Rabu, 18 Januari 2012

PENGARUH TINGKAT EKONOMI KELUARGA TERHADAP PEMILIHAN PERTOLONGAN SAAT PERSALINAN PADA IBU HAMIL DI DESA WATES KULON


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam rahim melalui vagina ke dunia luar  (Mansjoer Arif, 1999).
Dalam menghadapi persalinan seorang ibu dapat mempercayakan dirinya pada bidan, dokter umum, dokter spesialis obstetri dan ginekologi bahkan seorang dukun untuk pemeriksaan secara teratur melakukan pengawasan hamil sampai pada persalinan (Ida Bagus gde, 1999). Sedangkan yang diperbolehkan menolong persalinan adalah dokter umum, bidan, perawat yang telah mengikuti pelatihan dan petugas obtetri yang mendapat ketranpilan dari orang tuanya secara tradisional (Dukun beranak) serta ahli kebidanan dan kandungan. Tetapi di negara maju masih banyak persalinan yang ditolong oleh dukun bersalin baik yang terlatih maupun tidak. Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor ekonomi, agama, sosial budaya kadang-kadang juga mempengaruhi pemilihan tenaga penolong saat persalinan (Judi januadi Endjun, 2002). Sehingga Angka Kematian Ibu (AKI) tinggi, menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 1994 angka kematian ibu 390 per 100.000 kelahiran.
Saat ini angka kematian ibu maternal dan bayi seperti halnya negara berkembang khususnya di Indonesia jauh berada di atas angka kematian ibu di negara-negara ASEAN. Sebagai gambaran kematian maternal diperkirakan 500.000 per tahun. Di Indonesia kurang lebih 20.300 kejadian  kematian maternal di Indonesia kurang lebih 70 kali lebih tinggai dari negara maju seperti USA. Tiga faktor penyebab utama tingginya angka kematian ibu di Indonesia yaitu perdarahan setelah persalinan, ionfeksi, eklamsia (Departemen Kesehatan RI, 1996).
Penyebab kematian ibu terbesar (58,1%) adalah perdarahan dan eklamsia. Kedua sebab itu sebenarnya bisa dicegah dengan pemeriksaan kehamilan (Ante Natal Care : ANC) yang memadai. Tetapi karena pemeriksaan tersebut memakai biaya, para ibu hamil merasa enggan untuk mengeluarkan biaya untuk melakukan pemeriksaan ANC. Khususnya wanita yang tinggal di desa, apalagi ibu dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Walaupun proporsi wanita usia 1-49 tahun yang melakukan ANC minimal 1x telah mencapai lebih dari 80%. Tetapi menurut SDKI 1997 masih sangat rendah, dimana sebesar 54% persalinan masih ditolong oleh dukun bayi (GOL dan UNICEF, 2000) (www.detik.com)
Tingkat ekonomi adalah salah satu faktor yang berperan dalam kesehatan dimana dengan alasan tidak mempunyai biaya (penghasilan rendah) masyarakat yang lebih memilih pengobatan tradisional dengan biaya relatif murah. Bagi masyarakat yang mempunyai penghasilan tinggi biaya kesehatan berapapun besarnya sering kali tidak menjadi persoalan, tetapi tidak demikian halnya bagi masyarakat yang tidak mampu (http :// www.balipost.co.id ). Status ekonomi masyarakat dipengaruhi oleh beberapa hal diantara pekerjaan penghasilan dan pendidikan (H. Abu Ahmadi, 1997)
Dari survei dilakukan di desa wates kulon dengan jumlah penduduk 4000 orang yang terdiri dari 600 kepala keluarga didapatkan data 120 KK (20%) termasuk dalam tingkat ekonomi tinggi 210 KK (35%) termasuk dalam tingkat ekonomi sedang, 270 KK (45%) termasuk dalam tingkat ekonomi rendah
Begitu juga yang selama ini terjadi di masyarakat Wates Kulon. Mereka cenderung  memilih pertolongan ke dukun saat persalinan daripada ketenaga kesehatan yang disebabkan oleh rendahnya tingkat ekonomi masyarakat. Semua itu dapat dilihat dari masyarakat yang tidak pernah memeriksakan diri ke Puskesmas saat hamil.
Dan berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan pada 10 orang ibu melahirkan di desa Wates Kulon didapatkan 6 orang melahirkan ke dukun karena biayanya lebih murah dan 4 orang melahirkan ke bidan dengan alasan keselamatan lebih terjamin.
Berdasarkan fenomena diatas, peneliti tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui lebih lanjut sejauh mana tingkat ekonomi keluarga mempengaruhi pemilihan pertolongan saat persalinan di desa Wates Kulon Kecamatan Ranuyoso Tahun 2005.

1.2    Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas maka dapat dirumuskan permasalahan yakni, “Adakah pengaruh tingkat ekonomi keluarga ibu hamil terhadap pemilihan pertolongan saat persalinan pada ibu hamil di desa Wates Kulon tahun 2005”.

1.3    Tujuan Penelitian
1.3.1        Tujuan Umum 
Untuk mempelajari pengaruh tingkat ekonomi keluarga ibu hamil terhadap pemilihan pertolongan saat persalinan.

1.3.2        Tujuan Khusus
1.3.2.1   Mengidentifikasi tingkat ekonomi keluarga ibu hamil di desa Wates Kulon.
1.3.2.2   Mengidentifikasi pemilihan pertolongan saat persalinan pada ibu hamil di desa Wates Kulon.
1.3.2.3   Mengidentifikasi pengaruh tingkat ekonomi keluarga ibu hamil terhadap pemilihan pertolongan saat persalinan di desa Wates Kulon.
1.4    Manfaat Peneliti
1.4.1        Bagi Peneliti
Sebagai masukan bagi peneliti untuk menambah pengetahuan dan pengalaman tentang pengaruh tingkat ekonomi keluarga terhadap pemilihan pertolongan saat persalinan.
1.4.2        Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar untuk melaksanakan penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan tingkat ekonomi dan pemilihan pertolongan saat persalinan.
1.4.3        Bagi Perawat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi perawat tentang pentingnya pelaksanaan asuhan keperawatan dalam pencapaian standart pelayanan.



1.4.4        Bagi Institusi
Dapat digunakan sebagai bahan rekomendasi atau bahan masukan tentang upaya-upaya  yang digunakan untuk meningkatkan pelaksanaan asuhan keperawatan dalam hal pelayanan kesehatan.


BAB 2
LANDASAN TEORI DAN KERANGKA KONSEP

Bab ini akan disajikan beberapa konsep dasar yang mendasari penelitian yang meliputi : konsep ekonomi, konsep keluarga, konsep pemilihan pertolongan persalinan, faktor yang mempengaruhi pemilihan pertolongan saat persalinan, kemudian pada bab ini juga disajikan kerangka konsep dan hipotesa.
2.1    Tinjauan Pustaka
2.1.1        Konsp Ekonomi
2.1.1.1  Pengertian Ekonomi
Ekonomi adalah :
1)      Ilmu mengenai asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang-barang serta kekayaan (seperti hal keuangan, perindustrian dan perdagangan).
2)      Pemanfaatan uang, tenaga, waktu yang berharga.
3)      Urusan keuangan rumah tangga
(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002)
2.1.1.2  Tingkat ekonomi keluarga
Tingkat ekonomi keluarga berdasarkan tingkat pendapatannya dibedakan menjadi 3 (tiga) tingkatan, antara lain sebagai berikut :
1)      Uper Class (Tingkat Atas)
Mereka  yang berada pada lapisan ini umumnya tingkat pendapatannya tinggi, mereka juga memiliki benda-benda berharga seperti uang, tanah luas, mobil dan sebagainya. Pekerjaan mereka berupa wiraswasta, manager, bankir, dan sebagainya.
Berdasarkan hasil penetapan upah minimum propinsi jawa timur tahun 2006 sebesar Rp 390.000 tiap bulannya sehingga besarnya pendapatan lapisan ekonomi kelas atas 3x diatas upah minimum propinsi yaitu  lebih besar dari Rp 1.170.000 tiap bulannya.
2)      Midle Clss (Menengah)
Keluarga pada lapisan ini tingkat pendapatannya cukup ntuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tetapi pemilikan barang-barang berharga terbatas sebagai tabungan. Pekerjaan berupa pedagang, pegawai negeri dan sebagainya.
Berdasarkan hasil penetapan upah minimum propinsi jawa timur tahun 2006 sebesar Rp 390.000 tiap bulannya sehingga besarnya pendapatan lapisan ekonomi kelas atas 2x diatas upah minimum propinsi yaitu  Rp 780.000 sampai Rp 1.170.000 tiap bulannya.
3)      Lower Class (Tingkat Bawah
Keluarga pada lapisan ini tingkat pendapatannya rendah dan tidak tetap karena pekerjaan mereka juga tidak tetap. Biasanya mereka sebagai buruh, pedagang kecil dan sebagainya (Departemen Kesehatan RI, 1996).
Berdasarkan hasil penetapan upah minimum propinsi jawa timur tahun 2006 sebesar Rp 390.000 tiap bulannya sehingga besarnya pendapatan lapisan ekonomi kelas atas 3x diatas upah minimum propinsi yaitu  < Rp 390.000 – Rp 780.000 tiap bulannya.(http : //www.nakertrans.go.id/pusdatinnaker/ upah/index : upah.php)



2.1.2        Konsep Keluarga
2.1.2.1  Pengertian Keluarga
Menurut Salvision keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam peranannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan (Nasrul Effendi, 1998).
2.1.2.2  Fungsi Keluarga
Menurut William J. Goode, secara umum fungsi keluarga meliputi pengaturan seksual, reproduksi, sosialisasi, pemeliharaan, penempatan anak dalam masyarakat, pemuas kebutuhan perorangan dan kontrol sosial (M. Munandar Soelaiman, 2001). Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga sebagai berikut :
1)      Fungsi Biologis
(1)    Untuk meneruskan keturunan
(2)    Memelihara dan membesarkan anak
(3)    Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
2)      Fungsi Psikologis
(1)    Memberikan kasih sayang dan rasa aman
(2)    Memberikan perhatian diantara anggota keluarga
(3)    Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga
3)      Fungsi Sosialisasi
(1)    Membina sosialisasi pada anak
(2)    Membentuk norma-norma tngkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
(3)    Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.
4)      Fungsi Ekonomi
(1)    Mencari sumber-sumber penghasilan untuk pemenuhan kebutuhan keluarga
(2)    Pengaturan penguasaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga
(3)    Menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga di masa yang akan datang, misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua dan lainnya.
5)      Fungsi Pendidikan
(1)    Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, keterampilan dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya.
(2)    Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya sebagai orang dewasa.
(Nasrul Effendi, 1998).
2.1.3        Konsep Pemilihan Pertolongan Persalinan
Pemilihan adalah proses, cara, perbuatan memilih.
Pertolongan adalah perbuatan atau sesuatu yang dipakai untuk menolong (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002).
Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pengeluaran placenta dan selaput janin dari tubuh  ibu (Obstetri Fisiologi Universitas Pajajaran Bandung).



2.2    Faktor yang mempengaruhi ibu hamil dalam memilih pertolongan saat persalinan
2.2.1        Faktor Internal
1)      Motivasi
2)      Keinginan..
3)      Pengetahuan (Aleikh Mustikawati, 2001)
2.2.2        Faktor Eksternal
1)      Kebudayaan
Menurut Koetjaraningrat, kebudayaan adalah seluruh gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi karyanya. Hal itu akan berpengaruh terhadap perilaku seseorang. Perilaku seseorang dalam kebudayaan terbentuk akan berbeda dengan orang yang hidup pada kebudayaan lainnya (Depkes RI, 1990). Seorang ahli psikologi yang terkenal Burrhus Frederic Skiner sangat menekankan pengaruh lingkungan (termasuk kebudayaan) dalam membentuk pribadi seseorang.
Kepribadian katanya tidak lain daripada pola perilaku yang konsisten yang menggambarkan sejarah reinfacement yang kita alami (Hergenn, 1982). Kita memiliki pola sikap dan perilaku tertentu dikarenakan kita mendapat reinfacement (penguatan, pengajaran) dari masyarakat untuk sikap dan perilaku yang lain. Salah satu kebudayaan di Indonesia yang masih ada adalah persalinan dan kelahiran dengan bantuan dukun bayi, kini masih disukai masyarakat pedesaan. Hal ini sulit dihilangkan karena merupakan tradisi yang sudah berjalan lama dan turun temurun. Sementara bidan desa meski sudah profesional belum mampu menciptakan pamor seperti dukun bayi (www.suaramerdeka.com)
2)      Ekonomi
Ekonomi dapat diartikan sebagai usaha untuk memproduksi dan distribusi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup. Lingkungan sosial ekonomi sangat berpengaruh terhadap tingkah laku seseorang. Keadaan ekonomi keluarga yang relatif mencukupi akan mampu menyediakan berbagai fasilitas yang diperlukan (Sosiologi dan Antropologi 1984). Bagi keluarga yang tidak mampu lebih terjangkau bila melahirkan dengan bantuan dukun beranak (www.situskesepru.info)
3)      Transportasi
Dapat diartikan sebagai suatu alat yang digunakan untuk mengantarkan dari suatu tempat ke tempat lain. Transportasi ada 3 yaitu : darat, laut udara..
Jenis transportasi menurut pemiliknya :
(1)   Milik pribadi         : yang digunakan sendiri / individu
(2)   Milik umum           : yang digunakan untuk umum
Masalah ibu hamil yang hendak melahirkan dan berada di daerah terpencil lebih pada soal pengadaan transportasi guna mencapai rumah sakit / bidan terdekat (www.situskesepro.info)
2.2.3        Yang biasanya menolong persalinan
Adalah petugas obstetri dimana petugas obstetri itu seindiri ada 2 yaitu :
a.       Petugas obtetri yang mendapat pendididkan formal seperti spesialis kebidanan dan kandungan, dokter umum bidan , perawat yang telah mengikuti pelatihan
b.      Petugas obstetri yang mendapat ketrampilan dari orang tuanya secara tradisional seperti dukun beranak ( Dr. H. Djamhoer Martaadisoebrata MSPH)






2.3    Kerangka Konseptual
Faktor internal
-         Motivasi
-         Keinginan
-         Pengetahuan
 
 










Text Box: Bidan/Perawat
 









3.      Transportasi
 


Keterangan :
              = Diteliti
              = Tidak diteliti

2.4    Hipotesa
Ha        :  Ada hubungan antara tingkat ekonomi keluarga dengan pemilihan pertolongan saat persalinan pada ibu hamil di Desa Wates Kulon
Ho        :  Tidak ada hubungan antara tingkat ekonomi keluarga dengan pemilihan pertolongan saat persalinan pada ibu hamil di Desa Wates Kulon 



BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1.    Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau penuntut peneliti pada seluruh proses penelitian (Nursalam, 2003, 81).
Penelitian ini menggunakan desain korelasional, untuk mencari, menjelaskan suatu hubungan, memperkirakan dan menguji berdasarkan teori yang ada. Dan pola pendekatannya Cross Sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran / observasi data variabel independent  dan dependent hanya satu kali, pada satu saat (Nursalam, 2003, 84-85).

3.2.    Identifikasi Variabel
Variabel adalah perilaku atau karakteristik yang memberikan nilai beda terhadap sesuatu (benda, manusia dan lain-lain).
(Soeparto, Taat Putra dan Haryanto, 2000, 54)
3.2.1.      Variabel Independen (Bebas)
Variabel Independen adalah variabel yang nilainya menentukan variabel l;ain (Nursalam, 2003, 102) dalam penelitian ini variabel independentnya adalah tingkat ekonomi keluarga di desa Wates Kulon.


3.2.2.      Variabel Dependen (Terikat)
Variabel Dependen adalah variabel yang nilainya ditentukan oleh variabel lain (Nursalam, 2003, 102). Dalam penelitian ini variabel dependentnya adalah pemilihan pertolongan saat persalinan di desa Wates Kulon.


3.3.    Definisi Operasional
Definisi operasional adalah mendefiniskan variabel secara operasional dan berdasarkan karakteristik yang diamati, memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu obyek  atau fenomena (Alimul H. 2003, 38).
No
Variabel
Definisi
Parameter
Alat ukur
Skala data
Skor







1.
Independent : Tingkat ekonomi keluarga

Gambaran keadaan keuangan berdasarkan pekerjaan dan penghasilan.

1.   Berdasarkan Pekerjaan
·     Tingkat ekonomi atas manager, wiraswasta
·     Tingkat ekonomi menengah pedagang negeri
·     Tingkat ekonomi bawah buruh, tani
2.   Berdasarkan penghasilan
·     Tingkat ekonomi atas > Rp 1.170.000
·     Tingkat ekonomi menengah Rp.780.000-Rp.1.170.000
·     Tingkat ekonomi bawah < Rp.390.000-Rp.780.000

Quesioner
Ordinal
Jumlah soal 2
Jika responden menjawab :
a. Skor 1
b. Skor 2
c. Skor 3
Total skor 6
Berdasarkan skor yang diperoleh responden dapat dikategorikan :
5 – 6 : Tingkat ekonomi atas
3 – 4 : Tingkat ekonomi menengah
2       : Tingkat ekonomi bawah

2.
Dependent :
Pemilihan pertolongan saat persalinan
Pertolongan yang dipilih oleh ibu hamil saat persalinan
Memilih pertolongan persalinan ke perawat, dukun, bidan dan dokter
Quesioner
Ordinal
Jumlah soal 3
Jika responden menjawab
a. Skor 1
b. Skor 2
c. Skor 3
Total skor 9
Berdasarkan skor yang diperoleh responden dapat dikategorikan
7– 9 :  Memilih pertolongan dengan baik
5– 6    :  Pemilihan pertolongan cukup
3 – 4   :  Pemilihan pertolongan kurang
Text Box: 15

3.4.    Populasi, Sampel dan Sampling
3.4.1.      Populasi
Populasi adalah subyek yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan (Nursalam, 2003 : 93). Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang hamil di desa Wates Kulon sebanyak 40 orang.

3.4.2.      Sampel
Sampel adalah sebagian populasi terjangkau yang dapat digunakan sebagai subyek penelitian dan dianggap mewakili seluruh populasi yang dipilih melalui sampling (Nursalam, 2003 : 950).
Pada penelitian ini besar sample 36 orang, penentuan jumlah sample ini berdasarkan tabel Isaac dan Michael serta memenuhi kriteria inklusi :
1)      Ibu hamil dengan usia17-35 tahun di desa Wates Kulon.
2)      Bersedia menjadi responden
3)      Bersedia menandatangani surat persetujuan penelitian
4)      Kooperatif, mau mengisi kuisioner

3.4.3.      Sampling
Sampling adalah proses dalam menyeleksi sample yang digunakan dalam penelitian dari populasi yang ada dengan menggunakan teknik sampling (Alimul H, 2003 : 35).
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sample random sampling yaitu pengambilan sample dengan cara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam anggota populasi (Alimul H, 2003 : 36).

3.5.    Pengumpulan Data dan Analisa Data
3.5.1.      Instrumen Alat Ukur
Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengukur konsep peminatan (Dorothy Young dan Marce T, 1999 : 69). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner atau angket yang berisi beberapa pertanyaan dengan pilihan jawaban tertutup serta menggunakan multiple choice.
3.5.2.      Tempat dan Waktu Penelitian
Peneliian ini dilaksanakan di desa Wates Kulon pada bulan Mei 2005 sampai dengan Mei 2006.

3.6.    Teknik Analisa Data
Untuk mengetahui adakah hubungan antara tingkat ekonomi keluarga dengna pemilihan pertolongan saat persalinan di desa Wates Kulon tahun 2005, maka ditampilkan dengan tabel frekuensi distribusi, kemudian data dihitung dengan menggunakan metode chi-square dengan rumus :



x2 =
Keterangan :
x2          :  Digunakan untuk menguji signifikasi perbedaan frekuensi yang diobservasi Fo dengan frekuensi yang diharapkan Fh
Fo        :  Frekuensi yang diperoleh berdasarkan data
Fh         :  Frekuensi yang diharapkan
Secara statistik nilai korelasi yang diperoleh dengan penghitungan harus dibandingkan dengan harga kritik dalam tabel korelasi nilai x. Bila harga x2 sama atau melebihi harga kritik x2 maka H0 ditolak, H1 diterima. Apabila hasil x2 kurang dari kritik x2 naka maka H0, H1 ditolak.

3.7.    Etika Penelitian
Dalam penelitian ini, penelitiai meminta izin pada responden terlebih dahulu. Setelah mendapat persetujuan barulah penelitian ditekankan pada etika yang   meliputi :
3.7.1.      Lembar Persetujuan Penelitian (Informed Consent)
Lembar persetujuan diberikan kepada responden dan peneliti menjelaskan maksud dan tujuan dari pendlitian yang dilakukan. Jika responden menerima maka responden harus menandatangani lembar persetujuan (informed consent). Tetapi bila responden tidak menyetujui, maka penulis tidak boleh memaksa responden.
3.7.2.      Anonimity (Tanpa Nama)
Untuk menjaga kerahasiaan responden, peneliti tidak akan mencantumkan nama responden, tetapi menggantinya dengan kode.
3.7.3.      Confedentrality (Kerahasiaan)
Kerahasiaan informasi yang diberikan oleh responden dijamin oleh peneliti



BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan disajikan tentang data umum dan data khusus. Data umum meliputi lokasi penelitian dan karateristik responden berdasarkan umur, tingkat pendidikan dan agama yang dianut. Data khusus meliputi gambaran tingkat ekonomi keluarga dan pemilihan pertolongan saat persalinan serta analisa data.

4.1  Hasil Penelitian
4.1.1        Data Umum
4.1.1.1  Lokasi Penelitian
Lokasi penelitiannya yaitu di Desa Wates Kulon Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang yang terdiri dari 6 dusun. Dengan jumlah responden 36 orang. Dimana responden tersebar diseluruh dusun yaitu dusun jarimun 7 orang, Blok gudang 6 orang, Blok gunung 5 orang, blok Blok gudang 6 orang, krajan 7 orang, kopangan 5 orang.







4.1.1.2  Data Karateristik Responden
1)      Karateristik responden berdasarkan umur
Tabel 4.1    Distribusi frekuensi responden di Desa Wates Kulon Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang berdasarkan umur.

Usia
Jumlah
Prosentase
17 – 22 tahun
21 orang
58,3 %
23 – 28 tahun
9 orang
25 %
29 - 35 tahun
6 orang
16,7 %
Total
36 orang
100 %
Sumber : Kuesioner Juni 2006
Berdasarkan tabel 4.1 diatas menunjukkan bahwa dari 36 responden didapatkan kelompok trebesar dari responden berusia 17 – 22 tahun sejumlah 21 orang (58,3 %).
2)      Karateristik responden berdasarkan tingkat pendidikan
Tabel 4.2    Distribusi frekuensi responden di Desa Wates Kulon Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang berdasarkan tingkat pendidikan.

Pendidikan
Jumlah
Prosentase
SD /Sederajat
8 orang
22,22 %
SLTP / Sederajat
23 orang
63,9 %
SLTA / Sederajat
5 orang
13,9
Total
36 orang
100 %
Sumber : Kuesioner Juni 2006
Berdasarkan tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa dari 36 responden kelompok terbesar dari responden berpendidikan SLTP sejumlah 23 orang (63,9 %).




3)      Karateristik responden berdasarkan agama
Tabel 4.3    Distribusi frekuensi responden di Desa Wates Kulon Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang berdasarkan agama yang dianut.

Agama
Jumlah
Prosentase
Islam
36 orang
100 %
Kristen
-
-
Hindu
-
-
Budha
-
-
Katolik
-
-
Total
36 orang
100 %
Sumber : Kuesioner Juni 2006
Berdasarkan  tabel 4.3 diatas menunjukkan bahwa dari 36 responden semuanya beragama islam (100 %).
4)      Karateristik responden berdasarkan pekerjaan kepala keluarga
Tabel 4.4    Distribusi frekuensi responden di Desa Wates Kulon Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang berdasarkan pekerjaan kepala keluarga.

Jenis pekerjaan
Jumlah
Prosentase
Tani
14
38,9 %
Pedagang
16
44,4 %
Wiraswasta
3
16,66 %
Total
36
100 %
Sumber : Kuesioner Juni 2006
Berdasarkan  tabel 4.4 diatas menunjukkan bahwa dari 36 responden didapatkan kelompok terbesar kepala keluarga responden mempunyai pekerjaan pedangang sebanyak 16 orang (44,4 %)




4.1.2        Data Khusus
4.1.2.1  Tingkat ekonomi keluarga
Tabel 4.5    Distribusi frekuensi responden di Desa Wates Kulon Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang berdasarkan tingkat ekonomi keluarga.

Tingkat ekonomi keluarga
Jumlah
Prosentase
Tingkat ekonomi atas
6
16,7 %
Tingkat ekonomi menengah
15
41,7 %
Tingkat ekonomi bawah
15
41,7 %
Total
36
100 %
Sumber : Kuesioner Juni 2006
Berdasarkan data tabel 4.5 diatas menunjukkan bahwa dari 36 responden didapatkan tingkat ekonomi bawah dan menengah sama besar yaitu sebanyak 15 orang (14,7%).
4.1.2.2  Pemilihan pertolongan saat persalinan
Tabel 4.6    Distribusi frekuensi di Desa Wates Kulon Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang berdasarkan pemilihan pertolongan saat persalinan

Pemilihan pertolongan saat persalinan
Jumlah
Prosentase
Pemilihan pertolongan baik
2 orang
5,6 %
Pemilihan pertolongan cukup
22 orang
61,1 %
Pemilihan pertolongan kurang
12 orang
33,3 %
Total
36
100 %
Sumber : Kuesioner Juni 2006
Berdasarkan tabel 4.6 diatas menunjukkan bahwa dari 36 responden didapatkan mayoritas responden memilih pertolongan saat persalinan cukup sebanyak 22 orang (61,1 %)






Tabel 4.7    Tabulasi silang tingkat ekonomi keluarga dan pemilihan pertolongan saat persalinan di Desa Wates Kulon Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang

No.
Tingkat ekonomi keluarga
Pemilihan pertolongan saat persalinan
Total
Persen
Baik
%
Cukup
%
Kurang
%
1.
Tingkat ekonomi atas
-
-
6
16,7%
-
-
6
16,9%
2.
Tingkat ekonomi menengah
2
5,6%
8
22,22%
5
13,88%
15
41,7%
3.
Tingkat ekonomi atas
-
-
8
22,22%
7
19,44%
15
41,7%
Total
2
5,6%
22
61,1%
12
33,3%
36
100%
                  Sumber : Kuesioner April 2006

Distribusi crosstabulasi diatas didapatkan data yang menunjukkan bahwa kelompok ibu hamil yang mempunyai tingkat ekonomi menengah dan bawah yaitu 30 orang (83,4%) masing-masing 15 orang (41,47%) dan memilih pertolongan persalinan dengan  cukup sebanyak 16 orang.
Berdasarkan uji statistic chi square dengan bantuan SPSS for Windows didapatkan chi square yaitu 7,382 dengan probabilitas 0,117 ( ρ > 0,05) artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara tingkat ekonomi keluarga ibu hamil dengan pemilihan pertolongan saat persalinan.

4.2  Pembahasan
4.2.1        Tingkat ekonomi keluarga
Penelitian yang dilakukan di Desa Wates Kulon Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang menunjukkan bahwa dari 36 responden didapatkan tingkat ekonomi menengah dan bawah sebanyak 30 orang (83,4%) masing-masing 15 orang (41,7%) sebagaimana ditunjukkan dalam tabel 4.5. Berdasarkan hasil tersebut  didapatkan bahwa tingkat ekonomi keluarga di Desa Wates Kulon Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang berdasarkan pekerjaan dan penghasilan kepala keluarga berada dalam kategori tingkat ekonomi bawah menengah.
Tinggi rendahnya tingkat ekonomi seseorang tergantung beberapa faktor. Menurut H. Abu Ahmadi (1997) ada dua faktor yang mempengaruhi tingkat ekonomi keluarga yaitu pekerjaan dan penghasilan kepala keluarga.
Berdasarkan penelitian diatas bahwa pekerjaan dan pengahasilan kepala keluarga sangat berperan dalam penetuan tingkat ekonomi keluarga. Dimana pekerjaan menduduki peran utama setelah itu penghasilan.
Menurut peneliti kondisi ini wajar karena pekerjaan sangatlah mempengaruhi penghasilan seseorang dan dari pekerjaan serta penghasilan tersebut dapat diketahui tinggi rendahnya suatu tingkat ekonomi keluarga seseorang sebagaimana dijelaskan oleh H. Abu Ahmadi. Menurut penelitian yang telah dilakukan di Desa Wates Kulon Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang didapatkan responden yang kepala keluarganya mempunyai pekerjaan tani 14 orang (38,9%), pedangang 16 orang (44,4%), dan wiraswasta 6 orang (16,66%) sebagaimana pada tabel 4.4

4.2.2        Pemilihan pertolongan saat persalinan
Pemilihan pertolongan saat persalinan dapat dikategorikan dalam tiga kategori  yaitu baik, cukup, kurang. Penelitian yang telah dilakukan didesa wates kulon menunjukkan bahwa sebagian besar (61%) pemilihan pertolongan saat persalinan termasuk dalam kategori cukup sebagaimana telah ditunjukkan dalam tabel 4.6.
Jadi secara umum dapat disimpulkan bahwa pemilihan pertolongan saat persalinan berada pada kategori cukup.
Pemilihan pertolongan saat persalinan adalah pemilihan pertolongan yang dipilih oleh ibu hamil saat persalinan ( Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2003 ). Menurut Aleik M (2001) faktor yang mempengaruhi ibu hamil dalam memilih pertolongan saat persalinan ada dua faktor yaitu faktor internal ( Motivasi, keinginan, pengetahuan ) dan faktor exrternal ( kebudayaan, ekonomi dan transportasi).
Menurut peneliti faktor internal dan eksternal tersebut sangat mempengaruhi pemilihan pertolongan saat persalinan, dimana faktor internal itu berasal dari dalam diri seseorang yang mempengaruhi secara  langsung tingkah laku seseorang misalnya saja pendidikan, sebagaimana ditunjukkan dalam tabel 4.2 dimana responden mayoritas berpendidikan SLTP sebanyak 23 orang (63,9%). Sedangkan faktor eksternal itu berasal dari luar diri seseorang yang mana juga mempengaruhi pemilihan pertolongan saat persalinan namun tidak secara langsung misalnya saja agama responden sebagaimana ditunjukkan dalam tabel 4.3 yang didapatkan semua responden beragama islam serta pekerjaan kepala keluarga pada tabel 4.4 yang didapatkan frekuensi tertinggi mempunyai pekerjaan pedangang sebanyak 16 orang (44,4%). Faktor internal dan ekstertnal disini sangat berpengaruh pada pemilihan pertolongan saat persalinan sebagaimana dijelaskan oleh.Aleik .M.

4.2.3        Pengaruh tingkat ekonomi keluarga ibu hamil terhadap pemilihan pertolongan saat persalinan
Berdasarkan hasil uji statistic chi square test menunjukkan nilai pearson chi square sebesar 7,382 dengan probabilitas 0,117 (0,117 < 0,05) probabilitas > 0,05 dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara tingkat ekonomi keluarga ibu hamil trehadap pemilihan pertolongan saat persalinan di Desa Wates Kulon Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang tahun 2005.
Tingkat ekonomi keluarga merupakan gambaran keuangan berdasarkan pekerjaan dan penghasilan. Tingkat ekonomi disini dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu tingkat ekonomi atas, tingkat ekonomi menengah dan bawah. Selain itu dari variabel dependent berupa pemilihan pertolongan saat persalinan dikatakan pada teori bahwasanya pemilihan pertolongan saat persalinan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Namun dalam hal ini ekonomi yang termasuk dalam faktor eksternal juga berpengaruh terhadap usaha untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dan bagi keluarga yang tidak mampu lebih terjangkau bila melahirkan dengan bantuan dukun beranak (www.situskesepro.info). Dari penelitian yang dilakukan kebanyakan pemilihan pertolongan saat persalinan di di Desa Wates Kulon Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang berada dalam kategori cukup, Dari sini peneliti mempunyai pendapat bahwa sebagian besar pemilihan pertolongan saat persalinan dipercayakan kepada bidan (perawat karena masyarakat percaya bahwa perawat / bidan mempunyai ketrampilan yang lebih tentang kesehatan).
Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara tingkat ekonomi keluarga ibu hamil terhadap pemilihan pertolongan saat persalinan. Hal ini disebabkan oleh karena banyaknya faktor lain yang mempengaruhi pemilihan pertolongan saat persalinan antara lain : motivasi, keinginan, kebudayaan transpostasi, pengetahuan. Pengetahuan disini termasuk didalamnya pendidikan. Dimana seseorang yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi akan berbeda sikap dan tingkah lakunya dengan orang yang tingkat pendidikannya rendah
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini  akan disajikan kesimpulan dari hasil analisa data dan pembahasan serta saran bagi pihak yang berkepentingan.

5.1  Kesimpulan
Berdasarakan hasil penelitian yang telah dilakukan Desa Wates Kulon Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1)      Didapatkan tingkat ekonomi keluarga ibu hamil dalam kategori tingkat ekonomi bawah dan menengah.
2)      Didapatkan pemilihan pertolongan saat persalinan dalam kategori cukup.
3)      Didapatkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara tingkat ekonomi keluarga pada ibu hamil terhadap pemilihan pertolongan.

5.2  Saran
5.2.1        Bagi institusi
Diharapkan para tenaga kesehatan bisa memperhatikan, memberikan informasi dan meningkatkan kinerjanya dalam memberikan penyuluhan pertolongan saat persalinan yang benar pada tenaga kesehatan.


5.2.2         Bagi responden / ibu hamil
Diharapkan ibu hamil sadar akan pentingnya pemeriksaan antenatal care dan pemilihan pertolongan saat persalinan yang benar.
5.2.3        Bagi puskesmas
Diharapkan puskesmas bisa lebih meningkatkan kinerjanya dalam memberikan penyuluhan tentang taa cara pemilihan pertolongan saat persalinan.
5.2.4        Bagi peneliti selanjutnya
Diharapkan peneliti selanjutnya dapat lebih mengembangkan penelitian tentang tingkat ekonomi dan pemilihan pertolongan saat persalinan.



DAFTAR PUSTAKA

Almul, Azis. (2003). Riset Keperawatan dan teknik penulisan Ilmiah. Jakarta : EGC.

Arif, Nasrul. (2001). Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media Aesculapius.

Departemen Kesehatan RI. (2001). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Balai Pustaka.

Effendy., Nasrul. (2003). Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta EGC

Manuaba, Ida Bagus gde. (2002). Memahami Kesehatan reproduksi Wanita. Jakarta : Arcan.

Nursalam. (2003). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Soekidjo Noto Atmodjo. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Tim Penyusun Kamus Pusat Penelitian dan Pengembangan Bahasa. (2002). IUB Jakarta : Balai Pustaka.







 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar