Jumat, 11 Juni 2010

ASKEB BBL

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pelayanan kesehatan neonatal harus dimulai sebelum bayi dilahirkan, mulai pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan dini terhadap faktor-faktor yang memperlemah kondisi seorang ibu hamil perlu diprioritaskan, seperti gizi yang rendah, anemia, dekatnya jarak antara kehamilan, dan buruknya higine. Disamping itu perlu dilakukan pula pembinaan kesehatan pranatal yang memadai dan penanggulangan faktor-faktor yang menyebabkan kematian perinatal yang meliputi :

1. Perdarahan

2. Hipertensi

3. Infeksi

4. Kelahiran preterm/bayi berat lahir rendah

5. Asfeksio

6. Hipotermi

Penelitian telah menunjukkan bahwa lebih dari 50% kematian bayi terjadi dalam periode neonatal yaitu dalam bulan pertama kehidupan. Kurang baiknya penanganan bayi baru lahir yang sehat akan menyebabkan kelainan-kelainan yang dapat mengakibatkan cacat seumur hidup, bahkan kematian. Misalnya sebagai akibat hipotermi pada bayi baru lahir dapat terjadi Coid stress yang selanjutnya dapat menyebabkan hipoksemia dan atau hipogukemia dan mengakibatkan kerusakan otak, akibatnya selanjutnya adalah perdarahan otot, syok, beberapa bagian tubuh mengeras. Dan keterlambatan tumbuh kembang. Contoh lain misalnya kurang baiknya pembersihan jalan nafas waktu lahir dapat menyebabkan masuknya cairan lambung ke paru-paru yang mengakibatkan kesulitan pernafasan, kekurangan zat asam, dan apabila hal ini berlangsung terlalu lama dapat menimbun perdarahan otak, kerusakan otak dan kemudian keterlambatan tumbuh kembang. Tak kurang penting adalah pencegahan terhadap infeksi yang dapat terjadi melalui tali pusat pada waktu pemotongan tali pusat, melalui mata, melalui telinga pada waktu persalinan, atau cairan atau alat yang kurang bersih.

1.2 Tujuan

1. Tujuan Umum

Agar neonatus berjalan dengan normal tanpa ada masalah/komplikasi.

2. Tujuan Khusus

Agar mahasiswa mengetahui dan memahami bahwa pada neonatus dapat terjadi berbagai komplikasi/infeksi.

1.3 Manfaat

1. Bagi Mahasiswa

Mahasiswa dapat memahami apa itu neonatus.

2. Bagi Instisusi

Lebih meningkatkan perawatan pada neonatus.

3. Bagi Klien

Mengerti tanda-tanda infeksi neonatus.

4. Bagi masyarakat

Mengerti bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan merupakan usaha untuk menanggulangi komplikasi pada masa neonatus.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 DEFINISI

Bayi baru lahir (neonatus) adalah

· Bayi lahir dari kehamilan 37 – 40 minggu dengan berat lahir 2.500 gram – 4.000 gram.

· Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (jalan dari uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lahir dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri).

(Manuaba, 1998 : 157)

· Partus adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari uterus melalui vagina ke dunia luar.

(Sarwono, 1999 : 80)

· Persalinan adalah suatu proses dimana janin cukup bulan dengan presentasi kepala masuk melalui jalan lahir dengan partograf normal dan lahir spontan.

(Depkes RI, 2002 : 2 – 1)

2.2 CIRI- CIRI BBL NORMAL

1. Berat badan 2.500 – 4.000 gram.

2. Panjang badan lahir 48 – 52 cm.

3. Lingkar dada 30 – 38 cm.

4. Lingkar kepala 33 – 35 cm.

5. Bunyi jantung menit 180 x/menit : melingkar 120 – 140 x/menit.

6. Pernafasan menit 1 cepat 80 x/menit : menurun setelah tenang ± 40 x/menit.

7. Kulit kemerahan dan ucin karena jaringan lemak sub kutan cukup : diliputi vernie easeosa.

2.3 ASUHAN SEGERA BBL

Asuhan segera pada bayi BBL adalah asuhan yang diberikan pada bayi tersebut selama jam pertama setelah kelahiran.

Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir

1. Membersihkan jalan lahir

Bayi normal menangis, spontan segera setelah lahir. Apabila bayi tidak langsung menangis, penolong segera membersihkan jalan nifas.

2. Memotong dan merawat tali pusat

Tali pusat dipotong sebelum atau sesudah plasenta lahir tidak begitu menentukan dan tidak akan mempengaruhi bayi, kecuali pada bayi kurang bulan. Apabila bayi lahir tidak menangis maka tali pusat segera dipotong untuk memudahkan melakukan tindakan resusitasi pada bayi.

3. Mempertahankan suhu tubuh

Pada waktu BBL, bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya tetap hangat.

4. Memberi vitamin K

Kejadian pengarahan karena defisiensi vit. K, pada bayi BBL dilaporkan cukup tinggi berkisar 0,25 – 0,5 %. Untuk mencegah terjadinya perdarahan tersebut, semua BBL normal dan cukup bulan penuh diberi Vit. K peroral 1 mg/hari selama 3 hari. Sedangkan bayi resiko tinggal diberi Vit. K parentoral dengan dosis 0,5 – 1 mg 1 m.

5. Memberi obat tetes/salep mata

Di beberapa negara perawatan mata bayi yang BBC secara hukum diharuskan untuk mencegah terjadinya oftalmia neonaforum, pipaerah dimana provalensi gonorhoe tinggi, setiap BBC perlu diberi salep mata sesupah 5 jam bayi lahir.

6. Identifikasi Bayi

Apabila bayi dilahirkan di tempat bersalin yang persalinannya mungkin lebih dari satu persalinan, maka sebuah alat pengenal yang efektif harus diberikan kepada setiap bayi baru lahir, dan harus tetap ditempatnya sampai waktu bayi di pulangkan.

7. Pemantauan BBL

Tujuan pemantauan BBL adalah untuk mengetahui aktifitas bayi normal/tidak. Dan klasifikasi masalah kesehatan BBL.

Pemeriksaan Fisik

1. Keadaan reaksi terhadap sekelilng

Perlu dikenali kurangnya terhadap rayuan, rangsangan saat atau suara keras yang mengejutkan/suara mainan.

2. Keaktifan

Bayi normal memerlukan gerakan-gerakan tangan kaki yang sesuai pada waktu bangun, adanya tremor pada bibir, kaki dan tangan pada waktu menangis adalah normal, tetapi bila hal ini terjadi pada waktu tidur, kemungkinan gejala suatu kelainan yang perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

3. Simetris

Apakah kepala keseluruhan badan seimbang.

4. Kepala

Apakah tidak simetris, berupa tumor lunak di belakang atas yang menyebabkan kepala tampak lebih panjang. Sebagai akibat proses kelahiran/tumor lunak hanya dibelahan kiri/kanan saja/disis kiri dan kanan tidak melampaui garis tengah bujur kepala, ukur lingkar kepala.

5. Muka wajah

Bayi tanpa ekspresi.

6. Mata

Diperhtikan adanya tanda-tanda perdarahan berupa bercak merah yang akan menghilang dalam waktu minggu.

7. Mulut

Sauvasi tidak terdapat pada bayi normal. Bila terdapat sekret yang berlebihan, kemungkinan ada kelainan bawaan saluran cerna.

8. Leher dada dan abdomen

Melihat adanya cidera akibat persalinan, ukur lingkar perut.

9. Punggung

Adakah benjolan tumor dan tulang punggung dengan lekukan yang kurang sempurna.

10. Bahu, tangan, sendi, tungkai

Perlu diperhatikan bentuk gerakannya fraktur.

11. Kulit dan kuku

Dalam keadaan normal kulit berwarna merah kadang-kadang didapatkan kulit yang mengelupas ringan, pengelupasan yang berlebihan harus diperhatikan kemungkinan adanya kelainan. Waspada timbulnya kulit yang warnanya tidak rata (cutis marmorata) telapak tangan biru yang sering terdapat di sekitar bokong (mongolian spot) akan menghilang pada umur 1 – 5 tahun.

12. Kelancaran menghisap dan pencernaan

Kita harus memperhatikan bagaimana bayi menyusu, lancar atau tidak, kita juga harus memperhatikan jika bayi gumah, jika bayi gumah, kita harus segera memiringkan bayi,

13. Tinja dan kemih

Diharapkan dalam 24 jam pertama waspada bila terjadi perut yang tiba-tiba membesar tanpa keluarnya tinja disertai muntah dan mungkin dan kulit kebiruan, harap segera konsultasikan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

14. Refleks

- Refleks rooting, bayi menoleh ke arah benda yang menyentuh pipi.

- Refleks isap terjadi apabila terdapat benda menyentuh bibir yang disertai refleks menelan.

- Refleks mora ialah timbulnya pergerakan tangan yang simetris apabila kepala tiba-tiba digerakkan.

- Refleks mengeluarkan lidah terjadi apabila diletakkan benda didalam mulut yang sering ditafsirkan bayi menolak makanan atau minuman. Sebaiknya setiap hari dipantau berat badan, jika penurunan berat badan lebih dari 5% berat badan waktu lahir menunjukkan kekurangan cairan.

Pemantauan tanda-tanda vital

1. Suhu tubuh bayi diukur melalui dubur atau ketiak.

2. Pada pernafasan normal, perut dan dada bergerak hampir bersamaan tanpa adanya retraksi gerak pernafasan 30 – 50 kali per menit.

3. Nadi dapat dipantau di semua titik nadi periter.

4. Tekanan darah dipantau bila ada indikasi.

BBL, dikatakan sakit apabila mempunyai salah satu atau beberapa tanda-tanda berikut :

1. Sesak nafas

2. Frekuensi pernafasan 60 kali per menit

3. Gerak retraksi di dada

4. Malas minum

5. Panas atau suhu badan bayi rendah

6. Kurang aktif

7. Berat lahir rendah (1.500 – 2.500 gr) dengan kesulitan minum

2.4 PENGKAJIAN DATA

1. Identitas bayi

2. Riwayat

a. Riwayat antenatal

Riwayat ANC bagi ibu hamil dilakukan minimal 4x.

- Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sendi mungkin ketika haidnya terlambat 1 bulan.

- Periksa ulang 1x sebulan sampai usia kehamilan 7 bulan.

- Periksa ulang 1x bulan sampai usia kehamilan 9 bulan terakhir.

- Periksa khusus bila ada keluhan.

b. Riwayat natal

Bayi normal akan lahir dengan spontan dimana persalinannya dengan bantuan his dan kekuatan ibu mengejan, tidak dengan persalinan buatan seperti vacum, extrasi/forcep lama. Persalinan kala I multi 12 jam sedangkan pada multi 8 jam keadaan bayi lahir pada menit pertama setelah kelahiran dapat dinilai dengan apgar diantara 7 – 10.

Tabel Apgar Score

Tampilan

Nilai 0

Nilai 1

Nilai 2

Apparance (warna kulit)

Pucat

Badan merah ekstrimitas kebiruan

Seluruh tubuh kemerahan

Pulse (denyut jantung)

Tidak ada

<>

> 100

Gramace (reflek)

Tidak ada

Perubahan mimik

Bersin/batuk

Activity

Lumpuh

Ekstrimitas sedikit flexi

Gerak aktif, ektimitas (flekxi)

Risprotory Host

Tidak ada

Lambat/tidak teratur

Menangis lebih kuat, keras

c. Riwayat post natal

Bayi lahir akan menangis dalam 30 detik dan bernapas secara spontan, gerakan aktif, keadaan umum bayi dimulai 1 menit setelah bayi lahir dengan menggunakan apgar score, bayi lahir normal yaitu bayi yang lahir dari kehamilan 37 – 42 minggu, berat badan lahir 2.500 – 4.000 gram, denyut jantung pada menit pertama 1800 x/menit, kemudian menurun menjadi 120 – 140 x/menit. Pernapasan pada menit pertama 80 x/menit. Kemudian menurun menjadi 10 x/menit.

d. Pola kebiasaan sehari-hari

a. Nutrisi/minuman bayi

Dalam waktu 2 jam setelah lahir akan mengalami penurunan kadar gula menambah energi pada jam pertama kehidupan bayi normal disusui segera setelah lahir pada hari ketiga bayi sudah harus disusui selama 10 menit dengan jarak waktu 3 – 4 jam.

b. Eliminasi

BAB : Tinja yang berbentuk mekonium berwarna hijau tua akan mulai keluar dalam 24 jam pertama. Pengeluaran ini akan berlangsung sampai hari 3 – 4.

BAK : Bila kencing belum kosong pada waktu lahir, akan keluar dalam 24 jam pertama yang harus dicatat adalah frekuensi bentuknya serta warna.

c. Personal hygiene

1. Mata bayi dapat dibersihkan dengan air steril atau garam fisiologis hal ini perlu dilakukan untuk menghidari infeksi mata divica. Sebaiknya direka air steril terutama setiap setelah minum susu.

2. Kulit terutama dilipatan (leher, kepala, belakang telinga, ketika) harus selalu bersih dan kering, bagian tersebut harus bersih dari vernik caeseosa, karena vernik caeseosa ini media yang paling baik untuk kuman stotilocus.

3. Tali pusat dibersihkan dan dikeringkan setiap selesai mandi yaitu, dengan membersihkan pangkal tali pusat yang ada di perut bayi dan daerah sekitar, selanjutnya ditutup dengan kasa steril.

4. Kain pokok harus diganti setiap basah karena air kencing atau tinja, pantat bayi dibersihkan kemudian dikeringkan, bila pantat bayi selalu basah dapat lecet dan terjadi infeksi.

d. Istirahat dan tidur

Kebutuhan tidur untuk bayi sangat penting, waktu tidur bayinya umumnya ± 18 – 20 jam sehari.

2.5 PERENCANAAN / INTERVENSI

1. Dx : By “N” umur 1 hari

Tujuan : Bayi dapat melewati masa transisi tanpa ada komplikasi

Kriteria : - Keadaan umum baik, gerak aktif, tangis kuat.

- Warna kemerahan.

- Suhu tubuh dalam batas normal (365 – 37’5°C)

- R : 30 – 40 x/menit.

- Akral tidak dingin hangat.

Intervensi :

a. Bungkus bayi dengan kain/jarik hangat dan kering.

R/ Keadaan yang hangat akan mempertahankan suhu tubuh bayi.

b. Memandikan bayi dengan menggunakan air hangat.

R/ Untuk mencegah kehilangan panas air hangat.

c. Ganti popok setiap kali basah contoh waktu BAK dan BAB.

R/ Mengganti popok tiap kali basah dan mencegah iritasi pada kulit bayi.

d. Rawat tali pusat dengan kasa alkohol/steril.

R/ Agar dapat membunuh kuman dapat mencegah pertumbuhan dan perkembangan kuman.

e. Jemur bayi dibawah sinar matahari pagi hari pada pukul 06 – 07 WIB selama 30 menit.

R/ Dapat mencegah penyakit bilirubin/kuning pada bayi.

a. Dx : Pemenuhan nutrisi

Tujuan : - Kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi.

- Bayi mendapat ASI eklusif.

- Ikatan bonding attachment pada ibu dan anak.

Kriteria : - Bayi mau menyusu ASI.

- Bayi tidak bingung punting.

- Tampak tenang tidak rewel

Intervensi :

a. Beri posisi yang nyaman pada bayi saat menyusu.

R/ Posisi yang nyaman akan memberikan kemudahan bayi untuk mencari puting susu dan bayi mampu menghisap ASI dengan baik.

b. Susu bayi sesering mungkin.

R/ Dengan menyusu kebutuhan nutrisi untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi terpenuhi dan engan menyusui ASI dapat mencegah bayi dari nifas atau memperkuat kekebalan tubuh bayi.

c. Gantikan Pasi dengan ASI secara bertahap.

R/ Asi merupakan nutrisi terbaik bagi bayi.

d. Bangunkan bayinya jika waktu menyusu.

R/ Memenuhi kebutuhan cairan sesuai kebutuhan bayi.

BAB III

TINJAUAN KASUS

I. PENGKAJIAN DATA

Tanggal / Jam Pengkajian : 07 – 02 – 2008 pukul : 10.00 WIB

Tempat Pengkajian : K III, RSB Al-Hasanah

A. Data Subyektif

1. Biodata

Nama Bayi : By. “B”

Umur : 1 hari

Tanggal/jam : 06 – 02 – 2009

Jam : 08.30 WIB

Jenis Kelamin : Perempuan

No. Status Reg : 170208

Anak Ke : I

Biodata orang tua

Nama : Ny. “B” Tn. “D”

Umur : 24 Tahun 27 Tahun

Suku/Kebangsaan : Jawa/Indonesia Jawa/Indonesia

Agama : Islam Islam

Pendidikan : SLTA SLTA

Pekerjaan : IRT Swasta

Penghasilan : - Rp 1.500.000, -

Alamat : Madiun Madiun

2. Keluhan Utama

-

3. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas

1. Riwayat Kehamilan

Ibu mengatakan ini merupakan kelahiran anak pertama dengan usia kehamilan 9 bulan. Ibu rutin periksa ke bidan, ibu merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 5 bulan. Dan pada saat hamil muda ibu mengeluh mual mutah. Ibu mendapat TT 2x saat usia kehamilan 3 dan 4 bulan serta mendapat penyuluhan tentang nutrisi. Perawatan payudara dan personal hygiene dan mendapat terapi obat.

TM I : Fe, Vitamin, kalk

TM II : Fe, Vitamin, kalk

TM III : Fe, Vitamin,

2. Riwayat Persalinan

Ibu mengatakan pada tanggal 06-02-2009 pukul 08.30 WIB bayi lahir dengan oprasi secsio cecaria ditolong oleh dokter.

3. Riwayat Nifas

Ibu mengatakan sekarang nifas hari pertama dan mengeluarkan darah dalam jumlah sedikit, lochea tidak berbau, mengeluh nyeri pada luka bekas oprasi serta ASI belum keluar sehingga tidak terjadi bendungan ASI.

4. Riwayat Post Natal

Berat pada saat lahir 3.400 gram, PB = 50 cm, dengan jenis kelamin perempuan AS= 8-9

5. Riwayat Psikososial

Ibu mengatakan bahwa ini merupakan kelahiran anak pertama mereka, dan orang tua sangat menyayangi bayinya. Karena tinggal di Jawa mereka melakuakn upacarapada usia kehamilan 7 bulan yang sesuai dengan adat kebudayaandi sekitar.

Ibu mengatakan mereka berasal dari suku jawa dan tidak pantang terhadap makanan. Hubungan mereka (orang tua) dengan tetangga baik.

6. Riwayat Kesehatan

a. Riwayat kesehatan yang lalu

Ibu mengatakan sekarang tidak sedang menderita penyakit dengan gejala batuk lama, tidak sembuh- sembuh, batuk darah (TBC), sering kencing, banyak makan, banyak minum (DM), penyakit tekanan darah tinggi, penyakit dengan nyeri dada, mudah lelah, trauma bila untuk beraktifitas (JANTUNG) sesak nafas, terdengar suara mengi saat bernafas (ASMA), penyakit dengan gejala tidak nafsu makan, mual muntah, nyeri ulu hati (HEPATITIS), penyakit dengan gejala nyeri saat kencing, keluar nanah dari kemaluan (TRICOMONIASIS), ibu tidak memelihara binatang seperti kucing, anjing dan burung (TROCH), dan saat ibu terkena pisau, darah cepat berhenti (HEMOFILI)

b. Riwayat kesehatan sekarang

Ibu mengatakan tidak pernah mempunyai keluhan penyakit seperti banyak makan, banyak minum, sering kencing, luka tidak sembuh-sembuh, sesak nafas, tekanan darah tinggi, jantung berdebar-debar, batuk tidak sembuh-sembuh.

7. Riwayat ketergantungan

Ibu mengatakan tidak pernah tergantungan obat-obatan, alkohol, rokok, ibu hanya minum obat yang diberikan oleh dokter.

8. Pola kebiasaan sehari-hari

a. Nutrisi

Bayi minum susu formula, karena ASI belum keluar.

BB (Kg) x Kebutuhan cairan HI (60 cc)

3,4 Kg x 60 cc = 204 cc/hari

b. Istirahat

Bayi lebih banyak tidur, sesekali terbangun jika popoknya basah (BAB/BAK) atau bayi akan menangis kuat apabila haus, bayi bisa bergerak aktif menggerakkan tangan dan kakinya.

c. Eliminasi

- Bayi BAB ± 4 x/hari, berwarna hitam, lengket (mekonium).

- Bayi BAB ± 10 x/hari, warna kuning jernih.

d. Aktifitas

Bayi menangis apabila BAK/BAB, bayi bergerak aktif.

e. Kebersihan

- Bayi dimandikan 2x sehari, pada pukul 05.00 dan 13.00 dengan menggunakan sabun dan air hangat, baju diganti tiap kali mandi dan popok diganti tiap kali BAB/BAK.

- Perawatan tali pusat

Tali pusat belum lepas, tali pusat dirawat dengan kasa steril/dan tidak ada tanda-tanda bahaya.

B. Data Obyektif

1. Pemeriksaan Umum

- Keadaan Umum : Baik

- Tanda-Tanda Vital

S : 365°C

RR : 60 x/menit

- Pemeriksaan antropometri

Berat bayi : 3400 gram

PB : 50 cm

UKA : 34 cm

A-S : 8 – 9

Tanda

0

1

2

1 menit

5

6

Frek jantung

Taa

100

100

2

2

2

Usaha nafas

Taa

Lambat

Menangis

2

2

2

Tonus otot

Lumpuh

Ekstremitas fleksi sedikit

Gerakan aktif

2

2

2

Reflek

Tidak bereaksi

Gerakan sedikit

Raksi melawan

1

2

2

Warna

Biru/pucat

Kemerahan

Tubuh kemerahan, kaki biru

1

1

1

JUMLAH

8

9

9

2. Pemeriksaan Fisik

a. Kepala

Bentuk kepala : Simetris

Trauma persalinan : Tidak ada, tidak terjadi caput dan chepal.

Ubun-ubun besar : Belum menutup

Sutura : Sutura semakin merapat

Rambut : Rambut hitam, tipis dan lembut

Mata : Mata simetris kanan dan kiri, konjungtiva merah muda, sklera normal.

Hidung : Hidung simetris, lubang hidung bersih, tidak ada sekret.

Mulut dan gigi : Mukasa bibir lembab, tidak ada lesi pada mulut, warn kulit putih kemerahan.

Telinga : Simetris kanan dan kiri, lubang telinga bersih, tidak ada serumen.

b. Kelainan Konginetal

Leher : Tidak ada pembesaran vena jugularis dan kelenjar tyroid.

c. Pemeriksaan integumen

Tidak terdapat lesi, kelembapan cukup

Dada : Bentuk dada simetris, bunyi nafas normal, denyut jantung normal, tidak ada ronchi.

Perut : Simetris, normal , perut tidak ada kembung.

Ekstremitas : Gerak normal, jumlah jari lengkap, tidak ada sindaktili/polydaktili.

Kelamin : labiya mayora dan minora ada, uretra berlubang, anus berlubang, aterisia ani (-)

Kulit : Merah, terdapat fornik kaseosa, tanda- tanda serotinus (-) seperti kulit mengelupas, keriput dan kuku panjang.

Auskultasi : Dada tidak ada wezing dan rochi.

Perkusi : Perut tidak kembung.

Reflek

- Moro : saat bayi diangkat dari gendongan, bayi mengembangkan jari – jari tangannya.

- Sucking/ rooting : saat daerah sekitar mulut bayi disentuh bayi segera membuka mulut dan memiringkan kepala ke arah yang disentuh dan saat ASI atau puting diberikan ke arah mulut bayi, bayi langsung menghisap.

- Grapping : saat daerah sekitar menyentuh telapak tangan maka jari – jari bayi langsung menggenggam dengan kuat jari kita yang diletakkan di telapak tangan.

- Tonick neck : Saat ditengkurapkan, maka bayi langsung diiringkan kepalanya, saat bayi dimandikan tonick neck sangat kuat.

- Stapping : saat telapak kaki bayi di daratkan dalam posisi berdiri di atas meja, maka satu kaki menyentuh landasan, reflek cukup kuat.

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH

- Diagnosa

Bayi baru lahir aterm, lahir spontan dengan oprasi secsio cecaria, jenis kelamin perempuan, keadaan umum baik.

DS : Ibu mengatakan pada tanggal 06 – 02 – 2008 pukul 08.30 WIB bayi lahir dengan oprasi secsio cecaria ditolong oleh dokter

DO : BBL dengan BB : 3.400 gram

PB : 50 cm

JK : perempuan

LIKA : 34 cm

LIDA : 30 CM

TTV S : 365°C

RR : 60 x/menit

N : 140 X/ menit.

AS : 8 – 9

Pemeriksaan fisik (head to too) : baik.

III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL

Tidak ada indikasi (-)

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA

Mandiri : Melakukan perawatan bayi baru lahir untuk mempertahankan kehidupan pertama bayi dari intra uteri ke ekstra uteri seperti kebutuhan :

- Nutrisi.

- Perawatan Tali Pusat.

- Rawat Gabung.

V. INTERVENSI

Tanggal : 07- 02- 2009, 11.30 WIB

Diagnosa : Bayi ny. “B” umur 1 hari, lahir aterm dengan oprasi secsio cecaria, jenis kelamin perempuan, keadaan umum baik.

Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 1 jam pada bayi baru lahir diharapkan bayi dalam keadaan baik.

Kriteria :

- Pemeliharaan suhu tubuh normal 365 ° C - 375 °C.

- Gerakan aktif.

- Warna tubuh kemerahan.

- Tidak terjadi infeksi tali pusat.

- Nafas teratur 30 – 60 x/ menit.

Intervensi :

1. Pantau tanda-tanda vital dan reflek.

R/ Deteksi dini adanya kelainan pada bayi.

2. Rawat tali pusat dengan tehnik yang benar.

R/ Perawatan tali pusat yang benar dapat mencegah adanya infeksi.

3. Lakukan rawat gabung antara ibu dan bayi.

R/ Rawat gabung dapat meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayi.

4. Pertahankan suhu tubuh bayi agar tetap hangat.

R/ Mencegah kehilangan panas yang dapat menyebabkan hypotermi.

5. Anjurkan ibu untuk menyusi bayinya sedini mungkin.

R/ Asi yang keluar pertama kali (kolostrum) dapat memberikan kekebalan pada bayi.

6. Ajarkan kepada ibu tehnik menyusui dengan benar.

R/ Tehnik menyusui yang benar mem buat bayi lebih nyaman pada saat menyusu dan mencegah puting susu lecet.

7. Anjurkan ibu untuk menyusui sesering mungkin.

R/ Dengan menyusu sesering mungkin dapat meningkatkan produksi ASI.

8. Ajarkan pada ibu cara perawatan BBL yang benar.

R/ Meningkatkan pemahaman tentang perawatan baik prinsip dan tehnik serta pengembangan ketrampilan orang tua sebagai pemberi perawatan.

VI. IMPLEMENTASI

Tanggal : 07- 02- 2009, 12.00 WIB

Diagnosa :

Bayi ny. “B” umur 1 hari, lahir aterm dengan oprasi secsio cecaria, jenis kelamin perempuan, keadaan umum baik.

Implementasi :

1. Memantau tanda-tanda vital 2 x/hari atau setiap mau mandi untuk mendeteksi dini adanya kelainan.

S : 365 ° C

N : 120 x/ menit

Rr : 60 x/ menit

2. Merawat tali pusat dengan tehnik yang benar yaitu :

· Cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun sebelum melakukan perawatan tali pusat.

· Bungkus tali pusat dengan kasa steril tanpa diberi ramuan apapun.

· Ganti kasa steril, pada saat bayi selesai mandi

b. Melakukan rawat gabung antara ibu dan bayi sesegera mungkin.

c. Mempertahankan tubuh bayi agar tetap hangat dengan cara mengganti popok bayi segera mungkin bila basah dan menutupi kepala bayi dengan menggunakan topi.

5. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya sedini mungkin, yaitu segera setelah bayi lahir karena untuk merangsang produksi ASI.

6. Mengajarkan kepada ibu tehnik menyusui yang benar, yaitu :

· Cuci Tangan

· Posisi ibu dan bayi cukup enak waktu menyusui baik duduk maupun berbaring.

· Peluk bayi dan letakkan kepala bayi pada sikut ibu , keseluruhan bayi menghadap ibu, dagu bayi menyentuh payudara.

· Sebagian besar areola masuk kedalam mulut bayi, termasuk putting susu ibu

· Pada waktu menyusui tekan sebagian atas payudara dan jari

· Jika sambil duduk usahakan kaki ibu tidak sambil menggantung.

· Susui bayi pada dua payudara secara bergantian.

· Pandangilah mata bayi.

· Jangan memaksa bayi menyusu tergesa- gesa.

· Gunakan kapas yang dicelup air hangat untuk memberdihkan mulut bayi setelah menyusui.

· Sendawakan bayi setelah menyusui.

7. Menganjurkan ibu cara merawat bayi yang baik yaitu bayi dimandikan 2x sehari dengan air hangat dan sabun , membungkus tali pusat dengan kasa steril dan kering, mengimunisasi bayi BCG dan polio setelah usia bayi 1 bulan , teratur dating ke posyandu. Menjelaskan tanda- tanda bayi sakit yaitu :

· Demam >375°C

· Tidak mau minum dan rewel.

· Kejang

· Latergis.

· Kulit bayi kuning, jika menemui hal tersebut itu harus segera memeriksakan bayinya kepelayanan kesehatan.

8. Menganjurkan ibu untuk menyusui sering mungkin yaitu setiap 2 jam sekali / apabila haus.

VII. EVALUASI

Tanggal : 07- 02- 2009, 13.00 WIB

Diagnosa :

Bayi ny. “B” umur 1 hari, lahir aterm dengan oprasi secsio cecaria, jenis kelamin perempuan, keadaan umum baik

S : Ibu mengatakan warna kulit bayi kemerahan dan tidak menggigil.

O :

- Keadaan umum bayi baik

- Tangisan kuat, gerakan aktif.

- Badan kemerahan

- Reflek moro, grapping, rooting, Tonick neck, stapping.

- AS : 8 – 9

- Tanda- tanda vital :

S : 365 ° C

N : 120 x/ menit

Rr : 60 x/ menit

- BB : 3400 garm

- PB : 50 cm

- LIKA : 34 cm

- LIDA : 30 cm

A : Bayi baru lahir usia 1 hari, diagnosa bayi baik, hipotermi tidak terjadi.

P :

- Observasi TTV

- Imunisasi.

- Observasi Keadaan umum bayi

- Mempertahankan tindakan perawatan bayi baru lahir.

- Anjurkan pada ibu untuk selalu memberikan ASI ekslusif saja hingga bayi berusia 6 bulan

- Jangan memandikan bayi sebelum 6 jam.

- Rawat bayi bersama ibu.

- Berikan bayi kepada ibu untuk segera disusui.

- Lanjutkan tindakan yang ada seperti merawat tali pusat.

BAB IV

PEMBAHASAN

KESENJANGAN ANTARA TEORI DAN KASUS

Asuhan kebidanan pada bayi Ny. “B” anakan di RSB Al- Hasanah, Madiun yang dilakukan oleh mahasiswa,dengan melakukan pengkajian meliputi data subyektif dan obyektif. Dari pengkajian tersebut di temukan masalh – masalah yang muncul pada bayi baru lahir serta dapat ditentukan diagnosa kebidanan. Data subyektif yang mendasari diagnosa bayi Ny. “B”

Kesimpulan :

I. Pengkajian

Data anamnesa yang dikaji pada baru lahir tersebut diambil langsung dari ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

II. Identifikasi masalah diagnosa

Identifikasi masalah pada bayi baru lahir tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

III. Antisipasi masalah potensial

Antisipasi masalah potensial pada bayi baru lahir tersebut diambil langsung dari ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

IV. Identifikasi kebutuhan segera

Identifikasi Kebutuhan segera pada bayi baru lahir tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan pada ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

V. Intervensi

Intervensi adalah perencanaan tindakan pada Bayi baru lahir tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan pada ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

VI. Implementasi

Implementasi adalah pelaksanaan tindakan pada bayi baru lahir tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan pada ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

VII. Evaluasi

Evaluasi pada bayi baru lahir tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan pada ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dalam pelaksanaan asuhan kebidanan Bayi ny. “B”: umur 1 hari dapat disimpulkan :

1. Pengkajian pada Bayi ny. “B”: umur 1 hari diketahui data objektifnya adalah keadaan ibu baik, kesadaran composmentis.

2. Identifikasi Diagnosa Masalah pada bayi ny. “B” tidak mempunyai masalah.

3. Berdasarkan pengkajian adalah Identifikasi Masalah Potensial pada bayi ny. “B” umur 1 hari tidak ada indikasi.

4. Identifikasi Kebutuhan Segera dengan pemberian konseling perawatan bayi baru lahir untuk mempertahankan kehidupan pertama bayi dari intra uteri ke ekstra uteri seperti kebutuhan :

· Nutrisi.

· Perawatan Tali Pusat.

· Rawat Gabung.

5. Perencanaan / intervensi pada Bayi ny. “B”: umur 1 hari ;

a. Pantau tanda-tanda vital dan reflek.

b. Rawat tali pusat dengan tehnik yang benar.

c. Lakukan rawat gabung antara ibu dan bayi.

d. Pertahankan suhu tubuh bayi agar tetap hangat.

e. Anjurkan ibu untuk menyusi bayinya sedini mungkin.

f. Ajarkan kepada ibu tehnik menyusui dengan benar.

g. Anjurkan ibu untuk menyusui sesering mungkin.

h. Ajarkan pada ibu cara perawatan BBL yang benar.

6. Implementasi pada pada Bayi ny. “B”: umur 1 hari

a. Memantau tanda-tanda vital 2 x/hari atau setiap mau mandi untuk mendeteksi dini adanya kelainan.

S : 365 ° C

N : 120 x/ menit

Rr : 60 x/ menit

b. Merawat tali pusat dengan tehnik yang benar yaitu :

· Cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun sebelum melakukan perawatan tali pusat.

· Bungkus tali pusat dengan kasa steril tanpa diberi ramuan apapun.

· Ganti kasa steril, pada saat bayi selesai mandi

c. Melakukan rawat gabung antara ibu dan bayi sesegera mungkin.

d. Mempertahankan tubuh bayi agar tetap hangat dengan cara mengganti popok bayi segera mungkin bila basah dan menutupi kepala bayi dengan menggunakan topi.

e. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya sedini mungkin, yaitu segera setelah bayi lahir karena untuk merangsang produksi ASI.

f. Mengajarkan kepada ibu tehnik menyusui yang benar, yaitu :

· Cuci Tangan

· Posisi ibu dan bayi cukup enak waktu menyusui baik duduk maupun berbaring.

· Peluk bayi dan letakkan kepala bayi pada sikut ibu , keseluruhan bayi menghadap ibu, dagu bayi menyentuh payudara.

· Sebagian besar areola masuk kedalam mulut bayi, termasuk putting susu ibu

· Pada waktu menyusui tekan sebagian atas payudara dan jari

· Jika sambil duduk usahakan kaki ibu tidak sambil menggantung.

· Susui bayi pada dua payudara secara bergantian.

· Pandangilah mata bayi.

· Jangan memaksa bayi menyusu tergesa- gesa.

· Gunakan kapas yang dicelup air hangat untuk memberdihkan mulut bayi setelah menyusui.

· Sendawakan bayi setelah menyusui.

g. Menganjurkan ibu cara merawat bayi yang baik yaitu bayi dimandikan 2x sehari dengan air hangat dan sabun , membungkus tali pusat dengan kasa steril dan kering, mengimunisasi bayi BCG dan polio setelah usia bayi 1 bulan , teratur dating ke posyandu. Menjelaskan tanda- tanda bayi sakit yaitu :

1. Demam >375°C

2. Tidak mau minum dan rewel.

3. Kejang

4. Latergis.

5. Kulit bayi kuning, jika menemui hal tersebut itu harus segera memeriksakan bayinya kepelayanan kesehatan.

h. Menganjurkan ibu untuk menyusui sering mungkin yaitu setiap 2 jam sekali / apabila haus.

7. Evaluasi pada Bayi ny. “B”: umur 1 hari

S : Ibu mengatakan warna kulit bayi kemerahan dan tidak menggigil.

O :

- Keadaan umum bayi baik

- Tangisan kuat, gerakan aktif.

- Badan kemerahan

- Reflek moro, grapping, rooting, Tonick neck, stapping.

- AS : 8 – 9

- Tanda- tanda Vital

S :365 ° C

N : 120 x/ menit

Rr : 60 x/ menit

- BB : 3400 garm

- PB : 50 cm

- LIKA : 34 cm

- LIDA : 30 cm

A : Bayi baru lahir usia 1 hari, diagnosa bayi baik, hipotermi tidak terjadi.

P :

- Observasi TTV

- Imunisasi.

- Observasi Keadaan umum bayi

- Mempertahankan tindakan perawatan bayi baru lahir.

- Anjurkan pada ibu untuk selalu memberikan ASI ekslusif saja hingga bayi berusia 6 bulan

- Jangan memandikan bayi sebelum 6 jam.

- Rawat bayi bersama ibu.

- Berikan bayi kepada ibu untuk segera disusui.

- Lanjutkan tindakan yang ada seperti merawat tali pusat.

Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan pada Bayi ny. “B”: umur 1 hari, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah :

Tahap pengumpulan data dasar dilakukan dengan metode yang ada dalam penelitian ini dilakukan metode observasi, anamnesa dan pemeriksaan fisik.Data yang didapat berupa data subyektif dan data obyektif yang diperoleh dari pasien dan keluarga.

5.2 Saran

1. Untuk Petugas Kesehatan

Meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik sehingga masalah- masalah pada bayi baru lahir tidak terjadi.

2. Untuk Masyarakat

Agar masyarakat kususnya ibu yang baru melahirkan mengetahui bagaimana cara yang benar perawatan bayi baru lahir agar bayi merasa nyaman.

3. Untuk Mahasiswa atau Praktikan

Manggali ilmu semaksimal mungkin untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa tentang masalah – masalah dan cara perawatan bayi baru lahir.


DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI. 1993. Manajemen Kebidanan. Depkes RI: Jakarta.

Doenges. 2001. Rencana Perawatan Maternal/Bayi, Pedoman untuk Perencanaan dan Dokumentasi Perawatan Klien. EGC: Jakarta.

Ida Bagus Gde Manuaba, “Ilmu Kebidanan, Kandungan dan Keluarga Berencana”, Jakarta: EGC.

Persis Mary Hamilton, “Dasar Keperawatan Maternitas”, Jakarta: EGC.

Ibrahim, Christina. 1993.”Perawatan Kebidanan Jilid 3. Jakarta :Bhratara

Rustam Mochtar, 1998, “Sinopsis Obstetri”, Jakarta: EGC.

Sarwono Prawirohardjo, 2002“Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal”, Jakarta: POGI.

Sastra Winata, Sulaiman. 1993, “Obstetri Fisiologi”, Bandung: UNPAD

Varney.2001.Buku Saku Bidan. Jakarta :EGC.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar