuritas, BBLR

2. Sepsis Nosokomial

  • BBLR–>berhubungan dengan pertahanan imun
  • Nutrisi Parenteral total, pemberian makanan melalui selang
  • Pemberian antibiotik (superinfeksi dan infeksi organisme resisten)

F. Pencegahan

  • Pada masa Antenatal –> Perawatan antenatal meliputi pemeriksaan kesehatan ibu secara berkala, imunisasi, pengobatan terhadap penyakit infeksi yang diderita ibu, asupan gizi yang memadai, penanganan segera terhadap keadaan yang dapat menurunkan kesehatan ibu dan janin. Rujuk ke pusat kesehatan bila diperlukan.
  • Pada masa Persalinan –> Perawatan ibu selama persalinan dilakukan secara aseptik.
  • Pada masa pasca Persalinan –> Rawat gabung bila bayi normal, pemberian ASI secepatnya, jaga lingkungan dan peralatan tetap bersih, perawatan luka umbilikus secara steril.

G. GEJALA KLINIS

- Suhu tubuh tidak stabil (< 36 0C atau > 37,5 0C)

  • Laju nadi > 180 x/menit atau <>
  • Laju nafas > 60 x/menit, dengan retraksi atau desaturasi oksigen,apnea atau laju nafas <>
  • Letargi
  • Intoleransi glukosa : hiperglikemia (plasma glukosa >10 mmol/L atau >170 mg/dl) atau hipoglikemia (<>
  • Intoleransi minum
  • Tekanan darah <>
  • Tekanan darah sistolik <>
  • Tekanan darah sistolik <>
  • Pengisian kembali kapiler/capillary refill time > 3 detik

H. DIAGNOSIS

Bila ditemukan dua atau lebih keadaan : laju napas > 60 x/menit atau < 30 x/menit atau apnea dengan atau tanpa retraksi dan desaturasi oksigen, suhu tubuh tidak stabil (<>0C atau > 37,50C), waktu pengisian kapiler > 3 detik, hitung leukosit <>9/L atau > 34.000 x 109/L.

* Laboratorium

· Leukositosis (> 34.000 x 109/L)

· Leukopenia (< 4.000 x 109/L)

· Netrofil muda > 10%

· Perbandingan netrofil immatur (stab) dibanding total (stab+segmen) atau I/T ratio > 0,2

· Trombositopenia <>

· CRP > 10 mg/dl atau 2 SD dari normal

* DIAGNOSA BANDING

Kelainan bawaan jantung, paru, dan organ-organ lain.

I. PENYULIT

· Sepsis berat : sepsis disertai hipotensi dan disfungsi organ tunggal

· Syok sepsis : sepsis berat disertai hipotensi

· Sindroma disfungsi multiorgan (MODS)

J. PENATALAKSANAAN

1. Diberikan kombinasi antibiotika golongan Ampisilin dosis 200 mg/kg BB/24 jam i.v (dibagi 2 dosis untuk neonatus umur <> 7 hari dibagi 3 dosis), dan Netylmycin (Amino glikosida) dosis 7 1/2 mg/kg BB/per hari i.m/i.v dibagi 2 dosis (hati-hati penggunaan Netylmycin dan Aminoglikosida yang lain bila diberikan i.v harus diencerkan dan waktu pemberian sampai 1 jam pelan-pelan).

2. Dilakukan septic work up sebelum antibiotika diberikan (darah lengkap, urine, lengkap, feses lengkap, kultur darah, cairan serebrospinal, urine dan feses (atas indikasi), pungsi lumbal dengan analisa cairan serebrospinal (jumlah sel, kimia, pengecatan Gram), foto polos dada, pemeriksaan CRP kuantitatif).

3. Pemeriksaan lain tergantung indikasi seperti pemeriksaan bilirubin, gula darah, analisa gas darah, foto abdomen, USG kepala dan lain-lain.

4. Apabila gejala klinik dan pemeriksaan ulang tidak menunjukkan infeksi, pemeriksaan darah dan CRP normal, dan kultur darah negatif maka antibiotika diberhentikan pada hari ke-7.

5. Apabila gejala klinik memburuk dan atau hasil laboratorium menyokong infeksi, CRP tetap abnormal, maka diberikan Cefepim 100 mg/kg/hari diberikan 2 dosis atau Meropenem dengan dosis 30-40 mg/kg BB/per hari i.v dan Amikasin dengan dosis 15 mg/kg BB/per hari i.v i.m (atas indikasi khusus). Pemberian antibiotika diteruskan sesuai dengan tes kepekaannya. Lama pemberian antibiotika 10-14 hari. Pada kasus meningitis pemberian antibiotika minimal 21 hari.

6. Pengobatan suportif meliputi :

Termoregulasi, terapi oksigen/ventilasi mekanik, terapi syok, koreksi metabolik asidosis, terapi hipoglikemi/hiperglikemi, transfusi darah, plasma, trombosit, terapi kejang, transfusi tukar.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sepsis merupakan respon tubuh terhadap infeksi yang menyebar melalui darah dan jaringan lain. Sepsis terjadi pada kurang dari 1% bayi baru lahir tetapi merupakan penyebab daro 30% kematian pada bayi baru lahir. Infeksi bakteri 5 kali lebih sering terjadi pada bayi baru lahir yang berat badannya kurang dari 2,75 kg dan 2 kali lebih sering menyerang bayi laki-laki.

Pada lebih dari 50% kasus, sepsis mulai timbul dalam waktu 6 jam setelah bayi lahir, tetapi kebanyakan muncul dalamw aktu 72 jam setelah lahir. Sepsis yang baru timbul dalam waktu 4 hari atau lebih kemungkinan disebabkan oleh infeksi nasokomial (infeksi yang didapat di rumah sakit).

3.2 Kritik dan Saran

Dalam penulisan makalah ini apabila ada kesalahan yang tidak di sengaja maupun yang di sengaja mohon saran dan kritik untuk menyempurnakan dalam penulisan dan susunan kata – kata yang telah dijadikan dalam bentuk makalah.

DAFTAR PUSTAKA

http://viethanurse.wordpress.com/2008/12/01/askep-pada-sepsis-neonatorum/

http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=pdt&direktori=pdt&filepdf=0&pdf=&html=07110-tsyz266.htm


KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul SEPSIS NEONATORUM

Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi tugas kuliah “Ilmu Kesehatan Anak” dan dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen pembimbing dan semua pihak yang telah membantu demi kelancaran dalam penyusunan makalah ini.

Dan berbagai kekurangan yang pasti ditemukan dalam penulisan makalah ini, sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Untuk itu kepada pembaca yang budiman, penulis mohon kritik dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak. Dan mudah – mudahan makalah ini ada manfaatnya amin.

Banyuwangi, 02 April 2010

Penulis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar