Jumat, 11 Juni 2010

ASKEB KEHAMILAN

BAB I

PENDAHULUAN

1.2 Latar Belakang

Pengawasan antenatal dan post natal sangat penting dalam upaya menurunkan angka kematian dan kematian ibu maupun perinatal.

Pengawasan antenatal memberikan manfaat dengan ditemukannya berbagai kelainan yang menyertai hamil secara dini, sehingga dapat diperhitungkan dan dipersiapkan langkah-langkah dalam pertolongan persalinannya. Diketahui bahwa janin di dalam rahim dan ibunya merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi. Sehingga kesehatan ibu optimal akan meningkatkan kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan janin.

Berdasarkan kenyataan lebih dari 90% kematian ibu disebabkan oleh komplikasi obstetri, yang sering tidak diramalkan pada saat kehamilan. Dimana kebanyakan komplikasi terjadi pada saat atau sekitar persalinan. Banyak ibu yang tidak berisiko ternyata mengalami komplikasi atau ibu yang dianggap berisiko ternyata persalinannya berlangsung normal.

Oleh karenanya semua pendekatan kehamilan dianjurkan menganggap bahwa semua kehamilan berisiko dan setiap ibu hamil agar mempunyai akses kepertolongan persalinan yang aman. Ibu hamil dianjurkan melakukan pemeriksaan ANC sebanyak 4x yaitu pada setiap trimester. Sedangkan pada trimester terakhir 2 kali.

1.2 Tujuan

a. Tujuan Umum

1. Mempromosikan dan menjaga kesehatan fisik dan mental ibu dan bayi dengan memberikan pendidikan mengenai gizi, kebersihan diri an proses kelahiran bayi.

2. Mendeteksi dan menatalaksanakan komplikasi medis, bedah ataupun obstetri selama kehamilan.

b. Tujuan Khusus

1. Mahasiswa mampu mengembangkan persiapan persalinan serta rencana kesiagaan menghadapi komplikasi.

2. Mahasiswa mampu membantu menyiapkan ibu menyusui dengan sukses, menjalankanmasa nifas dengan normal.

1.3 Manfaat

Bagi Pasien

1. Pasien dapat mengetahui kondisi dirinya dan juga janinnya.

2. Pasien dapat lebih tenang dalam menghadapi masalah dalam kehamilannya.

3. Pasien dapat mengerti tanda-tanda bahaya dalam kehamilan.

Bagi Masyarakat

1. Masyarakat menjadi bertambah pengetahuan tentang kehamilan.

2. Masyarakat menyadari pentingnya antenatal care.

3. Masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam sistem rujukan pada kehamilan.

Bagi Mahasiswa

1. Mahasiswa dapat mengenal secara dini ketidakcocokan, komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan.

2. Mahasiswa mampu mengerti tentang antenatal care.

3. Mahasiswa lebih terampil dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 PENGERTIAN

1. Kehamilan adalah suatu proses yang akan terjadi bila empat aspek penting terpenuhi yaitu ovum, spermatozoa, konsepsi dan nidasi.

(Pusdiknakes, Depkes RI. 1999 : 30)

2. Untuk tiap kehamilan harus ada spermatozoa, ovum, pembuahan ovum atau konsepsi dan nidasi hasil konsepsi.

(Sarwono P. 1999 : 30)

3. Kehamilan adalah proses yang diawali dengan nidasi hasil konsepsi dan diakhiri dengan proses permulaan persalinan.

(Suliman S. 1999 : 3)

2.2 TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN

1. Tanda Tidak Pasti Hamil

a. Amenorrhoe

- Konsepsi dan nidasi menyebabkan terjadinya pembentukkan follikel de graff dan ovulasi.

- Mengetahui tanggal haid terakhir untuk menentukan tuanya kehamilan dan dengan perhitungan rumus nacgle dapat ditentukan perkiraan persalinan

b. Mual dan muntah (nausea dan vomiting)

- Pengaruh estrogen dan progesteron sehingga terjadi pengeluaran asam yang berlebihan.

- Menimbulkan mual-mual pada pagi hari yang disebut morning sickness.

- Dalam batas masih fisiologis dapat diatasi

- Akibat mual dan mual nafsu makan berkurang

c. Ngidam

Wanita hamil sering menginginkan makanan sesuatu yang biasa terjadi bulan-bulan pertama kehamilan

d. Sirikope/Pingsan

- terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala menyebabkan ischemia sistem saraf pusat dan menimbulkan sinkope/pingsan.

- Keadaan ini hilang setelah umur kehamilan 16 minggu

e. Payudara tegang

- Pengaruh estrogen dan progesteron serta somatomomotropin menimbulkan deposit lemak, air, dan garam pada payudara.

- Ujung syaraf tertekan menyebabkan rasa sakit terutama pada hamil pertama

f. Sering miksi

Desakan rahim ke depan menyebabkan kandung kemih cepat penuh dan terasa sering kencing. Pada triwulan kedua sudah menghilang.

g. Obstipasi/Konstipati

Pengaruh progesteron dapat menghambat peristaltik usus dan menyebabkan kesulitan BAB.

h. Pigmentasi Kulit

- Sekitar pipi terdapat eloasma gravidarum yang disebabkan oleh keluarnya melanophone stimulating hormone hipofisis anterior

- Dinding perut terdapat striac Livide, strie albicans, linea alba dan linea nigra.

- Sekitar payudara : - Hiperpigmentasi areola mamae

- Puting susu makin menonjol

- Kelenjar montgomery menonjol

i. Epulis

Hiperpigmentasi gusi/epulis tidak hanya terjadi pada ibu hamil.

j. Varices/Penampakan pembuluh darah vena

- Karena di sekitar estrogen dan progesteron terjadi penampakan pembuluh darah vena.

- Terjadi di sekitar genetalia externa, kaki, betis dan payudara

- Dapat menghilang setelah persalinan

(Sarwono. 1999 : 125-126)

2. Tanda Kemungkinan Hamil

a. Rahim membesar : terjadi perubahan bentuk, besar dan konsistensi dari rahim.

b. Pada pemeriksaan dalam dijumpai

- Tanda hegar

Ishtmus uteri teraba lunak seolah-olah corpus uteri terpisah dari cervix.

- Tanda Piskocek

Kadang-kadang teraba bahwa fundus uteri tidak rata karena uterus lebih cepat tumbuhnya di daerah implantasi telur.

- Tanda chadwicks

Terdapat kebiruan vagina/selaput lendir vagina

- Kontraksi braxton

- Terasa ballotement

c. Pemeriksaan tes biologis kehamilan positif

- Sebagian kemungkinan positif palsu

(Rustam Mochtar, 1998 : 44-45)

3. Tanda Pasti Kehamilan

a. Gerakan janin dalam rahim

- Terlihat/teraba gerakan janin

- Teraba bagian-bagian janin

b. Denyut jantung rahim

- Dilihat dengan stetekop – monoral laennec

- Dicatat dan didengar dengan alat Doppler

- Dicatat dengan feto-elektro kardiogram

- Dilihat pada ultrasonografi

c. Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen

(Rustam Mochtar, 1998 : 44-45)

2.3 PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA KEHAMILAN

1. Uterus

- Berat 30 gr menjadi 1.000 gr pada akhir kehamilan (40 minggu)

- Ukurannya membesar akibat hipertrofi dan hiperplasi otot polos rahim

Pada kehamilan cukup bulan 30x25x20 cm dengan kapasitas lebih dari 4.000 cc.

- Serabut kolagen menjadi higroskopik dan endometrium menjadi desidua.

- Bentuk dan konsistensi : Pada awal kehamilan seperti buah alpukat, pada bulan ke-4 berubah bulat dan akhir kehamilan seperti bujur telur. Ishtimus uteri mengadakan hipertrofi dan bertambah panjang sehingga bila diraba terasa lunak (tanda Hegar).

- Vaskularisasi : Arteri avarika dan arteri uterina bertambah diameter, panjang dan anak cabangnya.

- Serviks bertambah vaskularisasinya dan menjadi (tanda goodell). Karena pertambahan dan pelebaran poembuluh darah warnanya menjadi livid (tanda chadick)

2. Ovarium

- Ovarium terhenti

- Masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya plaseta kira-kira kehamilan 16 minggu yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesteron.

3. Vulva dan Vagina

- Mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah dan kebiru-biruan (tanda chadwick).

- Lapisan otot vagina mengadakan hipertrofi sebagai persiapan untuk persalinan agar vagina mudah diregang.

- Sekresi vagina menjadi lebih kental, putih dan asam akibat meningkatnya jumlah olikagen pada lapisan epitel vagina.

4. Mammae

- Mengalami pertumbuhan dan perkembangan untuk persiapan pemberian ASI karena pengaruh hormon estrogen, progresteron dan somatomamotropin.

- Hipertrofi dan hiperpigmentasi areola dan pipilla mamae serta mengeluarkan colostrum

- Di bawah kulit payudara ada gambaran dan vena yang meluas

5. Sirkulasi darah ibu

- Volume darah bertambah 24-30% sehingga terjadi pengenceran darah (hemodifusi) dan mencapai puncaknya pada usia kehamilan 32 minggu.

- Protein darah dalam bentuk albumin dan gamaglobulin menurun dalam triwulan pertama dan meningkat secara bertahap pada akhir kehamilan.

6. Sistem Respirasi

- Pada kehamilan 32 minggu terdapat keluhan sesak nafas pendek yang disebabkan usus tertekan yang membesar ke arah diafragma.

- Ibu hamil akan bernafas dalam sekitar 2-=25% dari biasanya.

7. Sistem pencernaan/Tractus Digestivus

- Salivasi meningkat, tonus otot tractus digestivus menurun sehingga motilitas dan makanan akan lebih lama dalam lambung.

- Resorbsi makanan baik tapi dapat menimbulkan obstipasi

- Gejala mual dan muntah terjadi pada trimester 1 dan menghilang pada trimester 2

8. Tractus Urinarius

- Karena pengaruh desakan hamil muda turunnya kepala janin pada hamil tua, terjadi gangguan sering kencing.

- Fuiltrasi pada glomerolus meningkat 69-70%

9. Kulit

- Terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh melanophore stimulating hormone lobus hipofisis anterior dan pengaruh kelenjar suprarenalis.

- Terjadi pada striac gravidarum livide atau alba, areola dan palilla mammae, linca nigra dan muka (cloasma gravidarum)

10. Tulang dan gigi

- Persendian panggul lebih longgar karena ligamen-ligamen melunak

- Terjadi pelebaran para ruang persendian

- Bila konsumsi kalsium cukup, tulang dan gigi akan kekurangan kalsium.

11. Metabolisme

- Basal metabolisme meningkat 15-20% terutama pada akhir kehamilan.

- Dibutuhkan banyak protein untuk perkembangan fetus, alat kandungan, payudara, badan ibu dan persiapan latasi.

- Wanita hamil sering merasa haus, nafsu makan kuat dan kadang dijumpai glukpsuria yang berhubungan dengan DM

(Ida Bagus Gede Manuaba, 1998 : 106-111)

2.4 ASPEK PSIKISOSIAL PADA KEHAMILAN

Kehamilan adalah saat krisis, saat terjadinya gangguan perubahan identitas dan peran bagi setiap orang. Pengertian krisis adalah suatu ketidakseimbangan psikologis yang mungkin disebabkan oleh situasi atau oleh tahap perkembangan.

Faktor yang mempengaruhi krisis :

- Persepsi terhadap peristiwa

- Dukungan emosional

- Mekanisme coping

1. Persepsi Terhadap Peristiwa

Setiap wanita membayangkan seperti wanita hamil dan menjadi seorang ibu. Ia membentuk bayangan ini dari ibunya sendiri, pengalaman hidupnya dan kebiasaan tempat dimana ia dibesarkan. Beberapa wanita berfikir kehamilan sebagai cara untuk melestarikan alam, suatu penghargaan atau emansipasi dari kontra/parental. Mereka juga mungkin menyamakan kehamilan dengan penyakit, kejelekan atau memalukan. Atau mereka memandang kehamilan sebagai suatu periode kreatifitas atau pemenuhan tugas kehamilan. Dapat juga merupakan pengabdian garis keluarga atau karenanya nama-nama dan jenis kelamin bayi menjadi suatu yang amat penting.

2. Dukungan Emosional

Dukungan ini merupakan orang dan sumber yang tersedia untuk memberikan dukungan bantuan dan perawatan. Selama kehamilan, keluarga atau penggantiannya seringkali memenuhi peran yang penting ini.

3. Mekanisme Coping

Ketrampilan coping merupakan kekuatan dan ketrampilan. Seseorang belajar untuk menyelesaikan masalah dan mengatasi setress. Mereka mungkin melakukan olahraga, mendengarkan musik, menangis, dan lain-lain. Metode ini dapat membantu dalam mengurangi kecemasan untuk sementara waktu. Metode ini dapat digunakan untuk calon orang tua dan anggota keluarga untuk menyesuaikan terhadap realita kehamilan dan mencapai perkembangannya pada kehidupan mereka yang terganggu.

(Persisi Mary Hamilton. 1998 : 60-61)

2.5 KEBUTUHAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL DAN CARA PEMENUHANNYA

1. Personal Hygiene

Kebersihan atau hygiene terutama mengenai kebersihan tubuh, pakaian, dan lingkungan sangat diperlukan karena adanya peningkatan fungsi ekskresi dan keringat pada ibu hamil.

a. Kebersihan tubuh

· Rambut harus sering dicuci/keramas

· Gigi perlu perawatan dan pemeriksaan untuk mencari kerusakan gigi yang dapat menyebabkan infeksi. Ini dilakukan pada awal kehamilan ataupun kapan saja selama kehamilan. Untuk menghindari caries, berikan dorongan ibu untuk :

- Gosok gigi secara teratur

- Membilas mulut dengan air setelah makan

- Gunakan pencuci mulut yang bersifat alkali/basa untuk mengimbangi reaksi saliva yang bersifat asam

(Persis Mary Hamilton. 1995 : 82-83)

· Payudara

Selama kehamilan, payudara harus dipersiapkan untuk fungsinya menghasilkan ASI bagi bayi setelah lahir. Apabila ibu memberikan ASI pada bayinya, perawatan puting susu sangat dianjurkan, yang meliputi :

- perawatan memutar puting susu

- pencucian setiap hari tanpa menggunakan sabun

- mengeringkan dengan hati-hati

- mengolesi linen pada puting susu.

(Ida Bagus Gde Manuaba, 1998 : 144-145)

- menggunakan kutang yang menyokong buah dada

- dua bulan terakhir kolostrum dikeluarkan untuk mencegah penyumbatan

- bila puting susu masuk kedalam, rawat dengen menariknya keluar.

(Rustam Mochtar, 1998 : 62)

· Kebersihan Vulva

Vulva merupakan pintu gerbang bagi kelahiran anak, untuk itu :

- harus lebih sering dibersihkan

- memakai celana dalam yang bersih

- membersihkan tidak hanya bagian luarnya saja, tetapi juga lipatan-lipatan Labra minora dan mayora serta vestibula.

(Cristina S. Ibrahim, 1998 : 159)

· Kebersihan kuku

- sebaiknya dipotong

- jika dipelihara panjang, jaga kebersihan dan ujungnya jangan terlalu runcing.

· Kebersihan kulit

Dengan mandi 2x sehari, dapat menyegarkan badan dan merangsang aliran pembuluh darah. Mandi dengan shower lebih baik digunakan ibu hamil untuk mencegah jatuh.

(Cristina S. Ibrahim, 1998: 159)

b. Kebersihan pakaian

Pakaian harus disesuaikan dengan postur tubuh-mudah dicuci dan longgar sehingga tidak menyebabkan sesak. Sepatu berhak tinggi sebisa mungkin dihindari. Pakaian yang tidak bersih akan memberi perasaan tidak enak bila dipakai karena mengandung kuman-kuman penyakit. Wanita hamil sebaiknya ganti pakaian setiap pagi dan sore, terlebih lagi pakaian dalam. Kalau tidak dapat, setidak-tidaknya berganti pakaian sekali sehari.

(Cristina S. Ibrahim, 1998 : 159)

c. Kebersihan lingkungan

Kebersihan tubuh, kesehatan tidak dapat dipisahkan dengan kebersihan lingkungan. Bila lingkungan kurang bersih dengan sendirinya akan mengurangi kesehatan. Untuk itu kebersihan lingkungan perlu dijaga.

c. Kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan

menghindari/mengurangi kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan, seperti : merokok, minum alkohol, dan kecanduan narkotik diaman zat-zat yang terkandung di dalamnya dapat secara langsung mempengaruhi pertumbuhan janin.

(Ida Bagus Gde Manuba, 1998 : 140)

2. Nutrisi

Makanan wanita hamil harus lebih diperhatikan karena diperguakan :

· Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan.

· Untuk tumbuh kembang janin

· Supaya luka-luka persalinan lekas sembuh dalam nifas

· Guna mengadakan cadangan untuk masa laktasi

Yang diperlukan ialah zat putih telur, zat tepung, zat lemak, garam-garam terutama garam dapur, fosfor, besi, vitamin dan air. Makanan hendaknya beraneja ragam, berganti-ganti jangan selalu makan menu yang sama. Pada umumnya jumlah kalori dalam kehamilan tidak usah ditambah malahan kalau berat badan pasien terlalu naik harus dikurangi. Penambahan berat dalam kehamilan kira-kira 10-12 kg. hal ini penting sebagai tanda pertumbuhan anak yang naik. Kenaikan berat yang berlebihan atau bila berat badan itu turun setelah kehamilan trimester 2, haruslah diperhatikan. Kebutuhan beberapa zat yang penting pada wanita yang belum hamil, yang hamil dan menyusui anaknya :

Kalori&Zat Makanan

Tidak Hamil

Hamil

Laktasi

Kalori

2.500

2.500

3.000

Protein (g)

60

85

100

Calcium (g)

0,8

1,5

2

Ferrum (mg)

12

15

15

Vit A (satuan internas)

5.000

6.000

8.000

Vit. B (mg)

1,5

1,8

2,3

Vit. C (mg)

70

100

150

Riboflavin (mg)

2,2

2,5

3

As Nicotin (mg)

15

18

23

Vit D (S.I)

+

400-800

400-800

Tramin (mg)

0,8

1

1,2

Niasin (mg)

13

15

18

(Sulaiman Sastrawinata, 1999 : 204-205)

3. Eliminasi

Konstipati merupakan hal umum bagi wanita selama hamil karena reaksi hormonal yang mengurangi gerakan penstaltik usus dan pembesaran uterus yang menahannya. Asupan cairan dan laxantif buah-buahan cara terbaik non medis sangat dianjurkan. Sedapat mungkin buang air besar secara teratur setiap hari. Serta hindari makanan yang banyak mengandung zat alkolid seperti teh kental, salak mentah dan jambu biji metah. Sedangkan sering berkemih merupakan hal umum yang terjadi selama bulan pertama dan terakhir masa kehamilan karena rongga perut dipenuhi oleh uterus dan peningkatan sinsitifikasi kongestif darah jaringan.

(Cristina S. Ibrahim, 1998 : 161)

4. Aktivitas dan latihan

· Aktifitas/pergerakan yang baik dilakukan untuk mencegah obstipasi, sirkulasi darah lancar, nafsu makan meningkat, danm tidur lebih nyaman. Aktifitas yang dilarang pada ibu hamil antara lain : bekerja berat, melonjak, meloncat atau mencapai benda yang lebih tinggi, serta bepergian jauh dengan menggunakan kedaraan. Dianjurkan berjalan-jalan di pagi hari dan senam hamil. Tujuan senam hamil adalah untuk mempermudah lancarnya persalinan, mempergiat kerja alat-alat tubuh dan mencegah obstipasi.

(Cristina S. Ibrahim, 1998 : 162-163)

· Latihan otot dasar panggul (kaegel’s)

Hal ini penting bagi ibu untuk meregangkan otot dan mengontrol kesadaran sehingga ibu dapat berelaksasi atau berkonsentrasi sesuai kemampuan. Untuk memulai kaegel’s, pertama-tama ibu harus mengontrol otot-otot tersebut. Pemeriksa meletakkan 2 jari pada vagina dan meminta ibu untuk menahan seperti yang dilakukan bila menahan urine. Latihan tersebut adalah sebagai berikut :

- kontraksi otot-otot dasar panggul dan tahan selama 10 detik

- relaksasi selama 10 detik, ulangi 8-10 x sehari

- ulangi latihan ini 5-10 x sehari

5. Istirahat dan Tidur

Ini diperlukan sekali bagi wanita hamil karena daya tahannya turun, kesehatan umumnya juga turun. Istirahat yang dibutuhkan 10-11 jam perhari, termasuk tidur siang dan tidur malam. Posisi yangbaik adalah ibu tidur melingkar/lurus pada salah satu sisi tubuh. Lebih dipilih sisi kiri dengan salah satu kaki menyilang di atas yang lainnya dan dengan bantal diapit diantara kedua kaki.

(Cristina S. Ibrahim, 1998 : 167-168)

6. Hubungan seksual

Hamil bukan merupakan halangan untuk melakukan hubungan seksual. Pada kelamilan 0-3 bulan bersetubuh dilarang karena janin dalam kandungan belum begitu kuat menempal. Boleh dilakukan mulai bulan ke-3 sampai 8 ½ dilakukan harus dengan hati-hati dan jangan terlalu sering. Sedangkan di atas kehamilan 8 ½ bersetubuh sangat tidak dianjurkan karena sudah mendekati persalinan.

(Cristina S. Ibrahim, 1998 : 171-172)

Hubungan seksual disarankan dihentikan apabila :

- terdapat tanda infeksi dengan mengeluarkan cairan disertai nyeri atau panas.

- terjadi perdarahan saat hubungan seksual

- terdapat pengeluaran cairan (ketuban) yang mendadak

- hentikan bagi wanita yang sering keguguran, persalinan kurang bulan, dan mengalami kematian dalam kandungan sekitar 2 minggu menjelang persalinan.

(Ida Bagus Gde Manuba, 1998 : 139)

7. Pengetahuan

Pengetahuan yang perlu diketahui oleh ibu hamil trimester III

- persiapan persalinan

- persiapan laktasi

- tanda-tanda bahaya kehamilan

8. Kesehatan jiwa

Ketenangan jiwa penting dalam menghadapi persalinan. Karena itu dianjurkan juga untuk melatih kejiwaan menghadapi persalinan di samping melakukan latihan fisik. Banyak ibu hamil yang merasa tidak tenang dan khawatir dengan kehamilan dan persalinan. Untuk itu, dokter/bidan harus menanamkan kepercayaan pada ibu hamil dan menerangkan dengan tujuan :

- menghilangkan ketidaktahuan

- latihan-latihan fisik dan kejiwaan

- mendidik cara-cara perawatan bayi

- berdiskusi tentang persalinan fisiologik

(Rustam Michtar, 1998 : 62)

2.5 PENGKAJIAN DATA

Tanggal pendataan

1. Pengumpulan Data

Data Subyektif

a. Biodata

Ibu hamil dengan latar belakang sosial yang kurang menguntungkan bagi kehamilannya, seperti umur kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, terutama pada primigravida, keadaan sosial ekonomi yang rendah, pendidikan rendah, dll. Membutuhkan peragaan yang berbeda dari ibu hamil dengan latar belakang sosial yang lebih baik.

(Pusdiknakes, Depkes RI, 1999 : 65)

b. Keluhan utama

Keluhan yang sering terjadi pada trimester III : sering kencing, nyeri punggung, obstipasi, varises, sesak nafas, karam kaki, oedem dan nyeri ulu hati.

(Ristam Mochtar, 1999 : 43)

c. Riwayat kesehatan

Meliputi penyakit yang pernah dialami, penyakit yang sedang dialami, dan pengobatan yangsedang atau pernah dilakukan. Hal ini penting diketahui untuk melihat kemungkinan adanya penyakit-penyakit yang menyertai dan yang dapat mempengaruhi kehamilannya, sehubungan dengan keadaan ibu yang lemah pada waktu kehamilan dan setelah melahirkan. Terutama dinyatakan mengenai penyakit jantung, paru-paru, DM, penyakit kelamin, pembedahan yang pernah dialami dan penyakit-penyakit yang lain.

(Pusdiknakes, Depkes RI, 1999 : 65-66)

d. Riwayat kesehatan keluarga

Dinyatakan mengenai latar belakang kesehatan keluarga, terutama :

- Anggota keluarga yang mempunyai penyakit tertentu penyakit menular seperti TBC, hepatitis

- Penyakit keluarga yang dapat diturunkan seperti kencing manis, hemofili, dan asma

- Riwayat hamil kembar

Informasi di atas penting untuk melihat kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi pada ibu hamil dan mengupayakan pencegahan dan penanggulangannya

(Pusdiknakes, Depkes RI, 1998 : 65)

e. Riwayat kebidanan

1) Haid

Informasi mengenai haid sangat penting untuk memperhitungkan usia kehamilan dan perkiraan persalinannya. Memperkirakan tanggal persalinan dapat dilakukan bila diketahui dengan pasti hari pertama haid terakhir (HPHT) dengan rumus NAEGLE sebagai berikut :

- Untuk bulan Januari–Maret : tanggal ditambah 7 dan ditambah 9

- Untuk bulan Maret – Desember : tanggal ditambah 7, bulan dikurangi 3 dan tahun ditambah 1

Selain HPHT ditanyakan pula pula menarche, lamanya haid, banyaknya darah haid, keluhan yang dirasakan selama haid dan lain-lain untuk memperoleh gambaran mengenai fungsi alatreproduksi.

(Pusdiknakes, Depkes RI, 1999 : 66)

2) Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu

· Mengkaji kehamilan yang lalu

- Keluhan yang dirasakan misalnya pusing, mual, muntah, dll.

- Adakah penyakit

- Sudah periksa dimana dan berapa kali

- Nasehat yang diberikan apa saja, dilaksanakan apa tidak

· Mengkaji ibu hamil multipara, keadaan anak

- Berapa anak yang hidup

- Berapa anak yang meninggal, umur berapa dan kapan

- Pernahkah mengalami abortus, apabila pernah berapa kali dan pada usia kehamilan berapa

· Persalinan yang lalu

- Jenis persalinan untuk menentukan persalinan berikutnya

- Apakah plasenta susah dilahirkan

- Apakah pernah mengalami perdarahan banyak, kemungkinan persalinan berikutnya bisa terjadi perdarahan juga

· Keadaan bayi

- Apakah bayi lahir langsung menangis

- Apakah anak ada kelainan

- Jenisnya, beratnya dan panjangnya

· Keadaan nifas

- Pada waktu nifas ibu mengalami panas atau perdarahan

- Bagaimana laktasinya

- Apakah bayi diteteki, sampai umur berapa bulan

- Apakah puting susu pernah lecet dan bagaimana cara mengatasinya.

- Lama nifas ± 6 minggu, hari 1-2 lochea, hari 409 lochea sangilenta dan hari ke 10-15 lochea alba.

f. Keluarga berencana

Jenis-jenis atau metode KB yang bisa digunakan ibu post partum dan puerperium :

- Suntikan KB

- Norplant (susuk KB) / implant

- AKDR

- Pil KB hanya progesteron, misalnya : exluton

- Kontap (MOP dan NOW)

- Metode sederhana (kondom, pantang berkala0

(Ida Bagus Gde Manuaba, 1998 : 439)

g. Riwayat kehamilan sekarang

Yang perlu dikaji adalah :

- Keluhan selama TM I dan TM II

- Imunisasi TT diberikan berapa kali dan kapan

- Gerakan janin pertama dirasakan pada usia kehamilan berapa

- Pemberian vitamin zat besi 1 tablet sehari setelah rasa mual hilang sebanyak 90 tablet selama kehamilan

- Keluhan-keluhan yang muncul pada TM II

- Penyuluhan-penyuluhan yang telah diberikan, termasuk perawatan payudara dan senam hamil

h. Pola kebiasaan sehari-hari

1. Nutrisi

Selama kehamilan kebutuhan nutrisi ibu harus diperhatikan kualitas dan kuantitasnya

- Pada TM I mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

- Pada TM II jumlah karbohidrat dan protein

- Pada TM III karbohidrat sedikit dikurangi dan memperbanyak sayur-sayuran dan buah-buahan segar

Kebutuhan air ibu hamil sebanyak 2-2 ½ liter sehari

2. Pada Eliminasi

BAB : Pada TM III sering terjadi obstipasi karena penekanan pada rectum, kurangnya aktifitas, dan penurunan peristaltik usus.

BAK : Pada TM I dan TM III frekuensi BAK cenderung meningkat oleh karena uterus atau penekanan kandung kemih oleh bagian tengah janin.

3. Istirahat dan tidur

Sering bangun tidur oleh karena sering kencing dan sesak nafas. Kebutuhan istirahat dan tidur 10-11 jam/hari terbagi atas tidur siang dan malam.

4. Personal Hygiene

Pada ibu hamil kebersihan tubuh harus dijaga terutama pada buah dada, gigi, mulut dan daerah genetalia. Karena biasanya pada TM III terjadi peningkatan produksi dan pengeluaran lendir servix dan vagina.

5. Aktifitas

Aktifitas yang dilarang pada ibu hamil : bekerja berat, meloncat atau mencapai benda yang tinggi dan bepergian jauh. Sedangkan aktifitas yang dianjurkan adalah :

- Berjalan-jalan terutama pada pagi hari untuk mencari udara segar.

- Gerakan yang mempengaruhi otot panggul, misal mengepel dengan tangan, jongkok dan bangun di tepi tempat tidur, merangkak di lantai.

- Senam hamil, dilakukan mulai usia kehamilan 22 minggu, dilakukan selama 20-30 menit dan 3 x dalam seminggu.

6. Rekreasi

Mendapatkan rekreasi karena jalan-jalan yang dilihat di luar rumah, wanita dapat melihat pemandangan yang indah dan hal-hal yang menyenangkan

7. Riwayat ketergantungan

Merokok, minum alkohol dan kecanduan narkotik merupakan kebiasaan yang secara langsung dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin, kelahiran dengan BBLR dan menimbulkan cacat bawaan atau kelainan pertumbuhan dan perkembangan mental.

8. Kehidupan seksual

Pada TM III libido kembali seperti pada TM I oleh karena membesarnya perut,nyeri/rasa tidak enak pada kehamilan tua, sulit untuk memusatkan perhatian kerana kecemasan dan ketegangan menantikan saat yang ditunggu-tunggu.

9. Latar belakang sosial budaya

masyarakat Indonesia pada suatu daerah ada yang berpantang terhadap makanan tertentu. Apabila ibu hamil mempunyai kebiasaan minum jamu tradisional akan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan janin terganggu. Selain itu, sesuai adat jawa, biasanya wanita hamil 3 bulan dan 7 bulan diadakan upacara kenduri agar wanita yang hamil terjamin keselamatnnya.

10. Psikososial dan spiritual

- Hubungan suami istri baik, ibu dan keluarga berharap persalinannya dapat berlangsung dengan lancar dan selamat

- Ketenangan rohani, kehidupan keluarga yang bahagia, damai tentram harminis, dan menyenangkan sangat diperlukan ibu hamil.

Data Obyektif

· Pemeriksaan Umum

a. Keadaan umum : baik, cara berjalan normal, penampilan bersih

Kesadaran : composmentis

b. Tanda-tanda vital

T : mmHg S : 36-390C

N : 80-100 x/menit R : 16 – 24 x/menit

c. Tinggi badan, berat badan sebelumnya dan sekarang (Lila)

- Tinggi badan : Bila kurang dari 145 cm kemungkinan panggul sempit.

- Berat badan naik ± 10-12 kg/bulan atau 0,5 kg/minggu

- Lila kurang dari 23,5 cm indikator kuat untuk status gizi buruk sehingga beresiko BBLR

d. Inspeksi

· Kepala dan rambut

Bersih atau kotor, pertumbuhan, warna, mudah rontok atau tidak. Bila mudah dicabut menandakan kurang gizi atau kelainan lain.

· Muka

Sembab atau tidak, tampak cloasma, garidarum, bentuk simeris

· Mata

Bentuk simetris, konjungtiva warna merah muda, sklera berwarna putih, bila kuning menandakan terinfeksi hepatitis, bila merah kemungkinan ada konjungtrivitis, kelopak mata bengkak kemungkinan pre eklampsia.

· Hidung

Normal tidak ada polip, kelainan bentuk, kebersihannya cukup

· Telinga

Normal tidak ada serumen yang berlebihan dan berbau, bentuk simetris

· Mulut

- Adakah sariawan, bagaimana kebersihannya, adakah stomatitis dan ginggivitis, bibir lembab atau tidak.

- Adakah caries atau keropos yang menandakan ibu kekurangan kalsium

· Leher

Normal tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, kelenjar linfe, dan vena jugulavis, adakah luka bekas operasi

· Thorax/dada

- Paru-paru

Auskultasi respirasi normal, tidak ada nonchi dan wheezing

- Jantung

Irama normal, tidak terdengar dysaritmia, terjadi peningkatan denyut jantung ibu ± 10 denyut setiap menit

- Payudara

Simetris, tidak ada benjolan patologis, adanya hiperpigmentasi pada areola dan papilla mammae, puting susu menonjol, keluar colostrum atau belum, bagaimana kebersihannya, dan ada luka bekas operasi atau tidak.

· Abdomen

Pembersihan sesuai usia kehamilan, adakah lika bekas SC persalinan dahulu, gerakan janin terlihat atau tidak, mengkilat atau tidak

- Primigrafida

perut tegang dan menonjol ke depan, strie lividae

- Multigravida

perut lembek, menggantung, ada striac lividae dan allican

· Genetalia

Kebersihan vulva dan perineum, varises, bila ada kemungkinan terjadi perdarahan yang banyak, adakah pembesaran brontholini dan skene, hipervaskularisasi, condiloma accuminata dan codiloma matalata.

· Anus

Bagaimana kebersihannya, adakah varises dan hemorroid

· Ekstrimitas bawah

Adakah cacat kaki, kesimetrisan, odem pada kaki yang mungkin karena gravidarum atau pre eklampsi. Dan juga varises, mungkin karena keturunan.

e. Palpasi

· Leopold I

Menentukan tinggi fundus uteri dan bagian apa yang terletak di fundus uteri. Normalnya pada fundus teraba bokong yaitu bagian yang tidak keras, tidak bulat dan tidak melenting.

Akhir Bulan

Tinggi Fundus Uteri

7

2-5 jati di atas pusat

8

Pertengahan pusat – px

9

3 jari di bawah px sampai setinggi px

10

Sama dengan kehamilan 8 bulan

· Leopold II

Menentukan bagian janin yang terletak di bagian samping

- Letak membujur dapat ditetapkan punggung anak yang teraba bagian keras dan memanjang seperti papan dari sisi yang berlawanan teraba bagian kecil janin

- Letak lintang dapat ditetapkan dimana kepala janin

· Leopold III

Menentukan bagian apa yang terdapat di atas symphisis pubis

- Kepala akan teraba bulat, keras dan melenting sedangkan bokong teraba tidak keras dan tidak bulat

- Letak lintang : symphisis pubis akan kosong

· Leopold IV

Menentukan bagian terendah janin sudah masuk PAP atau belum.

- Bila konvergen berarti belum masuk PAP

- Bila divergen berarti bagian depan sudah masuk PAP

- Bila sejajar berarti separuh bagian depan sudah masuk PAP

TFU Mc. Donald

Tinggi fundus uteri (cm)

Umur Kehamilan (bulan)

20 cm

5 bulan

23 cm

6 bulan

26 cm

7 bulan

30 cm

8 bulan

33 cm

9 bulan

TBJ (Taksiran Berat Janin)

Þ Bila kepala belum masuk PAP = (TFU dlm cm – 12 ) x 155

Bila kepala sudah masuk PAP = (TFU dlm cm – 11 ) x 155

Menurut Spielgelberg, TFU dari symphisis adalah :

Umur kehamilan (minggu)

TFU dari stmphisis

28

26,7 cm di atas symphisi

30

29,5-30 cm di atas symphisi

32

29,5-30 cm di atas symphisi

34

31 cm di atas symphisi

36

32 cm di atas symphisi

38

33 cm di atas symphisi

40

37,7 cm di atas symphisi

f. Auscultasi

· Menghitung dengan cara

5 detik I, III, V, kemudian dijumlah dan dikalikan

· Yang diperhatikan

- Frekuensi cepat/lambat, jumlah 120-140 x/menit

- Keteraturan irama

- Punctum maximum didapatkan 2-3 jari di bawah pusat sebelah kanan/kiri

g. Perkusi

Reflek patella

Normalnya tungkai akan bergerak sedikit ketika tandon ditekuk. Bila gerakannya berlebihan dan cepat, kemungkinan tanda pre eklamasi. Bila hasilya negatif, kemungkinan pasien mengalami kekurangan B1

h. Pemeriksaan panggul luar dan dalam

· Pemeriksaan panggul luar

- Distansia spiriarum 23-26 cm

- Distansia cristarum 26-30 cm

- Boudeloque 18-20 cm

- Lingkar panggul 80-90 cm

· Pemeriksaan panggul dalam

- Bila promontarium teraba pada pemeriksaan dalam berarti ada kesempitan panggul

- Normal linea inominata tidak teraba pada pemeriksaan dalam, bila teraba berarti ada kesempitan pangul

- Spina ischiodika normal tidak menonjol ke dalam. Bila menonjol berarti ada kesempitan panggul

- Sudut arcus pubis > 900 bila kurang berarti ada kesempitan panggul

i. Pemeriksaan penunjang

1) Pemeriksaan HB > 11 gr% (sahli)

2) Albumi : positif bila ada dugaan pre eklamsia / eclompesia

Positif bila air seni

- Setelah didihkan jernih dan ditetesi asam asetat 2-3%, 2-3 tetes menjadi keruh

- Setelah didihkan keruh, dan ditetesi asam asetat 2-3 %, 2-3 tetes tetap keruh.

- Negatif bila setelah didihkan keruh dan ditetesi asam asetat 2-3%, 2-3 tetes menjadi jernih

3) Glukosa, adanya gangguan mtoleransi glukosa (ETG) bila urine setelah dicampur dengan Fehling A dan B (urine : fehling A, Fehling B : 2 : 1 : 1)

Menjadi

- Biru (tetap) : (-)

- Biru kehijauan : (+)

- Hijau kekuningan : (++)

- Kuning kemerahan : (+++)

- Merah bata : (++++)

2. Analisa Data

Berisi data dasar berdasarkan pengkajian dari data subyek dan data objektif sehingga muncul diagnosa kondisi maupun masalah aktual serta potensial.

2.6 DIAGNOSA KEBIDANAN

Diagnosa kebidanan mencakup

1. Kondisi pasien yang terkait dengan masalah

2. Masalah utama dan penyebab utamanya (tingkat resiko)

3. Masalah potensial

4. Prognosa

Merupakan jawaban dari ikhtisar kebidanan yaitu :

a. GRAPIAH

- Gravida ke berapa

- Para : - Aterm - Abortus

- Prematur - Hidup

- Imatur

b. Usia kehamilan

c. Janin hidup/mati

d. Janin tunggal/kembar

e. Janin intra/extra uterin

f. Habitus

g. Situs

h. Positio

i. Presentasi

j. Keadaan umum ibu

k. Keadaan jalan lahir

l. Masalah yang sering timbul pada ibu hamil TM III

1) Sering kencing 5) Kram kaki

2) Sesak nafas 6) Nyeri karena varises

3) Nyeri pinggang 7) Nyeri ulu hati

4) Obstipasi 8) Oedem

m. Prognosa

2.8 PERENCANAAN TINDAKAN

Tanggal

Diagnosa : Primigravida, hamil 28-40 minggu, hidup / mati, tunggal / ganda, intra / extra uterin, situs, bujur / lintang, habitus flexi / deflexi, puka / puki, presentasi kepala / bokong, keadaan panggul luar normal, KU ibu dan janin baik.

Tujuan : Keadaan ibu dan janin baik sampai menjelang persalinan.

Kriteria :

· Ibu : - Kesadaran composmentis

- TTV :

T : 100/80 -130/90 mmHg S : 36-370C

N : 80-100 x/menit Rr : 16-24 x/menit

- Hasil pemeriksaan Laboratorium

Hb : > 11 gr%, reduksi urine : (-), protein urine : (-)

- Tidak ada penyakit yang mempengaruhi kehamilan

· Janin : - TFU sesuai UK

- DJJ Å, frekuensi 120-160 x/menit, intensitas kuat dan irama teratur.

- Pergerakan janin ± 34 x/jam

- Janin tetap hidup, intra uterin, situs bujur, habitus flexi, puka, presentasi kepala dan bergerak aktif.

Intervensi

1. Jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu dan janin baik.

R/ Ibu mengerti tentang keadaanya dan janin yang dikandungnya sehingga dapat mengurangi kecemasan

2. Berikan penyuluhan perawatan kehamilan tentang

a. Nutrisi ibu hamil d. Istirahat/tidur

b. Personal Hygiene e. Aktifitas

c. Eliminasi f. Kehidupan seksual

R/ Untuk meningkatkan pengetahuan ibu, sehingga kesejahteraan ibu dan janin tercapai dan mencegah terjadinya komplikasi

3. Jelaskan keluhan-keluhan TM III dan cara mengatasinya

R/ Menambah pengetahuan ibu, sehingga ibu mampu beradaprasi dan mengatasi masalahnya.

4. Jelaskan tentang tanda bahaya kehamilan yang perlu mendapat pertolongan segera.

R/ Ibu bisa mengantisipasi dan mencari pertolongan bila terjadi penyakit pada dirinya

5. Jelaskan pada ibu tentang tafsiran persalinan dan tanda-tandanya

R/ Ibu dapat mendeteksi tanda persalinan dan segera datang pada pusat pelayanan kesehatan

6. Jelaskan pada ibu tentang persiapan persalinan untuk ibu dan janin

R/ Ibu memahami kebutuhan yang harus dipenuhi untuk persalinan dan identitfikasi kebutuhan untuk antisipasi keadaan darurat.

7. Berikan penyuluhan tentang perawatan bayi dan KB untuk ibu menyusui

R/ Menambah pengetahuan ibu sehingga ibu bisa melakukan perawatan sendiri dan mampu memilih KB yang sesuai untuk dirinya

8. Berikan tablet tambah darah

R/ Kebutuhan Fe terpenuhi sehingga anemia dapat teratasi dan untuk persiapan persalinan

9. Motivasi ibu untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan YME

R/ Pesiapan mental dan spiritual untuk menghadapi persalinan

10. Anjurkan ibu untuk kontrol ulang 2 minggu lagi atau nila ada keluhan

R/ Memantau kesehatan ibu dan janin serta mendeteksi bila terjadi kelainan pada ibu dan janin

Masalah yang sering muncul pada TM III

1. Sering kencing

Tujuan : Setelah dilakukan penyuluhan, masalah dapat teratasi

Kriteria : - Ibu mengerti penyebab sering kencing

- Pada malam hari ibu tidak sering terbangun untuk kencing

- Kebutuhan cairan terpenuhi

Intervensi

1. Jelaskan fisilogis sering kencing pada akhir kehamilan

R/ Ibu akan mengerti kalau sering kencing adalah hal yang normal dialami oleh ibu hamil

2. Anjurkan ibu agar jangan menahan kencing

R/ Mengurangi kemungkinan infeksi saluran kemih dan daerah sekitarnya

3. Anjurkan ibu untuk minum 8-10 gelas /hari

R/ Kebutuhan cairan terpenuhi

4. Sarankan ibu agar banyak minum di siang hari dan menguranginya pada malam hari (± 4 jam sebelum tidur untuk minum terakhir

R/ Memnuhi kebutuhan cairan ibu tanpa mengganggu kebutuhan istirahat tidur ibu

5. Sarankan pada ibu agar jangan sering minum teh atau kopi

R/ mengurangi keluhan sering kencing karena teh dan kopi dapat merangsang keinginan untuk kencing

2. Sesak nafas

Tujuan : Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan sesak nafas berkurang

Kriteria : - Ibu mengerti penyebab sesak nafas

- Ibu beradaptasi dengan keadaan

- Pernapasan 16-24 x/menit

Intervensi

1. Jelaskan tentang fisilogis sesak nafas pada akhir kehamilan

R/ Ibu mengerti penyebab sesak nafas sehingga tidak cemas dan kooperatif dalam tindakan kebidanan yang dilakukan

2. Sarankan pada ibu untuk menjaga posisi tubuh pada saat duduk dan berdiri.

R/ Perut tidak terlalu menekan diafragma sehingga sesak berkurang

3. Anjurkan ibu untuk tidur dengan bantal yang tinggi

R/ Dengan bantal yang tinggi akan mengurangi tekanan pada diafragma sehingga sesak berkurang.

4. Anjurkan ibu untuk makan sedikit-sedikit tetapi sering

R/ Makan berlebihan menyebabkan lambung teregang sehingga meningkatkan tekanan diafragma dan menyebabkan sesak nafas

5. Anjurkan ibu untuk memakai pakaian longgar

R/ pakaian longgar mengurangi tekanan pada dada/thorax dan perut sehingga sesak berkurang.

3. Nyeri Pinggang

Tujuan : Setelah dilakukan penyuluhan, masalah dapat teratasi

Kriteria : - Nyeri pinggang berkurang

- Aktifitas sehari-hari tidak terganggu

Intervensi

1. Jelaskan tentang fisilogis nyeri pinggang pada ibu

R/ Mengurangi kecemasan ibu sehingga ibu mampu beradaptasi dengan perubahan fisiologis tersebut

2. Menganjurkan ibu agar menghindari mengangkat benda berat dan pekerjaan yang melelahkan

R/ Meningkatkan kontraksi otot pada daerah pinggang sehingga suplai darah kurang dan merangsang reseptor nyeri

3. Menganjurkan ibu untuk tidak memakai sepatu/sandal berhak tinggi

R/ Sepatu/sandal berhak tinggi akan menambah sikap tubuh menjadi hiperlordose dan spasine otot-otot pinggang sehingga nyeri pinggang bertambah

4. Anjurkan ibu untuk memakai korset

R/ Korset dapat menyangga uterus dan mengurangi rasa nyeri pinggang

5. Anjurkan ibu untuk mengompres dengan air hangat pada pinggang bila timbul nyeri

R/ Kompres hangat akan meningkatkan vaskularisasi dari daerah pinggang sehingga nyeri berkurang

6. Anjurkan ibu untuk memijat atau mengurut pinggang bila timbul nyeri

R/ Pijatan atau urutan pinggang dapat meningkatkan relaksasi sehingga rasa nyeri akan berkurang

7. Anjurkan ibu agar melakukan senam hamil secara teratur

R/ Senam akan menguatkan otot pinggang dan memperlancar pembuluh darah

4. Obstipasi

Tujuan : Setelah dilakukan asuhan, obstipasi dapat teratasi

Kriteria : - Ibu mengerti penyebab obstipasi

- BAB sekali sehari dengan konsisitensi lunak dan tidak nyeri

- Kebutuhan nutrisi terpenuhi

Intervensi

1. Jelaskan pada ibu tentang penyebab obstipasi

R/ Mengurangi kecemasan ibu sehingga ibu mampu beradaptasi dengan keadaan

2. Anjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan tinggi serat (sayur dan buah)

R/ Makanan tinggi serat menjadikan feses tidak terlalu keras sehingga mempermudah pengeluaran feses

3. Anjurkan ibu untuk minum air hangat satu gelas tiap bangun pagi

R/ Minum air hangat akan merangsang peristaltik usus sehingga dapat merangsang pengosongan kolom lebih cepat

4. Anjurkan ibu untuk berjalan-jalan pagi ± 30 menit atau senam ringan

R/ Olahraga dapat memperlancar peredaran darah sehingga semua sistem tubuh dapat berjalan lancar termasuk sistem pencernaan

5. Anjurkan ibu untuk membiasakan pola BAB secara teratur

R/ Feses yang diekskresi secara teratur akan menghindari penumpukan dan pengerasan

5. Kram kaki

Tujuan : Setelah dilakukan asuhan, obstipasi dapat diatasi sehingga ibu mampu beradaptasi dengan keadaan

Kriteria : - Ibu mengerti penyebab kram kaki

- Kram kaki berkurang

- Aktifitas sehari-hari tidak terganggu

Intervensi

1. Menjelaskan pada ibu tentang penyebab kram kaki

R/ Mengurangi kecemasan ibu

2. Anjurkan pada ibu untuk tidak berdiri atau duduk terlalu lama

R/ Mengurangi penekanan yang lama pada kaki sehingga aliran darah lancar

3. Anjurkan ibu untuk memijat daerah yang sakit

R/ Pemijatan meregangkan otot dan melancarkan peredaran darah

4. Anjurkan ibu untuk senam hamil secara teratur

R/ Senam hamil akan memperlancar peredaran darah dan suplai O2 ke jaringan sel tercukupi

6. Nyeri yang berhubungan dengan varises

Tujuan : Setelah dilakukan asuhan, masalah dapat teratasi

Kriteria : - Keluhan nyeri berkurang

- Bendungan Vena di kaki tidak bertambah

Intervensi

1. Jelaskan pada ibu tentang fisiologis varises

R/ Mengurangi kecemasan ibu sehingga ibu mampu beradaptasi dengan keadaan

2. Anjurkan pada ibu untuk tidak berdiri atau duduk terlalu lama

R/ Berdiri atau duduk terlalu lama menyebabkan tekanan ke bawah semakin kuat sehingga peredaran darah tidak lancar dan mempermudah terjadinya bendungan vena

3. Anjurkan ibu untuk menghindari pakaian yang ketat

R/ Pakaian yang ketat akan menahan pembuluh darah sehingga aliran balik vena kava inferior terganggu dan varises bertambah

4. Anjurkan ibu untuk duduk atau tidur dengan kaki diangkat

R/ Untuk memperlancar peredaran darah balik (vena kava inferior)

5. Anjurkan ibu untuk tidak menyilangkan kaki bila duduk

R/ Peredaran darah terhambat dan memperberat terjadinya farises

6. Anjurkan ibu untuk memakai stoking bila bepergian

R/ Stoking yang lentur menahan tekanan pembuluh darah dan menimbulkan rasa nyaman

7. Nyeri pada ulu hati

Tujuan : Setelah dilakukan asuhan, masalah dapat diatasi

Kriteria : - Nyeri ulu hati berkurang

- Ibu mampu beradaptasi dengan keadaan

Intervensi

1. Jelaskan fisiologis nyeri hati pada kehamilan

R/ mengurangi kecemasan ibu

2. Anjurkan pada ibu untuk makan sedikit demi sedikit

R/ Makan berlebihan akan menyebabkan lambung tegang sehingga meningkatkan tekanan dan berakibat nyeri ulu hati bertambah

3. Anjurkan ibu untuk bernafas panjang dan relaks untuk beberapa menit

R/ Mengendorkan otot perut dan dada

4. Anjurkan ibu untuk duduk tegak

R/ Duduk tegak dapat menyebabkan diafragma terangkat sehingga rongga abdomen lebih luas, tekanan dan nyeri berkurang

8. Odem kaki

Tujuan : Setelah dilakukan asuhan, masalah dapat teratasi dan ibu dapat beradaptasi dengan keadaan

Kriteria : - Ibu mengetahui penyebab oedem kaki

- Oedem kaki berkurang

- Aktifitas sehari-hari tidak terganggu

Intervensi

1. Jelaskan pada ibu penyebab oedem kaki

R/ Mengurangi kecemasan ibu sehingga ibu bisa kooperatif dengan tindakan kebidanan yang dilakukan

2. Anjurkan pada ibu untuk menghindari pakaian yang ketat

R/ Pakaian ketat dapat membatasi dan menghambat aliran darah balik dari tungkai bagian bawah

3. Anjurkan ibu untuk duduk/istirahat dengan menaikkan kaki

R/ Memperlancar peredaran darah balik

4. Anjurkan ibu untuk tidur dengan posisi miring ke kiri

R/ Tidur terlentang bisa mengakibatkan penekanan pada vena kava inferior

5. Anjurkan ibu untuk mengenakan penopang abdominal

R/ meningkatkan penekanan pada vena-vena panggul

2.9 PELAKSANAAN TINDAKAN

Tanggal :

Diagnosa : Primigravida, usia kehamilan 28-40 minggu, hidup/mati, tunggal/ganda, intra/extra uteri, situs bujur/lintang, habitus flexi/deflexi, puka/puki, presentasi kepala/bokong, keadaan panggul luar normal, KU ibu dan janin baik.

Implementasi

Setelah menyusun perencanaan tindakan, langkah selanjutnya adalah implementasi atau pelaksanaan tindakan. Tindakan dilakukan bidan dalam memberikan asuhan pada ibu primigravida trimester III, harus sesuai dengan rencana yang telah disusun berdasarkan pada diafragma dan masalah yang timbul.

Di dalam tahap ini bidan melakukan observasi sesuai dengan kriteria evaluasi yang telah direncanakan. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian di dalam tahap implementasi ini adalah :

· Intervensi yang dilakukan harus berdasarkan prosedur tetap yang lazim dilakukan.

· Pengamatan dilakukan secara cermat dan tepat sesuai dengan kriteris evaluasi yang ditetapkan

· Pengendalian keadaan pasien/klien sehingga berangsur-angsur menuju kondisi keadaan yang diharapkan

(Depkes RI, 1999 : 24-25)

Beberapa prinsip dalam melaksanakan tindakan kebidanan adalah sebagai berikut :

1. Tindakan kebidanan apa yang dapat dikerjakan sendiri, dibantu atau dilimpahkan kepada staf pembantunya, kepada klien atau keluarga dan dirujuk kepada tenaga lain dari team kesehatan.

2. Penguasaan pengetahuan dan ketrampilan bidan tentang tindakan yang dilakukan.

3. Mengamati hasil

4. Mencatat dan mengadakan konsultasi atau merujuk bila perlu

(Pusdiknakes 1998 : 131-132)

2.10 EVALUASI

Langkah terakhir dari proses manajemen kebidanan adalah evaluasi. Evaluasi adalah tindakan pengukuran antara keberhasilan dan rencana. Bila melakukan evaluasi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam rencana kegiatan. Tujuan evaluasi adalah untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan tindakan kebidanan yang dilakukan.

Hasil evaluasi dapat digunakan untuk kegiatan asuhan lebih lanjut bila diperlakukan, atau sebagai bahan peninjauan terhadap langkah-langkah di dalam proses manajemen kebidanan sebelumnya oleh karena tindakan yang dilakukan kurang berhasil.

(Depkes RI, 1999 : 26-27)

Beberapa hal yang perlu ditanyakan dalam mengevaluasi hasil tindakan, yaitu :

1. Apakah rencana sesuai kebutuhan?

2. Apakah diperlukan tambahan informasi?

3. Apakah perlu tambahan atau perubahan?

4. Lain-lain

Setelah evaluasi dilakukan, bidan perlu merencanakan apakah klien yang telah dilakukan tindakan kebidanan, perlu atau tidak dilakukan follow up. Apabila perlu dilakukan follow up, bidan harus merencanakan bentuk dan waktu yang komprehensif dan berkesinambungan.

(Pusdiknas, 1998: 132)

BAB III

TINJAUAN KASUS

I. PENGKAJIAN

Tanggal / Jam Pengkajian : 13 - 7 - 2009 / Jam : 16.00 WIB

Tempat Pengkajian : RSB AL - HASANAH

A. Data Subyektif

1. Biodata Istri

Nama : Ny. “D”

Umur : 27 Tahun

Agama : Islam

Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia

Pendidikan : SLTA

Pekerjaan : Swasta

Penghasilan : Rp. 500.000,-

Umur Kawin : 26 Tahun

Lama Kawin : 1 Tahun

Alamat : Jl. Sikatan Madiun.

Suami

Nama : Tn. “B”

Umur : 28 Tahun

Agama : Islam

Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia

Pendidikan : SLTA

Pekerjaan : Swasta

Penghasilan : Rp. 500.000,-

Umur Kawin : 27 Tahun

Lama Kawin : 1 Tahun

Alamat : Jl. Sikatan Madiun.

2. Keluhan Utama

-

3. Riwayat Kesehatan

a. Riwayat kesehatan yang lalu

Ibu mengatakan sekarang tidak sedang menderita penyakit dengan gejala batuk lama, tidak sembuh- sembuh, batuk darah (TBC), sering kencing, banyak makan, banyak minum (DM), penyakit tekanan darah tinggi, penyakit dengan nyeri dada, mudah lelah, trauma bila untuk beraktifitas (JANTUNG) sesak nafas, terdengar suara mengi saat bernafas (ASMA), penyakit dengan gejala tidak nafsu makan, mual muntah, nyeri ulu hati (HEPATITIS), penyakit dengan gejala nyeri saat kencing, keluar nanah dari kemaluan (TRICOMONIASIS), ibu tidak memelihara binatang seperti kucing, anjing dan burung (TROCH), dan saat ibu terkena pisau, darah cepat berhenti (HEMOFILI)

b. Riwayat kesehatan sekarang

Ibu mengatakan tidak pernah mempunyai keluhan penyakit seperti banyak makan, banyak minum, sering kencing, luka tidak sembuh-sembuh, sesak nafas, tekanan darah tinggi, jantung berdebar-debar, batuk tidak sembuh-sembuh.

4. Riwayat Kesehatan Keluarga

Di keluarga ibu atau suami tidak ada yang menderita penyakit menular seperti TBC, HIV AIDS, Hepatitis dan penyakit menurun seperti DM, Hipertensi, Asma, di dalam keluarga tidak ada keturunan kembar.

5. Riwayat kebidanan.

a. Riwayat Haid

Ibu menarche umur 14 tahun, siklus ± 28 hari, lama menstruasi 5-6 hari, banyaknya 3 kali ganti pembalut pada hari pertama dan ketiga, dan hari keempat dan keenam 2 kali ganti pembalut, tidak mengalami desminore, warna darah merah tua dan campur dengan bekuan darah, konsistensi encer, keputihan biasanya pada hari kelima sesudah haid dan keputihan yang keluar warnanya putih jernih, tidak gatal, tidak baud an jumlahnya sedikit.

HPHT 30 – 12 - 2008

b. Riwayat Kehamilan Sekarang

Ibu mengatakan ini kehamilannya yang pertama, usia kehamilan 8 bulan. Ibu rutin memeriksakan kehamilannya setiap 1 bulan di bidan. Pada awal kehamilan ibu mengalami mual muntah. Selama kehamilan ibu mendapatkan terapi tablet Fe, Vit C, kalk dan ibu juga diberikan nasehat tentang nutrisi, istirahat, personal hygiene, dan nasehat – nasehat lainnya. Ibu merasakan gerkan janin pada usia kehamilan 5 bulan.

c. Riwayat KB

Ibu mengatakan belum pernah menggunakan KB apapun dan setelah melahirkan ibu berencana ingin menggunakan KB suntik 3 bulanan.

d. Riwayat Psikososial dan Budaya

Kehamilan ini direncanakan pasien dan suami. Suami dan keluarga merasa senang atas kehamilan pasien. Pasien tidak mempunyai pantangan makanan seperti makanan laut, nanas, telur, tidak ada pantangan tidur siang dan tidak ada kebiasaan pijat dalam keluarga, adat keluarga untuk ibu hamil selamatan 7 bulan dan 9 bulan (procotan), keluarga berharap anak laki-laki selama berinteraksi.

e. Riwayat Ketergantungan

Ibu mengatakan tidak mempunyai ketergantungan terhadap teh, kopi, rokok, alkohol dan obat-obatan.

6. Pola Kebiasaan Sehari-Hari

a. Pola nutrisi

- Sebelum hamil ibu makan 3 x sehari dalam porsi sedang. Kombinasi makanannya terdiri atas : nasi, sayur (bening, sop, asem), lauk-pauk (tahu, tempe, telur), minum 7-8 gelas sehari.

- Selama hamil nafsu makan ibu menurun, sehari makan 2-3 kali sehari dalam porsi kecil (6-7 sendok), kombinasi makanannya terdiri dari nasi, sayur, lauk-pauk ditambah dengan susu pada pagi dan malam hari, minum air putih 4-6 gelas sehari.

Ibu mengatakan muntah pada pagi hari 1-2 x, yang dimuntahkan air dan makanan.

b. Eliminasi

- Sebelum hamil ibu kencing 2-3 x/hari, konsistensi encer, warna kekuningan.

BAB 2 hari sekali, konsistensi lembek, warna kekuningan.

- Selama hamil ibu sering kencing 6-7 x/hari.

BAB setiap 2 hari sekali, konsistensi lembek, warna kekuningan.

c. Aktivitas

- Sebelum hamil ibu biasa melaksanakan pekerjaan rumah sendiri, seperti memasak, mencuci, mengepel.

- Selama hamil ibu mengurangi aktivitasnya sehari-hari karena mudah lelah.

Ibu mengatakan belum pernah mengikuti senam hamil.

d. Istirahat

- Sebelum hamil ibu mulai tidur malam pada jam 21.00 bangun jam 05.00 (± 8 jam), tidur siang jam 13.00-14.00 (1 jam) dan ibu mengatakan tidak ada gangguan.

- Selama hamil ibu tidur malam jam 21.00 bangun jam 05.00 (± 8 jam), ibu sering terbangun di malam hari untuk kencing. Tidur siang dari jam 12.00 – 14.00 (± 2 jam).

e. Personal Hygiene

- Sebelum hamil ibu mandi 2 x/hari dengan sabun, gosok gigi setiap habis makan dan sebelum tidur. Keramas 2 x/minggu, ganti pakaian setiap selesai mandi, ganti CD 2 x/hari, ganti BH 1 x/hari. Cebok setelah BAB/BAK.

- Selama hamil ibu mandi 2 x/hari dengan sabun, gosok gigi setiap habis makan dan sebelum tidur, keramas 2 x/minggu, ganti CD 2 x/hari, BH 1 x/hari, cebok setelah BAB/BAK.

f. Kehidupan Seksual

- Sebelum hamil hubungan suami istri dilakukan 2-3 x/minggu, tanpa ada keluhan.

- Selama hamil hubungan suami istri jarang dilakukan karena takut menyakiti janinnya dan ibu merasa cemas dan tegang menantikan saat yang ditunggu- tunggu yaitu saat persalinan.

B. Data Obyektif

HPL : 06 – 09 - 2009

1. Pemeriksaan Umum

Keadaan Umum : Baik

Kesadaran : Composmentis

2. Tanda- tanda vital

Tekanan Darah : 100/70 mmHg

Nadi : 80 x/menit

Suhu : 365°C

RR : 20 x/menit

3. Pengukuran Antropometri

LILA : 24 cm

BB sebelum hamil : 42 Kg

BB setelah hamil : 56 Kg

TB : 165 cm

4. Pemeriksaan fisik

Kepala

- inspeksi : Simetris, warna rambut hitam, tidak rontok, kulit kepala bersih, tidak ada luka, tidak berketombe, pertumbuhan rambut merata.

- palpasi : Tidak ada benjolan abnormal pada kepala.

Muka

- inspeksi : Muka tidak sembab, simetris

Mata

- inspeksi : Simetris, Sklera putih, tidak ikterus.

- palpasi : Konjungtiva palpebra merah muda.

Hidung

- inspeksi : Simetris, bersih tidak ada sekret.

- palpasi : Tidak ada benjolan yang abnormal.

Mulut

- inspeksi : Simetris, bersih, tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi dan gigi berlubang, tidak berdarah,, tidak pucat dan bibir lembab.

Telinga

- inspeksi : Simetris, bersih tidak ada serumen, terdapat daun telinga, tidak mengeluarkan cairan.

Leher

- inspeksi : Simetris, bersih, tidak ada lesi.

- palpasi :Tidak ada bendungan vena jugularis, dan pembesaran kelenjar tiroid dan limfe.

Payudara

- inspeksi : Simetris, bersih, payudara membesar, puting susu menonjol, terdapat hiperpigmentasi areola.

- palpasi : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan abnormal, kolostrum (+)

- auskultasi : Tidak ada wheezing dan ronchi.

Abdomen

- inspeksi : Simetris, bersih, perut membesar sesuai dengan usia kehamilan, terdapat linia nigra dan strie livide, tidak ada luka bekas oprasi..

- palpasi :

- Leopold I : TFU pertengahan PX dengan pusat, bagian fundus teraba bagian besar, lunak, bulat, tidak melenting yaitu bokong.

- Leopold II : Sebelah kanan uterus teraba bagian- bagian kecil janin dan sebelah kiri teraba bagian lebar, keras, seperti papan yaitu punggung (puki).

- Leopold III : Bagian bawah teraba bagian bulat, keras dan melenting yaitu kepala.

- Leopold IV :Tangan pemeriksa saling bertemu Konvergen

- Pemeriksaan Rumus Jonsen- Tausak

TBJ = (TFU – 12) x 155 (Mc. Donald:26 cm)

= (26 - 12) x 155

= 14 x 155

= 2190 gram

- Auskultasi

DJJ : - Pactum maximum (PM) terdengar pada satu titik. (11,12,11) 136 x/ menit .

- Perkusi : Tidak kembung

Genetalia

- inspeksi : Simetris, tidak ada oedema, tidak ada varises, tidak ada condiloma acuminata dan condiloma matalata, bersih, tidak ada perdarahan pervaginam.

- palpasi : Tidak ada benjolan yang abnormal, tidak ada pembengkaan kelenjar bartholini.

Anus

- Inspeksi : Simetris, bersih, tidak ada hemoroid.

Ekstremitas

Atas

- inspeksi : simetris, tidak ada kelainan dalam bentuk tidak ada bekas luka dan jumlah ektremitas, tidak terdapat syndaktil ataupun polydaktil.

- palpasi : Tidak ada benjolan yang abnormal, tidak oedema, tangan kanan kiri bisa digerakkan dengan bebas.

Bawah

- inspeksi : simetris, tidak ada kelainan dalam bentuk dan jumlah ektremitas, tidak terdapat syndaktil ataupun polydaktil. tidak ada bekas luka, tidak ada varices.

- palpasi : Tidak ada benjolan yang abnormal, tidak oedema, kaki kanan kiri bisa digerakkan dengan bebas.

- perkusi : reflek patela +/+

5. Pemeriksaan Panggul Luar

Distansia spinarum : 24 cm

Distansia Cristarum : 28 cm

Conjugata Eksterna : 19 cm

Lingkar Panggul : 84 cm

6. Pemeriksaan Laboratorium

- Darah : HB 12 gr %,

- Urine : - Reduksi (-)

- Albmin (-)

II. IDENTIFIKASI MASALAH DAN DIAGNOSA

Tanggal :13 Juli 2009 Jam : 16.15 WIB

Diagnosa : GIP00000 usia kehamilan 32 minggu, janin hidup, tunggal, situs membujur, habitus fleksi, punggung kiri, persentasi kepala, intrauterin, ukuran panggul dalam batas normal, keadaan umum ibu dan janin baik.

DS : - Ibu mengatakan hamil pertama usia kehamilan 8 bulan.

- Ibu mengatakan mulai merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 5 bulan dan sampai sekarang janin masih bergerak.

- HPHT : 30 – 12 – 2008

DO : - HPL : 06 – 0 – 2009

- TFU 26 cm

- TBJ 2190 gram

- Leopold I : TFU pertengahan PX dengan pusat, bagian fundus teraba bagian besar, lunak, bulat, tidak melenting yaitu bokong.

- Leopold II : Sebelah kanan uterus teraba bagian- bagian kecil janin dan debelah kiri teraba bagian lebar, keras, seperti papan yaitu punggung (puki).

- Leopold III : Bagian bawah teraba bagian bulat, keras dan melenting yaitu kepala. (belum masuk PAP)

- Leopold IV : Tangan pemeriksa saling bertemu Konvergen.

-DJJ (11.12.11) 136 x/menit

- Tanda- tanda vital

Tekanan Darah : 110/70 mmHg

Nadi : 80 x/menit

Suhu : 365°C

RR : 20 x/menit

- Pengukuran Antropometri

LILA : 24 cm

BB sebelum hamil : 42 Kg

BB setelah hamil : 56 Kg

TB : 165 cm

- Pemeriksaan Panggul Luar

Distansia spinarum : 24 cm

Distansia Cristarum : 28 cm

Conjugata Eksterna : 19 cm

Lingkar Panggul : 84 cm

- Pemeriksaan Lab :

- Darah : HB 12 %

- Urin : protein (-), reduksi (-)

- Pemeriksaan penunjang lain (-)

III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL

-

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA

- Penyuluhan tentang kebutuhan cairan ibu hamil

- Pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur

V. MENGEMBANGKAN RENCANA ASUHAN

Tanggal : 13 Juli 2009 Jam : 16.15 WIB

Diagnosa : GIP00000 usia kehamilan 32 minggu, janin hidup, tunggal, situs membujur, habitus fleksi, punggung kiri, persentasi kepala, intrauterin, ukuran panggul dalam batas normal, keadaan umum ibu dan janin baik.

Tujuan : - Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan 1 x 60 menit diharapkan ibu dapat memahami prnjelasan yang diberikan.

- Ibu dan bayi dalam keadaan sehat dan sejahtera.

- Setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan kehamilan normal sampai aterm .

- Kehamilan tidak ada penyulit yang mempengaruhi kehamilan dan persalinannya.

Kriteria Hasil : - Ibu mengerti dan memahami tentang kehamilannya.

- Kehamilan normal sampai aterm dan tidak ada penyulit seperti perdarahan dari jalan lahir, ketuban pecah sebelum waktunya, penglihatan kabur dan timbul bengkak pada kaki/ tangan.

- Ibu teratur memeriksakan kehamilannya.

- TTV dalam batas normal

TD : 100/60 – 130/90 mmHg

N : 76 x/menit – 88 x/menit

R : 16-24 x/menit

S : 36,5 – 37,5 °C

Intervensi :

1. Informasikan keadaan kehamilannya kepada Ibu.

R/ ibu menjadi tenang mengetahui keadaan janinnya sehingga ibu bersikap kooperatif terhadap tindakan - tindakan yang diberikan petugas.

2. Jelaskan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan (laboratorium).

R/ Pengetahuan yang cukup tentang keadaan ibu, meningkatkan perhatian terhadap pemeliharaan kehamilan.

3. Anjurkan kepada ibu untuk mengkonsumsi yang adekuat, yaitu cukup kalori, protein, vitamin, mineral dan serat.

R/ Pemeliharaan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.

4. Anjurkan ibu untuk istirahat cukup.

R/ Istirahat untuk memenuhi metabolik berkenaan dengan pertumbuhan jaringan ibu dan janin.

5. Jelaskan kepada ibu tentang kegawatdaruratan yang mungkin terjadi.

R/ Ibu menjadi mengerti kegawatdaruratan pada kehamilan.

6. Berikan penjelasan tentang perubahan sexual pada waktu hamil.

R/ Ibu dapat memahami tentang perubahan-perubahan fisiologis (penurunan kadar libido) yang dapat mempengaruhi pola sexual.

7. Anjurkan ibu untuk melakukan perawatan payudara.

R/ Mempersiapkan proses menyusui setelah melahirkan.

8. Jelaskan tanda – tanda persalinan kepada ibu.

R/ Ibu dapat menentukan mulai kapan ibu memasuki fase persalinan dan siap pergi ke Rumah Sakit.

9. Beritahu ibu mengenai persiapan – persiapan persalinan.

R/ Persalinan dapat mempengaruhi kesiapan diri.

VI. IMPLEMENTASI

Tanggal : 13 Juli 2009 Jam : 16.15 WIB

Diagnosa : GIP00000 usia kehamilan 32 minggu, janin hidup, tunggal, situs membujur, habitus fleksi, punggung kiri, persentasi kepala, intrauterin, ukuran panggul dalam batas normal, keadaan umum ibu dan janin baik.

.

Implementasi :

1. Memberikan penjelasan kepada Ibu bahwa usia kehamilannya sekarang 32 minggu, keadaan ibu dan janin baik.

2. Menjelaskan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan laboratorium

- Darah : HB 12 %

- Urin : protein (-), reduksi (-)

- Pemeriksaan penunjang lain (-)

3. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi nutrisi yang adekuat yaitu cukup kalori, protein, mineral, vitamin dan serat setiap hari yang diperoleh dari nasi, lauk, sayur, buah (makanan sebelum hamil diberi extra susu, buah/sari buah, telur) minuman cukup ± 2 liter/hari serta makanan ringan (biskuit).

4. Menganjurkan kepada ibu untuk istirahat cukup.

Yaitu :

- Tidur siang ± 1-2 jam/hari.

- Tidur malam ± 8 jam/hari.

5. Menjelaskan kepada ibu tentang kegawatdaruratan pada kehamilan yaitu : mual muntah lebih sering (hiperemesis), abortus, pusing yang hebat, nyeri ulu hati, pandangan kabur, dll.

6. Memberikan penjelasan/informasi tentang perubahan pola seksual pada waktu hamil.

- Menjelaskan kepada ibu dan suami untuk tidak melakukan hubungan seksual karena ada riwayat keguguran.

- Hubungan seksual boleh dilakukan dengan syarat harus berhati-hati atau menggunakan kondom.

- Menjelaskan alternatif yang dapat mengurangi kedalaman penetrasi.

7. Menganjurkan pada ibu untuk perawatan payudara dengan cara mengompres kedua puting payudara selama 3 menit dengan kapas berminyak, kemudian kedua telapak tangan dibasahi minyak kelapa, kedua telapak tangan diletakan antara kedua payudara kemudian di urut memutar sebanyak 20 – 30 kali, telapak tangan kiri menopang payudara kiri kemudian jari kelingking tangan kanan mengurut payudara ke arah puting susu dan sebaliknya, sebanyak 20- 30 kali.

8. Menjelaskan tanda – tanda persalinan kepada ibu

1. Nyeri melingkar dari pinggang memancar ke perut bagian bawah depan.

2. His teratur.

3. Makin lama makin pendek intervalnya dan makin kuat intensitasnya.

4. Keluarnya lendir dan darah dari jalan lahir.

5. Keluarnya cairan banyak dari jalan lahir.

10. Memberitahu ibu mengenai persiapan – persiapan persalinan duantaranya meliputi biaya, kendaraan, pakaian untuk bayi dan ibu, serta penolong persalinan yang dipilih.

VII. EVALUASI

Tanggal :13 Juli 2009 Jam : 16.45 WIB

S : Ibu mengatakan sudah mengengerti dan memahami yang dijelaskan oleh petugas.

O : Ibu mampu menjelaskan kembali tentang kegawatdaruratan pada kehamilan, perubahan pola seksual pada waktu hamil, perawatan payudara, tanda – tanda persalinan, persiapan – persiapan persalinan.

A : GIP00000 usia kehamilan 32 minggu, janin hidup, tunggal, situs membujur, habitus fleksi, punggung kiri, persentasi kepala, intrauterin, ukuran panggul dalam batas normal, keadaan umum ibu dan janin baik.

P : - Observasi status gizi.

- Anjurkan ibu untuk senam hamil.

- Anjurkan ibu untuk perawatan payudara.

- Kembangkan rencana asuhan

- Kunjungan ulang 1 bulan lagi.

BAB IV

PEMBAHASAN

KESENJANGAN ANTARA TEORI DAN KASUS

Asuhan kebidanan pada Ny”D” GI P00000 yang di laksanakan di RSB AL-HASANAH Madiun oleh mahasiswa. Pelaksanaannya di mulai dengan melakukan pengkajian meliputi data subyektif dan obyektif. Dari pengkajian tersebut di temukan masalh – masalah yang muncul pada ibu hamil serta dapat ditentukan diagnosa kebidanan.

Kesimpulan :

I. Pengkajian

Data anamnesa yang dikaji pada ibu hamil tersebut diambil langsung dari ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

II. Identifikasi masalah diagnosa

Identifikasi masalah pada ibu hamil tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

III. Antisipasi masalah potensial

Antisipasi masalah potensial pada ibu hamil tersebut diambil langsung dari ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

IV. Identifikasi kebutuhan segera

Identifikasi Kebutuhan segera pada ibu hamil tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan pada ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

V. Intervensi

Intervensi adalah perencanaan tindakan pada ibu hamil tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan pada ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

VI. Implementasi

Implementasi sdalah pelaksanaan tindakan pada ibu hamil tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan pada ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

VII. Evaluasi

Evaluasi pada ibu hamil tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan pada ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dalam pelaksanaan asuhan kebidanan pada Ny “D” GI P00000 hamil normal dengan usia kehamilan 32 minggu dapat disimpulkan :

1. Pengkajian pada Ny “D” GI P00000 UK : 32 minggu diketahui data objektifnya adalah keadaan ibu baik, kesadaran composmentis.

2. Identifikasi Diagnosa Masalah berdasarkan pengkajian adalah Ny “D” GI P00000 UK : 32 minggu

3. Identifikasi Masalah Potensial pada Ny “D” GI P00000 UK : 32 minggu tidak ada indikasi.

4. Identifikasi Kebutuhan Segera dengan pemberian konseling tentang kebutuhan cairan pada ibu hamil trimester III dan pemenuhan istirahat tidur yang cukup

5. Perencanaan / intervensi pada Ny “D” GI P00000 UK : 32 minggu

1. Informasikan keadaan kehamilannya kepada Ibu.

R/ ibu menjadi tenang mengetahui keadaan janinnya sehingga ibu bersikap kooperatif terhadap tindakan - tindakan yang diberikan petugas.

2. Jelaskan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan (laboratorium).

R/ Pengetahuan yang cukup tentang keadaan ibu, meningkatkan perhatian terhadap pemeliharaan kehamilan.

3. Anjurkan kepada ibu untuk mengkonsumsi yang adekuat, yaitu cukup kalori, protein, vitamin, mineral dan serat.

R/ Pemeliharaan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.

4. Anjurkan ibu untuk istirahat cukup.

R/ Istirahat untuk memenuhi metabolik berkenaan dengan pertumbuhan jaringan ibu dan janin.

5.Jelaskan kepada ibu tentang kegawatdaruratan yang mungkin terjadi.

R/ Ibu menjadi mengerti kegawatdaruratan pada kehamilan.

6. Berikan penjelasan tentang perubahan sexual pada waktu hamil.

R/ Ibu dapat memahami tentang perubahan-perubahan fisiologis (penurunan kadar libido) yang dapat mempengaruhi pola sexual.

11. Anjurkan ibu untuk melakukan perawatan payudara.

R/ Mempersiapkan proses menyusui setelah melahirkan.

12. Jelaskan tanda – tanda persalinan kepada ibu.

R/ Ibu dapat menentukan mulai kapan ibu memasuki fase persalinan dan siap pergi ke Rumah Sakit.

13. Beritahu ibu mengenai persiapan – persiapan persalinan.

R/ Persalinan dapat mempengaruhi kesiapan diri.

6. Implementasi pada Ny “D” GI P00000 UK : 32 minggu

1. Memberikan penjelasan kepada Ibu bahwa usia kehamilannya sekarang 32 minggu, keadaan ibu dan janin baik.

2. Menjelaskan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan laboratorium

- Darah : HB 12 %

- Urin : protein (-), reduksi (-)

- Pemeriksaan penunjang lain (-)

3. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi nutrisi yang adekuat yaitu cukup kalori, protein, mineral, vitamin dan serat setiap hari yang diperoleh dari nasi, lauk, sayur, buah (makanan sebelum hamil diberi extra susu, buah/sari buah, telur) minuman cukup ± 2 liter/hari serta makanan ringan (biskuit).

4. Menganjurkan kepada ibu untuk istirahat cukup.

Yaitu :

- Tidur siang ± 1-2 jam/hari.

-Tidur malam ± 8 jam/hari.

5. Menjelaskan kepada ibu tentang kegawatdaruratan pada kehamilan yaitu : mual muntah lebih sering (hiperemesis), abortus, pusing yang hebat, nyeri ulu hati, pandangan kabur, dll.

6. Memberikan penjelasan/informasi tentang perubahan pola seksual pada waktu hamil.

- Menjelaskan kepada ibu dan suami untuk tidak melakukan hubungan seksual karena ada riwayat keguguran.

- Hubungan seksual boleh dilakukan dengan syarat harus berhati-hati atau menggunakan kondom.

- Menjelaskan alternatif yang dapat mengurangi kedalaman penetrasi.

7. Menganjurkan pada ibu untuk perawatan payudara dengan cara mengompres kedua puting payudara selama 3 menit dengan kapas berminyak, kemudian kedua telapak tangan dibasahi minyak kelapa, kedua telapak tangan diletakan antara kedua payudara kemudian di urut memutar sebanyak 20 – 30 kali, telapak tangan kiri menopang payudara kiri kemudian jari kelingking tangan kanan mengurut payudara ke arah puting susu dan sebaliknya, sebanyak 20- 30 kali.

8. Menjelaskan tanda – tanda persalinan kepada ibu

1. Nyeri melingkar dari pinggang memancar ke perut bagian bawah depan.

2. His teratur.

3. Makin lama makin pendek intervalnya dan makin kuat intensitasnya.

4. Keluarnya lendir dan darah dari jalan lahir.

5. Keluarnya cairan banyak dari jalan lahir.

7. Evaluasi pada Ny “D” GI P00000 UK : 32 minggu :

S : Ibu mengatakan sudah mengengerti dan memahami yang dijelaskan oleh petugas.

O : Ibu mampu menjelaskan kembali tentang kegawatdaruratan pada kehamilan, perubahan pola seksual pada waktu hamil, perawatan payudara, tanda – tanda persalinan, persiapan – persiapan persalinan.

A : GIP00000 usia kehamilan 32 minggu, janin hidup, tunggal, situs membujur, habitus fleksi, punggung kiri, persentasi kepala, intrauterin, ukuran panggul dalam batas normal, keadaan umum ibu dan janin baik.

P : - Observasi status gizi.

- Anjurkan ibu untuk senam hamil.

- Anjurkan ibu untuk perawatan payudara.

- Kembangkan rencana asuhan

- Kunjungan ulang 1 bulan lagi.

Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan pada ibu hamil, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah :

Tahap pengumpulan data dasar dilakukan dengan metode yang ada dalam penelitian ini dilakukan metode observasi, anamnesa dan pemeriksaan fisik.Data yang didapat berupa data subyektif dan data obyektif yang diperoleh dari pasien dan keluarga.

5.2 Saran

1. Untuk Petugas Kesehatan

Meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik sehingga kejadian anemia pada ibu hamil bias dicegah.

2. Untuk Masyarakat

Agar masyarakat kususnya ibu hamil bisa menerapkan pola hidup hidup sehat dengan konsumsi makanan yang bergizi untuk mencegah anemia.

3. Untuk Mahasiswa atau Praktikan

Manggali ilmu semaksimal mungkin untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa tentang masalah – masalah yang terjadi pada ibu hamil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar