Selasa, 11 Mei 2010

KTI PENGETAHUAN WANITA USIA 35 – 55 TAHUN TENTANG KANKER SERVIKS DI DESA BENCULUK KECAMATAN CLURING KABUPATEN BANYUWANGI

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tingginya resiko kematian pada wanita umur 35 – 55 tahun yang menderita kanker serviks merupakan salah satu faktor yang menyebabkan tingginya kematian maternal di negara – negara berkembang termasuk Indonesia. Menurut WHO tahun 2005 di beberapa negara ASEAN menyebutkan bahwa secara nasional angka kematian wanita yang berusia 35 – 55 tahun adalah 215 per 100.000 jiwa, ini berarti setiap 1 jam ada wanita yang meninggal karena kanker serviks.( www.dkk bontang.com/diakses tanggal 26 juni 2009)

Menurut kapita selekta kedokteran jilid 1 penyebab langsung karsinoma uterus belum diketahui. Faktor ekstrimik yang diduga berhubungan dengan insiden karsinoma serviks uteri adalah smeqma, inveksi Virus Human Papilioma Virus (HPV) dan spermatozoa. ( Kapita Selekta Kedokteran : 2001 )

Saat wanita di diagnosa kanker serviks jalan terbaik untuk menanggulangi kanker agar tidak menyebar keseluruh tubuh adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Di Banyuwangi pada tahun 2004 ada 112 wanita yang mengidap kanker serviks. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari beberapa tahun yang lalu ( www.dinkes banyuwangi.com/diakses tanggal 25 juni 2009 )

Diagnosa dini kanker serviks yang merupakan tingkat pendahuluan kanker serviks serta penanganannya perlu dilaksanakan untuk menurunkan angka kematian wanita. Mencegah terjadinya kanker serviks dengan cara melakukan tes pap smear secara rutin dan teratur.

Di Puskesmas Benculuk Kecamatan Cluring, jumlah wanita yang terkena kanker serviks pada tahun 2008 sebanyak 28 wanita.

B. Pembatasan dan Rumusan Masalah.

Pembatasan adalah berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas maka pembatasan dan rumusan masalah yang muncul adalah sebagai berikut :

“Seberapa besar pengetahuan wanita usia 35 – 55 tahun tentang kanker serviks di Desa Benculuk Kecamatan Cluring Kabupaten banyuwangi ? “

C. Tujuan Penelitian.

Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan wanita usia 35 – 55 tahun tentang kanker serviks.

D. Manfaat Penelitian.

1. Bagi Profesi.

Untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan mutu pelayanan pada seluruh wanita usia 35 – 55 tahun, terutama kejadian kanker serviks yang berkaitan dengan pendidikan.

2. Bagi Masyarakat.

Untuk menambah pengetahuan atau pemahaman masyarakat tentang kanker serviks (motivasi, edukasi).

3. Bagi Ilmu Pengetahuan.

Bagi ilmu pengetahuan, hasil dari penelititan ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan masukan, pertimbangan dan perbandingan bagi peneliti berikutnya dalam upaya mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang Kebidanan dan Kandungan untuk menurunkan angka kematian wanita.

4. Bagi Institusi

Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi yang berkaitan dengan pengetahuan wanita usia 35 – 55 tahun terhadap kejadian kanker serviks.

5. Bagi Peneliti

Sebagai salah satu syarat kelulusan semester akhir akademi kebidanan dan merupakan penerapan dari ilmu yang diperoleh selama proses pembelajaran, sehingga menambah pengetahuan peneliti dalam melakukan penelitian.

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Konsep Dasar Pengetahuan

Pengetahuan adalah hasil sari tingkah laku dan ini terjadi setelah seseorang melakukan suatu penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yaitu indera penglihatan, penciuman rasa, raba dan pengucapan sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga ( Soekidjo, Notoatmodjo, 2001 : 3 )

Pengetahuan seseorang tentang suatu obyek mengandung dua aspek yaitu aspek positif dan negatif. Kedua aspek inilah akan menentukan sikap seseorang terhadap obyek tertentu. Semakin banyak aspek positif dari obyek diketahui maka menimbulkan sikap positif terhadap obyek tersebut.

2. Tingkat Pengetahuan

Menurut Soekidjo Notoatmodjo ( 2003 : 31 ) tahap pengetahuan di dalam demain kognitif terdiri dari 6 tahap.

a. Tahu ( Know )

Pengetahuan diartikan sebagai mengingat suatu pengetahuan tingkat yang dipelajari sebelumnya. Termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang diterima, oleh sebab itu tahu ini merupakan tingkat pengetahuan paling rendah. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain : menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, menyatakan dan sebagainya.

b. Memahami ( Comprehension )

Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan cara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat diinterprestasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap obyek atau materi harus dapat menjelaskan, menyimpulkan, meramalkan dan sebagainya.

c. Aplikasi ( Application )

Adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek kedalam komponen – komponen dalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja seperti pengelompokan, membedakan dan sebagainya.

d. Analisis ( Analysis )

Adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek dalam komponen – komponen dalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja seperti pengelompokan, membedakan dan sebagainya.

e. Sintesis ( Syntesis )

Adalah kemampuan meletakkan atau menghubungkan bagian – bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang formulasi – formulasi yang ada. Misal : dapat menyusun, dapat merencanakan, dapat meringkas, dapat menyesuaikan dan sebagainya, terhadap suatu teori atau rumusan – rumusan yang telah ada.

f. Evaluasi ( Evaluation )

Ini bekerja dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau obyek berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

3. Faktor – faktor yang mempengaruhi pengetahuan menurut Soekidjo Notoatmodjo ( 2005 : 25 ) mengemukakan ada faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan sebagai berikut :

a. Tingkat Pendidikan

Pendidikan seseorang mempengaruhi cara pandangan atau masyarakat yang pendidikannya tinggi akan lebih mudah menerima informasi atau penyuluhan yang diberikan dan lebih cepat merubah sikapnya dalam kehidupan sehari – hari. Jadi pendidikan menuntut manusia untuk berbuat dan mengisi kehiduupannya untuk mencapai kebahagiaan dan pendidikan diperlukan untuk mendapatkan informasi.

b. Intelegensia

Intelegensia prinsipnya mempengaruhi kemampuan penyesuaian diri dan cara – cara pengambilan keputusan.

c. Usia

Waktu untuk hidup atau ada sejak dilahirkan. Usia dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang, semakin cukup usia tingkat kematangan seseorang akan lebih matang dalam berfikir.

d. Sosial Ekonomi

Individu yang berasal dari keluarga status ekonomi baik dimungkinkan lebih memiliki sifat positif memandang diri dan masa depannya dibandingkan dengan keluarga sosial ekonomi yang lebih rendah.

e. Sosial Budaya

Adat istiadat yang berlaku setiap daerah akan berpengaruh terhadap perilaku seseorang.

f. Jenis kelamin berkaitan dengan perilaku, modal bahwa individu melakukan modal sesuai dengan jenis kelamin ( Soekidjo Notoatmodjo, 2003 : 130 )

B. Konsep Dasar Kanker Serviks

1. Wanita

Adalah seseorang yang mempunyai alat reproduksi yang disebut uterus

2. Uterus.

Menurut Prof. Dr. dr. Sarwono Prawirohardjo, SpOG ( 2005 : 36 ) uterus berbentuk seperti buah alpukat atau buah pear yang sedikit gepeng kearah muka belakang ; ukurannya sebesar telur ayam dan mempunyai rongga.

3. Kanker Serviks.

Kanker serviks adalah tumor ganas yang tumbuh didalam leher rahim atau serviks ( bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina ). Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 35 – 55 tahun. 90 % dari kanker berasal dari sel skuaomosa yang melapisi serviks dan sisanya berasal dari kelenjar penghasil lendir pada saluran servikal yang menuju kedalam rahim. ( www.dkk bontang.com / diakses tanggal 26 Juni 2009 )

4. Diagnosis

Kejadian kanker serviks sulit dicegah tetapi diagnosis dini sangat menentukan tingkat kanker serviks, pengawasan kanker serviks sangat penting karena kanker serviks biasanya dihindari dengan mengenal secara dini penyakit tersebut dan pencegahan dini.

Biopsi. Biopsi dilakukan jika pada pemeriksaan panggul tampak suatu pertumbuhan atau luka pada serviks, atau jika pap smear menunjukkan suatu abnormalitas atau kanker kolposkopi pemeriksaan serviks dengan lensa pembesar.

Tes Schiller. Serviks diolesi dengan larutan yodium, sel yang sehat warnanya akan berubah menjadi coklat, sedangkan sel yang abnormal warnanya menjadi putih atau kuning. ( www.wikipedia.com / diakses tanggal 26 Juni 2009 )

5. Pencegahan terjadinya kanker serviks.

Untuk dapat menegakkan diagnosis dini diperlukan pengawasan pada wanita yang terkena kanker serviks di dapatkan dua cara untuk mencegah kanker serviks antara lain :

a. Mencegah terjadinya Infeksi HPV

HPV ( Human Papilloma Virus ) adalah virus penyebab kutil genetalis ( kondiloma okumirota ) yang ditularkan melalui hubungan seksual. ( kanker serviks@yahoo.com/diakses tanggal 23 juni 2009)

b. Melakukan pemeriksaan pap smear secara teratur setiap tahun untuk wanita yang bersuami, diatas 35 tahun. Setiap tahun untuk wanita yang berganti – ganti pasangan seksual atau pernah menderita infeksi HPV atau kulit kelancin. Setiap 2 – 3 tahun untuk wanita yang berusia diatas 35 tahun jika 3 kali pap smear berturut – turut menunjukkan hasil negatif atau untuk wanita yang telah menjalani histerektami bukan kanker. Sesering mungkin jika hasil pap smear menunjukkan abnormal, sesering mungkin setelah penilaian dan pengobatan prekanker maupun kanker serviks. ( www.google.com / diakses tanggal 27 Juni 2009 )

6. Penanganan Kanker Serviks

Untuk penanganan kanker rahim sendiri dapat dilakukan sesuai dengan stadiumnya.

Pada tahap pra kanker yaitu tahap CIN penanganan dapat dilakukan dengan destruksi lokal pada mulut rahim. Sedang bila sudah pada tahap kanker penanganan dilakukan dengan pengangkatan rahim, kemoterapi radioterapi.

C. Kerangka Konseptual

Pengetahuan wanita usia 35 – 55 tahun tentang kanker serviks :

- Pengertian

- Penyebab

- Tanda , gejala

- Klasifikasi

- Pencegahan

- Penanganan

( Kapita selekta kedokteran : 2001 )

Text Box: Faktor Pengetahuan : -	Usia  -	Pendidikan  -	Intelegensia  -	Sosial Ekonomi -	Sosial Budaya -	Jenis Kelamin ( Soekidjo Notoatmodjo, 2003 )



Keterangan :

: Diteliti

: Tidak diteliti

Gambar 2.1 : Kerangka konseptual pengetahuan wanita terhadap kanker serviks.

BAB 3

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Bangun Peneliti

Pada penelitian ini desain yang digunakan adalah deskriptif yaitu mengenai penjelasan atau merencanakan peristiwa dengan maksud mengetahui keadaan sesuatu mengenai apa dan bagaimana, beberapa banyak, sejauh mana dan sebagainya ( Arikunto, 2006 : 98 )

B. Variabel

Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi obyek pengamatan penelitian, sering pula dikatakan variabel peneliti itu sebagai faktor – faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang diteliti (Arikunto, 2006 : 118)

1. Definisi Operasional

No

Variabel

Definisi

Kategori

Skala

1.

Wanita usia 35 – 55 tahun

Segala sesuatu yang diketahui wanita usia 35 – 55 tahun tentang kanker serviks yang meliputi pengertian, penyebab, tanda gejala, klasifikasi, pencegahan, penanganan dan (Kapita selekta, 2001)

- Baik : 76 – 100%

- Cukup : 56 – 75%

- Kurang : 40 – 55%

- Tidak baik : <>

Ordinal

Tabel. 3.2

C. Populasi

Keseluruhan obyek yang diteliti ( Arikunto, 2006 : 130 ) pada penelitian ini, populasinya adalah wanita usia 35 – 55 tahun yang bertempat tinggal di Desa Benculuk Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi.

D. Sampel

Sebagai atau wakil populasi yang diteliti ( Arikunto, 2006 : 131 )

Pada penelitian ini didapat wanita usia 35 – 55 tahun yang bertempat tinggal di Desa Benculuk Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi dengan jumlah 1.239 wanita yang berusia 35 – 55 tahun diambil 10% dari jumlah sample dengan cara random sampling. Apabila kurang dari 100 diambil semua dan bila lebih dari 100 diambil 50%.

E. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi penelitian

Penelitian dilakukan di Desa Benculuk Kecamatan Cluring

2. Waktu penelitian

Penelitian dilakukan pada tanggal 10 Juli 2009 sampai 10 Agustus 2009.

F. Tehnik dan Instrumen Pengumpulan Data

1. Tehnik Pengolahan Data

Dari hasil data dengan menggunakan rekam medis secara deskriptif melalui tabel distribusi yang dikonfirmasi dalam bentuk prosentase dan notasi langkah – langkah pengolahan data dan sebagainya :

a. Editing

Proses editing dengan memeriksa kembali data yang telah dikumpulkan rekam medik ini berarti data harus diteliti kelengkapan data yang diberikan.

b. Coding

Untuk memudahkan dalam pengolahan data maka untuk setiap jawaban dari kuesioner yang telah disebarkan diberi kode sesuai denah karakter.

c. Tabulasi

Mentabulasi dengan memuat tabel – tabel sesuai dengan analisa yang dibutuhkan.

2. Instrumen Pengumpulan Data

a. Informent Consent

b. Quesioner

G. Tehnik Analisa Data

Analisa data dilakukan sesuai tujuan penelitian – penelitian ini bertujuan memberikan gambaran atau deskriptif cukup menyajikan tabel distribusi dengan jalan dan prosentasi untuk setiap kategori.

x 100 %

P =

f

¾

N

Keterangan :

P = Prosentase

f = Jumlah pertanyaan yang dijawab benar

N = Jumlah seluruh pertanyaan

H. Etika Penelitian

Dalam melakukan penelitian, peneliti mengajukan permohonan ijin kepada Kepala Desa Benculuk Kecamatan Cluring

1. Lembar persetujuan untuk melakukan penelitian

Lembar persetujuan merupakan bukti bahwa peneliti diijinkan untuk melakukan penelitian ditempat yang ditentukan.

2. Anonimity ( tanpa nama )

Nama subyek tidak dicantumkan pada lembar pengumpulan data. Untuk mengetahui keikutsertaan responden, peneliti menuliskan nomer dan kode dalam lembar pengumpulan data.

3. Kerahasiaan ( Confidentiality )

Informasi yang dikumpulkan oleh subyek dijamin kerahasiaan oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu saja yang akan dilaporkan pada hasil penelitian.

I. Keterbatasan

1. Penelitian ini hanya menggambarkan tentang rendahnya tingkat pengetahuan wanita terhadap kanker serviks.

2. Waktu penelitian terbatas sehingga sampel yang digunakan juga terbatas.

BAB 4

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan menguraikan tentang hasil penelitian yang dilaksanakan di Desa Benculuk Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi pada bulan Juli.

A. HASIL PENELITIAN

1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Batas – batas wilayah Desa Benculuk yaitu :

a. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Tapansari Kecamatan Sraten

b. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Taman Agung Kecamatan Cluring

c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Cluring Kecamatan Purwoharjo

d. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Tampo Kecamatan Cluring

Tenaga kesehatan di Desa Benculuk antara lain :

a. Dokter umum : 2 orang

b. Bidan : 7 orang

c. Staf Desa : 4 orang

2. Data Umum

a. Responden menurut umur

Tabel 4.1 Distribusi frekuensi wanita umur 35 – 55 tahun terhadap kanker serviks.

15


No

Usia

Frekuensi (f)

Prosentase (%)

1.

2.

3.

4.

35 – 40

41 – 45

46 – 50

51 – 55

35

42

13

10

35%

42%

13%

10%

Jumlah

100

100

Berdasarkan tabel 4.1 diatas dapat diketahui sebagian besar responden berumur 41 – 45 tahun yaitu 42 responden (42%).

b. Karakteristik responden menurut pendidikan

Tabel 4.2 Distribusi frekuensi pendidikan wanita usia 35 – 55 tahun terhadap kanker serviks Tanggal 19 Juli – 06 Agustus Tahun 2009.

No

Pendidikan

Frekuensi (f)

Prosentase (%)

1.

2.

3.

4.

SD

SMP

SMA

Sarjana / Diploma

53

18

17

12

53%

18%

17%

12%

Jumlah

100

100

Berdasarkan tabel 4.2 diatas dapat diketahui lebih dari 50 % berpendidikan SD yaitu 53 responden (53%).

c. Karakteristik responden menurut pekerjaan

Tabel 4.3 Distribusi frekuensi pekerjaan wanita usia 35 – 55 tahun terhadap kanker serviks. Tanggal 19 Juli – 6 Agustus Tahun 2009.

No

Pekerjaan

Frekuensi (f)

Prosentase (%)

1.

2.

3.

IRT

Tani

Wiraswasta

53

39

8

53%

39%

8%

Jumlah

100

100

Berdasarkan tabel 4.3 diatas dapat diketahui sebagian besar IRT yaitu 50 responden ( 70,00% )

d. Karakteristik responden menurut sumber informasi

Tabel 4.4 Distribusi frekuensi sumber informasi wanita usia 35 – 55 tahun terhadap kanker serviks. Tanggal 19 Juli – 6 Agustus Tahun 2009.

No

Sumber informasi

Frekuensi (f)

Prosentase (%)

1.

2.

3.

4.

Media cetak

Media elektronik

Penyuluhan

Tidak pernah

mendapat informasi

32

57

7

4

32%

57%

7%

4%

Jumlah

100

100

Berdasarkan tabel 4.4 diatas dapat diketahui lebih dari 50% memperoleh informasi dari media elektronik yaitu 57 responden (57%)

3. Data khusus

a. Data pengetahuan wanita usia 35 – 55 tahun terhadap kanker serviks.

Tabel 4.5 Distribusi frekuensi pengetahuan wanita usia 35 – 55 tahun terhadap kanker serviks Desa Benculuk Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi Tanggal 19 Juli – 06 Agustus 2009.

No

Pengetahuan

Frekuensi (f)

Prosentase (%)

1.

2.

3.

4.

Baik

Cukup

Kurang

Tidak baik

25

30

40

5

25%

30%

40%

5%

Jumlah

100

100

Berdasarkan tabel 4.5 diatas dapat diketahui 40 responden (40 %) yang memiliki pengetahuan dalam batas kurang tentang kanker serviks.

b. Data pengetahuan wanita usia 35 – 55 tahun tentang manfaat informasi kanker serviks

Tabel 4.6 Distribusi frekuensi pengetahuan wanita 35 – 55 tahun tentang manfaat informasi kanker serviks. Tanggal 19 Juli – 06 Agustus 2009

No

Pengetahuan

Frekuensi (f)

Prosentase (%)

1.

2.

3.

4.

Baik

Cukup

Kurang

Tidak baik

25

30

40

5

25%

30%

40%

5%

Jumlah

100

100

Berdasarkan tabel 4.6 diatas dapat diketahui sebagian besar memiliki pengetahuan kurang tentang manfaat informasi kanker serviks yaitu 40 responden ( 40% ).

B. Pembahasan

1. Pengetahuan wanita usia 35 – 55 tahun tentang kanker serviks di Desa Benculuk Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi.

Berdasarkan analisa dan interpretasi data yang didapat bahwa sebagian besar berpengetahuan kurang.

Hasil analisis ini didukung oleh umur responden.Dari data dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berumur 41 – 45 tahun yaitu 42 responden (42%), berumur <> 41 tahun yaitu 20 responden (20%)

Usia 41 – 45 tahun merupakan usia yang reproduktif bagi seseorang untuk dapat memotivasi diri memperoleh pengetahuan yang sebanyak – banyaknya. Usia adalah umur individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun. Jadi semakin matang usia seseorang, maka dalam memahami suatu masalah akan lebih mudah dan dapat menambah pengetahuan (Nursalam dan Pariani, 2003).

Hasil analisis juga dipengaruhi oleh pendidikan responden. Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berpendidikan SD yaitu 53 responden (53%), SMP yaitu 18 responden (18%), berpendidikan SMA yaitu 17 responden (17%), Sarjana / Diploma 12 responden ( 12% ).

Menurut Nursalam (2003) bahwa makin tinggi pendidikan seseorang, maka makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Responden yang berpendidikan tinggi akan mudah menyerap informasi, sehingga ilmu pengetahuan yang dimiliki lebih tinggi namun sebaliknya orang tua yang berpendidikan rendah akan mengalami hambatan dalam penyerapan informasi sehingga ilmu yang dimiliki juga lebih rendah yang berdampak pada kehidupannya.

Penelitian ini didapatkan bahwa pengetahuan responden tentang kanker serviks 40 responden (40%) kurang. Hal ini dikarenakan informasi mengenai kanker serviks yang tepat adalah informasi khusus yang tidak didapat di bangku sekolah atau Perguruan tinggi umum kecuali sekolah kesehatan. Adapun informasi mengenai kanker serviks biasanya diperoleh melalui penyuluhan kesehatan atau melalui tenaga kesehatan baik di BPS, Puskesmas atau Posyandu.

Faktor lain disebabkan karena status pekerjaan responden lebih sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga yaitu sebanyak 53 responden (53%) sehingga responden tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mendapatkan informasi disebabkan. Responden mempunyai waktu yang kurang untuk mendapatkan penyuluhan kesehatan dan menjelaskan tanda gejala atau penyebab kanker serviks. Hal ini sebagaimana yang dikutip oleh Kuntjoroningrat yang dikutip oleh Nursalam dan Pariani (2003), menyebutkan bahwa bekerja umumnya pekerjaan yang menyita waktu untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan yang benar.

Dengan demikian pemberian informasi dan penjelasan .yang diberikan akan mudah diterima oleh responden sehingga akan semakin termotivasi untuk lebih waspada terhadap kanker serviks.

Berdasarkan analisa data didapatkan dari 100 responden 57 responden (57%) mendapatkan informasi dari media elektronik, 32 responden (32%) mendapatkan informasi dari media cetak, 7 responden (7%) mendapat informasi dari penyuluhan, dan 4 responden (4%) tidak pernah mendapatkan informasi. Informasi tentang kanker serviks yang tepat dari media atau penyuluhan, pencapaian pengetahuan kurang diatas mungkin disebabkan oleh pendidikan responden yang kurang dan memiliki pengetahuan dalam pengetahuan tetang kanker serviks yang tepat dan pernah mendapat informasi. Hal ini diperkuat oleh Informasi memberikan pengaruh kepada seseorang meskipun orang tersebut mempunyai tingkat pendidikan rendah tetapi jika ia mendapatkan informasi yang baik dari berbagai media, maka hal ini akan dapat meningkatkan pengetahuan orang tersebut. (Nursalam dan Siti Pariani, 2003).

2. Pengetahuan wanita tentang kanker serviks.

Berdasarkan analisa dan interpretasi data yang didapat bahwa responden berpengetahuan kurang yaitu 40 responden (40%), berpengetahuan baik yaitu 25 responden (25%), berpengetahuan cukup yaitu 30 responden (30%). Hal ini dapat dilihat dari jawaban yang benar pada kuisioner tentang kanker serviks yang tepat. Juga dapat dilihat dari latar belakang pendidikan mereka rata – rata rendah dan kurang yaitu SD dan SMP, disamping itu juga di tunjang sebelumnya mereka ada yang pernah mendapatkan informasi tentang kanker serviks yang tepat dari media atau penyuluhan, pencapaian pengetahuan kurang diatas mungkin disebabkan oleh pendidikan responden yang rendah.

Meskipun ada responden berlatar belakang pendidikan SMP namun pernah mendapat informasi dari media atau penyuluhan. Hal ini disebabkan oleh informasi yang didapat menurut Notoatmodjo (2005) mengatakan pengalaman merupakan guru yang baik, yang bermakna bahwa pengalaman itu merupakan sumber pengetahuan untuk memperoleh kebenaran pengetahuan, dan pengalaman pribadipun dapat digunakan sebagai upaya memperoleh pengetahuan.

Kurang dari 50% berpengetahuan baik yaitu 25 responden (25%), pencapaian pengetahuan baik mungkin disebabkan pendidikan cukup tinggi. Sama sekali tidak mempunyai pengalaman dan tidak pernah mendapat informasi. Hal ini diperkuat oleh Notoatmodjo (2005) bahwa pengalaman merupakan guru yang baik dan merupakan sumber pengetahuan untuk memperoleh kebenaran pengetahuan.

3. Pengetahuan wanita tentang manfaat info kanker serviks

Berdasarkan analisa dan interpretasi data dapat diketahui bahwa sebagian besar berpengetahuan cukup yaitu 40 responden (40%), berpengetahuan cukup yaitu 30 responden (30%), dan berpengatahuan baik yaitu 15 responden (15%),

Sebagian besar responden berpengetahuan kurang yaitu 40 responden (40%) .Hal ini dilihat dari jawaban yang salah pada item soal salah satu penyebab terjadinya kanker serviks. Dikutip oleh (Birran Affandi, 2006). Kurang dari 50% responden berpengetahuan cukup yaitu 40 responden (40%). Hal ini dapat dilihat dari latar belakang pendidikan cukup yaitu SMA, disamping itu juga pernah mendapat informasi tentang manfaat info kanker serviks. Hal ini dapat diperkuat Notoatmodjo (2005) menyatakan bahwa pengalaman merupakan guru yang baik yang bermakna bahwa pengalaman itu sumber pengetahuan untuk memperoleh kebenaran pengetahuan.

Hal ini dimungkinkan karena memahami informasi tentang kanker serviks yang diperoleh, menurut Notoatmodjo (2003) mengatakan bahwa memahami yaitu suatu kemampuan untuk menjelaskan atau menginterprestasikan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dan dapat di interprestasikan dengan benar.

Kurang dari 50% berpengetahuan kurang yaitu 40 responden (40%). Hal ini dapat dilatar belakangi pendidikan SD dan SMP disamping itu juga tidak pernah mendapatkan informasi dan tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam menstimulasi perkembangan anak. Hal ini dapat diperkuat oleh Notoatmodjo (2005) bahwa pengalaman merupakan sumber pengetahuan.

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian diketahui bahwa Pengetahuan Wanita Usia 35 – 55 tahun Tentang Kanker Serviks di Desa Benculuk Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi lebih dari 40 % berpengetahuan kurang yaitu 40 responden (40%).

B. Saran

1. Bagi peneliti.

a. Hendaknya menambah pengetahuan tentang pemilihan kanker serviks.

b. Menerapkan ilmu yang sudah didapat selama dibangku kuliah dan menambah pengalaman dalam penerapan riset, terutama tentang kanker serviks.

2. Bagi tempat penelitian.

Dapat mengetahui tentang kanker serviks dan diharapkan lebih ditingkatkan konseling yang baik dan mudah dipahami agar ibu dapat memahami tentang apa itu kanker serviks.

3. Bagi Instansi Kesehatan / Perpustakaan

a. Dapat meningkatkan pelayanan kesehatan pada wanita usia 35 – 55 tahun yang rawan terhadap kanker serviks.

b. Lebih memperbanyak referensi bahan mata kuliah tentang masa kanker serviks.

  1. Bagi masyarakat

Masyarakat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan atau bidan terutama dalam masalah kanker serviks.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. Prof. Dr. 1998. Prosedur Penelitian. Jakarta. Rineka Cipta

Affandi, Birran. 2006

Kanker serviks@yahoo.com/diakses tanggal 23 juni 2009

Notoatmodjo, S. 2001. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta

Notoatmodjo, S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam, 2003. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Nursalam dan Pariani, 2003

Prawirohardjo, Sarwono. Prof. Dr. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta. Bina Pustaka

www.dinkes banyuwangi.com / diakses tanggal 25 juni 2009

www.dkk bontang.com / diakses tanggal 26 Juni 2009

www.dkk bontang.com / diakses tanggal 26 juni 2009

www.google.com / diakses tanggal 27 Juni 2009

www.wikipedia.com / diakses tanggal 26 Juni 2009

.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar