Sabtu, 03 April 2010

Konsepsi



BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar belakang
Konsepsi merupakan suatu proses penyatuan inti ovum dengan inti spermatozoa yang terjadi di ampula tuba fallopi hingga terbentuklah zigot. Peristiwa konsepsi akan berakhr sampai zigot menjadi blastula. Selanjutnya blastula tersebut akan tertanam di dinding endometrium yang di kenal dengan pereistiwa nidasi.
Sebelum terjadi pembuahan,sel ovum dan sel spermatozoa akan dibentuk dalam organ reproduksi wanita dan pria melalui proses gametogenesis.
Gametogenesis merupakan proses pembentukan,pembelahan dan pematangan sel gamet sampai menjadi sel gamet yang siap berperan dalam proses reproduksi.
Peristiwa gametogenesis diawali dengan pembelahan sel baik secara mitosis maupun miosis.
Menstruasi adalah suatu daur kejadian dalam ovarium yang dapat mempengaruhi uterus dan tubuh wanita secara keseluruhan.
Tujuan menstruasi adalah untuk melepaskan ovum dalam pewrsiapan fertilisasi dan mempersiapkan uterus dan tubuh wanita dalam menerima hasil konsepsi. Ada 4 fase menstruasi yaitu fase menstruasi,fase regenerasi,fase poliferasi dan fase sekresi.









BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Definisi Konsepsi
Peristiwa konsepsi merupakan suatu proses pernyataan inti ovum dengan inti spermatozoa yang terjadi di ampulla tuba fallopi hingga terbentuklah zigot. Peristiwa konsepsi akan berakhir sampai zigot menjadi Blastula. Selanjutnya blastula tersebut akan tertanam di dinding endometrium yang dikenal dengan peristiwa Nidasi
2.2 Fisiologi Kehamilan (Pembahasan hanya sampai pristiwa konsepsi)
Sebuah kehamilan diawali dengan adanya pembuahan atau konsepsi atau tertilisasi antara sel ovum dengan sel spermatozoa. Sebelum menjadi pembuahan, sel ovum dan sel spermatozoa akan dibentuk dalam organ reproduksi wanita dan pria melalui proses Gametosenesis.
A) Gametosenesis
 Gametosenesis merupakan proses pembentukan, pembelahan dan pematangan sel gamet sampai menjadi sel gamet yang siap berperan dalam proses reproduksi.
 Sel gamet
Sel gamet yang berperan pada peristiwa reproduksi yakni terdiri dari :
o Pada pria Sel sperma
o Pada wanita Sel Ovum
 Sifat Sel Gamet
Sifat sel gamet pria dan wanita ditentukan secara genetik untuk kombinasi kromosom :
 Pada pria : 46 xy (44 + xy)
 Pada wanita : 46 xy (44 + xy)
 Peristiwa gametogenesis diawali dengan pembelahan sel baik secara mitosis maupun miosis

 Tujuan Pembelahan sel
1. Mitosis : Regenerasi
2. Miosis : Mengurangi kromosom (2nDNA 46 xx / xy diploid menjadi 1nDNA 23 x/y haploid)
Perubahan bentuk sel benih untuk persiapan pembuahan


 Proses pembelahan sel
1. Mitosis
o Replikasi DNA ( 2n → 4n)
o Stadium pembelahan
drotase → metatase → anatase → telotase → pembelahan sent- romer
o Jumlah kromosom sama dengan induk ( 2n = 46 )
2. Miosis
o Replikasi DNA (2n → n)
o Stadium miosis 1 :
Protase → Metafase → Telofase → Pembelahan → Sentromer
o Miosis II : mitosis I + non Replikasi → pembelahan sentromer
o Jumlah kromosom ½ dari sel induk ( n = 23)
 Sel gamet ( benih ) primordial pria dan wanita merupakan turunan langsung sel-sel benih primoldial ( primodial germ cells ) terbentuk pada masa embrional.
Sel benih ini akan mulai tampak di dinding yolk sac pada akhir minggu ke – 3 pertumbuhan embrio. Dalam perkembangannya sel benih primordial berpindah ke arah jaringan gonad ( minggu ke-5 )
 Proses pembentukan gamet
pria dan wanita berbeda-beda pada wanita pembentukan sel gamet disebut Oogenesis dan pada pria disebut Spermatogenesis
1) Spermatogenesis
Spermatogenesis adalah proses pembentukan sel sperma yang terjadi di tubulus seminiteri
Produksi sperma togenesis yang sempurna dicapai pada pria dengan batas usia ± 16 tahun ( sudah akhir balig ).mulanya olehtestis akan dibentuk steroidogenesis ( proses pembentukan hormon steroid pria ).
Sel sprimodial akan berkembang menjadi spermatogonium kemudian akan menjadi spermatosit primer. Spermatosit primer akan melakukan pembelahan secara mitosis kemudian akan memalani proses miosis.








Spermatogonia

Sperma tosit primer

Spermatosil skunder




Pemelasan gambar diatas
 Spermatogonia
 Merupakan struktur primitif dan bisa melakukan pembelahan mitosis ( 1X )
 Mendapatkan nutrien dari sel setroli
 Berkembang menjadi spermatosid primer
 Spermatosit Primer
 Jumlah kromosom diploid ( 2n = 46 xy )
 Mengalami pembelahan miosis I ( pembelahan reduksi dan pertukaran bahan senetik )
 Menghasilkan 2 sel anak ( spermatosit sekunder )
 Spermatosis Sekunder
 Jumlah kromosom haploid ( n = 23 x/y )
 Mengalami miosis II
 Dipengaruhi oleh LH
 Spermatid
 Sel yang dihasilkan pada pembelahan meiosis kedua
 Diberi makan untuk sel setroli
 Isi spermatid masak yaitu :
a. caput : Nukleus, kromosom x/y, ditutupi akrosom mengandung
enzim NIALURONIDASE
b. Cervia : Menghubungkan kepala dengan badan
c. Corpus : Produksi tenaga saat motilitas
d. Cauda : Mendorong sperma masuk kedalam vas deteren dan
ductus ejakulaturium

Lain-lain :
1. Jumlah rata – rata sperma saat ejakulasi adalah 3,5 ml ( 2-6 ml )tiap 1 ml mengandung 60 – 150.000.000 spermatozoa. Namun 75% dapat bergerak sisanya 20% - 25% malformasi
2. Kecepatan serak sperma didalam vagina. Rata-rata kacepatan gerakan adalah 2-3 mm/menit. Karena pengaruh DH, vagina kecepatanya menjadi 0,5 mm/menit
3. Jalanya sperma mencapai vagina tubulus seminiterus → epidydimis → vasa deterens – duktus ejakulahorius → prostat → uretra dan ejakulasi → vagina → cervix → uterus → tuba tallopii → ampula → fertilisasi
keseluruhan peristiwa spermatogonium – spermatid butuh waktu 60-70 hari

2) OOGENESIS
Oogenesis adalah proses pembentukan ovum dari oogonium yang berlangsung di dalam folikel di ovarium. Pembentukan ovum diawali dari perkembangan folikel primodial di dalam ovarium yang tiap bulanya salah satu folikel akan berkembang menjadi folikel de srat yang akan menghasilkan ovum.
Perkembangan folikel di mulai dari folikel primer – terisi oleh cairan yang di sebut cairan liduor follikuli dan di dalamnya terdapat oogomium yang mengalami pembelahan miosis.

Oogonium

Oosit Primer

Oosit Skunder
Badan polar I


Ovum Badan Polar
(Mengalami degerasi)
Miosis

Pertumbuhan dan perkembangan folikel disebabkan oleh FSH. Setelah mencapai perkembangan folikel primer akan menjadi folikel sekunder selanjutnya akan terbentuk folikel de graf matang. Di dalam folikel de graf yang matang akan berisi :

1. Ovum
- merupakan sel terbesar dalam tubuh wanita dengan inti yang jelas dan anyaman kromosom pun tampak jelas.
2. Stratum Granulosum
- lap. Granusola yang mengelilingi ovum
3. teka interna
- lap yang membungkus stratum granulosum
- memproduksi hormon ekstrogen
4. Teka Eksterna
- di bentuk dari desakan ovum saat ovulasi
pada saat oosit sekunder mencapai stadium pembentukan kumparan maka terjadilah ovulasi. Karena pengaruh LH dari hipotisis maka bekas / sisa folikel akan menjadi CORPUS LUTEUM guna memproduksi hormon estrogen.
Karena gerakan kontrasi dinding tuba dan ayunan serabut fibrin dinding tuba, ovum akan terbawa ke uterus. Pembuahan akan terjadi di ampulla tuba falopii dan fungsi corpus luteum akan tetap memproduksi hormon progestevon. Namun jika tidak terjadi pembuahan maka ovum akan mati dalam waktu 1x 24 jam. Maka corpus luteum akan mengalami degenerasi pada ±8 hari setelah ovulasi. Matinya ovum diikuti dengan pelunturan endometrium yang diikuti dengan darah sebagai menstruasi.
Tambahan :
 Pembagian folikel primodial menurut umur wanita:
BBL –  750.000
Umur 6 -15 th -  440.000
Umur 26-35 th -  160.000
Umur 35-45 th -  35.000
Masa menopause -  semua hilang
 Ukuran ovum = 142 um ( 1um = 0,001 mm )
sperma = 52 um – 62 um
 Sperma dapat hidup dalam tuba falopii 1-2 hari ( 2x24 jam )
 Kromosom sperma x ovum = xx – wanita
= xy – pria






B) MENSTRUASI
 DEVINISI MENSTRUASI
- Suatu daur kejadian dalam ovarium yang dapat mempengaruhi uterus dan tubuh wanita secara keseluruhan.

 Tujuan Menstrusai
- Untuk melepaskan ovum dalam persiapan fertilisasi dan mempersiapkan uterus dan tubuh wanita dalam menerima hasil konsepsi.

 Ada 4 Fase Menstruasi
a. Fase menstruasi
- Temadi 3 – 5 hari
- Lap. Stratum kompakta dan spogiosa dilepas.
- Volume darah menstruasi soce.
b. Fase regenerasi
- Temadi pada 4 hari menstruasi.
- Sel balis berkembang, pembelahan mitosis.
- Kel. Endometrium mulai tumbuh lagi
c. Fase proliferasi
– Berlangsung pada hari ke 5 – ke 14 menstruasi.
– Lap. Endometrium tumbuh pesat, berkelok – kelok
– Tebal endrometrium 4 – 6 cm
d. Fase Sekresi
- berlangsung pada hari ke -14 sampai ke 28 hari.
- Ketika ovulasi, corvus luteum memproduksi hormon estrogen dan progesteron → endometrium dalam fase sekresi.
- Endometrium mengandung banyak glikogen, air, mineral sehingga siap menerima implementasi dan memberikan nutrisi kepada zigot.
- Jika tidak ada konsepsi maka ovum mati, corpus luteum mengalami desenorasi.
- Produksi estrogen dan progesteron menyebakan iskimia, vaso dilatasi pembuluh darah mengakibatkan deskuamasi sehingga keluar darah menstruasi.





C) PENGHITUNG MASA SUBUR
 Definisi
- Menghitung waktu ovulasi pada wanita sebagai pasutri dapat menentukan kapan waktu yang tepat untuk memperkirakan kehamilan maupun ketidak hamilan.

 Tujuan
- Untuk menentukan waktu yang tepat untuk loitus pasutri sehingga keinginan untuk mendapatkan momongan atau tidak dapat diperkirakan.

 Penghitungan masa subur
Ada beberapa macam :
1. Cara Kalender
- istri harus mecatat hari I haid selama 6 siklus.
- Jumlah hari pendek – 18 untuk menentukan pertama masa subur.
Ex : Ibu novi mendapat siklus haid 26 hari dan 32 hari penghitungan :
26 – 18 = 8
32 – 11 = 21
Jadi masa subur dimulai dari tanggal 8 – 21 dari haid I
2. Cara suhu baral
- Dilakukan untuk istri tiap hari sebelum turun dari tempat tidur.
- Pada Masa subur, suhu badan menigkat ( 0,2 – 0,5) 0c.
- Pasutri tidak boleh bersenggama pada hari peningkatan suhu baral atau tubuh istri selama 3 hari.
3. Melihat perubahan lendir cervix
4. Tes cairan cervix
5. Rasa nyeri diperut bagian bawah.]

D) KONSEPSI
 Devinisi Konsepsi
– Peristiwa peleburan dan penyatuan antara sperma dan ovum yang terjadi di asmpula tuba folopii hingga stadium blastula.






 Bagan fertilisasi atau konsepsi

Ovum Sperma
46 X 46 XY
23 X
23 X 23 Y
23 X
23 X 23 X 23 Y 23 Y



♀ ♀ ♂
46xx 46xx ♂ 46xy
46xy


Pada saat pasutri malakukan coitus maka saat mencapai orgasme, pria akan mengalami ejekulasi dengan menyemprotkan sperma (2 – 6 ml) kedalam vagina. Sperma dengan cepat bergerak dari vagina kerahim, masuk ke dalam tuba fallopii. Gerakan sperma dipengaruhi kontraksi miometrium dan dinding tuba saat senggama.
Pembuahan, proses penyatuan gamet pria dan wanita, terjadi di ampula tubafalopi, yang merupakan bagian terluar dari saluran telur dan terletak dekat dengan ovarium spermatuzoa dapat bertahan hidup didalam saluran reproduksi wanita selama kira – kira 24 jam. Pergerakan spermazoa disebabkan oleh kontraksi otot – otot uterus dan tuba. Pada saat disaluran kelamin wanita, spermazoa belum mampu membuahi Oosit, mereka harus mengalami kapasitasi dan reaksi akrosom.
Kapasitasi adalah suatu masa penyesuaian didalam saluran reproduksi wanita, yang pada manusia berlangsung kira – kira 7 jam. Reaksi akrosom terjadi setelah penempatan ke zona pellusida dan induksi oleh protein – protein zona. Reaksi ini berpuncak pada pelepasan enzim – enzim yang diperlukan untuk menembus zona pelusida, antara lain akrosin dan zat – zat serupa tripsin.

Pada fertilisasi mencakup 3 fase yaitu :
- fase 1 : Penembusan korona radiatadari 200 – 300 juta spermatozoa yang
dicurahakan kedalam saluran kelamin wanita, hanya 300 – 500 yang mencapai tempat pembuahan. Hanya satu diantaranya yang diperlukan untuk pembuahan dan diduga bahwa sperma yang akan membuahi untuk menembus sawar – sawar yang melindungi gamet wanita. Sperma yang mengalami kapasitasi dengan bebas menembus sel karona.
- Fase2 : penembusan zona pelusida, zona pelusida adalah sebuah perisai
glikoprotein dikelilingi telur yang mempermudah dan mempertahankan pengikatan sperma dan menginduksi reaksi akrosom.
- Fase 3 : Penyatuan oosit dan membrane sel sperma, setelah spermatozoa
memasuki oosit, sel telur menanggapinya dengan 3 cara yang berbeda :
1. Reaksi kortikal dan zona : sebagai akibat terlepasnya butir – butir kortikal oosit.
a. Selaput oosit tidak dapat ditembus lagi oleh spermatozoa lain
b. Zona pelusida mengubah struktur dan komposisinya untuk mencegah penambatan dan penotrasi sperma.
2. malnjutkan pembelahan meosis kedua.
3. penggiatan metrobolisme sel telur.

Hasil Utama Pembuahan.
1. Pengembalian menjadi jumlah kromosom diploit lagi, separuh dari ayah dan separuhnya dari ibu. Oleh karena itu, zigot mengandung kombinasi kromosm baru yang berbeda dari kedua keduanya.
2. Menentukan jenis kelamin individu baru spermatozoa akan menghasilkan satu madigah wanita (XX), dan spermatozoa pembawa Y menghasilkan satu mudigah pria (XY). Oleh karena itu, jenis kelamin kromosom mudigah tersebut ditentukan pada saat pembuahan.
3. Dimulai dari pembelahan, tanpa pembelahan, oosit biasanya akan berdegenerasi 24 jam setelah ovulasi.
















BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Peristiwa konsepsi merupakan suatu proses penyatuan inti ovum dengan inti spermatozoa yang terjadi di ampula tuba falopi hingga terbentuklah zigot. Peristiwa konsepsi akan berakhir sampai zigot menjadi blastula. Selanjutnya blastula tersebut akan tertanam di dinding endometrium yang terkenal dengan peritiwa nidasi.
Sebelum terjadi pembuahan, sel ovum dan sel spermatozoa akan dibentuk dalam organ reproduksi wanita dan pria melalui proses gametogenesis.



























DAFTAR PUSTAKA

Wukjosasrtro, Hanifa, dkk. 2005 ” ILMU KEBIDANAN” Edisi 3, Cetakan 7, halaman 45 - 49 Jakarta: yogyakarta. Bina pustaka sarwono prawirohardjo
Mochtar, Rustam, dkk. 1958 ” SINOPSIS OBSTETRI : OBSTETRI FISIOLOGI, OBSTETRI PATOLOGI ”. Edisi 2. halaman 13-16 . Jakarta: EGC
Sastrowinata, Sulaiman.1983 ” OBSTETR FISIOLOGI ” Bandung: Elemen.
Brosus BKKBN, ” KONTRASEPSI ALAMIAH ”. 2004. Bali :
(digandakan bg proyek ADB DHS)
http//www.gogle.com → (Search : Menstruasi dan Keseimbangan Hormon, Menghitung Masa Subur, Siklus Haid Kunci Masa Subur dan apa itu Masa Subur)
Manvabe, ida bagus gde. 1998. “Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan” Halaman 87 – 94, Jakarta : EGC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar