Minggu, 02 Mei 2010

Meningitis

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Meningitis merupakan radang dari selaput otak (arachnoid dan piamater). Bakteri dan virus merupakan penyebab utama dari meningitis. Meningitis bakteri yang disebabkan oleh influenza (type B), streptococcur pnemoni, neisseria meningihdis (meningococcus), β hemolytic streptococcus, stapilococcus aureus, eschereciacoli. sedangkan meningitis virus disebabkan oleh berbagai penyakit seperti Herpes Simplek, Herpes Zoster gondok. Tanda dan gejala dari meningitis tergantung pada luasnya penyebabran dan umur anak dan dipengerahui oleh type dari organisme ke efektifan dari terapi.

Meningitis dapat dicegah dengan cara mengenali dan mengerti dengan baik faktor predis posisi seperti otitis media atau infeksi saluran nafas dimana dapat mengkibatkan meningtis serasa dalam hal ini yang paling penting adalah pengobatan tuntas (antibiotik) sesuai dengan organisme penyebab untuk melindungi komplikasi yang serius.

1


BAB II

TINJAUAN TEORI

A. DEFENISI

Meningitis adalah radang dari selaput otak (arachnoid dan piamater). Bakteri dan virus merupakan penyebab utama dari meningitis.

B. PATOFISIOLOGI

Otak dilapisi oleh tiga lapisan, yaitu : duramater, arachnoid, dan piamater. Cairan otak dihasilkan di dalam pleksus choroid ventrikel bergerak / mengalir melalui sub arachnoid dalam sistem ventrikuler dan seluruh otak dan sumsum tulang belakang, direabsorbsi melalui villi arachnoid yang berstruktur seperti jari-jari di dalam lapisan subarachnoid.

Organisme (virus / bakteri) yang dapat menyebabkan meningitis, memasuki cairan otak melaui aliran darah di dalam pembuluh darah otak. Cairan hidung (sekret hidung) atau sekret telinga yang disebabkan oleh fraktur tulang tengkorak dapat menyebabkan meningitis karena hubungan langsung antara cairan otak dengan lingkungan (dunia luar), mikroorganisme yang masuk dapat berjalan ke cairan otak melalui ruangan subarachnoid. Adanya mikroorganisme yang patologis merupakan penyebab peradangan pada piamater, arachnoid, cairan otak dan ventrikel. Eksudat yang dibentuk akan menyebar, baik ke kranial maupun ke saraf spinal yang dapat menyebabkan kemunduran neurologis selanjutnya, dan eksudat ini dapat menyebabkan sumbatan aliran normal cairan otak dan dapat menyebabkan hydrocephalus.

C. ETIOLOGI

Meningitis disebabkan oleh berbagai macam organisme, tetapi kebanyakan pasien dengan meningitis mempunyai faktor predisposisi seperti fraktur tulang tengkorak, infeksi, operasi otak atau sum-sum tulang belakang. Seperti disebutkan diatas bahwa meningitis itu disebabkan oleh virus dan bakteri, maka meningitis dibagi menjadi dua bagian besar yaitu : meningitis purulenta dan meningitis serosa.

MENINGITIS

Suatu peradangan akut pada selaput otak yang diakibatkan oleh


Bakteri Virus

Meningitis Bakteri Meningitis non bakteri

(Aseptc)

90 % kasus terjadi pada

anak umur 1 bln - 5 th

1). MENINGITIS BAKTERI

Etiologi :

Ø H. influenza ( type B )

Ø Streptokokus pneumonie

Ø Neisseria meningitides ( meningococus)

Ø b Hemolytic streptococcus

Ø Stapilococus aureus

Ø Escherecia coli

Faktok Predisposisi

Ø Laki-laki > perempuan

Ø Faktor maternal

- ketuban pecah dini

- Infeksi maternal pada akhir kehamilan à meningitis pada

neonatus

Ø Penurunan mekanisme immune dan penurunan leukosit à meningitis pada BBL

Ø Anak dengan kekurangan imunoglobulin dan anak yang minum obat imunosupresant

Infeksi

Pembuluh darah Penetrasi Luka


CSS

Seluruh rongga sub arachnoid


Eksudat Tuberkel


Kelainan pembuluh darah Obstruksi sisterna basalis

(Arthritis-phlebitis)

Infark Otak Hidrocephalus


Pelunakan Otak

2). Meningitis Virus

Tipe dari meningitis ini sering disebut aseptik meningitis. Ini biasanya disebabkan oleh berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti; gondok, herpez simplek dan herpez zoster. Eksudat yang biasanya terjadi pada meningitis bakteri tidak terjadi pada meningitis virus dan tidak ditemukan organisme pada kultur cairan otak. Peradangan terjadi pada seluruh koteks cerebri dan lapisan otak. Mekanisme atau respon dari jaringan otak terhadap virus bervariasi tergantung pada jenis sel yang terlibat.

D. MANIFESTASI KLINIS

Ø Tergantung pada luasnya penyebaran dan umur anak

Ø Dipengaruhi oleh type dari organisme keefektifan dari terapi

CHILDREN AND ADOLESCENT

Ø Sakitnya tiba-tiba, adanya demam, sakit kepala, panas dingin, muntah, kejang-kejang

Ø Anak menjadi irritable dan agitasi dan dapat berkembang photopobia, delirium, halusinasi, tingkah laku yang agresif atau mengantuk stupor dan koma

Ø Gejala pada respiratory atau gastrointestinal

Ø Adanya tahanan pada kepala jika difleksikan

Ø Kekakuan pada leher (Nuchal Rigidity)

Ø Tanda kernig dan brudzinki (+)

Ø Kulit dingin dan sianosis

Ø Peteki/adannya purpura pada kulit à infeksi meningococcus (meningo cocsemia)

Ø Keluarnya cairan dari telinga à meningitis peneumococal

Ø Congenital dermal sinus à infeksi E. Colli

INFANT AND CHILDREN

Ø Manifestasi klinisnya biasanya tampak pada anak umur 3 bulan sampai 2 tahun

Ø Adanya demam, nafsu makan menurun, muntah, iritabel, mudah lelah dan kejang-kejang, dan menangis meraung-raung.

Ø Fontanel menonjol

Ø Nuchal Rigidity à tanda-tanda brudzinki dan kernig dapat terjadi namun lambat

NEONATUS

Ø Sukar untuk diketahui à manifestasinya tidak jelas dan tidak spesifik

à ada kemiripan dengan anak yang lebih tua, seperti:

§ Menolak untuk makan

§ Kemampuan menelan buruk

§ Muntah dan kadang-kadang ada diare

§ Tonus otot lemah, pergerakan melemah dan kekuatan menangis melemah

§ Hypothermia/demam, joundice, iritabel, mengantuk, kejang-kejang, RR yang tidak teratur/apnoe, sianosis dan kehilangan BB.

§ Ketegangan , fontanel menonjol mungkin ada atau tidak

§ Leher fleksibel

§ Kolaps kardiovaskuler, kejang-kejang dan apnoe terjadi bila tidak diobati/ditangani

E. PENCEGAHAN

Meningitis dapat dicegah dengan cara mengenali dan mengerti dengan baik faktor presdis posisi seperti otitis media atau infeksi saluran napas (seperti TBC) dimana dapat menyebabkan meningitis serosa. Dalam hal ini yang paling penting adalah pengobatan tuntas (antibiotik) walaupun gejala-gejala infeksi tersebut telah hilang.

Setelah terjadinya meningitis penanganan yang sesuai harus cepat diatasi. Untuk mengidentifikasi faktor atau janis organisme penyebab dan dengan cepat memberikan terapi sesuai dengan organisme penyebab untuk melindungi komplikasi yang serius.

F. PENGKAJIAN PASIEN DENGAN MENINGITIS

Riwayat penyakit dan pengobatan

Faktor riwayat penyakit sangat penting diketahui karena untuk mengetahui jenis kuman penyebab. Disini harus ditanya dengan jelas tentang gejala yang timbul seperti kapan mulai serangan, sembuh atau bertambah buruk. Setelah itu yang perlu diketahui adalah status kesehatan masa lalu untuk mengetahui adanya faktor presdiposisi seperti infeksi saluran napas, atau fraktur tulang tengkorak, dan lain - lain.

G. KOMPLIKASI

Ø Dapat dikurangi dengan diagnosis yang awal dan pemberian terapi antimikrobial dengan cepat.

Ø Bila infeksi meluas ke ventrikel, pus yang banyak (kental), adanya penekatan pada bagian yang sempit à obstruksi cairan cerebrospinal à hydrocephalus

Ø Perubahan yang dekstruktif ada pada kortex serebral dan adanya abses otak à infeksi langsung. Atau melalui penyebaran pembuluh darah.

Ø Ketulian, kebutaan, kelemahan/paralysis dari otot-otot wajah atau otot-otot yang lain pada kepala dan leher à penyebaran infeksi pada daerah syaraf cranial

Ø Kompl;ikasi yang serius biasanya diakibatkan oleh infeksi : meningococcal sepsis atau meningococcemia

Ø Syndrom water haouse-Friderichsen

§ Overwhelming septic shock

§ DIC

§ Perdarahan

§ Purpura

Ø SIADH, subdural effusion, kejang-kejang, edema serebral, herniasi dan hydrocephalus.

Ø Komplikasi post meningitis pada neonatus:

§ Ventriculitis (yang menghasilkan kista, daerah yang dibatasi oleh akumulasi cairan dan tekanan pada otak)

§ Gangguan yang menetap dan penglihatan, pendengaran dan kelemahan nervus yang lain

§ Cerebral palsy, cacat mental, gangguan belajar, penurunan perhatian, gangguan hiperaktivitas dan adanya kejang.

§ Hemiparesis dan quadriparesis à arthritis/thrombosis

H. PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Pemeriksaan laboratorium yang khas pada meningitis adalah analisa cairan otak. Lumbal punksi tidak bisa dikerjakan pada pasien dengan peningkatan tekanan tintra kranial. Analisa cairan otak diperiksa untuk jumlah sel, protein, dan konsentrasi glukosa. Pemeriksaan darah ini terutama jumlah sel darah merah yang biasanya meningkat diatas nilai normal.

Serum elektrolit dan serum glukosa dinilai untuk mengidentifikasi adanya ketidakseimbangan elektrolit terutama hiponatremi. Kadar glukosa darah dibandingkan dengan kadar glukosa cairan otak. Normalnya kadar glukosa cairan otak adalah 2/3 dari nilai serum glukosa dan pada pasien meningitis kadar glukosa cairan otaknya menurun dari nilai normal.

I. PEMERIKSAAN RADIOGRAFI

CT-Scan dilakukan untuk menentukan adanya edema cerebral atau penyakit saraf lainnya. Hasilnya biasanya normal, kecuali pada penyakit yang sudah sangat parah.

J. PENGOBATAN

Pengobatan biasanya diberikan antibiotik yang paling sesuai. Untuk setiap mikroorganisme penyebab meningitis :

Antibiotik

Organisme

Penicilin G

Gentamicyn

Chlorampenikol

Pneumoccocci

Meningoccocci

Streptoccocci

Klebsiella

Pseudomonas

Proleus

Haemofilus Influenza

Terapi TBC

· Streptomicyn

· INH

· PAS

Micobacterium Tuber culosis

K. EVALUASI DIAGNOSTIK

LUMBAL FUNKSI

Ø Cairannya diukur dan diambil sample untuk mendapatkan culture, gram stain, jumlah sel darah merah dan untuk mengetahui adanya glukosa dan protein

Ø Culture dan stain à mengidentifikasi organisme penyebab

Ø Jumlah sel darah merah meningkat

Ø Glukosa menurun

Ø Kensentrasi protein meningkat

Ø Culture darah

Ø Culture hidung dan tenggorokan

TERAPEUTIC MANAGEMENT

Ø Isolation precautions

Ø Pemberian terapi antimikroba

Ø Mempertahankan hidrasi yang optimum

Ø Mempertahankan ventilasi

Ø Mengurangi peningkatan TIK

Ø Management dari shock

Ø Mengontrol kejang

Ø Mengontrol temperatur pada ekstrimitas

Ø Koreksi anemia

Ø Perawatan dari komplikasi

PERHATIAN PERAWAT

Ø Melakukan precautions untuk melindungi anak dan orang laindari kemungkinan infeksi .

Ø Menjaga ruangan agar tidak bising dan menimpalkan stimulus lingkungan.

Ø Mencegah aktifitas yang menyebabkan nyeri/ meningkatkan ketidaknyamanan, seperti mengangkat kepala anak.

Ø Memberi dukungan pada keluarga

Berdiskusi dengan keluarga

Memberikan informasi tentang perkembang anak dan semua prosedur yang akan dilakukan.

L. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. GANGGUAN RASA NYAMAN: NYERI BERHUBUNGAN DENGAN IRITASI MENINGEAL, BEDREST.

TUJUAN 1. : Tidak menunjukkan adanya tanda-tanda nyeri/iritasi meningeal.

KELUHAN : sakit kepala (-), fotophobia (-), tidak ada iritabilitas yang berlebihan.

HR dan RR normal, tanda kernig’s dan brudzinki (-)

INTERVENSI :

1. Kaji tingkat nyeri

  1. Evaluasi indikator dari nyeri (ekspresi wajah, menangis, gerakan), lokasi, lamanya.
  2. Lakukan tindakan untuk memberikan kenyamanan (seperti memberikan posisi yang nyaman, distraksi dan massage)
  3. Kolaborasi pemberian analgetik
  4. Ajarkan anak ( bila sudah besar ) untuk mencegah gerakkan yang meningkatkan TIK ( mis : Batuk, mengedan dll )
  5. Batasi pengunjung

TUJUAN 2. : Menunjukkan tidak ada peningkatan TIK

Kriteria hasil : Tanda Tanda Vital dalam batas normal

Tidak ada iritabilitas

Tidak ada keluhan

INTERVENSI :

  1. Kaji tanda-tanda peningkatan TIK tiap 1 – 2 jam

Ø Penurunan HR & RR, peningkatan TD

Ø Penurunan tingkat pada bayi

Ø Peningkatan LK pada bayi

Ø Fontanel menonjol

Ø Cengeng, perubahan pupil, ¹ simetris, bengkak & melebar

Ø Sakit kepala & muntah

  1. Elevasikan kepala 30 - 45 °
  2. Posisi kepala tegak & stabil
  3. Menurunkan stimulasi lingkungan
  4. Tawarkan kegiatan untuk meningkatkan kenyamanan
  5. Batasi cairan

  1. RISIKO TINGGI INJURI BERHUBUNGAN DENGAN AKVITAR

KEJANG SEKUNDER AKIBAT PROSES INFEKSI

TUJUAN : Injuri tidak terjadi

Kriteria Hasil : Tidak ada luka selama dan sesudah serangan

Mengetahui dan mengatasi serangan sesegera mungkin

INTERVENSI :

  1. Monitor frekuensi serangan
  2. Pasang penghalang TT
  3. Berikan mainan yang lembut
  4. Sediakan suction & O 2 disamping tempat tidur
  5. Jaga dan tetap tenang dalam serangan
  6. Miringkan anak
  7. Hindari barang – barang berbahaya

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Meningitis yang disebabkan oleh bakteri maupun virus pada anak tanda dan gejalanya tergantung pada luasnya penyebaran dan umur anak serta di pengaruhi oleh type dan organisme keefektifan dari terapi untuk menghindari komplikasi dapat dikurangi dengan diagnosis yang awal dengan pemberian terapi mikrobial dengan cepat. Bila infeksi meluas ke ventrikel pus yang banyak (kental) adanya pekatan pada bagian yang sempit akan terjadi obstruksi cairan cerebospinal perhatian perawat : melakukan precaution untuk melindungi anak dan orang lain dari kemungkinan infeksi, menjaga ruangan agar tidak bising dan menimpalkan stimulus lingkungan, mencegah aktivitas yang menyebabkan nyeri / meningkatkan ketidak nyamanan seperti mengangkat kepala anak, berdiskusi dengan keluarga memberikan informasi tentang perkembangan anak dan semua prosedur yang akan dilakukan.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Donnad, Medical Surgical Nursing, WB Saunders, 1991

Kapita Selekta Kedokteran FKUI, Media Aesculapius, 1982

Brunner / Suddarth, Medical Surgical Nursing, JB Lippincot Company, Philadelphia, 1984

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar