Minggu, 02 Mei 2010

KTI GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN IBU INPARTU DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN FISIOLOGIS

KARYA TULIS ILMIAH

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN IBU INPARTU DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN FISIOLOGIS

DI BPS RENI KECAMATAN GLAGAH

KABUPATEN BANYUWANGI




BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam rencana strategi nasional Making Pregnancy Safer (MPS), disebutkan bahwa visi rencana pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010 adalah kehamilan dan persalinan di Indonesia berlangsung aman serta bayi yang akan dilahirkan hidup sehat, dengan misinya menurunkan kesakitan dan kematian maternal dan neonatal melalui pemantapan sistem kesehatan di dalam menghadapi persalinan yang aman.

Perawatan antenatal yang teratur dapat menurunkan secara mendasar mortalitas dan morbiditas Ibu dan anak, perawatan antenatal yang memadai juga dapat mengurangi risiko dalam persalinan.

Risiko dalam persalinan yang sering dijumpai yaitu perpanjangan dari kelahiran bayi, partus lama, hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan yaitu : power, passage, passenger, psikis, penolong.

Faktor psikis dalam menghadapi persalinan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi lancar tidaknya proses kelahiran. Dukungan yang penuh dari anggota keluarga penting artinya bagi seorang Ibu bersalin terutama dukungan dari suami sehingga memberikan support moril terhadap Ibu (Arif Mansjoer, 2000 : 294).

Namun demikian faktor psikis selama ini belum mendapatkan perhatian oleh penolong persalinan, hal ini sesuai dengan pendapat (Kartini Kartono) yang menyatakan bahwa para dokter dan bidan hampir-hampir tidak mempunyai waktu untuk memperhatikan kondisi psikis wanita tersebut, sebab mereka biasanya disibukkan oleh faktor-faktor somatis (jasmaniah). Pada umumnya para dokter dan bidan menganggap tugas mereka telah selesai apabila bayinya sudah lahir dengan selamat dan ibunya tidak menunjukkan tanda-tanda patologis (Kartini Kartono, 2000).

Sejalan dengan hal tersebut, di masyarakat paradigma persalinan masih menganggap persalinan itu merupakan pertaruhan hidup dan mati, sehingga wanita yang akan melahirkan mengalami ketakutan-ketakutan, khususnya takut mati baik bagi dirinya sendiri ataupun bayi yang akan dilahirkannya (Kartini Kartono, 2000).

Melihat fenomena di atas, menunjukkan bahwa proses persalinan selain dipengaruhi oleh faktor passage, passanger, power dan penolong, faktor psikis juga sangat menentukan keberhasilan persalinan. Dimana kecemasan atau ketegangan, rasa tidak aman dan kekhawatiran yang timbul karena dirasakan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan tapi sumbernya sebagian besar tidak diketahui dan berasal dari dalam (intra psikis) dapat mengakibatkan persalinan menjadi lama/partus lama atau perpanjangan Kala II (Depkes RI Pusdiknakes).

Gangguan psikis dapat juga disebabkan oleh kurangnya pengetahun, terutama tentang proses mekanisme persalinan. Berdasarkan hal tersebut penulis ingin meneliti tentang “Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Inpartu Dalam Menghadapi Proses Persalinan di BPS Reni Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi”.

B. Rumusan Masalah

Dari identifikasi masalah di atas maka yang menjadi rumusan masalah penelitian ini adalah : ”Bagaimanakah Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Inpartu Dalam Menghadapi Proses Persalinan di BPS Reni Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi.

C. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Inpartu Dalam Menghadapi Proses Persalinan di BPS Reni Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Dapat memperkaya konsep atau teori yang menyokong perkembangan ilmu pengetahuan kebidanan khususnya yang terkait dengan gambaran tingkat kecemasan ibu inpartu dalam menghadapi persalinan.

2. Manfaat Praktisi

Dapat memberikan masukan yang berarti bagi ibu dalam meningkatkan pengetahuan tentang tingkat kecemasan ibu inpartu dalam menghadapi persalinan.

  1. Manfaat bagi peneliti

Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dalam membuat karya tulis ilmiah (KTI).


BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Kosep Dasar Kecemasan

a. Pengertian

Kecemasan adalah gangguan dalam perasaan yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas, kepribadian masih tetap utuh, perilaku dapat terganggu tetapi masih dalam batas normal ( Hawari, 2002 : 18 ).

b. Macam Atau Diagnosa Kecemasan

1) Kecemasan Akut

Definisi : Pada keadaan ini perasaan sakit berat dan takut bisa berjalan beberapa menit atau beberapa jam. Mungkin penderita sadar, sebelumnya punya pengalaman emosi ( biasa terdapat pada ibu yang akan bersalin ).

Gejala – gejala :

a) Perasaan takut.

b) Mudah berdebar – debar.

c) Hyperventilasi.

d) Perasaan payah ( lemah, lesu ).

e) Tachy cardi.

f) Hyperhyrosis.

g) Pernafasan kasar.

h) Hypertensi sifatnya sistolik.

i) Diarrhee.

j) Polyuri ( sering kencing ).

k) Perasaan tersumbat ditenggorokan dan sebagainya.

2) Kecemasan Kronis

Definisi : Kecemasan timbul untuk sebab yang tidak diketahui ( tidak disadari ). Mungkin karena penderita tidak tahu sebab maka justru kecemasannya akan bertambah, sehingga fisik makin bertambah pula.

Gejala – gejala :

a) Sakit kepala.

b) Keluhan – keluhan gastro intestinal.

c) Kelelahan.

d) Pada pemeriksaan fisik lengkap tidak ditemukan kelainan apa – apa.

c. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan

1) Faktor – faktor yang kulturil merupakan faktor yang tidak dapat di abaikan.

2) Nilai – nilai moral.

3) Ketentuan pendidikan dan agama.

4) Ketentuan hukum.

d. Tingkat Kecemasan

1) Kecemasan Ringan

a) Meningkatnya kesadaran.

b) Terangsang untuk melakukan tindakan.

c) Termotivasi secara pasif.

d) Sedikit mengalami peningkatan tanda – tanda vital.

2) Kecemasan Sedang

a) Lebih tegang.

b) Menurunnya konsentrasi dan persepsi.

c) Sadar tapi fokusnya sempit.

d) Sedikit mengalami peningkatan tanda – tanda vital.

e) Gejala – gejala fisik berkembang, sakit kepala, sering berkemih, mual, palpitasi, nyeri dada dan muntah.

3) Tingkat Berat

a) Persepsi menjadi terganggu.

b) Perasaan tentang mengancam atau takut meningkat.

c) Komunikasi menjadi terganggu.

d) Mengalami peningkatan tanda – tanda vital lebih dramatis, diare, diaporesis, nyeri dada dan muntah.

e. Penilaian Kecemasan

Gejala kecemasan dapat diukur dengan tehnik HARS – A yang mengandung 14 item sebagai berikut :

1) Perasaan Cemas

Cemas, firasat buruk, takut akan pikiran sendiri, mudah tersinggung.

2) Ketegangan

Merasa tegang, lesu, tidak bisa istirahat tenang, mudah terkejut, mudah menangis, gemetar, gelisah.

3) Ketakutan

Pada gelap, pada orang lain, ditinggal sendiri, pada binatang atau besav, pada keramaian lalu lintas, pada kerumunan orang banyak.

4) Gangguan Tidur

Sukar masuk tidur, terbangun malam hari.

5) Gangguan Kecerdasan

Sukar konsentrasi, daya ingat buruk, daya ingat menurun.

6) Perasaan Depresi

Hilangnya minat, berkurangnya kesenangan pada hobi, sedih, bangun tidur dalam perasaan berubah – ubah.

7) Gejala Somatic (Otot)

Sakit dan nyeri otot – otot, kaku, kedutan otot, gigi gemerutuk, suara tidak stabil.

8) Gejala Sensorik

Tinritus ( telinga berdenging, penglihatan kabur, muka merah atau pucat, perasaan ditusuk – tusuk ).

9) Gejala Kardio Vaskuler ( Jantung Dan Pembuluh Darah )

Denyut jantung cepat, berdebar – debar, nyeri dada, denyut nadi mengeras, rasa lesu.

10) Gejala Respiratori

Rasa tertekan atau sempit didada.

11) Gejala Gastrointestinal ( Pencernaa )

Sulit menelan, perut mules, gangguan pencernaan, nyeri sebelum dan sesudah makan, muah muntah, buang air besar lembek, konstipasi.

12) Gejala Urogenital ( Perkemihan Dan Kelamin )

Sering buang air kecil, tidak datang bulan, darah haid berlebihan, darah haid sedikit, masa haid berkepanjangan, masa haid sangat pendek, haid beberapa kali dalam sebulan, menjadi dingin ( Frigid ), ejakulasi dini, ereksi melemah, ereksi hilang.

13) Gejala Otomom

Mulut kering, muka merah, mudah berkeringat, kepala pusing, kepala terasa berat, kepala terasa sakit, bulu – bulu berdiri.

14) Tingkah Laku

Gelisah, tidak tenang, jadi gemetar, kerut kening, muka tegang, otot tegang atau mengeras, nafas pendek dan cepat.

2. Konsep Dasr Persalinan

a. Pengertian

Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar. ( Arif Mansjoer, 2000 : 291)

Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan ( kekuatan sendiri ).

( Ida Bagus Gde Manuaba 2002 : 198 )

b. Tahap Persalinan

Pembagian tahap persalinan dibagi dalam 4 kala yaitu :

1) KALA I

Kala I adalah kala pembukaan serviks yang berlangsung antara pembukaan nol sampai pembukaan lengkap ( 10 cm ) pada primigravida kala I berlangsung kira – kira 13 jam, sedangkan pada multigravida kira – kira 7 jam. Proses pembukaan serviks sebagai his dibagi dalam 2 fase :

a) Fase Laten, berlangsung selama 8 jam. Pembukaan sangat lambat sampai mencapai ukuran diameter 3 cm.

b) Fase Aktif, dibagi dalam 3 fase lagi, yaitu :

(1) Fase Akselerasi, yaitu dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm tadi menjadi 4 cm.

(2) Fase Dilatasi, yaitu dalam waktu 2 jam pembukaan sangat cepat, dari 4 cm menjadi 9 cm.

(3) Fase Deselerasi, yaitu pembukaan menjadi lamban kembali dalam waktu 2 jam pembukaan 9 cm menjadi lengkap.

Fase – fase tersebut dijumpai pada primi maupun multigravida, tapi pada multigravida fase laten, fase aktif dan fase deselerasi menjadi lebih pendek (Arif Mansjoer, 2000 : 292).

2) KALA II

Kala II adalah kala pengeluaran janin dimulai dari pembukaan lengkap (10 cm ) sampai bayi lahir, proses ini biasanya berlangsung 1,5 – 2 jam pada primigravida dan 0,5 – 1 jam pada multigravida (Rustam Mochtar, 2000 : 95).

Kala II adalah dimulainya dari pembukaan lengkap (10 cm) sampai bayi lahir. Proses ini biasanya berlangsung 2 jam pada primi dan 1 jam pada multi ( Gulardi Hanifa Wiknjosastro, 2000 ; 100 ).

Gejala utama Kala II :

a) His semakin, dengan internal 2 – 3 menit dengan durasi 50 – 100 detik.

b) Menjelang Kala II ketuban pecah ditandai dengan pengeluaran cairan secara mendadak.

c) Ketuban pecah pada pembukaan mendekati lengkap dan di ikuti keinginan mengejan karena tertekannya pleksus franken houser.

d) Kedua kekuatan, his dan mengejan lebih mendorong kepala bayi sehingga terjadi :

(1) Kepala membuka pintu.

(2) Sub occiput sebagai hipomoglion berturut – turut lahir ubun – ubun besar, dahi, hidung, muka dan seluruh kepala janin.

e) Kepala lahir seluruhnya dan diikuti oleh putaran paksi luar, yaitu penyesuaian kepala pada punggung.

f) Setelah putaran paksi luar berlangsung, maka persalinan bayi ditolong dengan jalan :

(1) Kepala dipegang pada os occiput dan dibawahi dagu, ditarik curam ke bawah untuk melahirkan bahu depan dan curam keatas untuk melahirkan bahu belakang.

(2) Setelah kedua bahu lahir, ketiak dikait untuk melahirkan sisa badan bayi.

(3) Bayi lahir diikuti oleh sisa air ketuban.

3) KALA III

Kala III adalah Kala Uri yaitu dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta, yang berlangsung tidak boleh lebih dari 30 menit. Lepasnya plasenta sudah dapat diperkirakan tanda – tanda dibawah ini :

a. Uterus menjadi bundar.

b. Uterus terdorong ke atas karena plasenta dilepas ke segmen bawah rahim.

c. Tali pusat bertambah panjang.

d. Terjadi pendarahan kira – kira 100 – 200 cc.

4) KALA IV

Kala IV adalah dimulai dari saat lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum. Masa post partum merupakan saat paling kritis untuk mencegah kematian ibu. Pemantauan ibu setiap 15 menit pada jam pertama setelah kelahiran plasenta dan setiap 30 menit pada jam kedua setelah persalinan. Jika kondisi ibu tidak stabil, maka ibu harus dipantau lebih sering.

Pengawasan pada Kala IV :

a. Periksa fundus :

1) Setiap 15 menit pada jam pertama setelah persalinan.

3) Masase fundus jika perlu untuk menimbulkan kontraksi.

b. Periksa kelengkapan plasenta untuk memastikan tidak ada bagian – bagian yang tersisa dalam uterus.

c. Periksa luka robekan pada perineum dan vagina yang membutuhkan jahitan.

d. Memperkirakan pengeluaran darah.

e. Periksa apakah ada darah keluar langsung pada saat memeriksa uterus, jika uterus berkontraksi kuat, lokhia kemungkinan tidak lebih dari menstruasi.

f. Periksa untuk memastikan kandung kemih tidak penuh.

g. Periksa kondisi ibu setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua setelah persalinan, jika kondisi ibu tidak stabil pantau ibu lebih sering.

h. Periksa kondisi bayi baru lahir :

1) Apakah bayi bernafas dengan baik.

2) Apakah bayi kering dan hangat.

3) Apakah bayi siap disusui atau pemberian ASI memuaskan.

( Gulardi Hanifa Wiknjosastro, 2000 ; 119 )

c. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan

1. Power

Power adalah kekuatan – kekuatan yang ada pada ibu seperti kekuatan His dan mengejan yang dapat menyebabkan serviks membuka dan mendorong janin keluar. His yang normal mulai dari salah satu sudut di fundus uteri yang kemudian menjalar merata semetris ke seluruh korpus uteri dengan adanya dominasi kekuatan pada fundus uteri dimana lapisan otot uterus paling dominan, kemudian mengadakan relaksasi secara merata dan menyeluruh, hingga tekanan dalam ruang amnion, kembali ke asalnya. (Sarwono, 2006 : 121).

2. Passage

Passage adalah keadaan jalan lahir, jalan lahir mempunyai kedudukan penting dalam proses persalinan untuk mencapai kelahiran bayi. Dengan demikian evaluasi jalan lahir merupakan salah satu faktor yang menentukan apakah persalinan dapat berlangsung pervaginam atau sectio sesarta. Pada jalan lahir tulang dengan panggul ukuran normal apapun jenis pokoknya kelahiran pervaginam janin dengan berat badan yang normal tidak akan mengalami kesukaran, akan tetapi karena pengaruh gizi, lingkungan atu hal – hal lain. Ukuran panggul dapat menjadi lebih kecil daripada standar normal, sehingga biasa terjadi kesulitan dalam persalinan pervaginam (Wiknjosastro, Hanifa 2001 : 637 – 639).

Pada jalan lahir lunak yang berperan pada persalinan adalah segmen bawah rahim, servik uteri dan vagina. Disamping itu otot - otot jaringan ikat dan ligamen yang menyokong alat – alat urogenital juga sangat berperan pada persalinan ( Rustam Mochtar, 2000 : 82 ).

3. Passanger

Passanger adalah janinnya sendiri, bagian yang paling besar dan keras pada janin adalah janin, posisi dan besar kepala dapat mempengaruhi jalan persalinan, kepala janin ini pula yang paling banyak mengalami cedera pada persalinan, sehingga dapat membahayakan hidup dan kehidupan janin kelak, hidup sempurna, cacat atau akhirnya meninggal. Biasanya apabila kepala janin sudah lahir, maka bagian – bagian lain dengan mudah menyusul kemudian ( Rustam Mochtar, 2000 : 65 ).

4. Psikis

Psikis adalah kejiwaan Ibu, ada keterkaitan antar faktor – faktor somatic (jasmaniah) dengan faktor – faktor psikis, dengan demikian segenap perkembangan emosional dimasa dari wanita yang bersangkutan ikut berperan dalam kegiatan mempengaruhi mudah sukarnya proses kelahiran bayinya. (Rustam Mochtar, 2000).

Pada proses melahirkan bayi, pengaruh – pengaruh psikis bisa menghambat dan memperlambat proses kelahiran, atau bisa juga mempercepat kelahiran. Maka fungsi biologis dari reproduksi itu amat dipengaruhi oleh kehidupan psikis dan kehidupan emosional wanita yang bersangkutan. Untuk memperjelas proses periode terakhir masa kehamilan yaitu melahirkan sebagai berikut :

Fenomena fisiologis pada kelahiran bayi yang normal ditandai 3 tahap :

a. Proses pelebaran atau mengembang.

b. Proses melontarkan atau melahirkan.

c. Proses pot natal.

Proses mengembang atau melebarnya saluran vagina dan ujung uterus pada tahap pertama berlangsung beberapa hari, disertai kontraksi – kontraksi lemah dari otot uterus, disertai rasa sakit sedikit – sedikit yang berlangsung berkepanjangan. Selama fase pelontaran bayi keluar, kontraksi – kontraksi pada uterus berlangsung terus. Hal ini diakibatkan oleh karena otot – otot pada ujung uterus yang bergerak memanjang (longitudinal) disertai otot – otot yang bergerak secara sirkuler atau melingkar berbatasan dengannya, kontraksi sirkuler tersebut bergerak semakin keatas, diikuti kesakitan – kesakitan dan rasa nyeri yang semakin menghebat. Bagian bawah uterus dan vagina kini menjadi sebuah kantong yang lembut dan longgar melalui mana kepala bayi akan muncul keluar melalui vagina. Keluarnya bayi ini sebagian disebabkan oleh kekuatan – kekuatan kontraksi otot – otot dan sebagian lagi oleh tekanan – tekanan dari perut.

Fungsi – fungsi otot uterus, kontraksi – kontraksi dan pelontaran bayi itu sangat bergantung pada rangsangan – ransangan saraf dan rangsangan saraf ini bersumber pada satu tiga sistem yaitu :

a. Sistem saraf simpetetis yang menghambat pelontaran janin.

b. Sistem saraf para simpatis yang melancarkan pelontaran janin.

c. Saraf lokal dari ganglia yang ada dalam otot – otot uterus dan ikut membantu kontraksi – kontraksi pelontaran.

Proses kelahiran bayi normal bergantung pada interaksi harmonis dari macam – macam otot dan rangsangan saraf nadi, ini sangat bergantung pada pengaruh – pengaruh ekstern terutama pengaruh emosi wanita yang akan melahirkan, organ dan onderdil – onderdil dari fungsi reproduksi bisa terhambat atau gagal beroperasi disebabkan oleh gangguan – gangguan psikogen sebab bisa mengganggu proses rangsangan – rangsangan saraf yang menstimulin bekerjanya organ tadi. Kelancaran sangat tergantung pada interaksi yang harmonis dari rangsangan – rangsangan saraf – saraf yang antogonistis atau berfungsi secara bertentangan itu. Dampak kerjasamanya diatur secara otomatis yaitu proses yang terlampau cepat atau terlalu terburu – buru. Secara otomatis akan mendapat perlawanan dari rangsangan – rangsangan saraf yang inhibitif menghambat. Sebaliknya jika proses terlalu lambat, peristiwa ini secara otomatis akan didorong oleh rangsangan – rangsangan saraf yang bertugas untuk mempercepat atau memacunya. Terdapat anogonisme diantara tendens – tendens psikis dan impuls – impuls, emosional, sistem saraf yang berotonomi yang memberikan petunjuk, pengarahan pada proses fisiologi dari kelahiran dan kehidupan psikis yang tidak disadari, kedua – duanya sangat bergantung pada kemauan sadar. Fungsi sistem saraf yang berotonomi bisa diubah oleh obat – obatan sedang kehidupan psikis yang tidak disadari atau dibawah sadar, bisa dipengaruhi sedikit atau banyak oleh kesadaran wanita tadi. Maka diantara kehidupan kesadaran dan kehidupan ketidak sadaran itu terjadi baik interelasi langsung maupun interelasi tidak langsung. ( Rustam Mochtar, 2000 : 101 ).

5. Penolong

Penolong disini dokter, bidan yang mengawasi wanita inpartu sebaik – baiknya dan melihat apakah semua persiapan untuk persalinan sudah dilakukan, memberikan obat atau melakukan tindakan hanya apabila ada indikasi untuk ibu maupun janin. ( Arif Mansjoer, 2000 : 294 ).

B. Kerangka Konseptual


Keterangan :

= Tidak Diteliti

= Diteliti

Gambar 2.1 Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Inpartu Dalam Menghadapi Proses Persalinan. (Skala Hars : Nursalam, 2003)


BAB 3

METODE PENELITIAN

A. Jenis Dan Rancang – Bangun Penelitian

Desain penelitian disebut juga rancangan penelitian merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuan peneliti yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman pada seluruh proses penelitian (Nursalam, 2003 : 81). Jenis penelitian ini adalah deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran suatu keadaan secara objektif. (Suyanto, S Kp, M. Kep, 2009 : 33)

B. Variabel

Variabel merupakan dari berbagai level dari abstrak yang didevinisiksn sebagai suatu fasilitas untuk pengukuran atau manipulasi suatu penelitian ( Nursalam, 2003 ).

1. Jenis Variabel

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan variabel tunggal yaitu tingkat kecemasan ibu inpartu dalam menghadapi persalinan.

  1. Definisi Operasional

Definisi operasional menjelaskan semua variable dan istilah yang digunakan dalam penelitian secara operasional sehingga memudahkan pembaca atau penguji dalam mengingatkan makna penelitian. ( Suyanto, 2009 : 25). Definisi operasional dalam penelitian ini adalah tingkat kecemasan Ibu dalam menghadapi persalinan.

Tabel 3.1 Definisi Operasional

Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Inpartu Dalam Menghadapi Persalinan yang Diukur Dengan Skala Hars.

Variabel

Definisi Operasional

Kriteria

Skala

Tingkat Kecemasan ibu inpartu dalam menghadapi persalinan

Gangguan dalam perasaan yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan. (Hawari, yang diukur dengan skala hars 2002 : 18)

- Tidak Cemas skor <>

- Ringan skor 6-14

- Sedang skor 15-27

- Berat skor >27

(Nursalam, 2003 : 183)

Ordinal

C. Populasi

Populasi adalah Keseluruhan objek penelitian ( Notoatmodjo, 2002 ). Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang akan bersalin di BPS Reni Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi berjumlah 80 orang ibu hamil trimester 3.

D. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang akan diambil mewakili populasi yang akan digunakan sebagai subyek penelitian.

1. Kriteria Inklusi

Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target dan terjangkau yang akan diteliti. ( Nursalam dan Pariani , 2001 ). Pada penelitian ini kriteria inklusinya adalah :

a. Ibu inpartu.

b. Bersedia menjadi responden.

2. Kriteria Eksklusi

Kriteria eksklusi adalah menghilangkan atau mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari studi karena berbagai sebab. (Nursalan dan Pariani , 2001 ). Dalam penelitian ini kriteria ekslusinya adalah ibu inpartu yang tidak bersedia menjadi responden.

3. Besarnya Sampel

Adalah besar kecilnya sample atau banyak sedikitnya sample yang diambil dari populasi. (Notoatmodjo, 2005 : 79)

Keterangan :

N : Besar Populasi

n : Besar Sampel

d : Tingkat Kepercayaan (0,05)

Jadi besarnya sampel dalam penelitian ini adalah 20 orang ibu inpartu.

4. Sampling

Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat mewakili populasi (Nursalam ,2003 : 97). Dalam penelitian ini menggunakan jenis non random sampling dengan tehnik accidental sampling, yaitu pengambilan sampel yang dilakukan sesaat, sehingga sampel yang diperoleh adalah sampel yang ada dan tersedia pada waqktu itu. (Suyanto, 2009 : 43)

E. Lokasi Dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di BPS Reni Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Waktu penelitian dimulai tanggal 2 juli sampai dengan tanggal 2 Agustus 2009.

F. Teknik Dan instrumen Pengumpulan Data

1. Tehnik Pengumpulan Data

Tehnik pengumpulan data penelitian ini dilakukan di BPS Reni Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi dengan prosedur sebagai berikut :

a. Mengajukan surat permohonan izin penelitian dari institusi untuk

ditujukan kepada Bidan Praktek Swasta tempat penelitian.

b. Peneliti memberikan informed concent kepada responden.

c. Peneliti melakukan observasi kepada ibu inpartu yang bersedia

menjadi responden melalui lembar check list.

d. Peneliti mengisi lembar check list sesuai item tingkat kecemasan.

e. Hasil didapatkan kemudian dikumpulkan

f. Dilakukan penilaian skor.

2. Instrumen Pengumpulan data

Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan observasi, dan jenis instrumen yang digunakan berupa lembar check list, yaitu dengan melekukan pengamatan, pencatatan dari hasil observasi yang peneliti lakukan terhadap obyek yang diteliti. ( Suyanto, 2009 : 50 )

G. Tehnik Analisa Data

Langkah – langkah analisa data menurut Suyanto :

1. Editing

Peneliti melakukan observasi terhadap data yang diperoleh kemudian diteliti apakah terdapat kekeliruan dalam pengisian.

2. Coding

Setelah dilakukan editing peneliti memberikan kode tertentu pada tiap – tiap data sehingga memudahkan dalam analisa data.

3. Scoring

Penilaian skor untuk tingkat kecemasan peneliti menggunakan derajad HARS ( Harmilton Anxiety Rating Scale ) :

Skor < style=""> = Tidak cemas

6 – 14 = Cemas tingkat ringan

15 – 27 = Cemas tingkat sedang

> 27 = Cemas tingkat berat.

4. Tabulating

Mentabulasi hasil data yang diperoleh dari lembar check list.

Analisa data

Hasil sementara penelitian diskriptif ini adalah mengetahui gambaran tingkat kecemasan ibu inpartu dalam menghadapi proses persalinan secara kualitatif. Untuk menetapkan penilaian tingkat kecemasan peneliti menggunakan SCORE ( HARS) :

Penilaian :

0 : Tidak ada (Tidak ada gejala sama sekali)

1 : Ringan ( Satu gejala dari pilihan yang ada)

2 : Sedang ( Separuh dari gejala yang ada)

3 : Berat ( Lebih dari separuh gejala yang ada )

4 : Sangat berat ( Seua gejala ada ).

Derajad Kecemasan :

Skor < style=""> = Tidak cemas

6 – 14 = Cemas tingkat ringan

15 – 27 = Cemas tingkat sedang

> 27 = Cemas tingkat berat

H. Etika Penelitian

1. Informed Concent

Informed concent adalah lembar persetujuan yang di berikan kepada subyek yang akan di teliti. Peneliti menjelaskan mksud dan tujuan riset yang di lakukan serta dampak yang mungkin terjadi selama dan sesudah pengumpulan data.

2. Anomity ( Tanpa Nama )

Untuk menjaga kerahasiaan responden, peneliti tidak mencantumkan namanya pada lembar pengumpukan data, cukup dengan memberi nomer kode pada masing masing lembar tersebut.

3. Confidentiallity ( Kerahasiaan )

Kerahasiaan informasi responden dijamin oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu saja yang akan di sajikan atau di laporkan sebagai hasil riset.

I. Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan merupakan kelemahan dan hambatan dalam penelitian. Keterbatasan dalam penelitian yang dihadapi peneliti antara lain :

1. Keterbatasan Instrument.

2. Keterbatasan waktu penelitian.

3. Pengetahuan dan keterampilan sebagai peneliti pemula masih jauh dari kesempurnaan.


BAB 4

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan diuraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan pada hasil penelitian dibagi menjadi dua bagian yaitu data umum dan data khusus.

Data umum meliputi keadaan geografis, umur dan pendidikan sedangkan data khusus meliputi tingkat kecemasan ibu inpartu dalam menghadapi persalinan.

A. Hasil Penelitian

1. Keadaan Umum BPS Reni Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi

Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi mempunyai luas 200.400 Ha dengan jumlah penduduk 3.735 jiwa (1.273 Laki – laki dan 2.462 Perempuan). Dengan batas – batas desa sebagai berikut :

a. Sebelah Utara : Mojopanggung

b. Sebelah Timur : Kebalenan

c. Sebelah Selatan : Rejosari

d. Sebelah Barat : Banjarsari

2. Data Umum

a. Karakteristik Responden

1) Distribusi responden berdasarkan umur

Tabel 4.1. Distribusi responden berdasarkan umur di BPS Reni Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 2 Juli – 2 Agustus 2009.

No

Umur

Frekuensi (F)

Prosentase (%)

1

<>

1

5

2

20 – 35 Tahun

19

95

3

Lebih dari 35 Tahun

0

0

20

100

Dari tabel 4.1. diatas dapat diketahui bahwa responden yang terbanyak berumur 20 – 30 tahun adalah 19 responden (95%).

2) Distribusi responden berdasarkan pendidikan

Tabel 4.2. Distribusi responden berdasarkan pendidikan di BPS Reni Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 2 Juli – 2 Agustus 2009.

No

Pendidikan

Frekuensi

Prosentase (%)

1

SD

5

25

2

SMP

10

50

3

SMU

5

25

4

Perguruan Tinggi

0

0

Total

20

100

Dari tabel 4.2. diatas dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan responden terbanyak adalah SMP dengan jumlah 10 responden (50%).

3) Distribusi responden berdasarkan paritas

Tabel 4.3. Distribusi responden berdasarkan paritas di BPS Reni Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 2 Juli – 2 Agustus 2009.

No

Paritas

Frekuensi (F)

Prosentase (%)

1

Nuli Para

5

25

2

Multi Para

15

75

3

Grand Emulti Para

0

0

Total

20

100

Dari tabel 4.3. diatas dapat diketahui bahwa responden terbanyak adalah Multi Para dengan jumlah 15 responden (75%).

4) Distribusi responden berdasarkan pekerjaan

Tabel 4.4. Distribusi responden berdasarkan pekerjaan di BPS Reni Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 2 Juli – 2 Agustus 2009.

No

Pekerjaan

Frekuensi (F)

Prosentase (%)

1

Bekerja

5

25

2

Tidak Bekerja

15

75

Total

20

100

Dari tabel 4.4. diatas dapat diketahui bahwa responden terbanyak adalah tidak bekerja dengan jumlah 15 responden (75%).

5. Data Khusus

a. Tingkat kecemasan ibu inpartu dalam menghadapi persalinan

Tabel 4.5. Distribusi responden berdasarkan tingkat kecemasan di BPS Reni Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 2 Juli – 2 Agustus 2009.

No

Tingkat Kecemasan

Frekuensi

Prosentase (%)

1

Tidak ada kecemasan

0

0

2

Kecemasan ringan

15

75

3

Kecemasan sedang

4

20

4

Kecemasan berat

1

5

20

100

Dari tabel 4.5. diatas menunjukkan tingkat kecemasan responden terbanyak adalah kecemasan ringan sejumlah 15 responden (75%) sedang yang lain 4 responden (20%) kecemasan sedang dan 1 responden (5%) termasuk kecemasan berat.

B. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian di BPS Reni Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi terhadap 20 responden pada tanggal 2 Juli – 2 Agustus 2009 didapatkan bahwa tingkat kecemasan ibu inpartu dalam menghadapi persalinan mulai dari kecemasan ringan paling banyak 15 responden (75%), kecemasan sedang 4 responden (20%), kecemasan berat 1 responden (5%). Hal ini kemungkinan adanyak faktor – faktor yang mempengaruhi seperti umur dan pendidikan.

Berdasarkan karakteristik responden menurut umur, umur responden dan sebagian besar berumur 20 – 30 tahun (95%) dan sebagian kecil berumur <>

Semakin cukup tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berpikir dan bekerja, karena seseorang dengan umur semakin cukup mampu mengatasi atau beradaptasi terhadap kecemasannya saat menghadapi kelahiran anak pertamanya sehingga umur dapat mempengaruhi kecemasan.

Menurut karakteristik responden sesuai dengan tingkat pendidikannya didapatkan responden terbanyak tingkat pendidikan adalah SMP dengan kapasitas 10 responden (50%). Dengan tingkat pendidikan tersebut maka dapat dikatakan bahwa tingkat pendidikan responden adalah rendah. Hal ini menunjukkan bahwa dengan rendahnya tingkat pendidikan seseorang akan memperberat tingkat kecemasan seseorang. Pernyataan tentang pendidikan diatas sesuai dengan pendapat Broewer yang dikutip oleh Nursalam dan Siti Pariani (2001) bahwa faktor pendidikan seseorang sangat menentukan kecemasan klien dengan pendidikan tinggi akan lebih mampu mengatasi menggunakan koping yang efektif dan konstruktif dari pada seseorang dengan pendidikan rendah. Adapun salah satu stressor pencetus kecemasan adalah ancaman terhadap integritas diri meliputi ketidakmampuan fisiologis yang akan datang atau menurunnya kapasitas untuk melakukan aktivitas sehari – hari.


BAB 5

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Dari hasil penelitian bahwa tingkat kecemasan ibu inpartu di BPS Reni Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi sebagian besar tingkat kecemasan ringan sebanyak 15 responden dengan prosentase 75 % sedangkan kecemasan sedang sebanyak 4 responden dengan prosentase 20 % dan kecemasan berat 1 responden dengan prosentase 5 %.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan tersebut diatas. Penulis ingin memberikan sebagai berikut :

1. Bagi peneliti

Menerapkan ilmu yang sudah didapat selama dibangku kuliah dan menambah pengalaman dalam penerapan riset, terutama tentang tingkat kecemasan ibu inpartu dalam menghadapi proses persalinan.

2. Bagi institusi

Karena sebagian besar pada klien dalam menghadapi persalinan mengalami kecemasan, maka seharusnya institusi dapat menciptakan suatu kerja yang kondusif untuk mendukung psikologis klien.

3. Bagi masyarakat atau klien

Sedapatnya klien bertanya tentang semua jenis pelayanan keperawatan atau medis yang diberikan tenaga kesehatan di BPS Reni Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi untuk mencegah timbulnya kecemasan selama klien mengalami perawatan.

DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI. (2004). Pelatihan Asuhan Persalinan Dasar.

Kartono K. (2000). Psikologi Wanita Jilid II.

Manuaba, I. B. (1999). Kebidanan Dan Kandungan Keluarga Berencana Untuk Bidan.

Mansjoer, Arif., Triyanti, K., Dan Wardhani, I. W. (2001). “Kapita Selekta Kedokteran”. Jakarta : FKUI.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta

Prawirohardjo, Sarwono. (2006). “ Ilmu Kebidanan ”. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.

Rustam, Mochtar. (2000). “Sinopsis Obstetri Fisiologi Jilid 2 ”. Jakarta : EGC

Wiknjosastro, Hanifa. (2000).

http : //id.wikipedia.org/wiki/psikologi.

Nursalam (2003). “Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan”.

Arikunto, S. (2002). “Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi V”. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar