Senin, 19 April 2010

KARYA TULIS ILMIAH


KARYA TULIS ILMIAH

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG

PERSIAPAN PERSALINAN DI BPS SUPRIHARINI

DESA GARAHAN KECAMATAN

SILO KABUPATEN JEMBER





BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pelayanan antenatal merupakan pilar kedua didalam Safe Motherhood yang merupakan sarana agar ibu lebih siap menghadapi persalinan. Ketidak siapan ibu dalam menghadapi persalinan menjadi salah satu faktor penyebab tingginya Angka Kematian Ibu (AKI).

Angka kematian ibu pada tahun 2005 di Indonesia adalah 262 per 1000.000 kelahiran hidup diperkirakan jumlah kelahiran hidup sebanyak 5 juta. Ini berarti setiap jam ada satu ibu yang meninggal karena proses kelahiran dan persalinan. Dan angka kematian bayi pada tahun 2003 sebanyak 35 per 1.000 kelahiran hidup yang berarti bahwa setiap jam ada 18 bayi yang meninggal.

Di jawatimur sendiri AKI pada tahun 2004 dari 307 per 100.000 kelahiran hidup turun menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2007, dan pada AKB yang didapat dari 35 per 1000 kelahiran hidup menjadi 26,9 per kelahiran hidup di tahun 2004 yang lalu. (http//www.Andikudos.blogspot.com.2009.AKI AKB Indonesia - jawatimur 2009)

1

Sementara dijember angka kematian ibu menurun dari 15 per 100 kelahiran hidup menjadi 10 per 100 kelahiran hidup. AKB dari data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kabupaten Jember mengalami peningkatan yaitu 134 jiwa pada tahun 2005 dan 188 jiwa pada tahun 2006. (http://magnetcendana.blogspot.com/2009/06/aki-jember teringgi.di.jatim.html)

Dampak yang ditimbulkan jika ibu tidak melakukan persiapan persalinan:

1. Ibu kesulitan menentukan tempat persalinan

2. Ibu tidak tahu berapa biaya yang harus disiapkan

3. Ibu tidak tahu bahan-bahan apa saja yang dipersiapkan untuk bayi

4. Ibu tidak tahu apa yang akan terjadi pada proses persalinan bila tidak mempersiapkan persalinan

5. Ibu tidak bisa mengantisipasi resiko yang akan terjadi pada saat persalinan.

Mengingat kira-kira 90% kematian ibu terjadi pada saat sekitar persalinan kira-kira 95% penyebab kematian ibu adalah komplikasi obstetri yang sering tidak diperkirakan sebelumnya, maka kebijaksanaan departemen kesehatan untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) adalah mengupayakan agar :

1. Setiap persalinan ditolong atau minimal didampingi oleh bidan.

2. Pelayanan obstetri sedekat mungkin diberikan kepada semua ibu hamil.

Dengan persiapan persalinan yang direncanakan bersama bidan,diharapkan dapat menurunkan kebingungan dan kekacauan pada saat persalinan dan meningkatkan kemungkinan dimana ibu akan menerima asuhan yang sesuai serta tepat waktu ( Depkes. RI, 2002 )

B. Pembatasan dan Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitan ini adalah : Bagaimanakah pengetahuan ibu hamil tentang persiapan persalinan di BPS Suprihartini Desa Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember?

C. Tujuan Penelitan

Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah diperolehnya data tentang pengetahuan ibu hamil tentang persiapan persalinan di BPS Supriharini Desa Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Praktisi

Dapat memberikan masukan yang berarti bagi ibu hamil dalam meningkatkan pengetahuan tentang persiapan persalinan khususnya melalui presektif motifasi.

2. Manfaat Teoritis

Dapat memperkaya konsep atau teori yang menyokong perkembangan ilmu pengetahuan kebidanan khususnya yang terkait dengan pengetahuan ibu hamil tentang persiapan persalinan.

3. Manfaat bagi diri sendiri

Dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang ilmu kebidanan, serta sebagai penerapan ilmu yang didapat selama ini.

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori.

1 Konsep Dasar Pengetahuan.

a. Pengertian.

Pengetahuan adalah hasil tahu dari manusia yang sekadar menjawab pertanyaan (Notoatmodjo, 2005).

1). Tingkat pengetahuan.

a) Tahu (know).

Diartikan sebagai mengingat sesuatu materi yang telah di pelajari sebelumnya atau pengetahuan mengingat kembali terhadap apa yang telah diterima juga bisa dikatakan suatu kata kerja untuk mengukur tingkat pengetahuan seseorang atau si ibu tentang apa yang telah di pelajari.Antara lain ibu bisa menyebutkan, menguraikan, menyatakan bahwa persiapan persalinan sangat penting.

b) Memahami (Komprehesion).

Diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang di ketahuinya seorang atau ibu yang telah paham dengan materi yang di berikan dia harus menyebutkan contoh, menjelaskan, mengumpulkan tentang materi yang di pelajari misalnya: menjelaskan, meramalkan, dan sebagainya terhadap obyek yang dipelajari.

4

c) Aplikasi (Aplication).

Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi real (sebenarnya). Aplikasi disini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus-rumus dan metode, prinsip dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain.

d) Analisa (Analisis)

Arti dari analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek kedalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja seperti menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisahkan, mengelompokkan dan sebagainya.

e) Sintesis (Syintesis)

Sintesis menunjukan kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian kepada suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis itu adalah kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada, misalnya dapat menyusun, dapat merencanakan, dapat meringkas, dapat menyesuaikan, dan sebagainya terhadap suatu teori atau rumusan-rumusan yang telah ada.

e) Evaluasi.

Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian ini didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada misalnya dapat membandingkan antara anak yang cukup gizi dengan anak yang kekurangan gizi.

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan.

a) Usia.

Semakin cukup usia si ibu tingkat kemampuan atau kematangan akan lebih mudah untuk berpikir dan mudah menerima informasi tentang kehamilannya.

b) Tingkat pendidikan.

Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin mudah menerima informasi, sehingga semakin banyak pula pengetahuan yang dimiliki, sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai yang di perkenalkan.

c. Pengalaman

Merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan pengalaman dapat menuntun seseorang untuk menarik kesimpulan dengan benar. Sehingga dari pengalaman yang benar diperlukan berfikir yang logis dan kritis.

d. Intelegensi.

Pada prinsipnya mempengaruhi kemampuan seorang untuk menyesuaikan diri dan cara pengambilan keputusan ibu-ibu atau masyarakat yang intelegensinya tinggi akan banyak berpartisipasi lebih cepat dan tepat dalam mengambil keputusan di banding dengan masyarakat yang intelegensinya rendah.

e. Sosial-Ekonomi.

Mempengaruhi tingkah laku seseorang ibu atau masyarakat yang berasal dari sosial ekonomi tinggi di mungkinkan lebih memiliki sikap positif memandang diri dan masa depannya, tetapi bagi ibu-ibu atau masyarakat yang sosial ekonominya rendah akan tidak merasa takut untuk mengambil sikap atau tindakan.

f. Sosial Budaya.

Dapat mempengaruhi proses pengetahuan khususnya dalam penyerapan nilai-nilai sosial, keagamaan untuk memperkuat super egonya.

g. Pekerjaan

Seseorang yang bekerja pengetahuannya akan lebih luas dari pada seseorang yang tidak bekerja, karena dengan bekerja akan mempunyai banyak informasi dan pengalaman.

(Notoadmodjo, 2005)

h. Jenis Kelamin

Jenis kelamin berkaitan dengan perilaku, modal bahwa individu melaukan modal sesuai jenis kelaminnya. ( Notoatmodjo,2003)

c. Kriteria pengetahuan

Baik : 76 – 100 %

Cukup : 56 – 75 %

Kurang : 40 – 55 %

Rendah : ≤ 40 %

(Ari kunto 2006)

2. Konsep dasar kehamilan

Kehamilan adalah suatu proses yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin.Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Sarwono Prawirohardjo 2002).Kehamilan dibagi dalam triwulan yaitu :

a. Triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan

b. Triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan

c. Triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan

Pada kehamilan terdapat perubahan pada seluruh tubuh wanita khususnya pada alat genetalia eksterna dan interna dan pada payudara (Sarwono prawihardjo 2006)

Menurut Sarwono Prawihardjo ilmu kebidana tahun 2006 perubahan yang terdapat pada wanita hamil adalah :

a. Uterus

Uterus akan membesar pada bulan-bulan pertama dibawah pengaruh estrogen dan progesteron yang kadarnya meningkat

b. Serviks Uteri

Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon estrogen

c. Vagina dan vulva

Vagina dan vulva akibat ekstogen mengalami perubahan pula adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah dan agak kebirubiruan

d. Ovarium

Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum grivicitatis sampai terbentuknya plasenta pada kira-kira 16 minggu

e. Mamma

Mamma akan membesar dan tegang akibat hormon somatomammotropin,estrigen dan progesteron akan tetapi belum mengeluarkan air susu.Pada kehamilan 12 minggu keatas dari puting susu dapat keluar cairan putih berwarna jernih disebut colostrum.Sedangkan kalau sudah partus colostum akan berubah warnanya agak kuning.

f. Sirkulasi Dararah

Srkulasi darah ibu dalamkehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi keplasenta, uterus yang membesar dengan pembuluh-pembuluh darah yang membesar pula,mamma dan alat lain yang memeng berfungsi berlebihan dalam kehamilan

g. Sistem Respirasi

Seorang wanita hamil pada kehamilannya tidak jarang mengeluh tentang rasa sesak dan pendek nafas. Hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu keatas dikarenakan usus-usustertekan oleh uterus yang membesar kearah diafragma, sehingga diafragma kurang leluasa bergerak.

h. Traktus Digestifus

Pada bulan-bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek (nausea) akibat dari kadar hormon estrogen yang meningkat.

i. Traktus Urinarius

Pada bulan-bulan pertama kehamilan kendung kencing tertekan oleh uterus yang mulai membesar,sehingga sering timbul kencing.

j. Kulit

Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu : Pigmentasi disebabkan oleh pengaruh melanophore stimulating hormone (MSH) yang meningkat.

k. Metabolisme Dalam Kehamilan

Pada wanita hamil basal metabolik rate (BMR) meninggi, sistem endokrin juga meninggi,dan tampak lebih jelas kelenjar gondoknya. BMR akan meninggkat hingga 15-20% yang umumnya ditemukan pada triwulan terakhir.

3. Persalinan

a. Pengertian Persalinan

Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina (Sarwono Prawiroharjo 2005). Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya servik dan janin turun kedalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana janin dan tubuh didorong keluar melalui jalan lahir. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan atau kekuatan seindiri.

Persalian dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir secara spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam tanpa komplikasi baik pada ibu manupun pada janin (Saifuddin, 2001)

b.Tahap-Tahap Menjelang Persalinan

Adapun tahap-tahap menjelang persalinan yaitu mulai kala I sampai dengan kala IV.

1) Kala I

Temukan yang menunjukkan kemajuan yang cukup baik pada kala I yaitu:

- Kontraksi teratur yang progesif dengan peningkatan frekuensi dan durasi.

- Kecepatan pembukaan servik paling sedikit 1 cm (fase aktif).

- Servik tampak dipenuhi oleh bagian bawah janin.

Pada kala I ini ibu merasa cemas dan takut karena sakit yang dihapainya.

2) Kala II

Penangan pada kala II yaitu :

- Memberi dukungan yang terus-menerus kepada ibu.

- Menjaga kebersihan diri pada ibu.

- Mengipasi dan massage untuk kenyamanan ibu.

- Memberi dukungan mental kepada ibu.

- Mengatur posisi ibu.

- Memberi cukup minum pada ibu.

3) Kala III

Manajemen aktif pada saat kala III meliputi ;

- Pemberian oksitosin dengan segera.

- Pengendalian tarikan pada tali pusat.

- Pemijatan uterus dengan segera setelah plasenta lahir.

Pada saat itu ibu merasa cemas dan bahagia karena telah dapat melahirkan anaknya, namun perur masih terasa mulas dan rasa nyeri pada vagina.

4) Kala IV

Dua jam pertama setelah persalinan adalah waktu yang kritis bagi ibu dan bayi, karean keduanya baru saja mengalami perubahan fisik yang luar biasa. Pada saat ini ibu merasa cemas apakah ia sanggup untuk menyusui bayinya dengan baik.

4. Persiapan Persalinan

Persiapan persalinan atau rencana persalinan adalah rencana tindakan yang dibuat oleh ibu, anggota keluarganya dan bidan. Dan ini akan menurunkan kebingungan dan kekacauan pada saat persalinan dan meningkatkan kemungkinan dimana ibu akan menerima asuhan yang sesuai serta tepat waktu (Depkes. RI,2002).

Dalam menghadapi persalinan seorang calon ibu dapat mempercayakan dirinya pada bidan,dokter umum,dokter spesialis obstetri dan ginekologi,bahkan seorang dukun untuk pemeriksaan secara teratur,melakukan pengawasan hamil sekitar 12-14 kali sampai pada persalinan.Pertemuan konsultasi dan menyampaikan keluhan,menciptakan hubungan saling mengenal antara calon ibu dengan bidan atau dokter yang akan menolongnya. Kedatangannya sudah mencerminkan adanya “Informed consent” artinya telah menerima informasi dan dapat menyetujui bahwa bidan atau dokter itulah yang akan menolong persalinannya.Sederet persiapan biasanya sudah dilakukan menjelang kelahiran bayi. Mulai dari pemilihan tenaga penolong, risiko persalinan yang mungkin dihadapi, pemilihan tempat bersalin, hingga persiapan perlengkapan bayi.

Kebersihan diri dan aktivitas yang dapat dilakukan menjelang persalinan sangat disarankan untuk menjaga kebersihan diri menjelang persalinan, manfaatnya: dengan mandi dan membersihkan badan, ibu akan mengurangi kemungkinan adanya kuman yang masuk selama persalinan.

Hal ini mengurangi terjadinya infeksi sesudah melahirkan.
Ibu akan merasa nyaman selama menjalani proses persalinan.
Saat ini, ibu yang akan melahirkan, tidak di-huknah untuk mengeluarkan tinja.Bulu kemaluan tidak dicukur seluruhnya, hanya bagian yang dekat anus yang akan dibersihkan, karena hal tersebut akan mempermudah penjahitan jika ibu ternyata diepisiotomi.Selama menunggu persalinan tiba, ibu diperbolehkan untuk berjalan-jalan di sekitar kamar bersalin.ibu boleh minum dan makan makanan ringan selama menunggu persalinan, disarankan untuk tidak mengkonsumsi makanan yang berbau menyengat seperti petai atau jengkol.

http://dinkes.wordpress.com/berita&id_persiapan-persalinan.

Hindari kepanikan dan ketakutan siapkan diri ibu, ingat bahwa setelah semua ini ibu akan mendapatkan buah hati yang didambakan.simpan tenaga anda untuk melahirkan,tenaga anda akan terkuras jika berteriak-teriak dan bersikap gelisah.dengan bersikap tenang, ibu dapat melalui saat persalinan dengan baik dan lebih siap.Dukungan dari orang-orang terdekat,perhatian dan kasih sayang tentu akan membantu memberikan semangat untuk ibu yang akan melahirkan.

http://midwifer.wordpress.com.blogspot_persiapan-persalinan

Sejak awal kehamilan, pasangan suami-istri dianjurkan untuk merencanakan hal-hal yang berhubungan dengan persalinan untuk menganitsipasi berbagai kesulitan yang mungkin terjadi. Ada 5 komponen penting dalam rencana persalinan yaitu:

1. Membuat Rencana Persalinan

Meliputi:

a. Menentukan tempat persalinan yaitu :

Tempat melahirkan hendaknya disesuaikan dengan jarak tempuh dari rumah untuk memperkirakan waktu sampai ke rumah bidan.
Perhatikan kepadatan lalu lintas pada jam-jam tertentu sehingga anda dapat mempersiapkan jalur alternatif untuk sampai ke rumah bidan.
Prosedur masuk, fasilitas yang ada, biaya persalinan.
Lokasi kamar bersalin, agar dalam keadaan darurat mempercepat sampai ke tempat tujuan.

http://midwifer12.wordpress.com/2007/06/29/persiapan-persalinan

b. Memilih tenaga kesehatan yang terlatih

c. Bagaimana menghubungi tenaga kesehatan tersebut?

d. Bagaimana transportasi ke tempat persalinan tersebut?

e. Siapa yang akan menemani saat persalinan?

f. Berapa banyak biaya yang dibutuhkan dan bagaimana cara

mengumpulkan biaya tersebut?

g. Siapa yang akan menjaga keluarga jika ibu tidak ada?

2. Membuat Rencana Pembuatan Keputusan Jika Terjadi Kegawatdaruratan

Pada Saat Pembuat Keputusan Utama Tidak Ada

Meliputi:

a. Siapa pembuat keputusan utama dalam keluarga?

b. Siapa yang akan membuat keputusan jika pembuat keputusan utama tidak

ada saat terjadi kegawatdaruratan?

3. Mempersiapkan Sistem Transportasi Jika Terjadi Kegawatdaruratan

Meliputi:

a. Dimana ibu akan bersalin (desa, fasilitas kesehatan, RS)?

b. Bagaimana cara menjangkau tingkat asuhan yang lebih lanjut jika terjadi

kegawatdaruratan?

c. Kefasilitas kesehatan mana ibu tersebut harus dirujuk?

d. Bagaimana cara mendapatkan dana jika terjadi kegawatdaruratan?

e. Bagaimana cara mencari donor darah yang potensial ?

4. Membuat Rencana / Pola Menabung

Untuk asuhan selama kehamilan dan jika terjadi kegawatdaruratan

5. Mempersiapkan Barang - Barang yang Diperlukan untuk Persalinan

a. Contohnya: peralatan bayi, pembalut wanita, kain, sprai yang disimpan untuk persiapan persalinan ( Depkes. RI, 2000).

B. Kerangka Konseptual

Keterangan:

: Variable Yang Diteliti

: Variable Yang Tidak Diteliti

Sumber : Modifikasi Notoadmodjo (2005) dan Ari Kunto (2006)

2.1.Kerangka konsep pengetahuan ibu hamil tentang persiapan persalinan di BPS Supriharini Desa Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember.

Adapun variabel yang ditiliti adalah gambaran pengetaguan ibu hamil tentang persiapan persalinan sampai tingkat “tahu” meliputi : Rencana persalinan,prngambilan keputusan,transportasi,pola menabung,mengyiapkan barang-barang.sedangkan faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah usia, pendidikan, pekerjaan, lingkungan. Semua faktor tersebut mempengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang persiapan persalinan.

Pengetahuan adalah suatu yang diketahui, yang ditangkap dengan pabca indra manusia baik secara formal maupun informal. Semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu tentang persiapan persalinan, diharapkan semakin mudah ibu dalam menerima informasi tentang persiapan persalinan.

Setelah dilakukan penelitian dengan cara responden mengisi kuesioner maka akan ditetepkan pengetahuan yang baik,kurang,cukup,rendah.

BAB 3

METODE PENELITIAN

A. Jenis Dan Rancang Bangun Penelitian.

Jenis penelitian yang digunakan adalah diskriptif yaitu suatu metode penelitian yang di lakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. (Notoatmodjo, 2005: 138)

B. Variabel.

Variabel adalah obyek penelitian yang bervariasi (Arikunto, 2006: 116).

Variabel adalah perilaku atau karakteristik yang memberikan nilai beda terhadap suatu (benda,manusia,dll) (nur salam 2003)

1. Jenis Variabel

Dalam penelitian ini variabelnya adalah pengetahuan ibu hamil tentang persiapan persalinan.

2. Definisi Operasional Variabel

Menurut suyanto dan umi salamah (2009),merupakan teori atau konsep yang telah dijabarkan dalam nbentuk fariabel agar variabel tersebut mudah dipahami,diukur atau diamati.

19

3.1.Definisi Operasional gambaran pengetahuan ibu hamil tentang persiapan persalinan

Variabel

Defenisi operasional

Kriteria

Skala

Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang persiapan Persalinan

Pemahaman tentang persiapan persalianan yang dimiliki ibu hamil meliputi :

- rencana persalinan

- pengambilan keputusan

- transportasi

- pola menabung

- menyiapkan barang-barang

(Notoadmodjo 2005)

- Baik: 76 %- 100%

- Cukup: 56%-75%

- Kurang: 40%-56%

- Tidak baik: <40%

(Ari Kunto 2006)

Ordinal

C. Populasi.

Adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2006 : 130). Pada penelitian ini populasinya adalah ibu hamil di BPS Prihartini Desa Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember sebanyak 30 orang.

D. Sampel.

Adalah sebagian atau wakil populasi yang di teliti (Arikunto, 2006:131), besar sampel penelitian ini sampel sebanyak 30 orang dan tekhnik pengambilan sample menggunakan Total sampling.

E. Lokasi.

  1. Lokasi

Penelitian ini dilaksanakan di BPS Supriharini Desa Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember.

  1. Waktu penelitian

Waktu penelitian dimulai tanggal 28 Juli – 8 Agustus 2009

F. Teknik Dan Instrumen Pengumpulan Data.

Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan koesioner yang sudah di sediakan pilihan jawabannya dengan cara melakukan kunjungan posyandu.

G. Teknik Analisa Data.

1. Teknik Pengolahan Data

Dari hasil data dengan menggunakan reka medik secara deskriptif melalui tabel distribusi yang dikonfirmasikan dalam bentuk prosentase dan narasi.

Langkah – langkah pengolahan data sebagai berikut :

1. Editing

Proses editing dengan memeriksa kembali data telah dikumpulkan reka medik ini berarti semua data harus diteliti lengkap

2. Coding

Untuk memudahkan dalam pengolahan data maka untuk setiap jawaban dari kuesioner yang telah disebarkan diberi kode sesuai dengan karakter.

3. Scoring

Tahap ini dilakukan setelah ditetapkan kode jawaban atau hasil observasi dapat diberikan skor. Tidak ada pedoman yang baku untuk skoring,namun skoring harus diberikan.

4. Analisis data.

Untuk Variabel pengetahuan ibu hamil tentang penertian persalina dikumpulkan melalui koesioner kemudian kemudian ditabulasi dan dikelompokkan,kemudian diberi skor.Untuk jawaban yang benar diberi nilai 1,sedangkan utuk jawaban yang salah diberi nilai 0. Dari hasil jawaban responden, selanjutnya diadakan presentasi dengan membagi frekwensi setiap alternatif jawaban dengan jumah skor maksimal semua jawaban yang benar kemudian dikalikan 100%. Menurut eko budiarto (2001).

Dengan rumus :

Keterangan :

P = Prosentase

f = Jumlah Jawaban Yang Benar

N = Jumlah Soal kriteria pengetahuan

Kriteria Pengetahuan

Baik : 76 – 100 %

Cukup : 56 – 75 %

Kurang : 40 – 55 %

Rendah : ≤ 40 %

(Ari kunto 2006)

H. Etika Penelitian.

Penelitian ini dimulai dengan melakukan berbagai prosedur yang berhubungan dengan etika penelitian yang meliputi.

  1. Informed Consent (Lembar Persetujuan Menjadi Responden) adalah lembar persetujuan yang akan di berikan pada subyek yang akan di teliti.
  2. Anonimity (Tanpa Nama) adalah kerahasiaan identitas responden harus di jaga, oleh karena itu peneliti tidak boleh mencantumkan nama responden pada lembar pengumpulan data.
  3. Confidentiality (Karakteristik) adalah kerahasiaan informasi responden dijamin oleh peneliti karena hanya kelompok data tertentu saja yang akan di sajikan atau di laporkan sebagai hasil penelitian.

I. Keterbatasan Penelitian.

Keterbatasan penelitian dalam hal ini mencakup kelemahan atau hambatan yang dirasakan dalam penelitian yaitu:

1. Sampel

Sampel yang digunakan terbatas sehingga untuk memperoleh hasil penelitian yang akurat belum dapat di capai.

2. Waktu Penelitian Terbatas

Waktu penelitian sangat terbatas sehingga hasilnya kurang dari sempurna dan kurang memuaskan.

3. Instrument Pengumpula Data

Instrument pengumpulan data memiliki jawaban yang banyak di pengaruhi oleh sikap dan jawaban-jawaban pribadi sehingga hasilnya kurang memuaskan secara kualitatif.

4. Peneliti

Peneliti belum memiliki pengalaman dan belum pernah meneliti sehingga hasil penelitian yang di lakukan kurang sempurna.

BAB 4

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan penulis bahas tentang hasil dan pembahasan penelitian. hasil Penelitian akan dibagi menjadi dua bagian yaitu data umum dan data khusus. data umum meliputi pendidikan, pekerjaan, usia, dan paritas. Sedangkan data khusus meliputi Gambaran Pengetahuan Ibu hamil Tentang Persiapan Persalinan Di BPS Supriharini Desa Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember.

A. Hasil Penelitian

1. Data Demografi

BPS Supriharini terletak di Jalan kihajar dewantara No.22, dibangun diatas tanah seluas ± 200 m².

Batasan-Batasan Wilayah BPS Supriharini :

a. Sebelah Utara berbatasan dengan desa Ledok Ombo

b. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Mayang

c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Sido Mulyo

d. Sebelah Timur berbatasan dengan Banyuwangi

25

2. Data Umum

1. Pendidikan

Tabel 4.1. Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan di BPS Supriharini pada tgl 28 Juli – 8 Agustus

Tahun 2009

No

Tingkat Pendidikan

Frekwensi (f)

Prosentase (%)

1

2

3

4

SD

SLTP

SMA

PT

13

8

6

3

43.3

26.7

20

10

Jumlah

30

100

Berdasarkan tabel 4.1. menunjukkan bahwa dari 30 responden, 50% berpendidikan SD

2. Pekerjaan

Tabel 4.2. Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan di BPS Supriharini pada tanggal 28 Juli – 8 Agustus

Tahun 2009

No

Pekerjaan

Frekwensi (f)

Prosentase (%)

1

2

Bekerja

Tidak bekerja

3

27

30

90

Jumlah

30

100

Berdasarkan tabel 4.2. menunjukkan bahwa dari 30 responden, lebih dari 50% responden tidak bekerja.

3. Usia

Tabel 4.3. Distribusi Responden Berdasarkan Usia di BPS Supriharini pada tanggal 28 Juli -8 Agustus

Tahun 2009

No

Umur

Frekwensi (f)

Prosentase (%)

1

2

3

<>

20-35

> 35

5

23

2

16,7

76.7

6.7

Jumlah

30

100

Berdasarkan tabel 4.3. menunjukkan bahwa dari 30 responden, lebih dari 50% responden berumur 20 – 35.

4. Paritas

Tabel 4.4. Distribusi Responden Berdasarkan paritas di BPS Supriharini pada tanggal 28 Juli – 8 Agusrus

tahun 2009

No

Paritas

Frekwensi (f)

Prosentase (%)

1

2

3

Nulipara

multipara

Grandemultipara

11

19

0

36.7

63.3

0

Jumlah

30

100

Berdasarkan tabel 4.4. menunjukkan bahwa dari 30 responden, lebih dari 50% ibu multipara.

3. Data Khusus

1. Komponen pengetahuan Ibu Hamil Tentang Persiapan Persalinan Di BPS Supri Harini

Tabel 4.5.Distribusi frekuensi berdasarkan komponen pengetahuan Ibu hamil tentang persiapan Persalinan di BPS Supri Harini pada tanggal 28 juli – 8 agustus tahun 2009

No

Komponen Pengetahuan

Pengetahuan

Total

Baik

Cukup

Kurang

Tidak baik

responden

%

responden

%

responden

%

responden

%

1.

Persiapan persalinan

12

40

19

63,3

23

76,6

6

20

30

100%

Sumber Data : Kuesioner Penelitian

Dari tabel 4.5.di atas didapatkan bahwa dari 30 responden,lebih dari 50% responden memiliki pengetahuan kurang tentang persiapan persalinan.

2. Gambaran Pengetahuan Ibu hamil Tentang Persiapan Persalinan Di BPS Supriharini Desa Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember

Tabel 4.6.Distribusi frekuensi berdasarkan pengetahuan Ibu hamil tentang persiapan persalinan di BPS Supriharini pada tanggal 28 juli – 8 agustus tahun 2009

No

Tingkat Pengetahuan

Frekwensi (f)

Prosentase (%)

1

2

3

4

Baik

Cukup

Kurang

Kurang Sekali

3

17

10

0

10

56.6

33.3

0

Jumlah

30

100

Dari tabel 4.6.di atas didapatkan bahwa dari 30 responden,lebih dari 50% responden memiliki pengetahuan cukup tentang persiapan persalinan.

B. Pembahasan

Pada bagian ini peneliti akan membahas mengenai pengetahuan Ibu hamil tentang persiapan persalinan di BPS Supriharini

Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data pada tabel 4.6.mengenai pengetahuan Ibu Hamil Tentang Persiapan Persalinan didapatkan bahwa 50% responden berpengetahuan cukup yaitu 17 responden,sedangkan yang lainnya mempunyai pengetahuan baik yaitu 3 responden (10%),dan yang mempunyai pengetahuan kurang yaitu 10 responden (33,3%).

Hasil analisis ini didukung oleh pendidikan responden.berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berpendidikan SD yaitu 13 responden (43,3%)

Menurut Nursalam (2003),bahwa makin tinggi pendidikan seseorang ,maka makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki,sebaliknya orang tua yang berpendidikan rendah akan mengalami hambatan dalam penyerapan informasi sehingga ilmu yang dimiliki juga rendah.

Faktor lain juga disebabkan karena status pekerjaan responden sebagian besar responden tidak bekerja yaitu 27 responden (90%), maka penyebab responden mempunyai waktu yang cukup untuk mendapatkan informasi disebabkan karena ibu hanya dirumah saja. Sehingga responden tidak mendapatkan penyuluhan kesehatan dan konselingdari tenaga kesehatan.

Hasil analisa data juga didukung oleh umur respnden.Dari data dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berumur 20-35 tahun yaitu 23 yaitu (76,7%). Usia 20-35 tahun merupakan usia yang reproduktif bagi seseorang untuk dapat motifasi diri memperoleh pengetahun yang banyak. Menururt Elisabeth dikutip dari Nursalam (2003), usia adalah umur indifidu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun,semakn cukup umur tingkst kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang.

Hasil analisis ini juga dipengaruhi oleh paritas responden.Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa mayoritas 16 (53,3%) mempunyai dua anak.

Berdasarkan analisa dan interprestasi data yang didapat sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang baik yaitu 12 responden (40%) hal ini dapat dilihat dari jawaban yang benar pada kuisioner tentang persiapan persalinan.hal ini dapat dilihat dari latar belakang mayoritas paritas yaitu ibu multipara.

Berdasarkan analisa dan interprestasi data yang didapat sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang cukup yaitu 19 responden (63,3%) hal ini dapat dilihat dari jawaban yang benar pada kuisioner tentang persiapan persalinan.hal ini dapat dilihat dari latar belakang usia.

Sebagian besar responden berusia 20-35 tahun yang merupakan usia yang reproduksi untuk dapat memperoleh penetahuan. Menurut long yang dikutip dari nursalam (2003) makin tua umur seseorang ,makin konstruktif menghadapi masalah.

Berdasarkan analisa dan interprestasi data yang didapat sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang kurang yaitu 23 responden (76,6%) hal ini dapat dilihat dari jawaban yang benar pada kuisioner tentang persiapan persalinan, hal ini dapat dilihat dari latar belakang mayoritas pendidikan responden yaitu SD.

Menurut Nursalam (2003),bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang maka makin tinggi pula pengetahuan seseorang.

Berdasarkan analisa dan interprestasi data yang didapat sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang tidak baik yaitu 6 responden (20%) hal ini dapat dilihat dari jawaban yang benar pada kuisioner tentang persiapan persalinan, hal ini dapat dilihat dari latar belakang status pekerjaan yaitu mayoritas ibu tidak bekerja. Maka menenyebabkan responden mempunyai waktu yang cukup untuk mendapatkan informasi disebabkan karena hanya melakukan pekerjaan dirumah saja,sehingga tidak memperoleh penyuluhan kesehatan oleh tenaga kesehatan. Hal ini dikutip oleh Kuntjorodiningrat yang dikutip oleh nursalam (2003),menyebutkan bahwa untuk mendapatkn informasi dan penetahuan yang benar.

BAB 5

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Pada bab ini akan penulis sajikan simpulan dan saran dari hasil pembahasan untuk menjawab pertanyaan penelitian serta saran–saran yang sesuai dengan kesimpulan.Gambaran pengetahuan Ibu hamil tentang persiapan persalinan di BPS SuprihariniDesa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember adalah sebagai berikut :Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dari 30 responden sebagian besar 17 (56.6%) responden mempunyai pengetahuan cukup baik tentang persiapan persalinan.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 10 (33.3%) responden mempunyai pengetahuan kurang sekali tentang persiapan persalinan.

B. Saran

Saran disini dapat dijadikan sebagai suatu masukan yang membangun yaitu :

1. Bagi Para Bidan

Diharapkan pada tenaga kesehatan untuk selalu memberikan informasi,melakukan tabulin,mengkoordinasikan transportasi ambulan desa,mengikutsertakan keluarga dalam persalinan.

2. Bagi peneliti

32

Diharapkan agar lebih teliti dan akurat dalam melaporkan hasil penelitiannya.

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan riset penelitian lanjutan dengan lebih memperbanyak sampel dan mencantumkan materi yang berkaitan dengan persiapan persalinan.

3. Bagi tempat penelitian

Dapat meningkatkan pengetahuan khususnya tentang persiapan persalinan.

4. Bagi Instansi Kesehatan

Dapat memperkaya konsep atau teori perkembangan ilmu pengetahuan kebinan khususnya tentang persiapan persalinan.

5. Bagi Masyarakat

Masyarakat di harapkan mempunyai pengetahuan lebih tentang persiapan persalinan.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. (2006). Prosedor Penelitian, Prinika Cipta. Jakarta.

Departemen Kesehatan RI (1999), Standart Pelayanan Kebidanan.

Departemen Kesehatan RI (2002), Standart Pelayanan Kebidanan.

Budiarto,Eko.(2001). Biostastika Untuk Kedokteran Dan Kesehatan Masyarakat, Jakarta : EGC

Notoatmdjo, S, (2003). Ilmu kesehatan masyarakat. Rinica Cipta. Jakarta.

Notoatmdjo, S, (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rinica Cipta. Jakarta.

Nursalam, S, (2003). Pendapatan Praktis Metologi Riset Keperawatan. Salemba Medika. Jakarta.

Saifudin, 2001.pelayanan kesewhatan maternal dan neonatal.yayasan bina pustaka.jakarta

Sarwono, P. (2002). Pelayanan Kesehatan Maternal dan neonatal. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.

Sarwono, P. (2006). Pelayanan Kesehatan Maternal dan Leonatal. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.

Suyanto dan umi salamah, (2009). Riset kebidanan Metodelogi san Aplikasi. Mitra Cendika Jogjakarta

http://www.Andikudos.blogspot.com.2009.AKI AKB Indonesia-jawatimur 2009

http://magnetcendana.blogspot.com/2009/06/aki-jember-teringgi.di.jatim.html

http://www.dinkes.diy.org/?xberita&id_berita=26032008162410

http://midwifer.wordpress.com.blogspot_persiapan-persalinan

http://midwifer12.wordpress.com/2007/06/29/persiapan-persalinan

Tim Poltekes Majapahit Mojokerto, (2009). Buku Pedoman Penyusun Karya Ilmiah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar