Sabtu, 17 Juli 2010

BIOSTATISTIK


BAB I
KONSEP DASAR  BIOSTATISTIK UMUM

  1. Pengertian Stastistik
statistic adalah pengetahuan yang mempelajari cara cara atau aturannya berkaitan dengan pengumpulan dan pengolaha (analsis) data serta penarikan kesimpulan atas data yang berbentuk angka.
  1. Kegunaan statistic:
a.       secara khusus dapat menunjukan pencatatan suatu kejadian atau kasus. Misalnya dalam research, statistic memunkinkan pencatata secara exstra dalam peneldkan, menyediakan cara cara meringkas data kedalam bentuk ang berart dan muda .
b.      secara mum statistic di terapkam untuk mengumplka menyusun, menyjikan menganalsa dan menarik kesimplan.
  1. Menurut fngsinya statistika dibag menjdi dua yaitu:
a.       staistika deskriftip: statistika  yang hanya menggambarkan  dan menganalisis kelompok data tanpa penarikan kesimpulan, dsebt juga (statistika deduktif)
b.      statistika infrensial: statistika yang menyangkut kesmplan yang faild dan memasukkan unsure dan peluang dalam menark kesimpulan
  1. Pengertian data:
data adalah hasil penelitian, baik yang berupa fakta ataupun angka.
  1. Macam macam data atau jenis data:
A.     menrut sifatnya dibagi menjadi dua yaitu.
a.       data kualitatifadalah data yang berbentuk kategori ata atribut
b.      data kuantitatif adalah data yang dihasilkan dari pengukuran berbentuk bilangan bulat atau desmal
  1. Menurut cara memperolehyna dibag dua:
a.       data primer adalah data yang dikumplkan dan di olah sendr serta d peroleh langsung dari objeknya
b.      data skunder adalah data yang diperoleh dalam bentuk jadi, sudah dikumpulkan dan dolah pihak lain

  1. Skala ukuran dbagi mnjadi empat:
a.       skala nominal
b.      skala ordnal
c.       skala interval
d.      skala rasio
  1. Variable Menurut Jenisnya Dibedakan Menjadi Dua
a.       variable diskrit dsebut juga vriabel nomnal, dapat dkategorikan da kutub yang berlawanan “ya dan tidak”
·        variable kontinum dapat dipsah menjadi tiga fariabel kecil yaitu:
·        variable ordinal
·        variable internal
·        variable raso
  1. Nilai  Varibel Dibagi Menjadi Dua
    • nla  bersambung atau kontinu adalah  nilai yang tidak pas ada nilai pembulatan
    • nilai terpisah atau diskrit nilai yang sudah nampak niali benar dan salahnya
  2. Menurut hubungan antara satu  variable dengan variable lainnya yaitu:
·        variable ini sering disebut  juga variable stimulus infut, frediktor dan antecedent
·        variable dependen serng dsebut juga variable respon, autfut kreteria dan konsekuen
·        variable moderator sering disebut variable yang mempengarhi hubngan antara variable independent dan dependen
·        variable interfenning adalah variable yang secara teoritis mempengaruh hubungan antara variable  indevenden dan devenden tetapi tidak terukur.
·        variabel control variable yang di kehendak atau di buat konstan
  1. Poplasi Dan Sample
·        populasi adalah kmpulan semua indifidu dalam suatu batas tertentu
·        sample adalah bila penelitian tidak di lakkan terhadap selrh individ dalam populasi tetapi hanyya d ambl sebagan  saja


BAB II
PROBABILITAS

  1. Pengertian probablitas adalah suatu kuran kuantitatif dari satu ketidak pastian merupakan suatu angka yang membawa kekukatan keyakinan atas suatu kejadian dari suatu perstiwa ang tidak pasti  
  2. Pemakaian tori kemungkinan atau peran probablitas merpakan analisis matematis mengenai beberapa pengrtian seperti peluang, keacakan
  3. Aturan atran pokok probabilitas
    1. Aturan 1. untuk setiap peristiwa probabilitas P(A)adalah 0≤P(A)≤1
    2. aturan 2. P(A)=1-P(A)
    3. aturan 3. P(A U B)=P(A)+P(B)-P(A∩B)
  4. hukum probabilitas total apabila ada dua peristiwa A & B
P(A)=P(A∩ B) + P (A ∩ B)



















BAB III
MANFAAT DAN TEKNIK PENYAJIAN DATA

            Dalam stiap penlitian data yang telah di kumpulkan, dengan metode pengumpulan data, akan dsajkan dalam bentuk table, dengan tujjan data yang telah di dapat, dapat dgunakan sebagai gambarab dan kesimpulan sederhana.
Misalnya:
Hasil tes didapat sebaga berikkut
Mata kuliah      : biostatistik
Jumlah              : 30 mahasiswa
Nilai                 :7 8 9 7 8 9 5  6 7 8 7 7 8 7 6
 6 7 8 6 6 7 7 7 9 6 6 7 7 9 6
Cara menyelesaikan nilai trsebut
TABLE NILAI BIOSTATISTIK 30  MAHASISWA KEPERAWATAN UBI

nilai
Jari jari
Frekuensi
9
4
4
8
5
5
7
12
12
6
8
8
5
1
1
Jumlah:                                                                                   30
Penyajian data
            Setiap pnelitian harus dapat menyajikan data yang telah di proleh, baik data yang diproleh  melalui obserpasi, awancara , kuisioner (angket) maupun dokumentasi.
 Ada beberapa cara menyajikan data diantaranya
  1. table
     setiap table berisi data tentang judul sekian judul sekian kolom, nilai data stap kolom serta smber data ang diproleh .
Contoh table nominal


A. KOMPOSISI PENDIDIKAN PEGAWAI DI RSUD GENTENG TAHUN 2009

no
bagian
Tingkat pendidikan
S2
S1
D3
D2
sma
smk
smp
jumlah
1
Tata usaha
2
2
2
0
4
6
3
22
2
Apotek
1
3
2
0
2
2
0
10
3
Keuangan
4
3
5
0
5
7
1
25
4
Laboratorium
1
6
2
2
1
1
2
15

jumlah
8
17
11
2
12
16
6
72

Contoh Table Data Ordinal
B. TINGKAT KUALITAS KINERJA PEGAWAI DI RSUD GENTENG
TAHUN 2010
No
Askep kinerja
Kualitas kerja
Rangking kinerja
1
Kondisi fisik tempat
63,50
1
2
Kemampuan kerja
61,25
2
3
Keemimpinan
59,45
3
4
Menejemen kepegawaian
56,75
4
5
Produktivitas kerja
55,50
5
6
Motivasi
54,99
6
Rata rata kualitas kerja
58,573










BAB IV
MENGHITUNG NILAI RATA RATA SUATU DSTRIBUSI DATA

Data berikut merpakan nlai ujian biostatistik dari sratus mahasisa
1.      Jumlah kelas interval
2.      Interval
3.      Range
4.      Mean denan table

1. Nilai Ujian Sebagai Berikut
79 69 40 51 88 55 48 36 61 53
94 51 65 42 55 55 69 63 70 48
55 60 25 47 78 61 54 57 79 73
36 67 40 51 59 68 27 46 62 43
83 59 22 72 57 82 45 54 52 71
82 69 60 35 41 65 62 75 60 42
34 49 45 49 64 40 61 73 44 59
86 43 69 54 31 36 31 35 44 66
80 71 53 56 91 60 41 29 56 57
54 43 39 56 27 62 44 85 61 59





data data diatas  untk menghitung nilai rata dengan menggunakan rumus
Frekuensi x Nilai Tengah
mean =  …………………..
Jumlah Frekuensi
2. Nilai Penyebaran (Distribusi Data)
1.      pengertian nilai penyebaran
Ukuran penebran serng juga sering juga disebt ukuran spari ari atau ukuuran devisiasi.
2.      Jenjis dan sipat nilai penyebaran minimum dan maksmum adalah besar data terendah dan data tertingi dari hasil
3.      Defisias setandart variabilitas yang memperhtngkan penympangan dari setiap  nlali pengammatan atau data terhadap reratanya (mean)
4.      Varian adalah kuadrat dari standar diviasi
5.      Koevisien fariasi adalah suatu ukuran fariasi yang secara relative dgambarkan dalam prsen
3. Nilai Distribusi  Dibag Menjadi Dua
·        kemirngan (skweness)
·        keruningan (kutosis)















BAB V
SAMPLE DAN METODE SAMPLING

1. Pengertian Populasi Dan Sample
            Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian .penelitian populasi di lakukan apabila peneliti ingin melihat semua liku liku dalm populasi.oleh karena sobyeknya meliputi semua yg terdapat dalam populasi.
            Sample adalah sebagian atau wakil populasi yang teliti.

2. Alasan pengambilan sample
  • Karena subyek pada sample lebih sedikit dibandingkan populasi maka kerepotanya kurang.
  • Apbila populas terlalu besar maka dikawatirkan ada yg terlewati
  • Dengan penelitia sample mak akan lebih efisen(dalam arti uang waktu dan tenaga)-----ada kalnya dengan penelitian populasiberarti distruktif,bayangkan kalau kita harus memiliki kemampuan yg dihasilkan oleh pabrik,missal granat.

3.  Metode pengambilan sample ada beberapa diantaranya:
  • Sample pada random atau sample acak maupun campur
  • Sample berstrata atau stratifiet sample
  • Sample wilayah atau area probability sample
  • Sample proporsi atau proporsiaonal smple atau sample imbangan
  • Sample bertujuan atau purposif sample
  • Sample kuota atau kuota sample

4.  Pertimabangan dalam memilih metode sampling
            Untuk menentukan metode sample digunakan dalam penelitian perlu hal hal sebagai berikut:
  • Tujuan penelitian
  • Pengetahuan tewntang populasi
  • Jumlah biaya
  • Besar populasi
5.  Menentukan jumlah sample
            Tidak ada atruran yg tegas tentang jumlah sample yg dipersyaratkan untuk suatu penelitian dari populasi yg tersedia
6.  Beberapa teknik dalam menentukan sample





















Catatan:
  1. Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampling dikelompokkan menajadi 2 yaitu probability sampling dan non probability sampling
  2. Probability sampling adalah teknik sampling yg memberikan peluang yg sma bagi setiap anggota sample.teknik ini meliputi
    1. Simple random samplingkarena pengambilan sample populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan sastra yg ada dalam populasi
    2. proportionate stratifiet random sampling,teknik ini dilakukan bila populasi mempunyai anggota yg tidak homogen
    3. disproportionate stratifit random sampling,teknik ini digunakan untuk menentukan sample bila obyek yg akan diteliti secara luas.
    4. area sampling,teknik ini digunakan untuk menentukan sample populasi yang berstrata tapi kurang proporsional
C.     Non probability sampling adalah teknik yg tidak memberi peluang yg sama
1.      Sampliung sistematis adalah teknik penentuan sample berdasarkan urutan dari anggota populasi
2.      Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sample dari populasi tertentu sampai jumlah kuota yg ditentukan
3.      Sampling aksidental adalah teknik sample berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yg kebetulan dapat digunakan sebagai sample
4.      Purposif sampliung adalah teknik penentuan sample dg pertimabangan tertentu
5.      Sampling jenuh adalah teknik penentuan samplebila anggota populasi digunakan sebagai sample
6.      Snoball sampling adalah teknik penentuan sampleyg jumlahnya kecil


















BAB VI
 MODUS DAN MEDIAN

1.      MODUS
1.      Modus digunakan untuk gejala yg sering terjadi,diberi symbol dengan Mo dan umumnya Mo dipakai sebagai”nilai rata rata”bagi data kualitatif
2.      Modus untuk data kuantitatif ditentukan dg melihat frekuensi tertinggi
Misalnya:
NO URUT
DATA GEJALA(x)
FREKUENSI(f)
1
20
81
2
22
56
3
25
98
4
29
75
5
30
72

Data frekuensi tertinggi 25 sejumlah 98,maka dikatakan modus 25 dan ditulis jumlah Mo=25
Apabila dat disusun secara kelompok maka Mo dapat dicari dg rumus:
Mo=Bb+p  (  b1  )
                    bI+b2
keterangan:
Bb : Batas bawah kelas interval yg mengandung juga dapat dikatakan bahwa kelas
       interval mempunyai frekuensi tertinggi
b1 : Selisih frekuensi yg mengandung modus dengan frekuensi sebelumnya
b2 : Selisih frekuensi yg mengandung modus dengan frekuensi sesudahnya
p   : Panjang kelas interval

2. MEDIAN
      Median adlah nilai data yg yg terletak ditengah lalu disusun menurut urutan nilainya sehingga membagi 2 sama besar Apabila data disusun secara kelompok mka Me dapat dicari dg rumus:





Bb = Batas bawah kelas interval yg mengandung Me
Fm = Frekuensi kelas interval yg mengandung Me
F   = Frekuensi kumulatif sebelum kelas interval yg mengandung Me
P   =  Panjang kelas interval

BIOMEKANIKA


BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1    LATAR BELAKANG

Keseimbangan dibutuhkan hampir diseluruh cabang olahraga yang mana setiap cabang olahraga menerapkannya dengan cara yang berbeda. Disuatu saat ada kalanya seorang atlet harus berada pada tingkat keseimbangan yang tinggi dan ada kalanya seorang atlet harus berada pada tingkat keseimbangan yang rendah. Dalam keseimbangan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
  1. Stabilitas berbanding lurus dengan luas dasar menumpu
  2. Stabilitas berbanding lurus dengan besarnya jarak proyeksi jatuhnya titik berat badan ketepi alas yang searah dengan arah gerakan
  3. Stabilitas berbanding lurus dengan berat badan
  4. Stabilitas berbanding terbalik dengan jarak besarnya antara titik berat badan dan dengan besarnya menumpu
  5. Untuk memperoleh stabilitas titik berat badan harus jatuh didalam bidang dasar menumpu
  6. Gaya geser
  7. Letak segmen-segmen badan
  8. Penglihatan dan faktor-faktor psikologis
  9. Faktor fisiologis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1  DEFINISI BIOMEKANIKA

Mekanika adalah salah satu cabang ilmu dari bidang ilmu fisika yang mempelajari gerakan dan perubahan bentuk suatu materi yang diakibatkan oleh gangguan mekanik yang disebut gaya. Mekanika adalah cabang ilmu yang tertua dari semua cabang ilmu dalam fisika. Tersebutlah nama-nama seperti Archimides (287-212 SM), Galileo Galilei (1564-1642), dan Issac Newton (1642-1727) yang merupakan peletak dasar bidang ilmu ini. Galileo adalah peletak dasar analisa dan eksperimen dalam ilmu dinamika. Sedangkan Newton merangkum gejala-gejala dalam dinamika dalam hukum-hukum gerak dan gravitasi.
Mekanika teknik atau disebut juga denagn mekanika terapan adalah ilmu yang mempelajari peneraapan dari prinsip-prinpsip mekanika. Mekanika terapan mempelajari analisis dan disain dari sistem mekanik. Biomekanika didefinisikan sebagai bidang ilmu aplikasi mekanika pada system biologi. Biomekanika merupakan kombinasi antara disiplin ilmu mekanika terapan dan ilmu-ilmu biologi dan fisiologi. Biomekanika menyangkut tubuh manusia dan hampir semua tubuh mahluk hidup. Dalam biomekanika prinsip-prinsip mekanika dipakai dalam penyusunan konsep, analisis, disain dan pengembangan peralatan dan sistem dalam biologi dan kedoteran.
Pada dasarnya biomekanika adalah cabang ilmu yang relatif baru dan sedang berkembang secara dinamis. Akan tetapi sebenarnya bidang ilmu sudah eksis sejak abad ke lima belas masehi ketika Leonardo Da Vinci (1452-1519) membuat catatan akan siginikansi mekanika dalam penelitian-penelitian biologi yang dia lakukan. Kontribusi dari para peneliti dalam bidang ilmu biologi, kedokteran, ilmu-ilmu dasar, dan teknik mewarnai perkembangan biomekanika akhir-akhir ini.

2.2 BIOMEKANIKA
Menurut Frankel dan Nordin pada tahun 1980 biomekanika merupakan ilmu mekanika teknik untuk analisa sistem kerangka otot manusia. (Chaffin, 1991) secara umum mendefinisikan biomekanika, yaitu: Biomekanika menggunakan konsep fisika dan teknik untuk menjelaskan gerakan pada bermacam-macam bagian tubuh dan gaya yang bekerja pada bagian tubuh pada aktivitas sehari-hari. Kajian biomekanik dapat dilihat dalam dua perspektif, yaitu kinematika yang lebih menjurus pada karakteristik gerakan yaitu meneliti gerakan dari segi ruangan yang digunakan dalam waktu yang bersifat sementara tanpa melihat gaya yang menyebabkan gerakan. Studi kinematika menjelaskan gerakan yang menyebabkan berapa cepat obyek bergerak, berapa ketinggiannya atau berapa jauh obyek menjangkau jarak. Posisi, kecepatan dan percepatan tersebut merupakan studi kinematika. Kajian kinetika menjelaskan tentang gaya yang bekerja pada satu sistem, misalnya tubuh manusia. Kajian gerakan kinetika menjelaskan gaya yang menyebabkan gerakan. Dibandingkan dengan kajian kinematika, kajian kinetika lebih sulit untuk diamati, pada kajian kinetik yang terlihat adalah akibat dari gaya.

2.3  GERAK DAN GAYA
Gaya adalah sebuah konsep yang digunakan untuk menerangkan interaksi fisik dari obyek dengan sekelilingnya. Gaya dalam fisika didefinisikan sebagai kuantitas yang dapat menyebabka perubahan dari state dari suate benda sehingga terjadi percepatan pada benda itu.

2.3 BIOMEKANIKA KERJA TUBUH
Dalam analisis biomekanika, tubuh manusia dipandang sebagai sistem yang terdiri dari link (penghubung) dan joint (sambungan), tiap link mewakili segmen-segmen tubuh tertentu dan tiap joint menggambarkan sendi yang ada.

2.4 BIOMEKANIK DAN PERANCANGAN KERJA
Penelitian aspek biomekanika akan sangat berkaitan dengan proses perancangan peralatan kerja misalnya pembuatan alat bantu gerak yang dapat digunakan untuk meringankan penderita cacat maupun peralatan kerja lainnya. Peralatan yang digunakan secara langsung sehubungan dengan fisik manusia perlu rancangan agar sesuai dengan keadaan biomekanika seseorang. Penggunaan kekuatan otot yang berlebihan untuk menggunakan atau menggerakan peralatan dapat mengakibatkan cedera. Penerapan biomekanika menghindari hal tersebut, dan mengupayakan agar dengan pengeluaran energi yang minimum namun dapat dicapai hasil yang optimal.
Menurut Chaffin dan Anderson tubuh manusia terdiri dari enam link, yaitu:
1.      Link lengan bawah yang dibatasi oleh joint telapak tangan dan siku.
2.      Link lengan atas yang dibatasi oleh joint siku dan bahu.
3.      Link punggung yang dibatasi oleh joint bahu dan pinggul.
4.      Link paha yang dibatasi oleh joint pinggul dan lutut.
5.      Link betis yang dibatasi oleh joint lutut dan mata kaki.
6.      Link kaki yang dibatasi oleh joint mata kaki dan telapak kaki.
Seperti yang disebutkan di atas bahwa manusia dapat disamakan dengan segmen benda jamak maka panjang setiap link dapat diukur berdasarkan persentase tertentu dari tinggi badan, sedangkan beratnya berdasarkan persentase dari berat badan. Penentuan letak pusat massa tiap link didasarkan pada persentase standar yang ada. Panjang setiap link tiap segmen berotasi di sekitar sambungan dan mekanika terjadi mengikuti hukum newton. Prinsip-prinsip ini digunakan untuk menyatakan gaya mekanik pada tubuh dan gaya otot yang diperlukan untuk mengimbangi gaya-gaya yang terjadi. Secara umum pokok bahasan dari biomekanika adalah untuk mempelajari interaksi fisik antara pekerja dengan mesin, material dan peralatan dengan tujuan untuk meminimumkan keluhan pada sistem kerangka otot agar produktivitas kerja dapat meningkat. Menghindari keluhan pada sistem kerangka otot dapat ditanggulangi dengan melakukan pengendalian administratif (pemilihan personel yang tepat, pelatihan tentang teknik-teknik penanganan material). Pada gerakan jalan yang terpenting adalah keseimbangan dari pasien. Gerakan ini akan memperlihatkan bagaimana kedua kaki saling menyeimbangkan berat tubuh dalam pergerakan berpindah.










BAB III
PENUTUP

3.1  KESIMPULAN
Biomekanika didefinisikan sebagai bidang ilmu aplikasi mekanika pada system biologi. Biomekanika merupakan kombinasi antara disiplin ilmu mekanika terapan dan ilmu-ilmu biologi dan fisiologi. Biomekanika menyangkut tubuh manusia dan hampir semua tubuh mahluk hidup. Dalam biomekanika prinsip-prinsip mekanika dipakai dalam penyusunan konsep, analisis, disain dan pengembangan peralatan dan sistem dalam biologi dan kedokteran.
Filosof Yunani Aristotle (384-322 SM) adalah orang yang pertama kali melakukan studi secara sistematik terhadap gerakan tubuh manusia. Banyak prinsip yang mendeskripsikan aksi dan karakteristik geometri dari otot. Walaupun penemuan Aristotle untuk menerangkan gerakan banyak mengandung kontradiksi, usaha awal yang telah ia rintis menjadi pondasi bagi studi berikutnya seperti Galen (131-201), Galileo (1564-1643), Borelli (1608-1679), Newton (1642-1727), dan Marey (1830-1904). Studi dari para filosof dan ilmuwan tersebut telah mengakibatkan kita bisa membuktikan bahwa gerakan tubuh manusia merupakan konsekuensi dari interkasi antara otot dan gaya yang diakibatkan oleh lingkungan sekitar tubuh manusia. Seperi yang ditulis oleh Aristotle bahwa binatang yang berjalan membuat posisisnya berubah dengan menekan apa yang ada dibawahnya.













DAFTAR PUSTAKA

  1.  N. Ozkaya and M Nordin, “Fundamentals of Biomechanics, Equilbrium, Motion, and Deformation,” Second Edition, ISBN 0-387-98283-3, Springer-Verlag, NY, 1999.
  2.  R. M. Enoka, “Neuromechanics of Human Movements,” Third Edition, ISBN 0-7360-0251-0, Human Kinetics, IL, 2002. 
  1. C. C. Norkin and D. J. White, “Measurement of Joint Motion: A Guide to Goniometry,” Third Sprial Edition, ISBN:0-8036-0972-8,  F. A. Davis Company, 2003.