Sabtu, 03 April 2010

BRONCHOPNEUMONI

BRONCHOPNEUMONI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bronchopneumonia adalah salah satu jenis pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi di dalam bronchi dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. (Smeltzer dan Suzanne C, 2002 : 572).
Secara umun seseorang yang terserang bronchopneumonia diakibatkan oleh adanya penurunan mekanisme pertahanan tubuh terhadap virulensi organisme patogen. Timbulnya bronchopneumonia disebabkan oleh Virus, Bakteri, Jamur, Protozoa, Mikobakteri, Mikoplasma, dan Riketsia.

B. Tujuan
a. Apakah Pengertian dari Bronchopneumonia ?
b. Apa Etiologi dari Bronchopneumonia ?
c. Apakah Pathofisiologi Bronchopneumonia ?
d. Apa Komplikasi yang terjadi pada Bronchopneumonia ?
e. Bagaimana manifestasi klinik dari Bronchopneumonia ?
f. Apa saja pemeriksaan penunjang dari Bronchopneumonia ?
g. Apa diagnosa Keperawatan dari Bronchopneumonia ?










BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN BRONCHOPNEUMONI MENURUT BEBERAPA AHLI, ANATARA LAIN :
Bronchopneumoni adalah salah satu jenis pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi di dalam bronchi dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. (Smeltzer dan Suzanne C, 2002 : 572).
Bronchopneomonia adalah penyebaran daerah infeksi yang berbercak dengan diameter sekitar 3 sampai 4 cm mengelilingi dan juga melibatkan bronchi. (Sylvia A. Price dan Lorraine M.W, 1995 : 710). Menurut Whaley dan Wong.
Bronchopneumonia adalah bronkiolus terminal yang tersumbat oleh eksudat, kemudian menjadi bagian yang terkonsolidasi atau membentuk gabungan di dekat lobulus, disebut juga pneumonia lobaris.
Bronchopneumonia adalah radang paru – paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru – paru yang ditandai dengan adanya bercak – bercak Infiltrat (Whalley and Wong, 1996).
Bronchopneumonia adalah frekwensi komplikasi pulmonary, batuk produktif yang lama, tanda dan gejalanya biasanya suhu meningkat, nadi meningkat, pernafasan meningkat (Suzanne G. Bare, 1993).
Bronchopneumonia disebut juga pneumoni lobularis, yaitu radang paru – paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan benda – benda asing (Sylvia Anderson, 1994).
Bronchopneumonia adalah suatu peradangan paru yang biasanya menyerang di bronkeoli terminal. Bronkeoli terminal tersumbat oleh eksudat mokopurulen yang membentuk bercak-barcak konsolidasi di lobuli yang berdekatan. Penyakit ini sering bersifat sekunder, menyertai infeksi saluran pernafasan atas, demam infeksi yang spesifik dan penyakit yang melemahkan daya tahan tubuh.(Sudigdiodi dan Imam Supardi, 1998).
Kesimpulannya bronchopneumonia adalah jenis infeksi paru yang disebabkan oleh agen infeksius dan terdapat di daerah bronkus dan sekitar alveoli.

B. ETIOLOGI
Secara umun individu yang terserang bronchopneumonia diakibatkan oleh adanya penurunan mekanisme pertahanan tubuh terhadap virulensi organisme patogen. Orang yang normal dan sehat mempunyai mekanisme pertahanan tubuh terhadap organ pernafasan yang terdiri atas : reflek glotis dan batuk, adanya lapisan mukus, gerakan silia yang menggerakkan kuman keluar dari organ, dan sekresi humoral setempat. Timbulnya bronchopneumonia disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, protozoa, mikobakteri, mikoplasma, dan riketsia. (Sandra M. Nettiria, 2001 : 682) antara lain:
1. Bakteri : Streptococcus, Staphylococcus, H. Influenzae, Klebsiella.
2. Virus : Legionella pneumoniae
3. Jamur : Aspergillus spesies, Candida albicans
4. Aspirasi makanan, sekresi orofaringeal atau isi lambung ke dalam paru-paru
5. Terjadi karena kongesti paru yang lama.
Sebab lain dari pneumonia adalah akibat flora normal yang terjadi pada pasien yang daya tahannya terganggu, atau terjadi aspirasi flora normal yang terdapat dalam mulut dan karena adanya pneumocystis cranii, Mycoplasma. (Smeltzer & Suzanne C, 2002 : 572 dan Sandra M. Nettina, 2001 : 682)

C. PATHOFISIOLOGI
Bronchopneumonia selalu didahului oleh infeksi saluran nafas bagian atas yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus, Haemophillus influenzae atau karena aspirasi makanan dan minuman. Dari saluran pernafasan kemudian sebagian kuman tersebut masukl ke saluran pernafasan bagian bawah dan menyebabkan terjadinya infeksi kuman di tempat tersebut, sebagian lagi masuk ke pembuluh darah dan menginfeksi saluran pernafasan dengan gambaran sebagai berikut:
1. Infeksi saluran nafas bagian bawah menyebabkan tiga hal, yaitu dilatasi pembuluh darah alveoli, peningkatan suhu, dan edema antara kapiler dan alveoli.
2. Ekspansi kuman melalui pembuluh darah kemudian masuk ke dalam saluran pencernaan dan menginfeksinya mengakibatkan terjadinya peningkatan flora normal dalam usus, peristaltik meningkat akibat usus mengalami malabsorbsi.

D. KOMPLIKASI
Komlikasi Bronchopneumonia adalah :
a. Anteleksia adalah pengembangan paru – paru yang tidak sempurna atau kolops paru merupakan akibat kurangnya mobilisasi atau refleks batuk hilang
b. Empisema adalah suatu keadaan dimana terkumpulnya nanah dalam rongga pleura terdapat di satu tempat atau seluruh rongga pleura.
c. Abses paru adalah pengumpulan pus dalam jaringan paru yang meradang.
d. Infeksi Sistematik
e. Endokorditis yaitu peradangan pada setiap katub endokardial
f. Meningitis yaitu infeksi yang menyerang selaput otak dan kemudian terjadilah diare yang beresikao terhadap gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit.

E. MANIFESTASI KLINIS
Bronchopneumonia biasanya didahului oleh suatu infeksi di saluran pernafasan bagian atas selama beberapa hari. Pada tahap awal, penderita bronchopneumonia mengalami tanda dan gejala yang khas seperti menggigil, demam, nyeri dada pleuritis, batuk produktif, hidung kemerahan, saat bernafas menggunakan otot aksesorius dan bisa timbul sianosis. Terdengar adanya krekels di atas paru yang sakit dan terdengar ketika terjadi konsolidasi (pengisian rongga udara oleh eksudat).

F. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Untuk dapat menegakkan diagnosa dapat digunakan cara:
1. Pemeriksaan Laboratorium
• Pemeriksaan darah
Pada kasus Bronchopneumonia oleh bakteri akan terjadi leukositosis (meningkatnya jumlah neutrofil).
• Pemeriksaan sputum
Bahan pemeriksaan terbaik diperoleh dari bentuk yang spontan dan dalam. Digunakan untuk pemeriksaan mikroskopis dan untuk kultur serta tes sensitifitas.
• Analisa gas darah untuk mengevaluasi status oksigenasi dan status asam basa.
• Kultur darah untuk mendeteksi bakteremia
• Sampel darah, sputum, dan urin untuk tes imunologi untuk mendeteksi antigen mikroba.
2. Pemeriksaan Radiologi
• Rontgenogram Thoraks
Menunjukkan konsolidasi lobar yang seringkali dijumpai pada infeksi pneumokokal atau klebsiella. Infiltrat multiple seringkali dijumpai pada infeksi stafilokokus dan haemofilus.
• Laringoskopi atau bronkoskopi untuk menentukan apakah jalan nafas tersumbat oleh benda padat.

G. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan inflamasi trakeobronkial, pembentukan edema, peningkatan produksi sputum.
2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran alveolus kapiler, gangguan kapasitas pembawa aksigen darah, ganggguan pengiriman oksigen.
3. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan proses inflamasi dalam alveoli.
4. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan berlebih, penurunan masukan oral.
5. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kebutuhan metabolik sekunder terhadap demam dan proses infeksi, anoreksia yang berhubungan dengan toksin bakteri bau dan rasa sputum, distensi abdomen atau gas.
6. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan insufisiensi oksigen untuk aktifitas sehari-hari.























BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari pembahasan di depan penulis menyimpulkan bahwa Bronchopneumonia merupakan jenis infeksi paru yang disebabkan oleh agen infeksius dan terdapat di daerah bronkus dan sekitar alveoli. Bronchopneumonia disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, protozoa, mikrobakteri, mikroplasma dan riketsia dan pemeriksaan radiologi

B. SARAN
Kami mohon maaf apabila dalam penulisan makalah ada yang kurang tepat dan kurang berkenan di hati. Oleh karena itu, penulis menerima masukan serta kritik dari pihak manapun

















DAFTAR PUSTAKA


• Doenges, Marilynn E. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan :Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta :EGC
• Ngastiyah. 1995. Perawatan Anak Sakit. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
• http://teguhsubianto.blogspot.com/2009/08/asuhan-keperawatan-bronchopneumonia.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar