Jumat, 11 Juni 2010

ASKEB KELUARGA

BAB 1

LANDASAN TEORI

1.1 Pengertian Keluarga

1.1.1 Keluarga adalah kelompok atau kumpulan manusia yang hidup bersama sebagai satu kesatuan atau unit masyarakat yang terkecil dan tidak selalu ada hubungan darah, ikatan perkawinan atau ikatan-ikatan lain, mereka hidup bersama dalam satu rumah dan di bawah asuhan kepala keluarga dan makan dari satu periuk (Subdit Perawatan Masyarakat Depkes RI, 1983, Effendy, 1995: 175).

1.1.2 Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan (Effendy, 1995: 175).

1.1.3 Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain, dan di dalam perannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan (Bailon, 1989, Effendy, 1995: 175)

Dari ketiga batasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa keluarga adalah :

§ Unit terkecil masyarakat

§ Terdiri dari dua orang atau lebih

§ Hidup dalam satu rumah tangga

§ Dibawah asuhan kepala rumah tangga

§ Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga

§ Setiap anggota keluarga menjalankan perannya masing-masing

§ Menciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan

1.2 Struktur Keluarga

Struktur keluarga menurut Effendy (1995: 33), diantaranya:

1.2.1 Patrilineal

Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.

1.2.2 Matrilineal

Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui garis ibu.

1.2.3 Matrilokal

Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.

1.2.4 Patrilokal

Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.

1.2.5 Keluarga kawinan

Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan suami / istri.

1.3 Tipe Keluarga

Menurut Effendy (1995: 177) tipe keluarga adalah sebagai berikut :

1.3.1 Keluarga inti (Nuclear Family)

Adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak.

1.3.2 Keluarga Besar (Extended Family)

Adalah keluarga inti ditambah dengan sanak saudara misalnya nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi, dsb.

1.3.3 Keluarga Berantai (Serial Family)

Adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.

1.3.4 Keluarga duda/ janda (Single Family)

Adalah keluarga yang terjadi karena perceraian / kematian.

1.3.5 Keluarga berkomposisi (Composite)

Adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.

1.3.6 Keluarga kabitas (Cohabitation)

Adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.

1.4 Tugas Keluarga

1.4.1 Menurut Effendy (1995:181) delapan tugas pokok keluarga adalah sebagai berikut :

1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya

2. Pemeliharaan tugas, sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga

3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukan masing-masing

4. Sosialisasi antara anggota keluarga

5. Pengaturan jumlah anggota keluarga

6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga

7. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas

8. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggota keluarga

1.4.2 Freeman (1981) membagi 5 tugas kesehatan yang harus dilakukan oleh keluarga yaitu

1. Mengenal gangguan perkembangan kesehatan setiap anggotanya.

2. Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat

3. Memberikan keperawatan kepada anggota keluarganya yang sakit dan yang tidak dapat membantu dirinya sendiri karena cacat atau usianya yang terlalu muda

4. Mempertahankan suasana di rumah yang menguntungkan kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarga.

5. Mempertahankan kesehatan yang menunjukkan pemanfaatan dengan baik akan fasilitas-fasilitas kesehatan.

1.5 Tipologi Masalah Kesehatan Keluarga

Menurut Effendy (1995: 196-197) dalam tipologi masalah kesehatan keluarga ada 3 kelompok masalah besar, yaitu

1.5.1 Ancaman adalah keadaan – keadaan yang dapat memungkinkan terjadinya penyakit, kecelakaan , dan kegagalan dalam mencapai potensi kesehatan. Yang termasuk dalam ancaman kesehatan adalah :

1. Penyakit keturunan, seperti asma bronkiale, diabetes mellitus dan sebagainya.

2. Keluarga/ anggota keluarga yang menderita penyakit menular, seperti TBC, gonoroe, hepatitis dan sebagainya.

3. Jumlah anggota keluarga terlalu besar dan tidak sesuai dengan kemampuan dan sumber daya keluarga. Seperti anak terlalu banyak dan penghasilan keluarga kecil.

4. Resiko terjadi kecelakaan dalam keluarga misal: benda tajam di letakkan sembarangan, tangga rumah terlalu curam.

5. Kekurangan atau kelebihan gizi dari masing – masing anggota keluarga.

6. Keadaan – keadaan yang menimbulkan stres, antara lain:

6.1 Hubungan keluarga yang kurang harmonis

6.2 Hubungan orang tua dan anak tegang

6.3 Orang tua yang tidak dewasa

7. Sanitasi lingkungan yang buruk

7.1. Ventilasi dan penerangan rumah kurang baik

7.2. Tempat pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat

7.3. Tempat pembuangan tinja mencemari sumber air minum

7.4. Sumber air minum yang tidak memenuhi syarat

7.5. Kebisingan

7.6. Polusi udara

8. Kebiasaan – kebiasaan yang merugikan kesehatan

8.1. Merokok

8.2. Minuman keras

8.3. Tidak memakai alas kaki

8.4. Minum obat tanpa resep

8.5. Kebiasaan makan daging mentah

8.6. Hygiene personal kurang

9. Sifat kepribadian yang melekat, misalnya pemarah

10. Riwayat persalinan sulit

11. Memainkan peranan yang tidak sesuai, misalnya anak wanita memainkan peranan ibu karena meninggal, anak laki- laki memainkan peranan ayah

12. Imunisasi anak tidak lengkap.

1.5.2 Kurang/ tidak sehat: adalah kegagalan dalam memantapkan kesehatan antara lain:

1. Keadaan sakit, apakah sesudah atau sebelum diagnosa

2. Kegagalan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak yang tidak sesuai dengan pertumbuhan anak normal

1.5.3 Situasi krisis adalah saat – saat yang banyak menuntut individu atau keluarga dalam menyesuaikan diri termasuk juga dalam hal sumber daya keluarga. Yang termasuk dalam situasi krisis adalah:

1. Perkawinan

2. Kehamilan

3. Persalinan

4. Masa nifas

5. Menjadi orang tua

6. Penambahan anggota keluarga, misalnya bayi baru lahir

7. Abortus

8. Anak masuk sekolah

9. Anak remaja

10. Kehilangan pekerjaan

11. Kematian anggota keluarga

12. Pindah rumah

1.6 Diagnosa Keluarga

Menurut Effendy (1995: 50-51) ketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan tugas-tugas kesehatan dan keperawatan antara lain :

1.6.1 Ketidaksanggupan masalah kesehatan keluarga,disebabkan karena:

1. Kurang pengetahuan/ ketidaktahuan fakta

2. Rasa takut akibat masalah yang di ketahui

3. Sikap dan falsafah hidup

1.6.2 Ketidaksanggupan keluarga mengambil keputusan dalam melakukan tindakan yang tepat, disebabkan karena:

1. Tidak memahami mengenai sifat, berat, dan luasnya masalah

2. Masalah kesehatan tidak begitu menonjol

3. Keluarga tidak sanggup memecahkan masalah karena kurang pengetahuan dan kurangnya sumber daya keluarga

4. Tidak sanggup memilih tindakan di antara beberapa pilihan

5. Ketidakcocokan pendapat dari anggota- anggota keluarga

6. Tidak tahu tentang fasilitas kesehatan yang ada

7. Takut dari akibat tindakan

8. Sikap negatif terhadap masalah kesehatan

9. Fasilitas kesehatan tidak terjangkau

10. Kurang percaya terhadap petugas dan lembaga kesehatan

11. Kesalahan informasi terhadap tindakan yang diharapkan

1.6.3 Ketidakmampuan merawat anggota keluarga yang sakit, disebabkan karena:

1. Tidak mengetahui keadaan penyakit, misalnya, sifat, penyebab, penyebaran, perjalanan penyakit, gejala dan perawatannya serta pertumbuhan dan perkembangan anak.

2. Tidak mengetahui tentang perkembangan perawatan yang dibutuhkan

3. Kurang/ tidak ada fasilitas yang diperlukan untuk perawatan

4. Tidak seimbang sumber yang ada dalam keluarga, misalnya keuangan, anggota keluarga yang bertanggung jawab, fasilitas fisik untuk perawatan.

5. Sikap negatif terhadap yang sakit.

6. Konflik individu dalam keluarga.

7. Sikap dan pandangan hidup.

8. Perilaku yang mementingkan diri sendiri

1.6.4 Ketidaksanggupan memelihara lingkungan rumah yang dapat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan pribadi anggota keluarga disebabkkan karena :

1. Sumber-sumber keluarga tidak cukup, diantaranya keuangan, tanggung jawab/ wewenang, keadaan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat.

2. Kurang dapat menilai keuntungan dan manfaat pemeliharaan lingkungan rumah,

3. Ketidaktahuan pentingnya sanitasi lingkungan

4. Konflik personal dalam keluarga

5. Ketidaktahuan tentang usaha pencegahan penyakit

6. Sikap dan pandangan hidup

7. Ketidakkompakan keluarga karena sifat mementingkan diri sendiri, tidak ada kesepakatan, acuh terhadap anggota keluarga yang mempunyai masalah

1.6.5 Ketidakmampuan menggunakan sumber di masyarakat guna memelihara kesehatan, di sebabkan karena:

1. Tidak tahu bahwa fasilitas kesehatan itu ada

2. Tidak memahami keuntungan yang diperoleh

3. Kurang percaya terhadap petugas kesehatan dan lembaga kesehatan

4. Pengalaman yang kurang baik terhadap petugas kesehatan

5. Rasa takut ada akibat dari tindakan

6. Tidak terjangkau fasilitas yang diperlukan

7. Tidak adanya fasilitas yang diperlukan

8. Rasa asing dan tidak ada dukungan dari masyarakat

9. Sikap dan falsafah hidup

1.7 Tujuan Perawatan Kesehatan Keluarga

Peningkatan status kesehatan merupakan tujuan utama yang ingin dicapai dalam memberikan asuhan kebidanan/perawatan kesehatan keluarga.

1.7.1 Tujuan umum

Untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam memelihara kesehatan keluarga mereka sehingga dapat meningkatkan status kesehatan keluarganya.

1.7.2 Tujuan Khusus

1. Peningkatan kemampuan keluarga dalam mengidentifikasi masalah kesehatan yang dihadapi keluarga.

2. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam menanggulangi masalah-masalah kesehatan dasar dalam keluarga.

3. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah kesehatan pada anggotanya.

4. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap anggota keluarga yang sakit dan dalam mengatasi masalah kesehatan anggota keluarga.

5. Meningkatkan produktifitas keluarga dalam meningkatkan mutu hidupnya

1.8 Langkah-Langkah Perawatan Kesehatan Keluarga

Dalam melaksanakan asuhan perawatan kesehatan keluarga ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh bidan menurut Effendy(1995: 45-46) yaitu:

1.8.1 Membina hubungan kerjasama yang baik dengan keluarga, dengan cara :

1. Mengadakan kontak dengan keluarga

2. Menyampaikan maksud dan tujuan serta minat untuk membantu keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan keluarga

3. Menyatakan kesediaan untuk membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan kesehatan yang dirasakan keluarga

4. Membina komunikasi 2 arah dengan keluarga

1.8.2 Melaksanakan pengkajian untuk menentukan adanya masalah kesehatan keluarga

1.8.3 Menganalisa data keluarga untuk menentukan masalah-masalah kesehatan dan perawatan keluarga

1.8.4 Menggolongkan kesehatan keluarga, berdasarkan sifat masalah kesehatan keluarga :

1. Ancaman kesehatan

2. Keadaan sakit / kurang sehat

3. Situasi kritis

1.8.5 Menentukan sifat dan luasnya masalah dan kesanggupan keluarga untuk melaksanakan tugas-tugas keluarga dalam bidang kesehatan

1.8.6 Menentukan / menyusun skala prioritas masalah kesehatan dan keperawatan keluarga, dengan mempertimbangkan :

1. Sifat masalah

2. Kemungkinan masalah untuk diubah

3. Potensi menghindari masalah

4. Persepsi keluarga menghindari masalah

1.8.7 Menyusun rencana asuhan perawatan kesehatan dan perawatan keluarga sesuai dengan urutan prioritas:

1. Menentukan tujuan yang realistis

2. Merencanakan pendekatan dan tindakan

3. Menyusun standar dan kriteria evaluasi

1.8.8 Melaksanakan asuhan keperawatan kesehatan keluarga sesuai dengan rencana yang disusun

1.8.9 Melaksanakan evaluasi keberhasilan tindakan keperawatan yang dilakukan

1.8.10 Meninjau kembali masalah keperawatan dan kesehatan yang belum dapat teratasi dengan merumuskan kembali rencana asuhan kebidanan yang baru

1.9 Perencanaan

Perencanaan asuhan perawatan kesehatan masyarakat disusun berdasarkan diagnosa keperawatan yang telah ditetapkan.

Menurut Effendy (1995:260) rencana asuhan mencakup:

1.9.1 Merumuskan tujuan keperawatan yang akan dicapai.

1.9.2 Rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan

1.9.3 Kriteria hasil untuk menilai pencapaian tujuan.

1.10 Pelaksanaan

Pelaksanaan merupakan tahap realisasi dari rencana asuhan keperawatan yang telah disusun (Effendy, 1995: 262).

1.11 Evaluasi

Menurut Effendy (1995:263) kegiatan yang dilakukan dalam penilaian adalah:

1.11.1 Membandingkan hasil tindakan yang dilaksanakan dengan tujuan yang telah ditetapkan.

1.11.2 Menilai efektivitas proses keperawatan mulai dari tahap pengkajian sampai dengan pelaksanaan.

1.11.3 Hasil penilaian keperawatan digunakan sebagai bahan perencanaan selanjutnya apabila masalah belum teratasi.

BAB 2

TINJAUAN KASUS

2.1 Pengkajian

Pengumpulan data.

Tanggal : 02- 11- 2009

Pukul : 17.00 WIB

2.1.1 Biodata

Nama kepala keluarga : Tn. W

Umur : 36 th

Agama : Islam

Suku/bangsa : Jawa/Indonesia

Pendidikan : SD

Pekerjaan : Buruh Tani

Penghasilan : ± 600.000,-/bulan

RT/RW : 01/02

Dusun : Palur

Desa : Palur

Kecamatan : Kebonsari

Kabupaten : Madiun

2.1.2 Daftar anggota keluarga

No.

Nama

Umur

Jenis

kelamin

Hub. Keluarga

Agama

Pendidikan

Pekerjaan

KB

Sehat/

sakit

1.

2.

3.

Ny. S

An. Y

An. K

29 th

8 th

68 th

P

L

L

Istri

Anak

Mertu

Islam

Islam

Islam

SD

-

-

Tani

-

-

-

-

-

Sehat

Sehat

Sehat

2.1.3 Genogram


Keterangan :

: laki-laki

: perempuan

: garis keturunan

: garis perkawinan

: semua anggota keluarga

Tipe keluarga ini (Extended Family) Adalah keluarga inti ditambah dengan sanak saudara misalnya nenek, kakek, keponakan, yang terdiri dari ayah, ibu, anak dan kakek. Yang paling dominan dalam pengambilan keputusan adalah ayah sebagai kepala keluarga. Hubungan dalam keluarga sangat harmonis.

2.1.4 Keadaan Lingkungan

1. Rumah

Jenis rumah : semi permanen 10 x 7 cm

Letak : berdekatan dengan tetangga

Dinding : papan dan tembok

Atap : genting

Lantai : plester

Pencahayaan : baik

Jalan angin : cukup

Jendela : ada

Jumlah ruangan : 5 ruang

Dapur : terletak di belakang rumah

Kebersihan rumah : cukup bersih

2. Air minum : dari sumur

Nilai air : bersih, tidak berbau

Air untuk minum : dimasak

3. Pembuangan sampah: dibakar

4. Jamban dan kamar mandi

Jenis jamban : cemplung

Kamar mandi : milik sendiri

Kebersihan : bersih

5. Pekarangan dan selokan

Mempunyai pekarangan

Air limbah disalurkan ke selokan

6. Kandang ternak : tidak punya

7. Lingkungan rumah : terletak di antara rumah tetangga,

8. Fasilitas sosial

Rumah jauh dari polindes, jarak kira-kira 4 km

9. Denah rumah

1

2

3 4 5

Keterangan : 1. Teras 4. R.tidur

2. R. tamu 5. dapur

3. R. tidur

2.1.5 Keadaan Kesehatan Keluarga

1. Tn.W

Sakit yang sering dialami Tn. W adalah batuk pilek, sekarang dalam keadaan sehat tidak ada keluhan tentang kesehatannya.

2. Ny. S

Sakit yang sering dialami Ny. S adalah batuk pilek biasa, sembuh setelah minum obat yang dibeli dari toko. Sekarang dalam keadaan sehat tidak ada keluhan tentang kesehatannya.

3. An. Y

Sakit yang sering dialami An. Y adalah panas, sembuh setelah minum obat yang dibeli dari toko. Sekarang dalam keadaan sehat tidak ada keluhan tentang kesehatannya.

4. Tn K

Sakit yang sering dialami Tn. K adalah batuk pilek namun mempunyai riwayat hipertensi, biyasanya periksa ke puskesmas detempat . Sekarang dalam keadaan sehat tidak ada keluhan tentang kesehatannya.

2.1.6 Riwayat Penyakit Keluarga

Dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit kuning, batuk lama tidak sembuh, tidak ada riwayat kencing manis, jantung. Biasanya keluarganya panas, batuk, pilek biasa dan sembuh setelah membeli obat dari toko atau bila parah berobat ke bidan.

2.1.7 Riwayat Kebidanan

1. Riwayat haid

Ny. S menstruasi pertama kali umur 13 tahun, siklus teratur 28-30 hari, lama 4-5 hari, konsistensi encer, hanya sedikit-sedikit. Tidak nyeri haid, tidak ada keluhan keputihan. HPHT: 25-10-2009

2. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas

Pada hamil pertama ibu periksa ke bidan >4x, selama hamil tidak ada keluhan, mendapat imunisasi TT 2x, tablet tambah darah dan vitamin habis diminum. Ibu melahirkan di rumah bidan, BBL 2900 gram, PB 50 cm, ibu tidak mengalami perdarahan, ibu menyusui sampai anak usia 2 tahun.

3. Keluarga Berencana

Setelah menikah ibu tidak memakai KB. Setelah melahirkan ibu hanya memakai KB alami, KB sendiri berdasarkan perkiraan ibu sendiri.

2.1.8 Pola Kebiasaan Sehari-hari Keluarga

1. Nutrisi

Tn.W : makan 3x/hari dengan porsi 1 piring nasi dengan komposisi menu berupa nasi, lauk pauk, tidak suka sayur, minum air putih 5-6 gelas/hari.

Ny. S : makan 3x/hari dengan porsi 1 piring nasi dengan komposisi menu berupa nasi, lauk pauk, sayur, minum air putih 5-6 gelas/hari. Tidak ada alergi terhadap makanan apapun.

An. Y : makan 3x/hari dengan porsi 1 piring nasi dengan komposisi menu berupa nasi, lauk pauk (tahu, tempe), tidak suka sayur, minum air putih 4-5 gelas/hari, minum susu 1-2 gelas/hari.

Tn. K : makan 3x/hari dengan porsi 1 piring nasi dengan komposisi menu berupa nasi, lauk pauk, sayur, minum air putih 4-5 gelas/hari.

2. Eliminasi

Seluruh anggota keluarga biasa BAB 1x sehari tiap pagi hari, konsistensi lunak, warna kuning tengguli, tidak ada keluhan saat BAB, BAK ± 4-5 x/hari, warna kuning jernih, bau khas, tidak nyeri saat BAK.

3. Istirahat

Tn. W : Biasa tidur malam pukul 21.00-04.00 WIB, tidak ada gangguan tidur, tidur siang jarang karena masih kerja.

Ny. S & An. Y: Biasa tidur malam pukul 21.00-05.00 WIB, tidak ada gangguan tidur., jarang tidur siang.

Tn K : Biasa tidur malam pukul 21.00-05.00 WIB, tidak ada gangguan tidur., jarang tidur siang.

4. Personal hygiene

Seluruh anggota keluarga biasanya mandi 2 x/hari, gosok gigi tiap kali mandi, keramas 3 x/minggu, ganti baju 1 x/hari atau bila kotor. Semua keluarga BAB di WC cemplung.

5. Aktivitas

Tn. W : Kegiatan sehari-hari bekerja di sawah mulai pukul 05.00-10.00 WIB. Dan 15.00 – 18.00 WIB

Ny. S : Kegiatan sehari-hari bekertja di sawah mulai pukul 06.00-10.00 WIB, siang dan sore hari kerja serabutan di rumah.

An. Y : Kegiatan sehari-hari sekolah di SDN 1 Palur. mulai pukul 07.00-11.00 WIB, siang dan sore hari bermain dengan teman sebaya.

Tn. K : Kegiatan sehari- hari hanya di rumah kadang membantu pekerjaan rumah namun banyak istirahatnya karena usia sudah tua..

1. Rekreasi

Keluarga hanya menonton Televisi di rumah, atau pergi ke rumah saudara, jarang berlibur di tempat wisata.

2. Riwayat ketergantungan

Dalam keluarga Tn. W ada yang merokok, sedangkan anggota keluarga tidak ada yang tergantung pada obat-obatan, jamu-jamuan ataupun minuman keras.

3. Kehidupan seksual

Tn.W dan istrinya menyatakan hubungan seksualnya tidak ada masalah.

4. Psikososial dan spiritual

Hubungan antar keluarga Tn. W sangat harmonis dan saling membantu dalam pekerjaan rumah tangga dalam penyelesaian masalah. Hubungan dengan tetangga baik dan akrab, saling membantu dan tolong menolong. Keluarga Tn.W beragama Islam dan rajin sholat 5 waktu, bila ada pengajian di dusun Ny. S kadang mengikutinya.

2.1.9 Data khusus

1. Ny. S

PUS yang memakai KB alami

Keadaan umum : baik

Kesadaran : composmentis

T : 120/80 mmHg N : 80 x/menit

S : 361 °C Rr : 20x/menit

Kepala : kulit kepala bersih, tidak ada benjolan, warna rambut hitam, rambut tidak rontok.

Mata : bentuk simetris, fungsi dan bentuk tidak ada kelainan, sclera putih, konjungtiva palpebra merah muda

Hidung : bersih, tidak ada polip, tidak ada secret.

Telinga : simetris, tidak ada kelainan, pendengaran baik.

Mulut : mukosa mulut basah, lidah bersih, tidak ada stomatitis dan ada caries

Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan kelenjar limfe, tidak ada bendungan vena jugularis

Dada : pernapasan normal, bunyi jantung normal, gerakan dada simetris, tidak ada hiperpigmentasi areola mammae, tidak ada benjolan abnormal pada payudara

Abdomen : tidak ada bekas operasi, tidak ada pembesaran perut, tidak ada nyeri tekan pada abdomen.

Genetalia : tidak ada pengeluaran darah per vaginam, tidak ada condiloma acuminata/ condiloma talata, tidak ada varices

Ekstremitas : tidak ada kelainan anatomi dan gangguan fungsi pada ekstremitas atas maupun bawah.

2. An. Y

· Riwayat tumbuh kembang

- Tanggal lahir : 01- 11- 2000

BB lahir : 2900 gram

BB sekarang : 21 kg

TB lahir : 50 cm

TB sekarang : 125 cm

- Riwayat imunisasi : lengkap

2.2 Analisa Data

No.

Data

Masalah kesehatan dan Dx. Keluarga

1.

Pasangan usia subur umur 29 tahun, anak 9 tahun. HPHT : 25-10-2009, memakai KB alami

1. Masalah kesehatan :

PUS usia 29 tahun, tidak mengikuti program KB efektif selama 9 tahun.

Dx. keluarga :

1.Ketidaksanggupan mengenal masalah kesehatan keluarga disebabkan karena kurang pengetahuan/ ketidaktahuan fakta.

2.Ketidaksanggupan mengambil keputusan dalam melakukan tindakan yang tepat disebabkan karena masalah kesehatan tidak begitu menonjol.

3.Ketidakmampuan menggunakan sumber di masyarakat guna memelihara kesehatan disebabkan karena rasa takut pada akibat dari

2.3 Tipologi Masalah

1. PUS usia 29 tahun, tidak mengikuti program KB efektif selama 9 tahun.

No

Kriteria

Penghitungan

Skor

Pembenaran

1.

2.

3.

4.

Sifat masalah

Kemungkinan masalah dapat diubah

Potensi masalah untuk dicegah

Penonjolan masalah

2/3x1

2/2x2

3/3x1

2/2x1

2/3

2

1

1

Ancaman kesehatan

Adanya keinginan keluarga untuk mengikuti program KB.

Keluarga yakin bahwa program KB dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Keluarga menyadari hal ini sebagai suatu masalah kesehatan yang harus segera ditangani

Total skor

4 2/3

2.4 Rumusan Masalah Berdasarkan Prioritas

2.4.1 PUS usia 29 tahun tidak mengikuti program KB efektif selama 9 tahun.

1. Ketidaksanggupan mengenal masalah kesehatan keluarga disebabkan karena kurang pengetahuan/ ketidaktahuan fakta.

2. Ketidaksanggupan mengambil keputusan dalam melakukan tindakan yang tepat disebabkan karena masalah kesehatan tidak begitu menonjol.

3. Ketidakmampuan menggunakan sumber di masyarakat guna memelihara kesehatan disebabkan karena rasa takut pada akibat dari tindakan.


2.5 Perencanaan

Tanggal : 02- 11- 2009 Pukul : 17.00 WIB

No.

Masalah kesehatan

Diagnosa keluarga

Sasaran

Tujuan

Tindakan

Kontak

AVA

Evaluasi

1

1. Ketidaksanggupan mengenal masalah kesehatan keluarga disebabkan karena kurang pengetahuan / ketidaktahuan fakta.

2. Ketidaksanggupan keluarga mengambil keputusan dalam melakukan tindakan yang tepat disebabkan karena masalah kesehatan tidak begitu menonjol.

3.Ketidakmampuan menggunakan sumber di masyarakat guna memelihara kesehatan disebabkan karena tidak memahami keuntungan yang diperoleh.

PUS

PUS

PUS

Setelah diberikan penjelasan keluarga mampu mengenal masalah kesehatan khususnya tentang KB.

Setelah diberikan penjelasan keluarga mampu memilih dan segera menggunakan salah satu alat kontrasepsi.

Setelah diberikan penjelasan keluarga mampu menggunakan sumber di masyarakat antara lain: posyandu, puskesmas, BPS dll guna memelihara kesehatan keluarga.

Penyuluhan tentang KB :

a. Pengertian KB

b. Tujuan KB

c. Manfaat KB

d. Macam-macam KB ( cara kerja, efektivitas, keuntungan, kerugian)

Jelaskan dan anjurkan keluarga untuk segera memilih dan menggunakan salah satu alat kontrasepsi.

Jelaskan : fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat (posyandu, puskesmas, BPS, dll) dan keuntungan yang dapat diperoleh dari fasilitas kesehatan tersebut.

Kunjungan rumah tanggal

02-11-2009

Kunjungan rumah tanggal

02-11-2009

Kunjungan rumah tanggal

02-11-2009

Leaflet

SAP

Leaflet

Leaflet

Keluarga dapat menjelaskan tentang pengertian, tujuan, manfaat, macam-macam KB.

Keluarga dapat mengambil keputusan untuk memilih dan menggunakan salah satu alat kontrasepsi.

Keluarga mengetahui fasilitas kesehatan yang ada di sekitar tempat tinggal yaitu posyandu, puskesmas, BPS, dll.


2.6 Implementasi

Tanggal 02- 11- 2009

Tindakan :

2.6.1 Kunjungan rumah

2.6.2 Penyuluhan

1. Keluarga Berencana

a. Pengertian KB

b. Tujuan KB

c. Manfaat KB

d. Macam-macam KB ( cara kerja, efektivitas, keuntungan, kerugian)

2.6.3 Penjelasan

1. Peranan keluarga dalam mengambil keputusan sangat penting terutama kepala keluarga, karena keputusan keluarga menentukan langkah selanjutnya.

2. Fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat, di dekat tempat tinggal keluarga terdapat polindes, puskesmas, BPS yang bisa digunakan untuk memeriksaan kesehatan seluruh anggota keluarga sekaligus berkonsultasi mengenai kesehatan keluarga.

3. Keuntungan yang dapat diperoleh dengan datang ke fasilitas kesehatan tersebut yaitu terpantaunya kesehatan seluruh keluarga serta dapat segera ditangani bila ada anggota keluarga yang sakit.

2.7 Evaluasi

Tanggal 02- 11- 2009

2.7.1 Ibu dapat menyebutkan dan menjelaskan beberapa macam dari alat kontrasepsi antara lain: suntik, pil, IUD, Implant, MOW/steril.

2.7.2 Ibu mengatakan belum mempunyai pilihan tentang KB yang akan digunakan dan masih ingin berunding dulu dengan suami.

2.7.3 Keluarga dapat menyebutkan fasilitas kesehatan yang dapat melayani KB yang ada di sekitar tempat tinggalnya antara lain posyandu, puskesmas, BPS.

BAB 3

PENUTUP

Dengan menyelesaikan Laporan Asuhan Kebidanan pada keluarga Tn. W yang salah satu anggota keluarganya ibu PUS 29 tahun tidak ikut KB efektif .Dusun palur Desa Palur Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun yang merupakan persyaratan salah satu mata kuliah Kebidanan Komunitas sebelum menempuh tahap akhir.

Asuhan Kebidanan pada keluarga ini bertujuan untuk mendorong ibu dan keluarga agar segera mengikuti program KB efektif. Adapun kegiatan asuhan kebidanan yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan tentang peran keluarga dalam mengambil keputusan, serta penyuluhan tentang KB.

Kami berharap semoga keluarga benar-benar melaksanakan bimbingan dan asuhan yang telah kami berikan. Dengan adanya asuhan pada keluarga ini semoga di waktu yang akan datang dapat lebih menambah bekal ketrampilan kami dalam memberikan pelayanan asuhan kebidanan pada keluarga setelah nanti berada di masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Bailon, S.G. 1978. Perawatan Kesehatan Keluarga. Jakarta: Depkes RI

Effendy, Nasrul. 1995. Perawatan Kesehatan Masyarakat, Jakarta: EGC

Hartanto, Hanafi. 2004. KB dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan

Saifuddin, Abdul Bari. 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : YBP-SP


Lampiran 1

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Keluarga Berencana

Sasaran : Ny. S PUS di RT 2 RW 1 Desa Palur

Tempat : Rumah sasaran

Waktu : Senin, 02-11- 2009

TIU : Setelah diberikan penyuluhan, keluarga diharapkan mampu memutuskan mengikuti salah satu kontrasepsi yang efektif

NO

TIK

POKOK MATERI

METODE

AVA

EVALUASI

1.

Setelah diberikan penyuluhan diharapkan keluarga dapat:

a. Menjelaskan pengertian KB.

b. Menjelaskan tujuan KB.

c. Menjelaskan manfaat KB.

d. Menjelaskan macam-macam KB (cara kerja, efektivitas, keuntungan, kerugian).

e. Memilih salah satu dari berbagai macam alat kontrasepsi dan menggunakannya.

a. Pengertian KB

b. Tujuan KB.

c. Manfaat KB.

d. Macam-macam KB

Ceramah dan Tanya jawab

Ceramah dan Tanya jawab

Ceramah

Ceramah, tanya jawab, demonstrasi

- Leaflet

- Alat peraga

Test lisan :

Keluarga mampu menjelaskan pengertian, tujuan, manfaat macam-macam KB, dan menggunakanmemilih salah satu dari alat kontrasepsi.

ARDIYA EKA PRIHANDINI


Lampiran 2

MATERI KELUARGA BERENCANA

1. PENGERTIAN

Suatu usaha guna merencanakan atau mengatur jarak kelahiran sehingga kehamilan dapat terjadi pada waktu yang diinginkan

2. TUJUAN KB

a. Menurunkan jumlah kelahiran bayi

b. Meningkatkan kesehatan masyarakat atau keluarga dengan cara menjarangkan kehamilan dan kelahiran.

3. MANFAAT KB

a. Bagi ibu :

· Ibu bisa merawat dirinya dengan baik.

· Kesehatan ibu akan terjaga.

· Menyiapkan fisik dan mental ibu untuk kehamilan berikutnya.

b. Bagi anak :

· Gizi anak terpenuhi.

· Perkembangan dan pertumbuhan anak selalu terpantau.

· Anak akan mendapat kasih sayang yang cukup.

· Anak bias memperoleh kesempatan sekolah setinggi-tingginya.

4. MACAM-MACAM BENTUK KB

§ Wanita : - IUD

- Pil

- Suntik

- Implant

- Metode sederhana (KB kalender, metode suhu basal, dll)

- MOW

§ Pria : - Kondom

- Coitus interuptus

- MOP

1. Kondom

a. Pengertian :

Suatu cara kontrasepsi yang memakai kantong karet yang disarungkan pada penis, dimana air mani yang dikeluarkan saat senggama ditampung, sehingga tidak tercurah dan tidak masuk ke dalam vagina dan pembuahan tidak terjadi.

b. Keuntungan :

· Efektif asal cara betul.

· Tidak menimbulkan gejala sampingan.

· Pemakaiannya tidak memerlukan tenaga medis (mudah).

· Harganya murah, mudah didapat.

· Tidak mengurangi kenikmatan bersenggama.

· Dapat mencegah penyakit kelamin.

c. Kerugian :

· Kecewa karena tidak puas dalam hubungan seks.

· Bisa terjadi kebocoran kondom.

· Alergi (jarang terjadi).

2. Pil KB

a. Pengertian :

Pil yang berisi hormon progesteron dan estrogen yang diminum wanita secara teratur untuk mencegah kehamilan.

b. Cara pemakaian :

· Kemasan yang mengandung 28 tablet, berisi 21 pil kombinasi dan 7 pikl kosong (vitamin)

· Pemakaian pil pertama dimulai dari hari kelima haid berturut-turut setiap hari 1 pil secara teratur. Setelah ke-21 pil habis diminum, mulailah dengan pil kosong setelah 7 hari berikutnya. Bila pak pertama sudah habis segera disambung pak kedua.

· Apabila tak ada pil kosong (vitamin) jadi hanya ada pil kombinasi, minumlah pil terutama pada hari ke-5 haid. Setelah seluruh pil dalam pak habis, istirahat selama 7 hari dan dilanjutkan mulai minum pil dari pak kedua dan seterusnya.

c. Perhatian :

· Pil hendaknya diminum secara teratur pada waktu yang sama dan dianjurkan pada malam hari sebelum tidur.

· Bila terlupa minum pada esok harinya supaya terbiasa saat bangun tidur mengingat kembali apakah pil sudah diminum atau belum.

· Bila terlambat minum 2 hari/ lebih hendaknya diberikan kontrasepsi lain atau dinasehatkan tidak melakukan senggama dulu sebelum haid datang.

· Biasanya akan terjadi perdarahan bila pil tidak diminum 2 hari/ lebih, pil selebihnya tidak diminum lagi dan sementara memakai kontrasepsi lain lalu sampai haid berikutnya datang kembali. Apakah pil sudah diminum sebelum tidur atau belum.

d. Keuntungan :

· Dapat segera diberikan pada ibu setelah melahirkan.

· Pada pemakaiannya tidak memerlukan tenaga.

· Tidak mengurangi kenikmatan bersenggama.

· Tidak perlu dilakukan pemeriksaan genetalia.

a. Kerugian :

· Dapat menyebabkan kehamilan bila minum pil tidak teratur.

· Memerlukan pengawasan dan motivasi khusus.

3. Suntik

a. Pengertian :

Suatu cara kontrasepsi dengan jalan menyuntikkan hormon pencegah kehamilan pada wanita yang masih subur.

b. Macam obat suntik :

· Depo

· Noristerat

c. Cara pemberian :

· Setelah melahirkan sampai 40 hari sebelum melakukan hubungan seksual.

· Interval dengan anak hidup minimal 1 sebelum hari ke-5 haid.

d. Keuntungan :

· Cukup manjur dalam mencegah kehamilan.

· Lebih praktis hanya sekali suntik tiap bulan.

· Pemberiannya mudah.

· Tidak mengganggu pemberian ASI.

e. Kerugian :

· Untuk memasukkan obat memerlukan tenaga medis dan alat steril.

· Amenorhoe.

· Perdarahan di antara 2 waktu haid berupa bercak.

4. AKDR

a. Pengertian :

Alat kontrasepsi yang terbuat dari plastic halus yang dipasang dalam rahim dengan alat khusus dan dipasang oleh Dr atau bidan.

b. Macam :

· Lips loop atau spiral

· Copper T380 A

· Multi Load 250

c. Petunjuk untuk calon peserta :

· AKDR telah banyak digunakan tanpa merugikan.

· Selama AKDR dalam rahim kemungkinan untuk hamil sangat kecil.

· Rasa nyeri timbul pada hari pertama tidak perlu dikhawatirkan, ini dapat dihilangkan dengan obat-obatan penghilang nyeri.

· Keputihan selama tidak menimbulkan keluhan tidak perlu dikhawatirkan.

· Setiap saat AKDR dapat diangkat, sebaiknya pada saat haid atau segera setelah berakhir.

· Kesuburan setelah pengangkatan AKDR tidak terganggu.

· Tidak terjadi cacat pada anak yang dikandung.

d. Indikasi pemasangan AKDR :

· Telah mendapat persetujuan suami.

· Pernah melahirkan atau telah mempunyai anak serta ukuran rahimnya tidak kurang dari 5 cm.

· Telah cukup jumlah anaknya dan belum memutuskan untuk sterilisasi.

· Tidak ingin hamil sekurangnya 5 tahun.

· Dianjurkan sebagai pengganti dengan pil KB untuk akseptor yang berumur di atas 35 tahun.

· Tidak ada kontraindikasi

e. Pemasangan AKDR dapat dilakukan :

· Segera setelah haid atau keguguran.

· Setelah melahirkan.

· Segera setelah melahirkan.

· Dua sampai tiga hari setelah melahirkan.

· 40 hari setelah melahirkan.

f. Pemeriksaan ulang :

· Berguna untuk mengetahui apakah AKDR masih dalam rongga rahim.

· Periksa ulang meliputi :

o Hari ke-4

o Akhir bulan ketiga

o Setiap 6 bulan

o Setiap saat bila ada keluhan segera dilakukan pemeriksaan.

g. Keuntungan AKDR :

· Efektivitas tinggi untuk mencegah kehamilan.

· Umumnya hanya memerlukan 1x pemasangan.

· Tidak perlu periksa ulang.

h. Kerugian AKDR :

· Rasa mulas dan nyeri.

· Perdarahan

· Waktu menstruasi lebih lama

5. Implant (susuk)

a. Pengertian :

Kontrasepsi yang dipasang di bawah kulit lengan atas bagian dalam :

· Implant merupakan cara KB yang sangat efektif dalam mencegah kehamilan dan dapat mengembalikan kesuburan secara sempurna.

· Implant tidak merepotkan, setelah pemasangan akseptor tidak perlu melakukan atau memikirkan apa-apa (berbeda dengan pil).

· Sekali pemasangan akseptor akan mendapat perlindungan selama 3 tahun.

· Sangat sesuai bagi ibu-ibu yang sudah cukup anak dan tidak ingin punya anak lagi tetapi belum siap menjalani kontrasepsi mantap.

· Implant mudah diangkat kembali, bila seorang akseptor KB menginginkan anak lagi dan kesuburan langsung dapat kembali setelah implant diangkat.

b. Saat pemasangan implant :

Saat sedang menstruasi atau satu sampai dua hari setelah menstruasi selesai.

c. Waktu periksa ulang :

Setelah implant dipasang akseptor dipesan dating 2 minggu kemudian, 13 bulan, 25 bulan, 37 bulan, 49 bulan dan 61 bulan atau setiap waktu bila akseptor mengalami keluhan atau efek samping.

d. Keuntungan :

· Sangat praktis

· Dipakai 3 tahun

· Tidak mengganggu hubungan seksual

· Setelah pemasangan tidak memerlukan perawatan lanjutan

· Mudah diangkat jika diinginkan.

e. Kerugian :

· Amenorhoe

· Berat badan turun/naik

· Infeksi pada bekas luka pemasangan

6. Tubektomi /MOW

a. Pengertian :

Cara kontrasepsi ini dipersiapkan melalui tindakan pemotongan saluran telur (tuba fallopi) pada istri, dengan demikian telur dari ovarium tidak dapat mencapai rongga rahim, sehingga tidak terjadi pembuahan. Operasi kecil ini bisa melalui rongga perut atau juga melalui vagina. Operasi ini hanya berlangsung sekitar 20 -30 menit. Pasien hanya perlu pengawasan beberapa jam ± 6 jam, setelah itu pasien dapat pulang hari itu juga.

b. Pemeriksaan ulang :

· Seminggu sebelum operasi, perlu pemeriksaan adanya keluhan.

· Sebulan sebelum operasi.

· Tiga bulan, enam bulan, dan satu tahun pasca operasi.

c. Keuntungan :

Paling praktis di bandingkan semua metode, karena jika sudah sekali dilakukan berarti selamanya mengakhiri kesuburan.

d. Kerugian :

Perdarahan pada bekas operasi, pusing dan cepat marah.

7. Vasektomi/ MOP

a. Cara kontrasepsi ini dipersiapkan melalui tindakan operasi ringan dengan cara mengikat dan memotong saluran sperma (vas deferent), sehingga sperma tidak dapat lewat dan air mani tidak mengandung spermatozoa, dengan demikian tidak terjadi pembuahan. Operasi hanya berlangsung ± 15 menit, pasien tidak perlu dirawat.

b. Pemeriksaan ulang :

Setelah vasektomi masih ada timbunan sisa-sisa spermatozoa di bagian distal dan tempat vasektomi yang masih mungkin menghamilkan. Sisa-sisa spermatozoa tersebut akan hilang dengan sendirinya setelah 3 bulan, sesudah bersenggama sampai dalam pemeriksaan air mani tidak ditemukan lagi spermatozoa.

c. Keuntungan :

Paling praktis dibandingkan semua metode karena jika sudah selesai dilakukan berarti selamanya mengakhiri masa kesuburannya.

d. Kerugian :

· Perdarahan

· Bias melemahkan hubungan sex / impotent.

5. PELAYANAN KONTRASEPSI MELALUI SAFARI KB SENYUM TERPADU :

Salah satu bagian dari dana operasional penggarapan program KB yang dilakukan dengan mobilisasi total secara terpadu sejak perencanaan sampai dengan pelaksanaannya.

Keterpaduan ini mencakup komponen pelaksanaan dan pengelolaan program berikut pemerintah maupun masyarakat untuk mencapai sebanyak-banyaknya peserta KB baru mengarah pada metode efektif terpilih guna meningkatkan peserta KB aktif secepatnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar