Sabtu, 03 April 2010

HEPATITIS AKUT

HEPATITIS AKUT
BAB I
PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG
Hati adalah satu organ yng paling penting, organ ini berperan sebagai gudang untuk menimbun gula, lemak, vitamindan gizi. Memerangi racun dalam tubuh sepeti alkohol menyaring produk – produk yang tidak berguna lagi dari darah dan bertindak sebagai semacam pengaruh gagian tubuh yang menjamin terjadinya keseimbangan zat – zat kimia dalam sistem itu.
Salah satu penyakit yang mnyerang hati untuk penyakit hepatitis. Istilah hepatitis dipakai untuk semua jenis peradangan hati (liva) disebabkan

1.2 TUJUAN
Tujuan pembuatan Laporan Pendahuluan ini adalah :
1. Mengetahui tentang penyakit hepatitis akut
2. Mengetahui masalah yang muncul pada kasus hepatitis akut
3. Mengetahui proses yang diberikan kepada pasien hepatitis akut.











BAB II
PEMBAHASAN


2.1 DEFINISI HEPATITIS AKUT
Hepatitis akut adalah suatu keadaan inflamasi dan atau nekrosis hati. Hepatitis A merupakan penyebab terbanyak hepatitis virus tetapi tidak menimbulkan kronisitas. Hepatitis B dan C karena bisa menjadi kronis akan dibicarakan dalam bab tersendiri. Penyebab non virus kurang sering dijumpai tetapi perlu dipikirkan sebagai diagnosis banding.Secara klinis, hepatitis akut adalah sangat beragam dari gejala ringan yang tidak membutuhkan perawatan sampai kegagalan fulminant hati yang memerlukan transplantasi organ hati. Hepatitis akut yang disebabkan oleh virus (viral hepatitis) biasanya tidak menunjukan gejala (asymptomatic) pada orang muda.
Gejala-gejala biasanya muncul setelah melewati tahap 7 sampai 10 hari dengan total masa sakit selama 2 sampai 6 minggu. Gambaran awalnya adalah gejala seperti flu nonspesifik,biasa terjadi pada hampir semua infeksi virus akut, meliputi rasa tidak enak, otot dan persendian terasa sakit, demam, mual atau muntah-muntah, diare, dan sakit kepala. Gejala yang lebih spesifik, yang bisa muncul dalam hepatitis akut, yaitu: hilangnya nafsu makan, keengganan untuk merokok di kalangan perokok, urine gelap, mata dan kulit kekuningan (penyakit kuning), abdominal tidak normal. Temuan fisik biasanya minimal, selain dari penyakit kuning (33%) dan tender hepatomegaly (10%). Bisa juga terjadi lymphadenopathy (5%) atau splenomegaly (5%).

2.2 PATOFISIOLOGI
Hepatitis akut dapat disebabkan oleh infeksi obat, toksin, autoimun, kelainan metabolik. Hepatitis infeksi merupakan penyebab terbanyak hepatitis akut. Hepatitis infeksi dapat disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit. Virus hepatitis adalah penyebab terbanyak hepatitis infeksi. Kemajuan di bidang biologi molekuler telah membantu pengenalan dan pengertian patogenesa dari tujuh virus penyebab hepatitis sebagai manifestasi penyakit utama. Virus-virus tersebut dinamakan virus hepatotropik, yang ditandai denagn urutan abjad yaitu A, B, C, D, E, G, dan terakhir virus TT. Virus-virus lain yang juga memberi gejala hepatitis sebagai bagian dari gejala klinisnya, bukan disebut virus hepatotropik. Seperti virus herpes simplex (HSV), cytomegalo (CMV), epsteinbarr, varicella, rubella, adeno, entero, parvo B19, arbo dan HIV, gejala-gejala hepatologi pada infeksi virus-virus ini hanya merupakan bagian dari penyakit sistemik. Virus A dan E tidak menyebabkan penyakit kronis, virus B, C, D merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas karena penyakit kronis. Virus G dapat memberi infeksi kronis, tetapi tidak menimbulkan gejala klinis yang jelas, sedang virus TT walaupun prevalensinya tinggi, tidak memberi gejala baik akut maupun kronis.

2.3 DIAGNOSIS
a. Anamnesis
Gejala non spesifik (prodromal) yaitu anoreksia, mual, muntah dan demam. Dalam beberapa hari-minggu timbul ikterus, tinja pucat dan urin yang berwarna gelap. Saat ini, gejala prodromal berkurang. Perlu ditanyakan riwayat kontak dengan penderita hepatitis sebelumnya dan riwayat pemakaian obat-obat hepatotoksik.
b. Pemeriksaan fisis
Keadaan umum: sebagian besar sakit ringan. Kulit, sklera ikterik, nyeri tekan di daerah hati, hepatomegali; perhatikan tepi, permukaan, dan konsistensinya.
c. Pemeriksaan penunjang
1. Darah tepi : dapat ditemukan pansitopenia: infeksi virus, eosinofilia : infestasi cacing, leukositosis : infeksi bakteri.
2. Urin : bilirubin urin
3. Biokimia :
a) Serum bilirubin direk dan indirek.
b) ALT (SGPT) dan AST (SGOT)
c) Albumin, globulin
d) Glukosa darah
e) Koagulasi : faal hemostasis terutama waktu protrombin
4. Petanda serologis :
IgM antiHAV, HbsAg, IgM anti HBc, Anti HDV, Anti HCV, IgM Leptospira, kultur urin untuk leptospira, kultur darah-empedu (Gal)
5. USG hati dan saluran empedu : Apakah terdapat kista duktus koledokus, batu saluran empedu, kolesistitis ; parenkim hati, besar limpa.

2.4 DIAGNOSIS BANDING
• Jaundice fisiologis, penyakit hemolitik, sepsis
• Carotenemi
• Hemolytic-uremic syndrome
• Reye syndrome
• Malaria, leptospira, brucellosis, infeksi berat
• Batu empedu
• Wilsons disease, Cystic fibrosis, Systemic Lupus Erythremotasus (SLE). Keracunan obat seperti acetaminofean, asam valproat, kombinasi obat anti tuberkulosa.

2.5 TERAPI
a. Terapi suportif : pembatasan aktivitas, pemberian makanan terutama harus cukup kalori. Hindari obat hepatotoksik seperti parasetamol, INH, Rifampisin.


b. Medikamentosa :
Ursedeoksikolikasid (UDCA) Obat anti virus : interferon, lamivudin, ribavirin.
Prednison khusus untuk VHA bentuk kolestatik. Kolestasis berkepanjangan diberi vitamin larut dalam lemak dan terapi simptomatis untuk menghilangkan rasa gatal yaitu kolestiramin. Hepatitis fulminan dirawat intensif.
Konsultasi kepada ahli gastrohepatologi diperlukan bila :
Timbul gejala-gejala ke arah fulminan :
1. Kesadaran menurun, terdapat gejala perdarahan, ALT dan AST lebih dari 1000 iu/l, serum bilirubin lebih dari 10 mg/dl, pemanjangan waktu protrombin lebih dari 3 detik dari nilai normal.
2. Terjadi kolestasis yang memanjang (lebih dari 30 hari)

2.6 PEMANTAUAN
1. Penilaian kesadaran, suhu badan, derajat ikterus, besar hati.
2. Gejala perdarahan terutama dari saluran cerna.
3. Laboratorium :
Bilirubin direk, indirek, ALT dan AST, glukosa, albumin, PT diulang tiap 3-7 hari tergantung perkembangan penyakit.











BAB III
PENUTUP


3.1 KESIMPULAN
Hepatitis akut yang disebabkan oleh virus (viral hepatitis) biasanya tidak menunjukan gejala (asymptomatic) pada orang muda. Gejala-gejala biasanya muncul setelah melewati tahap 7 sampai 10 hari dengan total masa sakit selama 2 sampai 6 minggu. Gambaran awalnya adalah gejala seperti flu nonspesifik,biasa terjadi pada hampir semua infeksi virus akut, meliputi rasa tidak enak, otot dan persendian terasa sakit, demam, mual atau muntah-muntah, diare, dan sakit kepala. Gejala yang lebih spesifik, yang bisa muncul dalam hepatitis akut, yaitu: hilangnya nafsu makan, keengganan untuk merokok di kalangan perokok, urine gelap, mata dan kulit kekuningan (penyakit kuning), abdominal tidak normal
Dalam anamnesis perlu ditanyakan tentang asal etnik, kontak dengan ikterus, kunjungan wisata yang baru lalu, suntikan, tato, perawatan gigi, transfusi, homoseksualitas atau makan ikan kerang-kerangan; semua macam obat yang diminum dalam 2 bulan yang lalu perlu juga dicatat.

3.2 SARAN DAN KRITIK
Dalam penulisan makalah ini apabila ada kesalahan yang tidak di sengaja maupun yang di sengaja mohon saran dan kritik untuk menyempurnakan dalam penulisan dan susunan kata – kata yang telah dijadikan dalam bentuk makalah.





DAFTAR PUSTAKA


1. Dienstag JL. Hepatitis A. In : Bircher J, Benhamou JP, Rizetto M, et al, Eds. Oxford Textbook of Clinical Hepatology 2nd ed. Oxford University Press, 1999; 1-15.
2. Koff RS. Viral hepatitis in Walker Durie, Hamilton, Walker Smith, Watkins: Pediatric Gastrointestinal Disease. B.C. Decker Inc. Philadelphia 1st. 1991 : 857-874.
3. Lemon SM. Type A Viral Hepatitis. In: Prieto J, Rodes J, Shafritz DA. Hepato Biliary Diseases. Berlin Springer Verlag. 1992 : 495-510.
4. Rizzetto M. Viral hepatitis in Bircher J, Benhamou JP, McIntyre N, Rizzetto M, Rodes J : Oxford Text Book of Clinical Hepatology. Oxford Univ Press New York 2nd ed. 1999 : 827-70.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar