Jumat, 02 April 2010

Asuhan Kebidanan Pada Ny “W” P30003 NIFAS Hari Ke – 2


LAPORAN PENDAHULUAN

I. DEFINISI

- Masa nifas (Puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti prahamil. Lama masa nifas ini 6-8 Minggu. (Sinopsis Obsteri Jilid I)

- Masa Puerperium (Nifas) ialah mulai setelah partus selesai dan berakhir setelah kira-kira 6 Minggu. Akan tetapi, seluruh anal penital baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan.

(Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo)

II. TUJUAN PERAWATAN

1. Untuk memulihkan kesehatan umum penderita dengan jalan :

a. Penyediaan makanan yang memenuhi kebutuhan

b. Menghilangkan anemis akibat persalinan

c. Pencegahan terhadap infeksi dengan memperhatikan kebersihan dan sterilisasi

d. Mobilisasi yang cukup

2. Untuk menetapkan kesehatan emosi

3. Ibu dapat merawat bayinya dan dapat melaksanakan perawatan nifas.

III. INVOLUSI ALAT-ALAT KANDUNGAN

1. Uterus

Involusi

TFU

Barat Uterus

Bayi lahir

Uri lahir

1 Minggu

2 Minggu

6 Minggu

8 Minggu

Setinggi pusat

2 Jari bawah pusat

Pertengahan pusat sympisis

Tak teraba diatas sympisis

Bertambah kecil

Sebesar normal

1000 gr

750 gr

500 gr

350 gr

50 gr

30 gr

2. Luka - luka pada jalan lahir bila tidak disertai infeksi akan sembuh dalam 6 - 7 hari.

3. Rasa sakit atau after pains (mules - mules) karena kontraksi rahim ± 2 - 4 hari pasca persalinan.

4. Lochia : cairan sekret yang berasal dan kavum uteri dan vagina dalam masa nifas.

a. Lochia rubra (Eruenta) : Merah, keluar hari 1 - 2 Post Partum

b. Lochia sanguinolenta : Merah, kekuningan atau kecoklatan, keluar

pada hari 3 - 7

c. Lochia serosa : Kuning, keluar pada hari ke 7 - 14 Post

Partum

d. Lochia alba : Putih, keluar setelah 2 Minggu

e. Lochia purulenta : Terjadi infeka, seperti nanah dan bau busuk

f. Lochiostasis : Lochia tidak lancar keluarnya

5. Serviks

- Setelah bayi nbaru lahir, tangan masih bisas masuk rongga rahim

- Setelah 2 jam, dapat dilalui 2-3 jari

- Setelah 7 hari, dapat dilalui 1 jari

IV. PERAWATAN PASCA PERSALINAN

1. Mobilisasi

- Istirahat/tidur ± 8 jam pasca persalinan kemudian boleh miring ke kiri dan ke kanan

- Hari ke - 2 boleh duduk

- Hari ke - 3 jalan - jalan

- Hari ke 4/5 boleh pulang

  1. Diet : mengandung banyak protein, banyak cairan, sayuran dan buah.

  1. Miksi secepatnya

  1. Defekasi paling tidak 3 - 4 hari pasca persalinan

  1. Perawatan Payudara

a. Menjaga peyudara agar tetap bersih dan kering

b. Menggunakan BH yang menyokong payudara

c. Apabila puting susu kasar, oleskan kolostrum atau ASI yang keluar disertakan puting susu setiap kali selesai menyusui

d. Apabila puting susu lecet dapat diistirahatkan selama 24 jam. ASI keluarkan dan diminumkan dengan metode persendok.

e. Untuk menghilangkan nyeri dapat minum parasetamol 4-6 jam

  1. Laktasi

Untuk menghadapi masa laktasi sejak dari kehamilan telah terjadi perubahan pada kelenjar mamae yaitu :

a. Proliferasi jaringan kelenjar - kelenjar alveoli dan jaringan lunak bertambah.

b. Keluarnya kolostrum dari duktus lactiferus yang berwarna putih kekuningan.

c. Hipervaskulerisasi pada permukaan dan bagian dimana vena - vena berdilatasi sehingga tampak jelas.

d. Bila bayi meninggal, laktasi harus dihentikan dengan cara

Ø Pembalutan mamae sampai tertekan

Ø Pemberian obat esterogen untuk supresi LH

Ø Pemberian obat esterogen untuk supresi LH

misal : adrenal 1×1, selama 20 hari per oral

Asuhan Kebidanan

Pada Ny “W” P30003 NIFAS

Hari Ke – 2

I. PENGKAJIAN

Tanggal : 2-12-2009

Jam : 09.00 wib

Tempat : Bps. Hj. Indriyati Amd. Keb

Kebaman - Srono

A. Data Subyektif

1. Biodata

Nama klien : Ny “W”

Umur : 30 th

Suku / bangsa : Jawa / Indonesia

Agama : Islam

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : IRT

Alamat : Sukomili RT.02 RW.01

Nama Suami : Tn “I”

Umur : 35 th

Suku / Bangsa : Jawa / Indonesia

Agama : Islam

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : Tani

Alamat : Sukomili RT.02 RW.01

2. Keluhan Utama

Ibu mengatakan nyeri pada kemaluannya pasca melahirkan.

3. Riwayat Obsteri

No

Suami ke

kehamilan

Persalinan

Nifas

KB

Uk

Penyakit

Jenis

BB

L/P

H/M

Penyakit

Mene

penyakit

1

2

3

1

9 bln

9 bln

9 bln

-

-

-

Spt B

Spt B

Spt B

2,9,gr

2,8 gr

3,0 gr

L

P

L

H

H

H

-

-

-

-

-

-

-

-

-

4. Riwayat Kesehatan Sekarang

Ibu mengatakan nyeri pada kehamilannya/kemaluannya pasca melahirkan anak yang ke 3.

5. Riwayat Kesehatan Dahulu

Ibu mengatakan tidak pernah mengikuti menderita penyakit menular seperti : TBC dan Hepatitis. Ibu juga tidak pernah menderita penyakit menurun seperti : DM, Jantung dan ASMA.

6. Riwayat Kesehatan Keluarga

Dalam keluarga ibu tidak ada yang menderita penyakit menular seperti TBC dan Hepatitis, dan juga tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti : DM, Jantung, ASMA maupun riwayat kehamilan kembar.

7. Riwayat Kehamilan Sekarang

ANC : Ibu mengatakan memeriksakan kehamilannya sebanyak

±16 kali.

Tempat : BPS dan Puskesmas

Obat : Fe dan calk

Kelurahan : Trimester I : mual muntah

Trimester II dan III : tidak ada keluhan

8. Riwayat Persalinan

Ø Anak lahir tanggal : 30-11-2009

Ø Jenis Persalinan : Spontan B

Ø Jenis Kelamin : Laki - Laki

Ø Apgar : (7-8)

Ø Cacat : (-)

Ø Plasenta : Lahir lengkap

9. Pola Kebiasaan Sehari-hari

a) Pola Nutrisi

Makan : 3× / hari porsi sedang menu : nasi, lauk pauk

sayuran.

Minum : 8-9 gelas air putih

b) Pola Eliminasi

BAB : 2 hari sekali, konsistesi agak keras, bau khas fases.

BAK : 3-4 kali perhari.

c) Pola Aktifitas

Selama hamil Ibu mengerjakan pekerjaan rumah dibantu oleh adik dan Ibunya.

d) Pola Kebersihan

Ibu mandi 3× /hari, gosok gigi, ganti pakaian dalam dan pembalut 2× /hari.

B. Data Obyektif

1. Pemeriksaan Umum

Ø K/L : baik

Ø Kesadaran : Composmetis

Ø TTV :

TD : 110/70 mmHg RR : 24× / mnt

N : 88×/mnt S : 370C

Ø BB/TB : 55 kg/155 cm

2. Pemeriksaan Fisik

a. Rambut : Panjang, agak bergelombang, tidak ada ketombe

b. Kepala : Bersih, tidak ada benjolan obnormal

c. Muka : Tidak pucat, terdapat cloasma gravidarum

d. Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak icterus

e. Hidung : Bersih, tidak ada pernafasan cuping hidung

f. Telinga : Simetris, bersih, tidak ada serumen, normal

g. Mulut : Lembab, tidak ada ceries dan stomaritis

h. Leher : Tidak ada benjolan obnormal, tidak ada bendungan

Vena Jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.

i. Dada : Simetris, kolostrum +/+, tidak ada benjolan

abnormal, hiperpigmentasi

j. Abdomen : TFU 2 jari diatas pusat

k. Anugenital : Bersih, tidak ada kondiluma akuiminata, lochia

rubra.

l. Ektermitas : Tidak odema -/-, tidak ada Varices -/-

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH

Diagnosa : Ibu P30003 Masa Nifas Hari ke-2

D.s : Ibu mengatakan nyeri pada kemaluannya pasca

melahirkan

D.o : K/U Baik

TTV :

TD : 110/70 mmHg

N : 88×/mnt

RR : 24× /mnt

S : 370C

BB : 55 kg

TB : 155 cm

III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL

- Infeksi masa nifas terutama pada vulua

IV. IDENTIFIKASI TINDAKAN SEGERA

- menjaga personal hiegine Ibu terutama daerah vulua

- motivasi kebutuhan gizi

V. INTERVENSI

Diagnosa : Ibu P30003 Masa Nifas hari ke-2

Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 1× 24 jam

diharapkan nyeri dapat berkurang.

Kriteria : - Ibu mengatakan nyeri berkurang

- tidak ada tanda-tanda Infeksi

Asuhan dan Rasional

1. Lakukan pendekatan pada ibu dan keluarga

R/ dengan pendekatan maka akan terjalin hubungan baik

2. Ajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi rasa nyeri

R/ dengan teknik relaksasi yang benar dapat mengurangi rasa nyeri

3. Observasi TTV

R/ dengan observasi, dapat mengetahui keadan umum dan kegawat daruratan yang terjadi

4. Anjurkan Ibu makan dan minum

R/ memenuhi kebutuhan nutrisi dan mempercepat proses penyembuhan

5. Ajarkan teknik ambulasi

R/ mempercepat proses penyembuhan

6. Anjurkan pada Ibu untuk menjaga kebersihan

R/ dengan menjaga kebersihan dapat mencegah terjadinga Infeksi

7. Anjurkan Ibu untuk Istirahat cukup

R/ dengan istirahat dapat mengembalikan kebugaran


VI. IMPLEMENTASI

Dianosa : Ibu P30003 Masa Nifas Hari ke-2

1. Melakukan pendekatan pada Ibu dan keluarga

2. Mengajarkan teknik relaksasi pada Ibu yaitu dengan

cara :

tarik nafas panjang melalui hidung dan dikeluarkan melalui mulut.

3. Observasi TTV

TD : 110/70 mmHg RR : 24×/ mnt

N : 88×/ mnt S : 370C

4. Menganjurkan Ibu untuk makan-makanan yang bergizi cukup

misal dengan menu : nasi, lauk pauk dan sayur-sayuran dan minum 7-8 gelas air putih.

5. Menganjurkan teknik ambulasi yaitu dengan miring ke kiri dan kekanan berjalan dan berdiri.

6. Menganjurkan pada Ibu untuk menjaga kebersihan dirinya yaitu mandi, gosok gigi, ganti pakaian dan ganti pembalut 2×/hari.

7. Menganjurkan Ibu untuk Istirahat cukup

VII. EVALUASI

Tanggal : 2-12-2009

Jam : 09.30 Wib

S : Ibu mengatakan nyeri sedikit berkurang

O : - K/U Baik

TTV : TD : 110/70 mmHg

N : 88×/ mnt

S : 370C

RR : 24×/ mnt

A : Ibu P30003 Masa Nifas Hari ke-2

P : Intervensi dilanjutkan

- Ajarkan teknik relaksasi

- Ajarkan teknik ambulasi

- Anjurkan makan-makanan yang bergizi

- Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan diri

DAFTAR PUSTAKA

  1. Yayasan Pustaka Sarwono Prwiroharjdo, Ilmu Kebidanan, 2002. Tridasa Printer, Jakarta.
  2. Bagian Obstetri dan Genekologi, Fakultas Kedokteran

Universitas Padjadjaran Bandung. Obstetri Fisiologi, 1983, Elemen, Bandung.

  1. Carpenito, Lynda Juall, Diagnosa Keperawatan, 2000, EGC, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar