Jumat, 11 Juni 2010

ASKEB IMUNISASI

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pertahanan tubuh merupakan suatu sistem kekebalan tubuh yang terdiri dari suatu sistem interaksi yang komplek mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi adanya mikroba yang masuk ke dalam tubuh (antigen). Tubuh manusia setelah kemasukan suatu mikroorganisme akan mengadakan suatu perlawanan yang disebut respon imun. Di dalam tubuh akan berkembang sistem imun yang menghasilkan molekul protein di sebut antibodi. Antibodi bersifat spesifik utuk sel tertentu dan mempunyai tujuan fasilitas eliminasi benda asing. Mikroba masuk kedalam tubuh individu, tubuh akan mengadakan suatu pertahanan tubuh spesifik. Di dalam tubuh manusia terdapat dua sistem pertahanan yaitu sistem pertahanan tubuh hormonal dari sistem pertahanan celuler. Sistem pertahanan tubuh hormonal terdiri dari sistem immunoglobulin terdiri dari Ig A, Ig M, Ig G, Ig E, Ig D, yang akan menghasilkan cell memory.

1.2 Tujuan

1. Tujuan Umum

Mahasiswa dapat menerapkan pola pikir secara alamiah kedalam bentuk Asuhan Kebidanan pada pemberian imunisasi menurut Management Helen Vamey.

2. Tujuan Khusus

Dalam melaksanakan Asuhan Kebidanan pada bayi dengan imunisasi. Bidan diharapkan mampu:

a. Melakukan pengkajian data.

b. Mengidentifikasi diagnosa, masalah, dan kebutuhan.

c. Mengidentifikasi masalah potensial.

d. Mengidentifikasi kebutuhan segera.

e. Merumuskan suatu tindakan yang komprehensif.

f. Melaksanakan suatu tindakan sesuai dengan rencana.

g. Mengevaluasi pelaksanaan Asuhan Kebidanan.

1.3 Manfaat

1 Bagi Mahasiswa

Dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah serta mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan Asuhan Kebidanan secara langsung kepada bayi dengan pemberian imunisasi dan sebagai bekal penulis di dalam melaksanakan tugas sebagai bidan.

2 Bagi Pasien

Agar pasien mengetahui penting dan manfaat dari imunisasi, baik secara biologis maupun psikologis serta efek dari imunisasi sehingga pasien memperhatikan kesehatan bayinya dengan melakukan pemeriksaan secara teratur.

3 Bagi petugas

Sebagai tambahan informasi atau masukan bagi tenaga kesehatan lain dalam usaha meningkatkan kualitas pelayanan Asuhan Kebidanan pada bayi dengan imunisasi.

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Konsep Imunisasi

Pertahanan tubuh merupakan suatu sistem kekebalan tubuh yang terdiri dari suatu sistem interaksi yang komplek mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi adanya mikroba yang masuk ke dalam tubuh (antigen). Tubuh manusia setelah kemasukan suatu mikroorganisme akan mengadakan suatu perlawanan yang disebut respon imun. Di dalam tubuh akan berkembang sistem imun yang menghasilkan molekul protein di sebut antibodi. Antibodi bersifat spesifik utuk sel tertentu dan mempunyai tujuan fasilitas eliminasi benda asing. Mikroba masuk kedalam tubuh individu, tubuh akan mengadakan suatu pertahanan tubuh spesifik. Di dalam tubuh manusia terdapat dua sistem pertahanan yaitu sistem pertahanan tubuh hormonal dari sistem pertahanan celuler. Sistem pertahanan tubuh hormonal terdiri dari sistem immunoglobulin terdiri dari Ig A, Ig M, Ig G, Ig E, Ig D, yang akan menghasilkan cell memory.

Sistem pertahanan celluler terdiri dari lymphicyt B dan Lymphocyt T. dengan pemberian imunisasi di harapkan tubuh menghasilkan cell memory, sehingga individu akan terhindar dari penyakit / bila terkena tidak separah di bandingkan dengan individu yang tidak mendapatkan imunisasi.

B. Prinsip Imunisasi

Memberikan infeksi palsu untuk menghasilkan cell memori

    • Imunisasi Pasif

1. Pemberian zat : immunoglobulin

2. Berasal dari plasma manusia (hepatitis B, rabiesm varicella zoster)

3. Mencegah beberapa infeksi

4. Antibodi di salurkan lewat plasenta → Ig G ibu yang tembus ke plasenta

5. Imunoglobulin dari plasma : penyakit hepatitis (HBIG), rabies (RIG), varicella Zozter (V216)

6. Imunoglobulin dari binatang : amitoxin dipteri (ADS), antitoxin tetanus (ATS), antitoxin botulisme.

    • Imunisasi Aktif

1. Memberikan suatu zat yang berlaku sebagai antigen sehingga terjadi proses infeksi buatan.

2. Sifat permanent

C. Faktor – faktor yang mempengaruhi keberhasilan imunisasi

1. Tingginya kadar antibodi maternal saat imunisasi

2. Potensi antigen yang di suntikan (dosis dan cara penyimpanan)

3. Selang waktu antar suntikan

D. Keberhasilan Imunisasi

1. Efektifitas vaksin

2. Aktif / pasif

3. Status antigen (hidup / inaktif / dibunuh)

4. Pemberian vaksin gabungan

5. Status pathologis yang menyertai : umur, status gizi, tingkat kekebalan (status immunoglobulin haspes)

E. Klasifikasi

1. Vaksin yang dilemahkan

§ Bentuk lemah dari virus / bakteri

§ Harus berkembang biak

§ Respon tanggap : Penularan penyakit alamiah

§ Umurnya efektif 1x dosis kecuali per oral (BCG, campak)

§ Keburukan – keburukan, kerusakan vaksin di dalam botol / gangguan perbanyakan kuman di dalam tubuh akan menyebabkan vaksin berkurang daya guna.

2. Vaksin tidak aktif (polio, hepatits, DPT)

§ Perlu beberapa kali pemberian

§ Dihasilkan oleh bakteri / virus yang berasal dari bagian organisme

§ Tidak dapat hidup dan bertambah banyak

§ Pemberian secara berulang

F. Tujuan Pemberian Imunisasi

- Mencegah terjadinya penyakit infeksi tertentu

- Apabila terjadi penyakti, tidak akan terlalu parah dan dapat mencegah gejala yang dapat menimbulkan cacat dan kematian

G. Reaksi Yang Kemungkinan Terjadi Setelah Imunisasi

1. Reaksi Lokal

Biasanya terlihat pada bagian tangan bekas penyuntikan

Misalnya, terjadi pembengkakan yang kadang di sertai demam dan agak sakit

2. Reaksi Umum

Dapat terjadi kejang – kejang, syok dll

H. Efek Samping Vaksinasi

1. DPT +

a. Ringan

- Pembengkakan dan nyeri tempat suntikan

- Demam

b. Berat

- Menangis berat > 4 jam

- Kesadaran menurun

- Kejang

- Syok

2. Campak

- Ruam pada temapt suntikan

- Panas

3. BCG

- Ulkus

- Lymphadenitis Regional

BAB III

TINJAUAN KASUS

PENGKAJIAN

Hari / Tanggal pengkajian : Rabu, 03 februari 2010

Jam : 15.00 WIB

Tempat : RB. Sekar Wangi

No.Reg : 234 / 10

I. Data Subyektif

1. Identitas / biodata

a). Biodata Bayi

Nama : Bayi Ny ”E”

Umur : 31 hari

Jenis Kelamin : Perempuan

§ Biodata Orang Tua

Nama : Ny. ”E” Tn. ”A”

Umur : 23 tahun 25 tahun

Agama : Islam Islam

Pendidikan : SMP SMA

Pekerjaan : IRT Swasta

Suku / Bangsa : Jawa / Indonesia Jawa / Indonesia

Alamat : Plaosan, Magetan

2. Alasan Datang

Ibu menmengatakan ingin mengimunisasikan anaknya DPT combo

3. Keluhan Utama

-

4. Riwayat sekarang

Ibu tidak menderita penyakit akut, kronis, menular (AIDS) atau penyakit keturunan (Asma, DM, dll)

5. Riwayat Persalinan

- Tanggal / jam persalinan : 03 Januari 2010 / 23.00 WIB

- Cara persalinan : Spontan

- Lama persalinan : ± 5 jam

- Penolong persalinan : Bidan

- Penyulit persalinan : -

- Bonding Attachment : dilakukan

- Berat waktu lahir : 3000 gr

6. Riwayat Kesehatan

a. Riwayat kesehatan anak

- Penyakit yang lalu : -

- Riwayat perawatan

· Pernah di rawat di : -

· Penyakit : -

- Riwayat operasi

· Pernah operasi di : -

· Penyakit : -

b. Riwayat kesehatan keluarga

Dalam keluarga tidak ada yang menderita sakit menurun seperti asma, darah tinggi, kencing manis

7. Riwayat imunisasi

- BCG : 04 januari 2010

- DPT combo : 14 Januari 2010

- Hepatitis B : 07 januari 2010

- Polio : 14 januari 2010

- Campak : -

8. Riwayat Tumbuh Kembang

a. BB / PB sebelumnya : 3000 gr / 50 cm

b. Perkembangan : bayi bisa menangis, tersenyum dan gerakan aktif

c. BB / PB sekarang : 3100 gr/ 50 cm

9. Pola Kebutuhan sehari-hari

1. Nutrisi

Bayi masih mengkonsumsi ASI ekslusif tanpa MPASI, ± setiap 1 jam sekali di beri ASI

2. Eliminasi

BAK 5-6x / sehari dengan konsistensi jernih, bau khas urine dan BAB 1-3x / sehari dengan konsistensi lembek, kuning, bau khas feces.

3. Istirahat

10 – 12 jam / sehari dan kadang – kadang tengah malam terbangun

4. Aktifitas

Senyum, menangis, gerak aktif

5. Personal Hygiene

Mandi 2x / hari, pakai air hangat, pakaian ganti setiap habis mandi. Dan setiap habis BAK atau BAB ganti popok.

10. Data Sosial Budaya

a. Pandangan keluarga terhadap kesehatan

keluarga lebih mengutamakan kesehatan dalam keluarganya

b. Kesehatan Lingkungan

Bersih

c. Anak di asuh oleh orang tua kandung

II. Data Objektif

1. Pemeriksaan Fisik Umum

a Keadaan Umum : baik

b Kesadaran

c TTV

N : 120 x/ menit

S : 36,5 C

R : 30 x /menit

BB : 3100 gr

PB : 50 cm

2. Pemeriksaan Fisik Khusus

Kepala

Inspeksi : Simetris , Rambut hitam, tipis dan lembut

Palpasi : Ubun-ubun besar sudah menutup, Sutura merapat tidak ada benjolan abnormal.

Muka

Inspeksi : Simetris , warna kulit kemerahan, tidak ada bekas luka.

Mata

Inspeksi : Simetris , kanan dan kiri, sklera putih, pupil baik.

Palpasi : Konjungtiva merah muda.

Hidung

Inspeksi : Simetris, lubang hidung bersih, tidak ada secret, tidak ada pernapasan cuping hidung.

Palpasi : tidak ada benjolan yang abnormal

Telinga

Inspeksi : Simetris kanan dan kiri, lubang telinga bersih, tidak ada serumen

Palpasi : Daun telinga kaku

Mulut

Inspeksi : Simetris kanan dan kiri, bersih, tidak ada gigi susu, Mukasa bibir lembab, tidak ada lesi pada mulut, warna bibir kemerahan.

Leher

Inspeksi : Simetris, bersih, tidak ada pelipatan lemak.

Palpasi :Tidak ada bendungan vena jugularis dan pembesaran kelenjar tyroid.

Dada

Inspeksi : Bentuk dada simetris, puting susu simetris, puting susu menonjol.

Palpasi : Tidak ada masa.

Auskultasi : Bunyi nafas normal, denyut jantung normal, tidak ada ronchi.

Abdomen

Inspeksi : Simetris,

Palpasi : Tidak ada masa, tidak ada pembesaran hepar.

Auskultasi : Bising usus 18x/menit

Perkusi : Perut tidak kembung.

Punggung

Inspeksi : Simetris.

Palpasi : Tidak ada kelainan scoliosis dan spina bifida, tulang punggung mudah di fleksikan.

Genetalia

Inspeksi : Simetris, labiya mayora sudah menutupi labiya minora, ada lubang vagina dan lubang uretra.

Palpasi : Tidak ada benjolan.

Anus

Inspeksi : Simetris, bersih, ada lubang anus.

Ekstremitas

Atas

Inspeksi : Simetris, jumlah jari normal, syndaktil (-), polydaktil (-), warna kulit kemerahan, gerak aktif.

Palpasi : Akral agak dingin, turgor kulit baik.

Bawah

Inspeksi : Simetris, jumlah jari normal, syndaktil (-), polydaktil (-), warna kemerahan, gerak aktif.

Palpasi : Akral agak dingin, turgor kulit baik

Kulit

Inpeksi : Merah, tanda- tanda serotinus (-) seperti kulit mengelupas, keriput dan kuku panjang.

Reflek

- Moro : Saat bayi diangkat dari gendongan, bayi mengembangkan jari – jari tangannya.

- Sucking/ rooting : Saat daerah sekitar mulut bayi disentuh bayi segera membuka mulut dan memiringkan kepala ke arah yang disentuh dan saat ASI atau puting diberikan ke arah mulut bayi, bayi langsung menghisap.

- Grapping : Saat daerah sekitar menyentuh telapak tangan maka jari – jari bayi langsung menggenggam dengan kuat jari kita yang diletakkan di telapak tangan.

- Tonick neck : Saat ditengkurapkan, maka bayi langsung diiringkan kepalanya, saat bayi dimandikan tonick neck sangat kuat.

- Stapping : Saat telapak kaki bayi di daratkan dalam posisi berdiri di atas meja, maka satu kaki menyentuh landasan, reflek cukup kuat.

- Babinsky : Saat telapak kaki di elus dan di goressepanjang tepi luar maka jari kaki mengembang dan kaki dorso fleksi.

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA MASALAH

DS : Ibu mengatakan ingin mengimunisasikan anaknya DPT combo

DO : KU baik

Kesadaran composmentis

S : 36,5 oC

BB : 3100 gr

PB : 50 cm

DX : Bayi Ny. E dengan imunisasi DPT combo

III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL

- Tidak ada

IV IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA

- Konseling dan jelaskan keadaan anak pada ibu

- Lakukan vaksin DPT

- Beritahu efek DPT

V. INTERVENSI

Tanggal : 03 februari 2010 jam : 15.10 WIB

Dx : By. Ny. E dengan imunisasi DPT combo

Tujuan : imunisasi bayi Ny. E sudah terpenuhi

KH : KU baik

Kesadaran compos mentis

S : 36,5 oC

BB : 3100 gr

TB : 50 cm

Intervensi:

1. Jelaskan keadaan anak pada ibu

R/ Ibu mengerti keadaan anaknya

2. lakukan vaksin DPT

R/ Vaksinasi DPT pada bayi telah terpenuhi

3. Beritahu efek setelah pemberian vaksinasi DPT combo

R/ Ibu mengerti keadaan bayinya nanti setelah di beri vaksinasi DPT combo

VI. IMPLEMENTASI

Tanggal : 03 februari 2010 jam : 10.15 WIB

DX : By. Ny E dengan imunisasi DPT combo

1. Memberikan penjelasan kepada ibu tentang keadaan bayinya baik, BB : 3100 gr, PB : 50 cm, s : 36,5 oC

2. Melakukan vaksin DPT yaitu tepatnya pada paha bayi bagian kiri dengan tujuan memberikan kekebalan aktif yang bersamaan terhadap penyakit tetanus, difteri.

3. Memberi tahu efek setelah pemberian DPT combo, maka badan bayi akan panas. Tapi jangan kuatir karena bidan memberi obat penurun panas paracetamol agar suhu badan bayi akan normal kembali. Jadi ibu tidak perlu khawatir.

VII. EVALUASI

Tanggal : 03 februari 2010 jam : 10.20 WIB

S : Ibu mengatakan sudah lega karena bayinya sudah mendapatkan vaksinasi DPT combo

O : KU bayi baik

Kesadaran compos mentis

S : 36,5 oC

BB : 3100 gr

TB : 50 cm

Bayi menangis karena habis di suntik DPT combo

A : By. Ny. E dengan imunisasi DPT

P : Bila badan panas, bayi di beri obat paracetamol supaya panasnya kembali normal

BAB IV

PEMBAHASAN

KESENJANGAN ANTARA TEORI DAN KASUS

Asuhan kebidanan pada bayi Bayi Ny. “E” usia 31 hari dengan imunisasi DPT Combo keadaan umum bayi baik. di RB Sekar Wangi, Magetan, yang dilakukan oleh mahasiswa, dengan melakukan pengkajian meliputi data subyektif dan obyektif. Dari pengkajian tersebut di temukan masalh – masalah yang muncul pada bayi baru lahir serta dapat ditentukan diagnosa kebidanan.

Kesimpulan :

I. Pengkajian

Data anamnesa yang dikaji pada bayi baru lahir tersebut diambil langsung dari ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

II. Identifikasi masalah diagnosa

Identifikasi masalah pada bayi baru lahir tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

III. Antisipasi masalah potensial

Antisipasi masalah potensial pada bayi baru lahir tersebut diambil langsung dari ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

IV. Identifikasi kebutuhan segera

Identifikasi Kebutuhan segera pada bayi baru lahir tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan pada ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

V. Intervensi

Intervensi adalah perencanaan tindakan pada Bayi baru lahir tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan pada ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

VI. Implementasi

Implementasi adalah pelaksanaan tindakan pada bayi baru lahir tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan pada ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

VII. Evaluasi

Evaluasi pada bayi baru lahir tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan pada ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dalam pelaksanaan asuhan kebidanan Bayi Ny. “E” usia 31 hari denganimunisasi DPT Combo Pengkajian.adalah keadaan bayi baik, kesadaran composmentis.

1. Identifikasi Diagnosa Masalah pada Bayi Ny. “E” usia 31 hari dengan imunisasi DPT Combo tidak mempunyai masalah.

2. Berdasarkan pengkajian adalah Identifikasi Masalah Potensial pada Bayi Ny. “E” usia 31 hari dengan imunisasi DPT Combo tidak ada indikasi.

3. Identifikasi Kebutuhan Segera dengan pemberian imunisasi DPT combo.

4. Perencanaan / intervensi pada Bayi Ny. “E” usia 31 hari dengan imunisasi DPT Combo ;

· Jelaskan keadaan anak pada ibu

· Lakukan vaksin DPT

· Beritahu efek setelah pemberian vaksinasi DPT combo

5. Implementasi pada Bayi Ny. “E” usia 31 hari denganimunisasi DPT Combo :

1 Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan.

2 Memberikan penjelasan kepada ibu tentang keadaan bayinya baik, BB : 3100 gr, PB : 50 cm, s : 36,5 oC.

3 Melakukan vaksin DPT yaitu tepatnya pada paha bayi bagian kiri dengan tujuan memberikan kekebalan aktif yang bersamaan terhadap penyakit tetanus, difteri.

4 Memberi tahu efek setelah pemberian DPT combo, maka badan bayi akan panas. Tapi jangan kuatir karena bidan memberi obat penurun panas paracetamol agar suhu badan bayi akan normal kembali. Jadi ibu tidak perlu khawatir.

6. Evaluasi pada Bayi Ny. “E” usia 31 hari denganimunisasi DPT Combo :

S : Ibu mengatakan sudah lega karena bayinya sudah mendapatkan vaksinasi DPT combo

O : KU bayi baik

Kesadaran compos mentis

S : 36,5 oC

BB : 3100 gr

PB : 50 cm

Bayi menangis karena habis di suntik DPT combo

A : Bayi Ny. “E” usia 31 hari dengan imunisasi DPT Combo, keadaan umum baik.

P : Bila badan panas, bayi di beri obat paracetamol supaya panasnya kembali normal

Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan pada Bayi Ny. “E” usia 31 hari denganimunisasi DPT Combo , maka kesimpulan yang dapat diambil adalah tahap pengumpulan data dasar dilakukan dengan metode yang ada dalam penelitian ini dilakukan metode observasi, anamnesa dan pemeriksaan fisik.Data yang didapat berupa data subyektif dan data obyektif yang diperoleh dari pasien dan keluarga.

5.2 Saran

1. Untuk Petugas Kesehatan

Meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik sehingga masalah- masalah pada bayi tidak terjadi.

2. Untuk Masyarakat

Agar masyarakat kususnya ibu yang baru melahirkan mengetahui bagaimana cara yang benar perawatan bayi .

3. Untuk Mahasiswa atau Praktikan

Manggali ilmu semaksimal mungkin untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa tentang masalah – masalah dan cara imunisasi pada bayi .

DAFTAR PUSTAKA

Prawirahardjo Sarwono. 2002. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.

Prawirohardjo Sarwono. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.

Manuaba Ida Bagus Prof. Dr. 1998. Ilmu Penyakit Kandungan dan KB Buku Kedokteran. Jakarta : EGC.

ZR. Ibrahim. 1987. Kriteria Perawat Kebidanan (Perawatan bayi) Jakarta:Brata

Depkes, RI. 1995. Management Kebidanan. Jakarta: Pusdinakes

Zavira, Ferdinand. 2008. Mengenali dan Memahami Tumbuh Kembang Anak . Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar