Selasa, 11 Mei 2010

KTI GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA REPRODUKSI SEHAT TENTANG KONTRASEPSI HORMONAL DI DESA PONDOKREJO KECAMATAN TEMPUREJO KABUPATEN JEMBER

KARYA TULIS ILMIAH

GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA REPRODUKSI SEHAT TENTANG KONTRASEPSI HORMONAL DI DESA PONDOKREJO KECAMATAN TEMPUREJO KABUPATEN JEMBER



BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Program nasional dalam bidang kependudukan dewasa ini dilaksanakan dalam rangka kebijaksanaan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu program nasional bidang kependudukan diarahkan pada bidang-bidang seperti : transmigrasi, peningkatan produksi pertanian, pembangunan industri dan keluarga berencana.

Keluarga berencana sebagai salah satu kebijaksanaan nasional bidang kependudukan dikoordinasikan oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Sejak dicanangkan tahun 1970 Gerakan Keluarga Berencana dimaksudkan untuk mewujudkan norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. Sejalan dengan arah tersebut, maka sasaran pembangunan keluarga berencana sekaligus mencakup pembangunan dan pengembangan institusi masyarakat dan keluarga demi tercapainya peningkatan kualitas hidup penduduk Indonesia berbasis kesejahteraan dan kemakmuran serta peningkatan kemampuan dalam bidang pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. (Kartoyo, 1999; 161)

Dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan dan Pembangunan Sejahtera serta ditingkatkannya ruang lingkup gerakan keluarga berencana sebagai sektor tersendiri, yaitu sektor keluarga sejahtera, maka misi keluarga berencana menjadi semakin luas. Pengertian keluarga berencana menjadi suatu upaya peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

Sebagai konsekuensi dan perluasan misi keluarga berencana tersebut, maka semua komponen dan perangkat yang terkandung didalam Gerakan Keluarga Berencana Nasional disesuaikan dengan memperluas ruang lingkup bidang garapan, salah satu diantaranya adalah dengan perluasan ruang lingkup materi yang mencakup ke dalam sub sistem pendataan Pasangan Usia Subur dan Peserta KB yang menjadi bagian terpenting dari Sistem Informasi Manajemen Berencana Nasional.(BKKBN, 2001 ; 1).

Paradigma terhadap Pasangan Usia Subur dan Peserta KB sebagai sub system Pendataan Pasangan Usia Subur dan Peserta KB dalam Gerakan Nasional Keluarga Berencana dikaitkan dengan bidang keluarga sejahtera yang cakupannya meliputi variabel-variabel seperti : pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, agama, keluarga berencana, interaksi dalam keluarga, interaksi dalam lingkungan, transportasi, tabungan, informasi, dan peranan dalam masyarakat. (BBKBN, 2001 ; 4).

Berdasarkan pada uraian di atas, maka kajian karya tulis ilmiah ini diarahkan pada variabel pendidikan yang di dalamnya meliputi pengetahuan usia wanita reproduksi sehat terhadap kontrasepsi hormonal, hal tersebut dianggap penting mengingat pengetahuan usia wanita reproduksi sehat terhadap kontrasepsi hormonal secara benar menentukan pencapaian target pengaturan kehamilan, pembinaan ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

Berdasarkan latar belakang di depan dapat dimaklumi bahwa kontrasepsi hormonal mampu berfungsi optimal sebagai alat kontrasepsi apabila akseptor memahami terhadap cara memilih kontrasepsi hormonal yang tepat, keuntungan dan kerugian kontrasepsi hormonal, dan efek samping kontrasepsi hormonal. Oleh karena itu, pengetahuan wanita usia reproduksi sehat tentang kontrasepsi hormonal menjadi tolak ukur keberhasilan akseptor dalam hal pengaturan kehamilan, pembinaan ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

Sehubungan dengan hal di atas, maka kajian karya tulis ilmiah ini di arahkan pada gambaran pengetahuan wanita usia reproduksi sehat tentang kontrasepsi hormonal di Desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember.

B. Perumusan Masalah

Dengan petunjuk tersebut karya tulis ini diarahkan untuk menjawab pertanyaan ”Bagaimana gambaran pengetahuan wanita usia reproduksi sehat tentang kontrasepsi hormonal di Desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember ?”

C. Tujuan Penelitian

Mengetahui gambaran pengetahuan wanita usia reproduksi sehat tentang kontrasepsi hormonal di Desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian diharapkan :

1. Manfaat Peneliti atau Mahasiswa

Meningkatkan keilmuan di bidang kesehatan dalam rangka memenuhi tuntutan IPTEK.

2. Manfaat Praktisi

Dapat memberikan masukan yang berarti bagi wanita usia reproduksi sehat dalam meningkatkan pengetahuan tentang Kontrasepsi Hormonal khususnya melalui perseptif motivasi.

3. Manfaat Teoritis

Dapat memperkaya konsep teori yang menyongsong perkembangan ilmu pengetahuan kebidanan khususnya yang terkenal dengan pengetahuan wanita usia reproduksi sehat Kontrasepsi Hormonal.

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Dasar Tentang Pengetahuan

1. Pengertian Pengetahuan

Usaha manusia memperoleh pengetahuan dengan beberapa cara antara lain ialah bertanya kepada orang lain yang dianggap lebih tahu terhadap permasalahan tersebut. Jika dengan cara tersebut belum ditemukan suatu jawaban yang memuaskan, maka jawaban atas pertanyaan dan permasalahannya diusahakan melalui akal sehat, intuisi, prasangka atau coba-coba. Langkah yang dilakukan untuk memperoleh pengetahuan sebagaimana diatas belum disebut sebagai cara ilmiah, mengingat dalam proses memperoleh pengetahuan tidak melalui aplikasi logika yang disebut penalaran (Hassan, 2003 ; 3).

5

Berdasarkan prosedur berpikir secara ilmiah, penalaran dapat dilakukan dengan dua macam prosedur logika, yaitu prosedur dedukasi dan prosedur induksi. Prosedur deduksi berpangkal dari suatu proposisi umum yang kebenarannya telah diyakini dan berakhir pada suatu kesimpulan pengetahuan baru yang lebih khusus. Sedangkan pada prosedur induksi penalaran berpangkal pada proposisi khusus sebagai suatu hasil pengamatan empirik yang berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. (Kartono, 2001 ; 35).

Sebagai suatu usaha untuk mengetahui jawaban atas permasalahan penelitian yaitu gambaran pengetahuan wanita usia reproduksi sehat tentang kontrasepsi hormonal, maka penelitian mendasarkan pada proposisi khusus untuk mencapai kesimpulan atau pengetahuan baru yang berupa identifikasi terhadap tingkat pengetahuan wanita usia reproduksi sehat tentang kontrasepsi hormonal di Desa Pondokrejo.

2. Tingkat Pengetahuan

Landasan konseptual terhadap pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan tindakan didasari oleh tingkat pengetahuan yang antara lain meliputi 6 (enam) tingkatan, antara lain:

1. Tahu (know)

Tahu (know) merupakan pemahaman subyek atas ilmu pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya.

2. Memahami (comprehension)

Memahami (comprehension) merupakan pemahaman terhadap obyek ilmu pengetahuan yang ditunjukkan dengan kemampuan menjelaskan dan menerangkan tentang ilmu pengetahuan yang diperoleh.

3. Aplikasi ( application)

Aplikasi (application) merupakan tahapan pemahaman terhadap obyek ilmu pengetahuan yang ditunjukan dengan kemampuan menggunakan (mengaplikasikan) dalam kehidupan sehari – hari.

4. Analisis (analysis)

Analisis (analysis) merupakan tahapan pemahaman terhadap obyek ilmu pengetahuan yang ditunjukan dengan kemampuan mengklasifikasikan / membeda – bedakan, unsur – unsur yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan yang dimaksud.

5. Sintesis (sintesis)

Sintesis (sintesis) merupakan tahapan pemahaman terhadap obyek ilmu pengetahuan yang ditunjukan dengan kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari – hari.

6. Evaluasi (evaluasion)

Evaluasi (evaluasion) merupakan tahapan pemahaman terhadap obyek ilmu pengetahuan yang ditunjukan dengan kemampuan melakukan penilaian terhadap pengetahuan yang dimaksud dalam kehidupan sehari – hari.

Pejelasan :

Mengingat karya tulis ilmiah diatas ini, peneliti mempermudahkan gambaran pengetahuan wanita usia reproduksi sehat tentang kontrasepsi hormonal yang diteliti meliputi 4 yaitu : tahu (know), memahami (comprehension), aplikasi (application), analisis (analysis) sedangkan yang tidak bisa diteliti meliputi : Sintesis (sintesis), Evaluasi (evaluasion).

3. Kontrasepsi Hormonal

a. Pengertian Kontrasepsi Hormonal

Adalah alat atau obat kontrasepsi yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kehamilan dimana bahan bakunya mengandung preparat estrogen dan propesteron..

b. Jenis Kontrasepsi

Berdasarkan jenis dan cara pemakaiannya dikenal 3 macam kontrasepsi hormonal yaitu : Kontrasepsi Suntikan, kontrasepsi Oral (Pil) kontrasepsi Impalan.

1) Kontrasepsi Suntikan

a. Depo provera yang mengandung medroxyprogestin acetate 50 mg.

b. Cyclofem yang mengandung medroxyprogesteron acetat dan estrogen.

c. Norethindrone enanthate (noresterat) 200 mg yang mengandung derivate testosteron.

Mekanisme kerja kontrasepsi suntikan (Hartanto H. 2004).

a. Menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi pelepasan ovum untuk terjadinya ovulasi dengan jalan menekan pembentukan releasing faktor dari hipotalasmus.

b. Mengentalkan lendir serviks sehingga sulit untuk di tembus oleh spermatozoa.

c. Merubah suasana endometrium sehingga menjadi tidak sempurna untuk implementasi dari hasil konsepsi.

Keuntungan dan Kerugian Kontrasepsi Suntikan

a. Keuntungan (Hartanto H. 2004)

1) Noristerat pemberiannya sederhana diberikan 200 mg sekali setiap 8 minggu untuk 6 bulan pertama 3 x suntikan pertama kemudian selanjutnya sekali 12 minggu.

2) DMPA pemberian diberikan sekali dalam 12 minggu dengan dosis dosis 150 mg.

3) Tingkat efektifitasnya tinggi.

4) Tidak mengganggu pengeluaran laktasi dan tumbuh kembang bayi.

5) Suntikan tidak ada hubungannya dengan saat bersenggama.

6) Tingkat perlu menyimpan atau membeli persediaan.

7) Kontrasepsi suntikan dapat dihentikan setelah 3 bulan dengan cara tidak disuntik ulang, sedangkan IUD dan implant yang non bioderdable harus harus dikeluarkan oleh orang lain.

8) Bila perlu, wanita dapat menggunakan kontrasepsi suntikan tanpa perlu memberitahukan kepada siapapun termasuk suami atau keluarga lain

9) Tidak ditemukan efek samping minor seperti pada POK yang disebabkan estrogen juga dapat menekan produksi ASI.

b. Kerugian (Hartanto, 2004)

1) Perdarahan yang tidak menentu

2) Terjadinya amenorhoe yang berkepanjangan

3) Berat badan yang bertambah

4) Sakit kepala

5) Kembalinya kesuburan agak terlambat beberpa bulan.

6) Jika terdapat atau mengalami side efek dari suntikan tidak dapat ditarik lagi.

7) Masih mungkin terjadi kehamilan, karena mempunyai angka kegagalan 0,7%.

8) Pemberiannya harus dilakukan oleh orang yang profesional.

9) Menimbulkan rasa sakit akibat suntikan.

10) Memerlukan biaya yang cukup tinggi

Efek samping dan penanggulangannya kontrasepsi suntikan (Hartanto H. 2004)

a. Efek samping (Hartanto H. 2004)

1) Gangguan Haid:

a) Amenorhoe yaitu tidak datang haid setiap bulan selama menggunakan kontrasepsi suntikan kecuali pada pemakaian cyclofem.

b) Spoting yaitu bercak perdarahan diluar haid yang terjadi selama menggunakan kontrasepsi suntikan.

c) Metrorhagia yaitu perdarahan yang berlebihan jumlahnya.

2) Keputihan

Adanya cairan putih yang berlebihan yang keluar dari jalan lehir dan terasa mengganggu (jarang terjadi)

3) Perubahan berat badan

Berat badan bertambah beberapa kilogram dalam beberapa bulan setelah menggunakan kontrasepsi suntikan.

4) Pusing dan sakit kepala

Rasa berputar atau sakit kepala, yang dapat terjadi pada saat sisi, kedua sisi atau keselurahan dari bagian kepala. Ini biasanya bersifat sementara.

5) Hematoma

Warna biru dan rasa nyeri pada daerah suntikan akibat perdarahan di bawah kulit.

b. Penanggulangannya (Saifudin, A.B, 2003)

1) Gangguan Haid

2) Keputihan

3) Perubahan berat badan

4) Pusing dan sakit kepala

2. Kontrasepsi Oral (Pil)

Kontrasepsi oral adalah kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk tablet, mengadung hormon estrogen dan progesteron yang digunakan untuk mencegah hamil.

Kontrasepsi oral terdiri atas lima macam yaitu:

a. Pil kombinasi, dalam satu pil terdapat estrogen dan progesteron sintetik yang diminum 3 kali seminggu.

b. Pil sekunsial, pil ini dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan urutan hormon yang dikeluarkan ovarium pada tiap siklus. Mka berdasarkan urutan hormon tersebut, estrogen hanya diberikan selama 14 – 16 hari pertama di ikuti oleh kombunasi progesteron dan estrogen selama 5 – 7 hari terakhir.

c. Pil mini, merupakan pil hormon yang hanya mengandung progesteron dalam dosis mini (kurang dari 05 mg) yang harus diminum setiap termasuk pada saat haid.

d. Once a month pil, pil hormon yang mengandung estrogen yang “Long acting” yaitu biasa pil ini terutama diberikan untuk wanita yang mempunyai Biologikal Half Life panjang.

e. Morning after pil, merupakan pil hormon yang mengandung estrogen dosis tinggi yang hanya diberikan untuk keadaan darurat saja, seperti kasus pemerkosaan dan kondom bocor.

Efek samping yang ditimbulkan kontrasepsi Oral (Pil)

a. Nousea

b. Nyeri payudara

c. Gangguan haid

d. Hipertensi

e. Acne

f. Penambahan berat badan

Keuntungan kontrasepsi Oral (Pil)

a. Mudah menggunakannya

b. Cocok untuk menunda kehamilan pertama dari pasangan usia subur muda.

c. Mengurangi rasa pada saat menstruasi.

d. Dapat mencegah defisiensi zat besi (Fe)

e. Mengurangi resiko kanker ovarium

f. Tidak mempengaruhi produksi ASI pada saat pemakaian pil yang mengandung estrogen.

3. Kontrasepsi Implant

Kontrasepsi implant mekanisme kerjanya adalah menekan ovulasi membuat getah serviks menjadi kental dan membuat endometrium tidak sempat menerima hasil konsepsi.

4. Efek Samping Implant

Pada umumnya efek samping yang ditimbulkan implant tidak berbahaya. Yang paling sering ditemukan adalah gangguan haid yang kejadiannya bervariasi pada setiap pemakaian, seperti perdarahan haid yang banyak atau sedikit, bahkan ada pemakaian yang tidak haid sama sekali. Keadaan ini biasanya terjadi 3 – 6 bulan pertama sesudah beberapa bulan kemudian. Efek samping lain yang mungkin timbul, tetapi jarang adalah sakit kepala, mual, mulut kering, jerawat, payudara tegang, perubahan selera makan dan perubahan berat badan.

5. Keuntungan Implant

a. Efektifitas tinggi setelah di paksa

b. Sistem 6 kapsul memberikan perlindungan untuk 5 tahun

c. Tidak mengandung estrogen

d. Efek kontraseptif segera berakhir setelah implantnya dikeluarkan.

e. Implant melepaskan progestin dengan kecepatan rendah dan konstan sehingga terhindar dari dosis awal yang tinggi.

f. Dapat mencegah terjadinya anemia.

6. Kerugian Implant

a. Insepsi dan pengeluaran harus dikeluarkan oleh tenaga terlatih

b. Petugas medis memerlukan latihan dan praktek untuk insersi dan pengangkatan implant.

c. Lebih mahal

d. Sering timbul perubahan pola haid

e. Akseptor tidak dapat menghentikan implant sekehendaknya sendiri.

B. Kerangka Konseptual


Keterangan :

: Diteliti

: Garis Yang Diteliti

Sumber :

Modifikasi Arikunto S (2006) dan Notoadmodjo, S. (2005)

BAB 3

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancang – bangun Penelitihan

Berdasarkan tujuan penelitian maka hasil penelitian yang akan dicapai diuraikan secara deskriptif, dengan demikian gambaran pengetahuan wanita usia reproduksi sehat tentang kontrasepsi hormonal di Desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember dijelaskan secara deskriptif. Karena dalam penelitian ini menggambarkan Pengetahuan Wanita Usia Reproduksi Sehat Tentang Kontrasepsi Hormonal.

B. Variabel

Definisi Variabel

Variabel

Devinisi Operasional

Kriteria

Skala

Gambaran pengetahuan wanita usia reproduksi sehat tentang kontrasepsi hormonal

Merupakan hasil pengindraan pengetahuan wanita usia reproduksi sehat tentang kontrasepsi hormonal sampai tingkat “tahu”. Kemudian wanita usia reproduksi dapat menjawab pertanyaan meliputi :

- Pengertian Kontrasepsi Hormonal

- Macam – macam kontrasepsi hormonal

- Efek samping kontrasepsi hormonal

(Notoatmodjo, 2003:129)

1 : jawaban benar.

0 : jawaban salah

Baik : 76 - 100%

Cukup : 56 – 75%

Kurang Baik : 40-55%

Tidak Baik : ≤ 40%

(Arikunto, 2006)

Ordinal


C. Populasi

Kartini Kartono menjabarkan bahwa populasi adalah totalitas dari semua kasus, kejadian, orang, peristiwa, hal yang berhubungan dengan objek penelitian (Kartono, 2003 ; 133). Dengan demikian populasi penelitian merupakan serumpun atau kelompok obyek yang menjadi sasaran penelitian (Bungin, 2001 ; 101)

Berkaitan dengan itu, Suhartono menyatakan bahwa populasi adalah jumlah keseluruhan unit analisis yaitu obyek yang akan diteliti. Mencermati pendapat di atas, maka populasi penelitian ini meliputi akseptor Kontrasepsi Hormonal yang berkedudukan sebagai penduduk Desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember dengan jumlah populasi adalah: 150 orang.

D. Sampel

Menurut penelitian sampel yang dirunut berdasarkan definisi sampel sebagaimana dijelaskan oleh Singarimbun sebagai berikut :

“Sampel adalah contoh, monster, terpresentan atau wakil dari suatu populasi yang cukup besar jumlahnya yaitu satu bagian dari keseluruhan yang dipilih dan representatif sifatnya dari keseluruhan”. (Singarimbun, 2002 ; 129)

Berdasarkan dari definisi diatas, maka sampel adalah contoh, oleh karena itu maka penelitian ini perlu menentukan sampel dari totalitas populasi yang ada. Sehubungan dengan penelitian ini peneliti menetapkan sampel penelitian mengambil sampel penelitian adalah 150 orang yaitu sama dengan populasi diatas. Karena penelitian mengambil sampel penelitihan secara keseluruhan agar dimaksudkan penelitian menjadi semakin objektif.

Masing - masing Dusun kami ambil 30 orang akseptor kontrasepsi hormonal, di mana ada 5 Dusun di wilayah Desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo yaitu Dusun Pondokrejo, Dusun Pondokmiri, Dusun Glantangan, Dusun Bajingunjur, Dusun Gombongan.

E. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi

Penelitian dilaksanakan di Desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember.

2. Waktu

Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yang dilaksanakan pada tanggal 18 Juni sampai dengan 18 Agustus 2009.

F. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner yang sudah di sediakan pilihan jawabannya dengan cara melakukan penyebaran kuesioner terkumpulkan di Desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember.

G. Teknik Analisa Data

1. Teknik Pengolahan Data

Dari hasil data dengan menggunakan dengan reka medik secara deskriftif melalui tabel distribusi yang dikonfermasikan dalam bentuk prosentase dan narasi. Kemudian dilakukan pengolahan data dengan distribusi penggunaan prosentase dengan rumus :

Keterangan :

P = Prosentase dari Faktor

f = Frekuensi

N = jumlah soal

(Arikunto, 2006)

Dengan kriteria nilai:

Baik : 76 – 100 %

Cukup : 56 – 75 %

Kurang baik : 40 – 55 %

Tidak baik : ≤ 40 % (Arikunto, 2006)

2. Analisis Data

Analisis data dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian

Penelitian ini beretujuan untuk memberikan gambaran atau deskriptif cukup menyajikan tabel distribusi dengan jalan dari prosentase untuk setiap kategori dengan cara tabulasi.

H. Etika Penelitian

Penelitian ini dimulai dengan melakukan berbagai prosedur yang berhubungan dengan etika penelitian yang meliputi.

1. Informed Consent (Lembar Persetujuan Menjadi Responden) adalah lembar persetujuan yang akan di berikan pada subyek yang akan diteliti.

2. Anonimity (Tanpa Nama) adalah kerahasiaan identitas responden harus di jaga, oleh karena itu peneliti tidak boleh mencantumkan nama responden pada lembar pengumpulan data.

3. Confidentiality (Karakteristik) adalah kerahasiaan informasi responden dijamin oleh peneliti karena hanya kelompok data tertentu saja yang akan di sajikan atau di laporkan sebagai hasil penelitian.

I. Keterbatasan Penelitian

Beberapa keterbatasan saya dalam melakukan penelitian ini antara lain sebagai berikut:

  1. Pengetahuan dan keterampilan,karena peneliti sebagai peneliti pemula, sehinga banyak kekurangan baik dalam penyusunan / penulisan.
  2. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang peneliti buat sendiri dan belum pernah diuji cobakan sehingga reabilitas dan validitasnya perlu di sempunaka.
  3. Keterbatasan waktu yang relatif pendek sehingga membuat hasil penelitian kurang efektif.

BAB 4

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan disajikan mengenai hasil pengumpulan data dari kuesioner yang diperoleh pada tanggal 29 Juni sampai dengan 8 Agustus 2009 di Desa Pondokrejo kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember.

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian di Desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember.

Desa Pondokrejo terletak di Desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember di bangun diluas tanah ±4.550 Km2.

Batasan-Batasan Wilayah desa Pondokrejo:

a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Tempurejo

b. Sebelah Barat berbatasan dengan desa Sidodadi

c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Blater

d. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Curah Takir

Tenaga kesehatan dan perangkat Desa di Desa Pondokrejo antara lain :

a. Kepala Desa : 1 orang

b. Bidan : 2 orang

c. RT : 34 orang

d. RW : 10 orang

22


2. Data Umum

a. Data Umur Responden

Tabel 4.1. Karakteristik responden berdasarkan umur diwilayah desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember (2009).

No.

Umur Responden

Frekuensi

Prosentase (%)

1.

2.

3.

4.

20 – 24

25 – 29

30 – 34

≤ 35

54

66

28

2

36%

44%

18,6%

1,4%

JUMLAH

150

100%

Pada sumber table 4.1 menunjukan bahwa sebagian besar responden adalah berumur 20 – 24 tahun sebanyak 54 responden (36%), sedangkan berumur 25 – 29 tahun sebanyak 66 responden (44%), berumur 30 – 34 tahun sebanyak 28 responden (18,6%), dan berumur ≤ 35 tahun sebanyak 2 responden (1,4%)

b. Data Pendidikan Terkhir Responden

Tabel 4.2. Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir diwilayah desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember (2009).

No

Tingkat Pendidikan

Frekuensi

Prosentase

1

2

3

4

SD

SLTP

SMA

Akademi

45

46

51

8

30 %

30,7 %

34%

5,3 %

JUMLAH

150

100%

Dari Tabel 4.2. menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah berpendidikan SD sebanyak 45 responden (30%), berpendidikan SLTP sebanyak 46 responden (30,7%), berpendidikan SMA sebanyak 51 responden (34%), dan berpendidikan Akademi sebanyak 8 responden (5,3%).

c. Data Pekerjaan Responden

Tabel 4.3. Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan diwilayah desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember (2009).

No.

Pekerjaan

Frekuensi

Prosentase (%)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Tidak kerja

Buruh tani

Tani

Wiraswasta-dagang

Karyawan swasta

Pegawai negeri

67

28

11

30

7

7

44,6%

18,7%

7,3%

20%

4,7%

4,7%

JUMLAH

150

100%

Dari tabel 4.3 menunjukan bahwa sebagian besar responden adalah tidak bekerja sebanyak 67 responden (44,6%), buruh tani sebanyak 28 responden (18,7%), tani sebanyak 11 responden (7,3%), wiraswasta (dagang) 30 responden (20%), karyawan swasta sebanyak 7 responden (4,7%), pegawai negeri sebanyak 7 responden (4,7%).

3. Data Khusus

Tabel 4.4. Gambaran Pengetahuan Wanita Usia Reproduksi Sehat Tentang Pengetahuan Kontrasepsi Hormonal di Desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember.

Tabel 4.4. Karakteristik wanita reproduksi sehat berdasarkan pengetahuan tentang pengetahuan kontrasepsi hormonal di diwilayah desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember (2009).

No

Tingkat Pengetahuan

Frekuensi

Prosentase (%)

1

2

3

4

Baik

Cukup

Kurang baik

Tidak baik

48

63

28

11

32%

42%

18,67%

7,33%

Jumlah

150

100

Dari Tabel 4.4. menunujukan sebagian besar responden adalah tergolong baik sebanyak 48 responden (32%), cukup sebanyak 63 responden (42%), kurang baik 28 responden (18,67%), dan tidak baik sebanyak 11 responden (7,33%).

Tabel 4.5 Karakteristik Pengetahuan Wanita Usia Reproduksi Sehat Tentang Kontrasepsi Hormonal Diwilayah Desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember (2009).

No

Komponen Pengetahuan

Pengetahuan

Total

Baik

Cukup

Kurang baik

Tidak baik

rsp

%

rsp

%

rsp

%

rsp

%

1.

2.

3.

Pengertian kontrasepsi hormonal

Macam – macam kontrasepsi hormonal

Efek samping kontrasepsi hormonal

36

49

23

24

32,7

15,3

66

52

55

44

34,7

36,7

34

21

40

22,7

14

26,7

14

28

32

9,3

18,6

21,3

150

150

150

100%

100%

100%

Dari tabel 4.5. di atas didapatkan bahwa 66 (44%) responden cukup memahami tentang pengertian kontrasepsi hormonal 52 (34,7%), responden kurang baik tentang efek samping kontrasepsi hormonal 55 (36,7%) responden cukup memahami tentang kontrasepsi hormonal.

B. Pembahasan

Pada bagian ini peneliti akan membahas mengenai pengetahuan Wanita Usia Reproduksi Sehat Tentang Kontrasepsi Hormonal diwilayah desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember (2009).

Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data pada tabel 4.5. mengenai pengetahuan pengetahuan wanita usia reproduksi sehat tentang kontrasepsi hormonal di Wilayah desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember (2009). Didapatkan 63 responden (42%) yang memiliki pengetahuan yang cukup , 48 responden (32%) yang memiliki pengetahuan yang baik, 28 responden (18,67%) yang memiliki pengetahuan kurang baik, dan 11 responden (7,33%) memiliki pengetahuan tidak baik.

Berdasarkan tabel 4.5. berdasarkan komponen pengetahuan Wanita Usia Reproduksi Sehat Tentang Kontrasepsi Hormonal diwilayah desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember (2009). Di dapatkan 66 (44%) responden cukup memahami tentang pengertian Kontrasepsi Hormonal, 52 (34,57%) responden cukup memahami tentang macam kontrasepsi hormonal, 55 (36,7%) responden cukup memahami tentang macam – macam Kontrasepsi Hormonal.

Tingkat pengetahuan pengetahuan wanita usia reproduksi sehat tentang kontrasepsi hormonal diwilayah desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember (2009). Kemungkinan dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain yang salah satunya adalah pendidikan. Hal ini ditunjang dengan hasil penelitian karakteristik responden didapatkan pendidikan terbanyak SMA yaitu 51 responden (34 %). Tingkat pengetahuan di lihat dari pendidikan responden yaitu SMA didapatkan responden yang berpengetahuan cukup baik adalah 63 responden (42 %), berpengetahuan kurang baik adalah 28 responden (18,67 %), responden yang berpengetahuan baik adalah 48 responden (32%) dan berpengetahuan tidak baik adalah 11 responden (7,33%). Semakin tingginya pendidikan seseorang maka diharapkan pola fikir dan pengetahuan individu tersebut semakin bertambah.

Hal tersebut di atas sesuai dengan pernyataan dari teori Notoadmodjo (2003 : 128 ), bahwa pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu, penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni : indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Salah satu faktor pengaruh pengetahuan adalah pendidikan suatu proses belajar yang berarti dalam pendidikan itu terjadi proses pertumbuhan, perkembangan atau perubahan ke arah yang lebih dewasa, lebih baik dan lebih matang pada diri individu, kelompok, masyarakat. Kegiatan atau proses belajar ini terjadi dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Di dalam kegiatan belajar mengajar terdapat 3 (tiga) persoalan pokok yaitu persoalan masukan (input), persoalan proses, persoalan keluaran (output). Persoalan masukan yaitu menyangkut sasaran belajar, persoalan proses adalah mekanisme dan interaksi terjadinya perubahan kemampuan (perilaku) pada diri subyek belajar sedangkan persoalan keluaran adalah merupakan hasil belajar itu sendiri yaitu perubahan kemampuan atau perilaku subyek belajar.

Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahun atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa responden telah mempunyai pengetahuan yang cukup baik tentang Kontrasepsi Hormonal.

Namun demikian masih terdapat 32% responden yang berpengetahuan baik. Hal ini sangat didukung dengan tingkat pengetahuan seseorang yang baik pula. Tingginya tingkat pengetahuan seseorang tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yang meliputi : usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, lingkungan, cara bergaul, pengalaman individu, kebutuhan individu akan informasi dari berbagai sumber serta dari orang-orang terdekat (keluarga).

BAB 5

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Pada bab ini akan disajikan kesimpulan dan saran dari hasil pembahasan untuk menjawab pertanyaan penelitian serta saran –saran yang sesuai dengan kesimpulan. Gambaran pengetahuan Wanita Usia Reproduksi Sehat Tentang Kontrasepsi Hormonal di Wilayah desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember (2009). Adalah sebagai berikut :

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dari 150 responden sebagian besar 63 (42%) responden mempunyai pengetahuan cukup tentang Kontrasepsi Hormonal.

B. Saran

Saran disini dapat dijadikan sebagai suatu masukan yang membangun yaitu :

1. Bagi Responden (Wanita Usia Reproduksi Sehat)

Hendaknya wanita usia reproduksi sehat dalam mencari informasi dan pengetahuan mengenai kontrasepsi hormonal tidak hanya terbatas pada satu sumber informasi saja, dikarenakan Kontrasepsi Hormonal sangat penting bagi wanita usia reproduksi sehat.

2. Bagi Tempat Peneliti

Diharapkan bagi tempat penelitian lebih peka dalam permasalahan wanita usia reproduksi sehat mengenai kontrasepsi hormonal supaya wanita usia reproduksi sehat mengetahui lebih dalam tentang kontrasepsi hormonal.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan riset penelitian lanjutan dengan lebih memperbanyak sampel dan mencantumkan materi yang berkaitan dengan Kontrasepsi Hormonal.

4. Bagi Institusi Kesehatan

Peneliti mengharapkan hendaknya institusi yang ada melakukan penyuluhan secara continue kepada wanita usia reproduksi sehat agar pengetahuan wanita usia reproduksi sehat tentang kontrasepsi hormonal

DAFTAR PUSTAKA

Affandi.2005. ”Kontrasepsi ”(dalam) Wikjnosastro,Hanifa (ed). Ilmu Kebidanan Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo, Jakarta.

Arikunto S (2006), Prosedur Penelitian Renika Cipta. Jakarta.

Bagus Ida. Mantra dan Kastro.2001.”Penentuan Sample”(dalam) Metode Penelitian Survey. LP3ES. Jakarta.

BKKBN.2001. Petunjuk Teknis Pendataan dan Pemetaan Keluarga Sejahtera Gerakan Keluarga Berencana Nasional. Jakarta.

Bungin, Burhan.2001. Metodologi Penelitian Sosial. Airlangga University Press.

Erdjan Albar.2005. “Kontrasepsi” (dalam) Wikjnosastro,Hanifa (ed). Ilmu Kebidanan Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo, Jakarta.

Hassan Fuatd dan Koentjaraningrat “Beberapa Asas Metodologi Ilmiah” (dalam) Metode – Metode Penelitian Masyarakat. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Hartanto Hanafi.2002. KB dan Kontrasepsi. Jakarta : PT.Penyebar Semangat.

Kartono Kartini.2001. Pengantar Metodologi Riset Sosial. Mandar Maju. Bandung

Koentjaraningrat.2004. Metode – Metode Penelitian Masyarakat. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Lexy J.Moleong.2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya. Bandung

Manuaba, Ida Bagus.2005. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGS

Notoatmodjo. S (2005). Metodelogi Penelitian Kesehatan, Renika Cipta Jakarta.

Prawiro,Ruslan.2003. Kependudukan, Teori, Fakta dan Masalahnya. Penerbit Alumni Bandung

Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia.2005. Panduan Pelayanan Kontrasepsi Mantap Wanita. Jakarta : ISBN

Suhartini Arikunto.2005. Prosedur Penelitian. Rineka Cipta. Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar